Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan Media Komik untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP

    Get PDF
    Komunikasi dan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedua kemampuan tersebut melalui pengembangan bahan pembelajaran berupa komik berbasis PBL Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) terdiri dari 10 tahap. Subjek penelitian adalah validator ahli media dan materi, guru matematika, dan siswa di SMP IT Menara Fitrah Indralaya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan tes. Setelah melalui tahap-tahap pengembangan, hasil skor total validator 83,1%, hasil ujicoba perorangan 87,1%, hasil ujicoba kelompok kecil 84%, dan hasil uji pemakaian 88,9%, dinyatakan sangat layak. Pada tahap pengembangan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan komunikasi dan berpikir kritis matematis siswa. Soal evaluasi memenuhi kriteria valid, reliabilitas, tingkat kesukaran sukar dan sedang, daya pembeda sangat baik. Hasil untuk kemampuan komunikasi matematis siswa pada indikator yang ditentukan mencapai kategori sedang-tinggi sebesar 63%-82%. Kemampuan berpikir kritis matematis pada indikator focus 64%, reason 44%, inference 56%, situation 53%, clarity 48%, dan overview 59% dengan kategori cukup. Artinya kemampuan komunikasi dan berpikir kritis matematis siswa telah tercapai. Disimpulkan bahwa bahan pembelajaran berbasis PBL dengan media komik yang dikembangkan terbukti efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis matematis siswa di SMP

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis RME untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self-Efficacy Siswa

    Get PDF
    Untuk membantu siswa menjadi lebih percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri dalam memecahkan masalah matematika, artikel ini menganalisis materi yang digunakan guru di kelas mereka. Tujuan penelitian ini telah ditetapkan sebagai berikut: Berikut ini adalah tujuan penelitian ini: (1) Untuk mengevaluasi keandalan, penerapan, dan efisiensi sumber daya pedagogi berbasis Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan keterampilan matematika siswa. hubungan antara bahan ajar berbasis RME dengan peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan efikasi diri siswa; (2) mengkaji sejauh mana bahan ajar berbasis RME berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa; dan (3) mengevaluasi dampak bahan ajar berbasis RME terhadap peningkatan efikasi diri siswa. Seperangkat bahan ajar, termasuk panduan untuk instruktur dan latihan untuk siswa, telah disusun berdasarkan temuan penelitian ini. Tinjauan literatur makalah ini cukup komprehensif. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah lima fase yang membentuk model ADDIE. Proses pengembangan diimplementasikan menggunakan model ini. Penelitian ini dilakukan di SMP An-Nizam. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun anggaran 2022/2023. Siswa kelas delapan SMP An-Nizam tahun ajaran 2022-2023 berperan sebagai peserta penelitian, dan tujuan utamanya adalah menciptakan sumber daya kurikuler berbasis RME seperti panduan guru dan latihan siswa. Implementasi bahan ajar berbasis Pendidikan Matematika Realistik di SMP AN-Nizam Medan yang dikembangkan menyebabkan peningkatan baik pada kemampuan pemecahan masalah siswa maupun persepsi siswa terhadap kemampuan matematikanya sendiri. Sumber daya pendidikan. Berdasarkan temuan penelitian, (1) sumber daya pendidikan berbasis RME terbukti valid, praktis, dan efektif

    Pengaruh Penggunaan Sparkol Videoscribe terhadap Motivasi Belajar Matematika Materi Pecahan pada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Perkembangan era globalisasi menjadikan pembelajaran wajib menyatukan kemajuan informasi dan komunikasi. Saat ini, siswa lebih senang dengan sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, salah satunya belajar dengan sesuatu yang baru dan menarik seperti gadget, video, ataupun gambar. Pada muatan matematika khususnya tingkatan kelas rendah siswa menganggap matematika ialah suatu topik absurd, maka agar mempermudah peserta didik dalam memahami topik matematika yang absurd dibutuhkannya mediator yang kreatif. Salah satu media yang dapat dipakai oleh pendidik dalam menyampaikan materi dan proses pembelajaran belangsung yakni media Sparkol Videoscribe. Media pembelajaran menjadi fasilitas untuk menolong keefektifan proses belajar mengajar agar dapat menunjang keberhasilan. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, jenis quasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group. Jumlah sampel yang diambil yakni seluruh peserta didik kelas III di sekolah dasar daerah Jakarta Timur kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan data yang diuraikan dengan Uji-t. Berdasarkan hasil eksperimen diperoleh informasi bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 dimana Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan atau nyata rata-rata skor motivasi belajar yang dimiliki kelas kontrol dan kelas eksperimen. Artinya terdapat pengaruh penggunaan Sparkol Videoscribe terhadap motivasi belajar matematika materi pecahan

    Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis, Literasi, Spasial dan Komunikasi Matematis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Kelas VIII di Medan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) pengaruh kemampuan berpikir kritis, kemampuan literasi, kemampuan spasial dan kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara parsial dan 2) pengaruh kemampuan berpikir kritis, kemampuan literasi, kemampuan spasial dan kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP/MTs swasta maupun negeri di Medan tahun pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,837 atau 83,7% dengan keeratan hubungan yang sangat kuat. 2) terdapat pengaruh kemampuan literasi terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,777 atau 77,7% dengan keeratan hubungan yang sangat kuat. 3) terdapat pengaruh kemampuan spasial terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,773 atau 77,3% dengan keeratan hubungan yang sangat kuat. 4) terdapat pengaruh kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,842 atau 84,2% dengan keeratan hubungan yang sangat kuat. 5) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis, kemampuan literasi, kemampuan spasial dan kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa secara simultan dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,949 atau 94,9% dengan keeratan hubungan yang sangat kuat secara simultan

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas X SMA

    Get PDF
    Untuk membantu siswa menciptakan informasi baru yang berguna bagi dirinya, model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan permasalahan dunia nyata sebagai tahap pertama dalam proses pembelajaran. Hal ini memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan ide-ide kunci dari materi yang telah dipelajari sebelumnya. Dalam kehidupan nyata, siswa mengatasi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan dampak terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Betung. Penelitian ini menggunakan pendekatan True Experiment Posttest-Only Control Design. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Betung Semester Gasal. Kedua partisipan dalam penelitian ini berasal dari Kelas esai yang berfungsi sebagai alat ukur penggunaan paradigma pembelajaran PBL (Problem Based Learning) siswa dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) mempunyai pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Betung

    Meta-Analisis Pengaruh Model Problem-Based Learning Terhadap Kemampuan Matematika Siswa

    Get PDF
    Seiring dengan berubahnya paradigma pembelajaran dari teacher-oriented menjadi student-oriented, Problem-Based Learning dirasa cocok digunakan dalam pembelajaran matematika. Kajian terhadap implementasinya juga telah banyak dilakukan dan secara umum dilaporkan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara simultan pengaruh penerapan PBL dalam pembelajaran matematika di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan menggunakan metode meta-analisis yang melibatkan 20 studi primer di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dari empat negara. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pencarian Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish 8. Data dianalisis secara inferensial menggunakan aplikasi JASP 0.16.2.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam mencapai hasil belajar matematika (g=2,084; nilai p <0,01). Berdasarkan hasil analisis data variabel moderator ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antar jenjang pendidikan (Qb=203.324; nilai p=7.06>0.05), dalam dan luar negeri (Qb=128.711; nilai p=7.84>0.05), maupun studi antar rentang waktu (Qb=1.822; nilai p=0.18>0.05). Hasil penelitian ini menemukan konsistensi dampak penerapan model PBL terhadap pencapaian kemampuan matematika pada tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Temuan penelitian ini berimplikasi pada peningkatan pengetahuan dan penerapan model Problem-Based Learning di kelas

    Pengaruh Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa

    Get PDF
    Salah satu permasalahan pada pembelajaran matematika di SMP Negeri 1 Onohazumba yakni kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang masih kurang. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Onohazumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi exsperimen design).Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis dalam bentuk tes uraian dan terdiri dari tes awal dan tes akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai tes awal yang diperoleh kelas eksperimen 36,87 (kategori kurang) dan kelas kontrol 36,84 (kategori kurang). Sedangkan rata-rata nilai tes akhir yang diperoleh kelas eksperimen 74,37 (kategori baik) dan kelas kontrol 54,56 (kategori cukup). Dari hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji hipotesis, yaitu thitung = 6,693 dan ttabel = 1, 680. Karena thitung = 6,693 > = 1,680, maka tolak H0 terima Ha yang berarti “Terdapat pengaruh model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa”

    Pengaruh Metode Brainstorming Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif

    Get PDF
    Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh metode pembelajaran brainstorming terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah relasi dan fungsi. Sampel diambil secara purposive sampling dengan sampel adalah siswa SMPN 2 Cikulur kelas 8B dan 8C. Metode yang digunakan quasi eksperimen desain non randomized pretest-posttest nonequivalen control group design. Data yang diambil adalah pretest dan posttest. Pada hasil posttest, keterampilan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen dengan metode pembelajaran brainstorming dengan rata-rata sebesar 80,5. Sedangkan kelas kontrol yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional memperoleh hasil rata-rata sebesar 71,5. Pengujian hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney dengan Uhitung = 94,5 dan Utabel = 112 (n1 = 20 dan n2 = 18) dengan taraf signifikan = 0,05, maka Uhitung ≤ Utabel (94,5 ≤ 112). Dari pengujian tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan metode pembelajaran brainstorming lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Sehingga, terdapat pengaruh metode pembelajaran brainstorming terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi relasi dan fungsi

    Analisis Kompetensi Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Kelas IX dalam Pembelajaran Matematika

    Get PDF
    Fokus riset ini pada kompetensi siswa kelas IX SMP Kota Medan dalam berfikir kreatif matematis pada pelajaran matematika. Penulisan ini dikarenakan keresahan penulis atas minimnya siswa yang mampu berfikir kreatif matematis di Indonesia. Maka dari itu tujuan adanya riset yang ditulis ini adalah untuk menganalisa kompetensi berfikir kreatif matematis siswa SMP kelas IX Kota Medan. Riset dengan metode kualitatif ini memiliki instrumen riset berupa soal tes kreatif matematis. Uji validitas instrumen dilakukan pada 4 pertanyaan dengan 4 indikator berfikir kreatif matematis. Uji kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan random sampling dan penyaringan dengan bebrapa ketentuan dan data skunder dengan riset relevan dari arikel jurnal atau riset terkait. Teknik analisis data dilakukan dengan menjumlah nilai siswa hasil tes yang dilakukan kemudian melakukan wawancara kepada siswa, dan dilanjutkan dengan pembandingan atau penyelarasan dengan riset lain. Total data sampel adalah 30 siswa kelas IX SMP Kota Medan. Sementara data yang digunakan sebagai sampling adalah 6 siswa dengan nilai tertinggi, nilai sedang dan nilai terendah masing-masing 2 siswa. Hasil riset ini berupa hasil tes yang tertera dapat ditarik deduksi bahwa para siswa lebih unggul dalam fleksibelitas dan tidak unggul dalam keaslian. Sementara berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa rata-rata siswa lebih unggul dalam indikator fleksibelitas atau flexibelity. Selain itu berdasarkan diskusi rupanya indikator fleksibelitas dalam berfikir kreatif matetmatis siswa juga merupakan keunggulan yang cukup menonjol

    Analisis Pengaruh Mid Mapping Terhadap Hasil Belajar Matematika

    Get PDF
    Banyak orang berpikir bahwa Matematika adalah sebagai topik yang sulit, membosankan. Siswa cenderung pasif dalam belajar. Pada kenyataannya, banyak siswa gagal untuk membuat catatan menyeluruh meliputi semua yang sudah dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana mind mapping mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif dan jenisnya “cause and effect”. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMAN Padang. Sebanyak 34 siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 8 Padang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah mind mapping dan tes hasil belajar siswa. Metode analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis data. Menurut temuan penelitian, hanya 61,76% siswa yang tuntas belajarnya dan kemampuan membuat mind mapping pada kategori yang cukup. Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, pembelajaran berbasis mind mapping berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan koefisien determinasi sebesar 32,4%

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇