Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Proses Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Berdasarkan Gender
Matematika sebagai ilmu yang wajib dipelajari di sekolah dapat membantu proses berkembangnya kemampuan berpikir siswa. Salah satunya adalah berpikir reflektif, yaitu keleluasaan untuk menggunakan pengetahuan serta pengalaman yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penentu kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dapat ditinjau dari perbedaan gender. Diketahui bahwa siswa laki-laki dan perempuan memiliki preferensi yang berbeda dalam penggunaan strategi penyelesaian soal. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui perbedaan proses berpikir reflektif matematis siwa dalam menyelesaikan soal bangun ruang yang ditinjau dari gender. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik (tick description) dengan pendekatan kualitatif, data dianalisis berdasarkan fase kemampuan berpikir reflektif mtematis, yang meliputi fase reacting, comparing/elaborating, dan contemplating Hasil penelitian menunjukkan rata-rata proses berpikir reflektif matematis siswa laki-laki dan perempuan pada fase reacting termasuk kriteria baik, fase comparing/elaborating termasuk kriteria cukup baik, dan fase contemplating termasuk kriteria cukup baik. Perbedaan masing-masing fase terletak pada kecenderungan dalam mengaitkan masalah yang ditanyakan dengan masalah yang pernah dihadapi
Pengembangan Media Pembelajaran Board Game Matematika Ular Tangga untuk Siswa Tunarungu
Media pembelajaran merupakan bagian terpenting untuk mendukung tujuan kegiatan pembelajaran. Guru diharuskan untuk memanfaatkan media pembelajaran sebagai penyelenggara kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk yang valid, praktis, dan efektif berupa media pembelajaran board game matematika ular tangga pada materi bangun datar segiempat dan segitiga untuk siswa tunarungu. Riset yang digunakan yakni riset pengembangan dengan menggunakan model riset ADDIE. Hasil penilaian validator ahli media diperoleh 94,7% dengan kriteria sangat valid. Hasil penilaian validator ahli materi diperoleh 75,7% dengan kriteria valid, sedangkan hasil penilaian praktisi materi pembelajaran diperoleh 74,2% dengan kriteria valid. Uji coba skala kecil oleh 11 orang siswa dengan uji kepraktisan media diperoleh 94,7% dengan kriteria sangat praktis. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya nilai pretest 38,18 menjadi 81,82 untuk nilai post-test; hasil uji normalized gain 0,6 dengan kriteria sedang dan 68,10% dengan kriteria cukup efektif. Berdasarkan hasil dan diskusi penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran memenuhi standar valid, praktis, dan efektif
Systematic Literature Review: Pengaruh Problem-Based Learning (PBL) terhadap High-Order Thingking Skill (HOTS) Matematis Siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengevaluasi penerapan roses belajar-mengajar berbasis masalah (PBL) pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) berdasarkan karakteristik PBL, definisi HOTS, dan kriteria studi dilihat dari tahun terbit, jenjang pendidikan, dan ukuran sampel dengan melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR). Protokol yang digunakan mengacu pada The Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Pada tahap identifikasi, ditemukan 99 studi primer berdasarkan hasil pencarian literatur melalui basis data google scholar, semantic scholar, ERIC, DOAJ, science direct, atlantis press, dan IOP science. Dari tahap penyaringan, 79 studi primer tidak memenuhi kriteria inklusi, yaitu 4 studi yang tidak berkaitan dengan PBL atau HOTS, 3 studi dengan desain studi atau jenis penelitian yang bukan penelitian kuasi eksperimen, dan 72 studi yang akreditasi jurnalnya di bawah sinta 3. Sehingga, 20 artikel disertakan dalam proses SLR ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi matematis (HOTS) yang mencakup kemampuan berpikir kritis matematis, kreatif matematis, pemecahan masalah matematis, dan penalaran matematis siswa jika diterapkan dalam proses proses belajar-mengajar dengan menggunakan kegiatan belajar berbasis masalah yang berpusat pada siswa dengan peran guru sebagai fasilitator, serta melibatkan siswa dalam kegiatan penemuan mandiri melalui kolaborasi antar siswa dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah secara representatif.
Desain Pembelajaran Identitas Trigonometri Dengan Proof Based Learning di SMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemampuan pembuktian matematis siswa SMA melalui pendesainan pembelajaran identitas trigonometri dengan proof based learning. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 di SMAN 1 Payaraman Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 28 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian design research dengan tiga tahapan yaitu preliminary design, design experiment dan retrospective analysis. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi lembar observasi, lembar tes dan wawancara. Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran keterlaksanaan desain pembelajaran identitas trigonometri dengan proof based learning. Data hasil tes diperoleh dengan menganalisis data tes berdasarkan rubrik penskoran dengan indikator kemampuan pembuktian matematis. Sementara wawancara dianalisis secara desktiptif untuk mendukung data observasi dan tes. Melalui pendesainan pembelajaran ini dan hasil pengolahan data tes diperoleh hasil penelitian bahwa tingkat kemampuan pembuktian matematis siswa sebesar 71,43 % dikategorikan baik dengan rincian 22,6 % siswa belum mampu memanipulasi fakta dengan baik dan tidak mampu menyusun bukti secara sistematis, 69 % siswa mampu memanipulasi fakta dengan baik dan menyusun bukti belum secara sistematis, serta 8,3 % siswa mampu manipulasi fakta dengan baik dan mampu menyusun bukti secara sistematis
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Etnomatematika Menggunakan Model Problem Based Learning pada Materi Segiempat dan Segitiga SMP
Dilakukannya penelitian karena bahan ajar yang digunakan belum memuat aktifitas belajar yang melibatkan peserta didik secara langsung dan masih minimnya penggunaan budaya sebagai konteks pembelajaran. Penelitian bertujuan menghasilkan modul matematika berbasis etnomatematika menggunakan model Problem Based Learning pada materi segiempat dan segitiga SMP yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Model Four-D merupakan model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini. Penelitian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate dengan instrumennya lembar validasi modul dan angket respon peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik dokumentasi, dan angket. Metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif digunakan dalam analisis data. Subjeknya yaitu peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Tapung dengan uji coba terbatas yang terdiri dari 15 peserta didik dan tiga dosen pendidikan matematika yang menjadi validator. Dari tiga validator menyatakan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria cukup valid dengan skor rata-rata 88,54%; 78,13%; dan 85,42%. Kepraktisan pada modul diperoleh kriteria sangat praktis dengan rata-rata 88,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul matematika berbasis etnomatematika menggunakan model Problem Based Learning pada materi segiempat dan segitiga SMP valid dan praktis serta dapat dipergunakan di sekolah
Level Berpikir Probabilistik Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Masalah Distribusi Peluang Gabungan
Mahasiswa calon guru matematika perlu memiliki kemampuan berpikir probabilistik karena akan mengajarkan konsep-konsep probabilistik kepada para siswa. Kemampuan berpikir probabilistik mahasiswa dapat diamati melalui empat level, yakni: level 1 (subjective), level 2 (transitional), level 3 (quantitative informal), dan level 4 (numerical). Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi level berpikir probabilistik mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah distribusi peluang gabungan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika yang sedang menempuh mata kuliah statistik matematika dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah tes tertulis dan wawancara untuk mengetahui level berpikir probabilistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir probabilistik mahasiswa dengan kemampuan matematika tinggi masuk pada level 4, hal ini terlihat dari kemampuan mahasiswa dalam mengonstruksi anggota ruang sampel dengan menggunakan pola tertentu serta menggunakan syarat-syarat yang terdapat pada definisi. Adapun mahasiswa dengan kemampuan matematika sedang masuk dalam level 2, terlihat dari kemampuan mahasiswa dalam mengonstruksi anggota ruang sampel dengan menggunakan pola dan notasi namun tidak dilanjutkan dengan penentuan distribusi peluang gabungannya. Sedangkan mahasiswa dengan kemampuan matematika rendah masuk dalam level 1, hal ini terlihat dari kemampuan mahasiswa dalam mengonstruksi anggota ruang sampel tanpa menggunakan pola atau notasi tertentu. Pada level ini, subjek menentukan anggota ruang sampel dengan cara mendaftar
Investigasi Metode Perkalian Dua Bilangan untuk Siswa Kelas VII SMPN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya
Salah satu materi dalam matematika yang penting untuk dipelajari oleh siswa adalah aljabar. Konsep aljabar didahului oleh aritmatika, Perkalian merupakan operasi dasar aritmatika utama yang harus dipelajari siswa setelah mempelajari operasi penambahan dan pengurangan. Perkalian merupakan alat hitung utama yang digunakan dalam pembelajaran matematika. Tetapi masih bayak ditemui siswa kesulitan dalam melakukan operasi perkalian sehingga mereka banyak mengalami kesulitan dalam mempelajari topik matematika yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode perkalian untuk dua bilangan yang paling digemari oleh siswa kelas VII di SMPN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan cara memberikan tes dan wawancara kepada siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIIB dalam mengerjakan soal perkalian dominan menggunakan metode perkalian bersusun dengan persentase 46% dan lattice multiplication method dengan persentase 36,7%. Selain itu siswa juga menggunakan metode perkalian lain walaupun tidak sebanyak metode perkalian bersusun dan lattice multiplication method, beberapa metode perkalian tersebut diantaranya japanese multiplication method dengan persentase 9.7%, eygiptian multiplication method dengan persentase 2.7%, Russian multiplication method dengan persentase 3.3%, dan vedic multiplication method dengan persentase 1%. Temuan ini dapat menjadi solusi agar siswa dapat memilih metode perkalian mana yang menurut siswa mudah dan disukai dalam pembelajaran matematika
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Pembelajaran Perbandingan di SMP Free Methodist 1 Medan
Model pembelajaran yang dapat membantu siswa mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Model pembelajaran tersebut adalah Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran kontekstual Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan motivasi belajar siswa melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran perbandingan di SMP Free Methodist 1 Medan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-B SMP Free Methodist 1 Medan yang berjumlah 44 siswa. Objek penelitiannya adalah peningkatan motivasi belajar pada mata pelajaran perbandingan dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Tingkat motivasi siswa di peroleh dari angket yang di bagikan. Hasil menunjukan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi belajar. Peningkatan motivasi belajar dari evaluasi Siklus I dan Siklus II dengan presentase Siklus I 62%, dan pada siklus II 71%, Berdasarkan hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi pembelajaran perbandingan di SMP Free Methodist 1 Medan di katakan berhasil
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Blogger dengan Menggunakan Pendekatan Konstektual Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Penilitian bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis blogger dengan menggunakan pendekatan konstektual terhadap hasil belajar siswa pada materi pertidaksaman linier dua variabel. Metode yang digunakan yaitu Quasi eksperimental design dengan bentuk nonequivalent kontrol group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bilah Hilir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 yang terletak di desa kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 1 Bilah Hilir yang terdiri 4 kelas yaitu X IPA 1, X IPA 2, X IPA 3 dan X IPA 4 dengan jumlah 144 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan didapat dua kelas yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 36 orang dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontroll yang berjumlah 36 orang. Tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil belajar sebelum dan setelah menggunakan media blogger dengan pendekatan konstektual dan pembelaran konvensional. Untuk menganilisis digunakan uji -t dengan menggunakan taraf signitifikan ( = 0,05), diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000. Uji hipotesis dengan pengambilan jika nilai Signitifikansi(sig). < probabilitas 0,05 maka Ho ditolak. Hal ini menjelaskan bahwa ada dalam daerah penolakan Ho dan dalam penerimaan HI. Artinya ada pengaruh yang signitifkan dari penerapan media blogger dengan pendekatan konstektual terhadap hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linier dua variabe
Analisis Kamampuan Reversible Thinking pada Materi Himpunan di Kelas VII SMP Swasta BPI Palu Kurau
Kemampuan reversible thinking pada ilmu matematika sangat wajib dipelajari oleh setiap siswa fungsinya adalah membantu siswa selama pembelajaran berlangsung dan dapat mengatasi beragam permasalahan matematika yang sifatnya reversible. Tujuan dari jenis penelitian deskriptif kuantitatif ini adalah untuk menganalisis kemampuan reversible thinking siswa dalam mengikuti pelajaran himpunan di kelas. Untuk tahun pelajaran 2022/2023, siswa kelas VII SMP Swasta BPI Palu Kurau menjadi subjeknya. Subjek penelitian sebanyak 32 siswa dipilih dengan menggunakan teknik sampling total. Dalam kemampuan reversible thinking pada penelitian ini dilakukan instrument data yang dianalisis dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dimana hasil yang didapatkan dalam penelitian ini sebanyak 48,01% peserta didik memahami kemampuan reversible thinking, dan 52,49% peserta didik tidak memahami kemampuan reversible thinking. Jadi bisa dilihat dari hasil penelitian yang didapatkan maka hampir sebagian besar siswa tidak memahami kemampuan reversible thinking pada materi himpunan