Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Hambatan Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh pada Mata Kuliah Geometri Analitik
Pembelajaran jarak jauh bukanlah hal yang baru untuk saat ini. Kondisi ini terjadi sudah lama, dan banyak digunakan karena dampak pandemi Covid 19. Hambatan belajar akibat pembelajaran jarak jauh dimungkinkan terjadi pada mahasiswa dalam perkuliahan Geometri Analitik. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar mahasiswa yang cukup rendah. Penelitian ini bermanfaat untuk memaparkan hambatan belajar yang terjadi selama pembelajaran jarak jauh. Subyek yang digunakan adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika FIP UPH dengan 41 mahasiswa pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan belajar yang muncul adalah karena kurangnya manajemen waktu, kurang fokus, rasa bosan, kondisi lingkungan, jaringan internet, keterbatasan wifi/kuota internet dan lainnya. Implikasi dari penelitian ini adalah agar dosen dapat menentukan model pembelajaran yang terbaik untuk pembelajaran selanjutnya
Pengaruh Video Based Learning terhadap Pengetahuan Konseptual Siswa pada Muatan Pelajaran Matematika Kelas II SDN Cilangkap 01 Pagi
Penelitian bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidak terdapat pengaruh metode Video Based Learning terhadap pengetahuan konseptual matematis siswa kelas II SD. Penelitian dilaksanakan di SDN Cilangkap 01 Pagi. Subjek di dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas II C dan kelas II D semester genap 2021/2022 sedangkan objek penelitiannya adalah pemahaman konsep matematis yang menggunakan Video Based Learning dan desain penelitian ini Post-test-Only Design. Instrumen penelitian ini menggunakan tes pemahaman konsep matematika yang sudah diuji validitas, dan reliabilitas sebanyak 5 butir soal esai. Untuk mendapatkan hasil penelitian ini, mempergunakan uji Lilliefors untuk normalitas, uji Fisher untuk homogenitas dan pengujian hipotesis menggunakan uji-t untuk mendapatkan hasil akhir dari penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data, memperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 13,219 sedangkan rata-rata kelas kontrol 11,469. Jika melihat dari segi perbandingan dengan menggunakan taraf signifikansi 5%, mendapatkan hasil . Sehingga diambil kesimpulan bahwasanya terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan konseptual matematis antara siswa yang diajarkan menggunakan Video Based Learning dengan siswa yang diajarkan menggunakan metode konvensional
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar pada Pembelajaran Blended Problem-Based Learning
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama rendahnya kemampuan pemecahan masalah (KPM) matematis siswa dan mengkaji efektivitas pembelajaran blended problem-based learning ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods sequential exploratory. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA. Teknik pengambilan subjek penelitian kualitatif secara purposive sampling masing-masing 2 siswa dengan kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Sedangkan penelitian kuantitatif dengan teknik cluster random sampling diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemandirian belajar sebagai variabel bebas dan KPM matematis sebagai variabel terikat. Pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji One sample t-test, uji independent sample t-test, dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya KPM matematis adalah siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah. Siswa dengan kemandirian belajar sedang kurang mampu dalam memeriksa kebenaran solusi yang diperoleh sedangkan siswa dengan kemandirian belajar rendah hanya mampu mengidentifikasi data diketahui, data ditanyakan, dan kecukupan data untuk pemecahan. Siswa dengan kemandirian belajar tinggi mampu memenuhi semua indikator KPM. Hasil penelitian juga menunjukkan KPM matematis siswa kelas eksperimen mencapai ketuntasan belajar minimal, KPM matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, dan terdapat pengaruh positif kemandirian belajar terhadap KPM matematis siswa pada kelas eksperimen sebesar 61,5%. Berdasarkan uji efektifitas diperoleh bahwa pembelajaran blended problem-based learning efektif meningkatkan KPM matematis siswa
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Matematika Realistik Menggunakan Hypercontent untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kemandirian Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis validitas, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik menggunakan hypercontent untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa; 2) menganalis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik menggunakan hypercontent; 3) menganalisis peningkatan kemandirian belajar siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik menggunakan hypercontent. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs S Hajijah Amalia Sari tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan analisisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik menggunakan hypercontent untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif; 2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah menggunakan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik menggunakan hypercontent yang telah dikembangkan dilihat dari nilai N-gain pada uji coba I sebesar 0,42 (sedang) meningkat menjadi 0,62 (sedang) pada uji coba II; 3) Peningkatan kemandirian belajar menggunakan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik menggunakan hypercontent yang telah dikembangkan dilihat dari nilai N-gain pada uji coba I sebesar 0,492 (sedang) meningkat menjadi 0,556 (sedang) pada uji coba II. 
Analisis Kemampuan Reversible Thinking Peserta Didik Kelas VIII SMP pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Kemampuan reversible thinking dalam pembelajaran matematika perlu dikuasai oleh setiap peserta didik guna menunjang peserta didik dalam proses belajar dan menyelesaikan berbagai permasalahan matematika yang bersifat reversible. Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan reversible thinking peserta didik pada sistem persamaan linier dua variabel. Subjek penelitian adalah peserta didik kelaas VIII SMP Negeri 2 Purbolinggo Lampung Timur pada tahun akademik 2020/2021. Sampel penelitian sebanyak 31 peserta didik yang dipilih dengan teknik sampling total. Pengumpulan data dilakukan melalui teknis tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes kemampuan reversible thinking. Data dianalisis secara deskriptif dengan 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,97% siswa menguasai kemampuan reversible thinking, dan 20,96% siswa tidak menguasai kemampuan reversible thinking. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar peserta didik tidak menguasai kemampuan reversible thinking pada sistem persamaan linier dua variabel
Hypothetical Learning Trajectory Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education
Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) menjadi materi prasyarat untuk ke tingkatan yang lebih tinggi. Alasan dilakukannya eksplorasi ini adalah untuk membuat suatu teknik pembelajaran/ Hipothetical Learning Trajectory (HLT) SPLDV dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan teknik perbaikan pemeriksaan yang terdiri dari 3 tahap, yaitu persiapan investigasi, rencana eksplorasi, dan pemeriksaan review. Subyek penelitian ini adalah 3 siswa SMPN 3 Lareh Sago Halaban. Ketiga siswa ini mewakili siswa dengan kapasitas tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kondisi arahan pembelajaran spekulatif (HLT) yang dicobakan menunjukkan adanya strategi pembelajaran SPLDV yang dapat dilakukan dengan pendekatan RME. Demikian pula, strategi pembelajaran SPLDV berbasis RME dimulai dengan mempelajari peluang pertumbuhan dan ide-ide baru yang akan diperkenalkan. Selain itu, dalam pelaksanaan pembelajaran siswa menerapkan penemuan-penemuan ide materi baru terhadap masalah-masalah nyata yang diberikan. Dengan tujuan agar siswa dapat melibatkan ide materi SPLDV dalam berbagai situasi. Siswa memperoleh pemahaman tentang materi yang mereka atasi peluang pertumbuhan mereka sendiri. Peluang untuk berkembang seperti ini akan memperkuat pemahaman siswa yang mungkin menafsirkan materi SPLDV
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing dan Pembelajaran Langsung
Tujuan penelitian adalah mengetahui: (1) perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diberi model pembelajaran penemuan terbimbing dengan siswa yang diberi model pembelajaran langsung;(2) perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi model pembelajaran penemuan terbimbing dengan siswa yang diberi model pembelajaran langsung. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X MAS Darul Ihsan Selemak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian adalah: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diberi pembelajaran penemuan terbimbing dengan siswa yang diberi pembelajaran langsung. Hal ini terlihat dari hasil analisis kovarians (ANAKOVA) untuk F hitung adalah 221.795 lebih besar dari F tabel yaitu 3,340. Konstanta persamaan regresi untuk pembelajaran penemuan terbimbing yaitu 418893595,8 lebih besar dari pembelajaran langsung yaitu 131438656,1; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang diberi pembelajaran penemuan terbimbing dengan siswa yang diberi pembelajaran langsung. Hal ini terlihat dari hasil analisis kovarians (ANAKOVA) untuk F hitung adalah 79.674 lebih besar dari F tabel yaitu 3,340. Konstanta persamaan regresi untuk pembelajaran penemuan terbimbing yaitu 7879715 lebih besar dari pengajaran langsung yaitu 3433463
Efektifitas Model Pembelajaran Blended Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Mahasiswa UPMI pada Mata Kuliah Statistik
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas model pembelajaran blanded learning, perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Blended Learning dengan yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa ketika diajar menggunakan metode Blended Learning dan konvensional. Metode penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan Posstest Only Control Group Design dengan analisis deskriptif digunakan untuk mencapai tujuan ini. Penelitian ini dilakukan di UPMI Medan. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UPMI, sedangkan sampelnya adalah mahasiswa Jurusan Manajemen. Penelitian ini menemukan bahswa model pembelajaran blanded learning efektif digunakan dengan persentase keterlaksanaan pembelajaran senilai 94.12% dan respon mahasiswa 89.50%. kemudian terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar antara mahasiswa kelas eksperimen dan kontrol, yang dibuktikan dengan nilai sig. (2-tailed) 0,00 0,05 antara kelompok kontrol dan eksperimen. Studi ini juga menemukan peningkatan yang lebih besar dalam kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa yang diajar menggunakan Blended Learning dibandingkan pembelajaran konvensional, seperti yang terlihat dari skor rata-rata 76.12 (kelompok eksperimen) dan 58.00 (kelompok kontrol), menunjukkan peningkatan 12,04 %
The Effectiveness of Using Quizizz in Numerational Literacy Skills of Fractional Materials in 3rd Grade Students of Elementary School
The purpose of its application in this study is to determine the effectiveness of using Quizizz game-based application media in numeracy literacy skills. The method implemented in this research is a combination method with Explanatory Sequential Designs. The data collection technique used is a matter of numeracy literacy test material assisted by Quizizz, e-questionnaire assisted by google form, and interview sheet. The subjects used were 25 students of class III C Ibnu Batutah SD IT Harum for the 2021/2022 academic year. The results of data processing, the average value obtained by students with Quizizz media on all indicators is 81.80 with a percentage of 80% of students belonging to the complete group, compared to the average value obtained by students who only use paper, which is 68.80 with a percentage of 40% of students belonging to the complete group. In further testing using SPSS version 25 through the paired sample t-test the value of sig (2-tailed) is smaller than 0.05, namely 0.000 < 0.05, meaning is rejected and is accepted. The results of the open questionnaire and interview process showed that all students gave positive responses in using the Quizizz application media when working on questions. This study concludes that there is an influence in the use of Quizizz application media in numeracy literacy skills in third third gradients of SD IT Harum
Kemampuan Penalaran Abduktif Siswa Ditinjau dari Gaya Belajar
Setiap permasalahan yang dihadapi membutuhkan penyelesaian yang terbaik. Kemampuan penalaran abduktif memberikan kesempatan untuk memanfaatkan semua informasi yang tersedia sehingga diperoleh solusi terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran abduktif siswa SMP Negeri 1 Sokaraja ditinjau dari gaya belajar. Kemampuan penalaran abduktif merupakan kemampuan penalaran yang dianggap lebih baik untuk menemukan solusi terbaik daripada kemampuan penalaran deduktif dan induktif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil 3 siswa dari kelompok gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual sudah memenuhi indikator menemukan menemukan fakta-fakta berdasarkan hal yang diyakini, memilih strategi terbaik dengan alasan yang logis dan menerapkan strategi yang dipilih. Namun siswa dengan gaya belajar visual memiliki kelemahan yaitu tidak bisa menemukan fakta yang bersifat tersirat pada soal yang tidak disertai dengan gambar. Siswa dengan gaya belajar auditori sudah mampu memenuhi indikator menemukan menemukan fakta-fakta berdasarkan hal yang diyakini, menyebutkan beberapa strategi yang masuk akal untuk menyelesaikan masalah, memilih strategi terbaik dengan alasan yang logis dan menerapkan strategi yang dipilih. Sedangkan siswa dengan gaya belajar kinestetik sudah mampu memenuhi indikator menemukan menemukan fakta-fakta berdasarkan hal yang diyakini, memilih strategi terbaik dengan alasan yang logis dan menerapkan strategi yang dipilih. Siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung hanya menemukan satu strategi penyelesaian saja