Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Analisis Kebutuhan Penggunaan Papan Pecahan Sebagai Media Pembelajaran Matematika pada Materi Mengenal Bilangan Pecahan Kelas II SD

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya kebutuhan penggunaan media papan pecahan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi mengenal bilangan pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas II yang terdiri dari empat kelas A, B, C, D dengan jumlah 123 siswa dan 1 wali kelas II. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain tes dan wawancara. Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan secara langsung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan penggunaan papan pecahan sebagai media pembelajaran matematika pada materi mengenal bilangan pecahan karena siswa bisa menentukan, mengelompokkan dan membedakan bilangan pecahan. Subjek dalam penelitian ini menjawab tes yang dominan “baik” setelah penggunaan media didalam pembelajaran matematika.  Dari penelitian ini bisa terlihat siswa membutuhkan media papan pecahan untuk menambah keaktifan siswa dalam pembelajaran, siswa tidak bosan dalam proses pembelajaran dan juga bisa lebih paham akan materi yang disampaikan. Penelitian yang lebih lanjut bisa disarankan untuk melakukan pengembangan media papan pecahan untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa

    Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemandirian Belajar Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah di SMP Negeri 2 Tanjung Balai

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran biasa, (2) Mengetahui apakah peningkatan kemandirian belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran biasa, (3) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis masalah dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, (4) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis masalah dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Balai yang berjumlah 183 siswa, dengan mengambil 2 kelas berjumlah 60 siswa sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan Anava dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (2) Peningkatan kemandirian belajar matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (3) Terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, (4) Terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa

    Validitas Pengembangan Pembelajaran Flipped Classroom berbantuan Media Interaktif Pada Materi Bangun Ruang Kelas V Sekolah Dasar

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan RPP dengan Pembelajaran Flipped Classroom berbantuan Media interaktif pada materi Bangun Ruang Kelas V Sekolah Dasar. Pengintegrasian Pendidikan dengan teknologi sangat perlu dilakukan mengingat tuntutan perkembangan zaman sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara online dan juga offline. Oleh sebab itu diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran tersebut yaitu dengan Pembelajaran Flipped Classroom berbantuan Media interaktif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian  yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research and development /R&D. Model pengembangan penelitian ini adalah model pengembangan 4D yang pada penelitian hanya sampai 3–D (three D), yang terdiri dari 3 tahap dan melalui tahapan revisi oleh para ahli/praktisi. Pada pengembangan terdiri tahap validitas, tahap pratikalitas dan tahap efektifitas. Pada tahap validitas dimana RPP dan media interaktif ini akan divalidasi oleh 2 ahli yaitu ahli materi dan desain Berdasarkan pengembangan pembelajaran pembelajaran Flipped Classroom berbantuan media interaktif pada materi bangun ruang kelas V SD yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulkan bahwa Kevalidan RPP pada kategori valid dan media interaktif dengan nilai validitas dari aspek materi dan desain yaitu 95% dengan kategori sangat valid. Hal tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Flipped Classroom berbantuan media interaktif pada materi bangun ruang kelas V SD yang dikembangkan sudah dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur

    Perbedaan Kemampuan Pemecehan Masalah Matematis dan Self-Efficacy Siswa antara Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Problem Based Learning

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan siswa yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). 2). Perbedaan self-efficacy antara siswa yang diberi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan siswa yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII SMP Gajah Mada Medan yang berjumlah 73 orang yang terdiri dari 3 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen model CTL, dan kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen model PBL. Penelitian ini menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan siswa yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning dengan  yaitu . 2) Terdapat perbedaan self-efficacy antara siswa yang diberi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan siswa yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning dengan  yaitu

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau Dari Kecemasan Matematis

    Get PDF
    Kecemasan matematis adalah sebuah perilaku yang dapat menjadi penghambat dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditinjau dari tinggi, sedang, dan rendahnya kecemasan matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI OTIN SMK Negeri 1 Kota Sukabumi tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 36 siswa dan hanya dianalisis 3 orang siswa setelah hasil angket dan tes, untuk Teknik pengambilan subjeknya menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket kecemasan matematis, tes materi vector, dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis di kelas XI OTIN pada materi vector di SMKN 1 Kota Sukabumi dari ketiga kategori kecemasan matematis, siswa masih belum memenuhi langkah pengerjaan soal kemampuaan pemecahan masalah siswa sesuai dengan langkah polya dan indikator yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan kategori kecemasan tinggi akan berpengaruh negatif pada skor pemecahan masalah, penelitian ini penting dilakukan karena untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan menurunkan kecemasan siswa terhadap pembelajaran matematika

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Pada Materi Teorema Pythagoras

    Get PDF
    Penelitian ini mempunyai tujuan menganalisa kemampuan siswa menyelesaikan persoalan matematika memakai materi teorema Pythagoras. Objek penelitian ini yakni siswa kelas IX SMPN 16 Bekasi dengan jumlah 26 siswa, memakai teknik purposive sampling, yakni memilih 3 siswa menurut kategori kemampuan menyelesaikan masalah matematika tinggi, sedang, serta rendah. Alat bantu di penelitian ini yakni peneliti sendiri dengan alat tes serta pedoman wawancara bagi kemampuan menyelesaikan masalah matematika siswa. Hasil penelitian memperlihatkan siswa dengan berkemampuan tinggi bisa menyelesaikan soal, namun mereka kurang serius membaca soal. Siswa pada kategori kemampuan sedang tak bisa mengerjakan soal yang karena hanya bisa memahami masalah yang diberikan. Siswa dengan kemampuan rendah tak dapat mengerjakan soal yang ada sebab masih kesulitan memahami soal

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Disposisi Matematis Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent Peserta Didik Kelas VIII SMP Islam Pakis Malang

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis peserta didik kelas VIII SMP Islam Pakis berdasarkan gaya kognitif Field Dependent (FD). Gaya kognitif Field Dependent dibagi dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari 3 siswa kelas VIII SMP Islam Pakis. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara memberikan tes Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah dan angket disposisi matematis. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik gaya kognitif Field Dependent kategori tinggi tidak dapat memenuhi indikator melihat kembali pada kemampuan pemecahan masalah dan tidak dapat memenuhi indikator rasa percaya diri pada disposisi matematis. Peserta didik gaya kognitif Field Dependent sedang tidak dapat memenuhi indikator menyusun rencana dan melihat kembali pada kemampuan pemecahan masalah dan tidak dapat memenuhi indikator rasa percaya diri dan indikator memiliki minat, rasa ingin tahu terhadap matematika pada disposisi matematika. Peserta didik dengan gaya kognitif Field Dependent rendah tidak dapat memenuhi indikator memahami masalah, menyusun rencana dan melaksanakan rencana pada kemampuan pemecahan masalah serta tidak dapat memenuhi semua indikator disposisi matematis

    Pemanfaatan Software Geogebra pada Materi Lingkaran dengan Menggunakan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tanimbar Utara

    Get PDF
    Diperlukan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami konsep yang diajarkan dan mengkomunikasikan ide atau alasan, sehingga salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran discovery learning  yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mencari tahu tentang suatu permasalahan dan menemukan solusinya berdasarkan pada hasil pengolahan dan informasi yang dicari dan dikumpulkannya sendiri, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan baru yang dapat digunakannya dalam memecahkan persoalan yang relevan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang pada prinsipnya dimaksudkan untuk penerapan pembelajaran dengan pemanfaatan software geogebra pada materi lingkaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIa SMP Negeri 1 Tanimbar Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas karena peneliti bertindak secara langsung dalam penelitian, mulai dari awal sampai akhir tindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIa SMP Negeri 1 Tanimbar Utara yang berjumlah 26 siswa, sedangkan objek penelitian adalah keseluruhan proses dan penerapan pembelajaran menggunakan software geogebra dengan metode discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: lembar observasi keterlaksanaan pembalajaran, pedoman wawancara siswa, bahan ajar dan lembar evaluasi berupa Lembaran kerja siswa kuis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan pemanfaatan software geogebra ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Tanimbar Utara, pada materi lingkaran dengan kategori baik

    Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar

    Get PDF
    Kemampuan literasi matematika sangat penting dimiliki oleh siswa karena dapat membantu siswa untuk memahami peran atau kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan membuat penilaian serta keputusan secara rasional dan logis. Salah satu faktor pendukung kemampuan literasi matematika adalah gaya belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP N 14 Padang. Sampel penelitian kelas VII 6 yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu berupa angket gaya belajar, tes kemampuan literasi matematika serta pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar siswa dapat di disimpulkan bahwa gaya belajar visual dan auditorial lebih banyak berada pada kompetensi reproduksi sedangkan gaya belajar siswa kinestetik berada pada kompetensi koneksi. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan guru untuk dapat memilih metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar siswa agar dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Powtoon pada Materi Aritmatika Sosial

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Powtoon pada materi aritmatika sosial di kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Developmment (R&D). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tuntang yang berjumlah 15 orang peserta didik. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, tes, dan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar kepraktisan, lembar keefektifan, dan lembar pendapat peserta didik. Hasil penelitian diperoleh, 1) rata-rata hasil analisis kevalidan yaitu 84,59% dengan kategori sangat baik, 2) rata-rata presentase lembar kepraktisan sebesar 95% dengan kategori sangat baik, 3) hasil dari uji Wilcoxon menunjukkan nilai kurang dari 0.05 sehingga H0 ditolak, maka terdapat perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah video pembelajaran berbasis Powtoon diterapkan. Maka media pembelajaran matematika berbasis Powtoon efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran materi aritmatika sosial, 4) rata-rata dari analisis lembar respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis Powtoon sangat baik, dengan perolehan presentase sebesar 81,19%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran matematika berbasis Powtoon pada materi aritmatika sosial valid, praktis, dan efektif

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇