Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Desain Modul Berbasis Augmented Reality dalam Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa SMP
Augmented Reality merupakan teknologi yang mampu menggabungkan dunia nyata dan virtual dengan menampilkan objek tiga dimensi (3D) pada media kamera gawai sehingga pada layar gawai terlihat objek 3D yang seperti terlihat ada pada dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul berbasis Augmented Reality yang dapat meningkatkan kemampuan spasial siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Plomp yang terdiri dari: Investigasi Awal; Desain; Realisasi; Tes, Evaluasi, dan Revisi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi ahli, lembar observasi, pedoman wawancara, angket respon guru dan siswa, tes hasil belajar, pretest dan posttest kemampuan spasial siswa. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data yang dilakukan yakni analisis data validasi tim ahli, analisis data kepraktisan, dan analisis data keefektifan. Adapun hasil penelitian menunjukkan skor ahli materi sebesar 91, 53% dan skor ahli desain sebesar 90,53% tergolong kategori sangat valid. Modul juga telah dinyatakan praktis dilihat dari skor angket respon guru sebesar 80,00% tergolong kategori praktis, dan skor angket pada uji coba kelompok kecil sebesar 84,26% serta pada uji lapangan sebesar 84,38% tergolong kategori sangat praktis. Keefektifan ditunjukan dengan 83,33% siswa tuntas pada tes hasil belajar, dan hasil perhitungan N-Gain terdapat 11 orang siswa mengalami peningkatan kemampuan spasial sedang dan 13 orang siswa mengalami peningkatan kemampuan spasial tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul berbasis Augmented Reality untuk materi bangun ruang sisi datar yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Menurut Polya Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kombi pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Matematika dianggap sulit, bahkan menakutkan, bagi sebagian besar siswa. Siswa masih kesulitan menjawab soal pemecahan masalah, terutama berkaitan dengan materi bangun ruang sisi datar. Karena prosdur Polya yang ditata secara bertahap mengarahkan siswa dalam proses pemecahan masalah, mereka akan terbantu untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode Polya yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang melibatkan luas permukaan dan volume kubus dan balok. Metodologi penelitian ini merupakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Penelitian diikuti oleh 8 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kombi. Kondensasi data, penyajian data, kesimpulan, dan verifikasi merupakan metode analisis data yang digunakan. Berdasarkan temuan penelitian didapat hasil yaitu subjek dengan kemampuan pemecahan masalah kategori sangat baik dapat menyelesaikan keempat tahap Polya, sedangkan subjek dengan kemampuan pemecahan masalah kategori baik dapat menyelesaikan ketiga tahap tersebut, subjek dengan kemampuan pemecahan masalah sedang dapat menyelesaikan dua tahap. Polya, dan subjek dengan kemampuan pemecahan masalah kurang hanya dapat menyelesaikan satu tahap Polya
Pengaruh Kemampuan Awal Matematis dan Model Learning Cycle 5e Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dan Kemandirian Belajar Matematis Siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan awal matematis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar matematis siswa, mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E berbantuan Geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar matematis siswa, dan mengetahui pengaruh interaksi kemampuan awal matematis siswa dan model Learning Cycle 5E berbantuan Geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar matematis siswa. Penelitian ini di laksanakana di kelas VIII SMP Plus Jabal Rahmah Mulia Medan yang terdiri dari 19 siswa pada kelas eksperimen dan 20 siswa pada kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian diperoleh melalui tes Kemampuan Awal Matematis (KAM), tes kemampuan pemecahan masalah, dan angket kemandirian belajar matematis siswa yang kemudian akan dianalisis menggunakan dengan uji Anova dua jalur (Two Way Anova). Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh kemampuan awal matematis siswa secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar matematis siswa, (2) Terdapat pengaruh model Learning Cycle 5E berbantuan Geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar matematis siswa, (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang, rendah) dan model Learning Cycle 5E berbantuan Geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar matematis siswa
Penalaran Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pola Bilangan dan Scaffoldingnya
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan masalah pola bilangan dan scaffoldingnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan gambaran dari fakta-fakta yang terjadi selama proses penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari hasil tes yang terdapat pada lembar jawaban siswa dan hasil wawancara. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Malang. Subyek penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis digunakan untuk menganalisis hasil penalaran matematis siswa dan tes wawancara digunakan untuk menggali penalaran matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran matematis ketiga siswa dalam menyelesaikan masalah pola bilangan meningkat lebih baik setelah diberikan scaffolding
Pengembangan Media Papan Sipat-Siput pada Pembelajaran Matematika untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan karena belum ada media pembelajaran yang digunakan pada kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya materi simetri lipat dan simetri putar, sumber belajar hanya menggunakan buku guru dan buku siswa, pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah sehingga terkesan masih bersifat konvensional, guru hanya memfokuskan pada hasil belajar tanpa memperhatikan kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran yang efektif untuk diterapkan pembelajaran menggunakan media papan sipat-siput pada materi simetri lipat dan simetri putar pada kelas III SD Jatirahayu II Bekasi. Metode penulisan ini menggunakan metode RnD dengan model ADDIE meliputi Analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Hasil dari penelitian ini menggunakan Uji Besar dan Uji Kecil dengan nilai 95% yang berkualifikasi. “Sangat Baik”, dan dapat disimpulkan bahwa media papan Sipat-Siput untuk mata pelajaran Matematika kelas III sekolah dasar dinyatakan layak digunakan dalam menunjang pembelajaran yang bersifat kreatif dan inovatif. Pentingnya hasil penelitian ini adalah dengan adanya media pembelajaran papan sipat-siput diharapkan dapat membantu pendidik dalam proses pembelajaran didalam kelas sehingga peserta didik dapat lebih memahami materi yang disampaikan oleh pendidik
Meningkatkan Self-Efficacy Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran matematika dipengaruhi faktor afektif yang sangat penting bagi siswa, salah satu faktor tersebut adalah self-efficacy. Siswa dituntut untuk memiliki self-efficacy matematika yang tinggi. Dengan ini diharapkan mampu mendukung keberhasilan pembelajaran matematika. Adanya fakta-fakta yang menunjukkan rendahnya self-efficacy dalam pembelajaran matematika, sehingga mendorong peneliti untuk meningkatkan self-efficacy dengan melakukan peningkatan proses dalam pembelajaran matematika. Upaya konkrit yang bisa diterapkan adalah dengan mengimplementasikan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Penelitian yang dilakukan tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk meningkatkan tingkat self-efficacy matematika yang dimiliki siswa. Dalam pelaksanaannya, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dapat meningkatkan self-efficacy matematika siswa. Pada akhir siklus pertama, self-efficacy matematika siswa ternyata masih dalam kategori menengah (sedang) dan pada akhir siklus kedua menunjukkan peningkatan self-efficacy matematika siswa pada kategori tinggi
Penerapan Problem Based Learning untuk Materi Geometri Bangun Datar pada Siswa Kelas VIII SMP
Orientasi pembelajaran yang sedang berkembang saat ini yaitu pembelajaran berfokus pada keterampilan abad ke-21. Keterampilan abad 21 ini dianggap penting untuk dikuasai oleh mereka yang produktif dan ingin tetap bertahan. Perkembangan pendidikan matematika di tingkat sekolah dasar sampai saat ini masih menunjukkan orientasi kegiatan pembelajaran pada pemecahan masalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik Tujuan dari penelitian ini adalah untuk, mengetahui perbedaan rerata siswa dalam penerapan problem based learning dan siswa yang diterapan pembelajaran konvensional untuk materi geometri. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPK St Ursula dengan Sampel kelas VII D kelas ekperimen berjumlah 15 siswa dan kelas VII B kelas kontrol berjumlah 15 siswa. Pengambilan sampel penelitian ini diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan Analisis Kovarian, Perangkat pembelajaran memenuhi syarat validitas, reliabilitas sensitivitas. Berdasarkan hasil anakova dengan uji homogenitas, dari perhitungan didapat Fhitung = 0,3765 dan Ftabel dengan taraf nyata 5% = 4,010 sehingga Fhitung<Ftabel menyebabkan terima H0 dan tolak H1 yang menunjukkan varians kedua sampel homogen. Hal ini menunjukkan bahwa problem based learning efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Analisis Terhadap Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Membuat Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
Pelajaran matematika sering dianggap sulit oleh anak didik. Salah satu penyebabnya karena pembelajaran belum didukung oleh media pembelajaran yang menarik. Pada tingkat Sekolah Dasar anak masih tahap operasional konkrit sehingga dalam pembelajaran matematika hendaknya guru dapat menyediakan media-media pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk membantu siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah melihat kreatifitas dan inovatif guru dalam mengembangkan media pembelajaran dan melihat tanggapan mereka setalah diberi pelatihan. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru yang diberi pelatihan dalam membuat media pembelajaran di kelompok kerja guru (KKG) IV Kecamatan X koto Singkarak Kabupaten Solok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru sudah dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovtif. Guru sudah dapat meningkatkan keterampilannya dalam menggunakan dalam pembelajaran. Dengan adanya penelitian ini diharapkan anak didik tingkat sekolah Dasar akan menyukai pelajaran matematik
Pengaruh Model Pembelajran Team Quiz dan Media Berbasis ICT untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa
Minat belajar siswa adalah hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran karena dari minat belajar dapat menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh minat belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Team Quiz di SMK Kesehatan Imelda. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK swasta Imelda. Sampel yang dipilih ialah siswa kelas X-1 dan X-2. Desain Penelitian ini menggunakan kelas Eksperimen dan kelas kontrol, dilakukan tes pada kedua sampel dengan tes yang sama. Tes dalam penelitian ini berbentuk essay sebanyak sepuluh soal. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan memberikan tes kepada siswa kelas eksperimen dan kelas control. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat pengaruh model pembelajaran Team Quiz dalam meningkatkan minat belajar siswa SMK Kesehatan Imelda. Dikatakan minat belajar meningkat dapat ditunjukkan dengan nilai rata- rata Pre-Test untuk kelas eksperimen sebesar 21,94 sedangkan untuk kelas kontrol rata- rata sebesar 16,83. Untuk nilai rata- rata post-test pada kelas eksperimen yang diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran Team Quiz sebesar 38,28 Sedangkan kelas kontrol yang diterapkan dengan model pembelajaran konvensional rata- rata sebesar 31,94. Pada df = 36 dan taraf signifikan = 0,05% diperoleh ttabel = 0,329 dan thitung = 0,933. Karena thitung > ttabel (0,933 > 0,329) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Team Quiz dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas X siswa SMK Kesehatan Imelda Ritonga Rantauprapat
Miskonsepsi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Standar Deviasi Ditinjau dari Tipe Kepribadian Influence
Dibutuhkan kemampuan dan pemahaman mendalam dalam menanggapi, dan menyelesaikan masalah matematika. Perbedaan pemahaman konsep oleh siswa dengan para ahli disebut dengan miskonsepsi. Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam menanggapi, dan memahami suatu permasalahan, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya perbedaan tipe kepribadian masing-masing siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa matematika dalam menyelesaikan masalah standar deviasi ditinjau dari tipe kepribadian influence. Instrumen pada penelitian ini adalah angket tipe kepribadian, soal tes tulis, dan pedoman wawancara. Berdasarkan teknik purposive sampling, data hasil angket tes tipe kepribadian, dan soal tes yang diberikan kepada 35 mahasiswa matematika offering H mata kuliah metode statistika, terdapat 3 mahasiswa tipe kepribadian influence yang mengalami miskonsepsi sebagai subjek dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat tiga miskonsepsi yang dialami mahasiswa, yakni (1) range dan variasi data mempengaruhi ukuran standar deviasi; (2) histogram dengan penyebaran paling dekat mean, memiliki standar deviasi yang besar; dan (3) histogram dengan mean tertinggi, memiliki standar deviasi yang tinggi pula. Temuan ini diharapkan dapat memperbaiki cara pendidik dalam mengajarkan statistika deskriptif, terutama konsep standar deviasi yang sedemikian hingga miskonsepsi tersebut dapat diminimalisir