Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Type Course Review Horay dan Media Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial dan Resiliensi Matematika Siswa Kelas VIII
Penelitian ini bertujuan: untuk menganalisis peningkatan dan mengembangkan kemampuan berpikir spasial serta kemampuan resiliensi matematis siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran kooperatif type Course Review Horay dan Media Geogebra yang dikembangkan, untuk menganalisis validitas, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan kooperatif type Course Review Horay dan Media Geogebra dalam meningkatkan kemampuan berfikir spasial dan resiliensinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di MTs. Al-Washliyah Tembung sebanyak 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 orang peserta didik sebanyak 32 mengalami peningkatan kemampuan berpikir spasial atau setara dengan 97%. Sedangkan peningkatan kemampuan resiliensi matematis peserta didik hanya mengalami peningkatan sebesar 19 dari 33 orang peserta didik atau setara dengan 58%. Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model pengembangan ini lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial dan kemampuan resiliensi matematis daripada model pembelajaran yang biasa digunakan didalam kelas, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan kooperatif type Course Review Horay dan Media Geogebra dinyatakan valid, praktis dan efektif dalam proses pembelajaran
Karakterisasi Representasi Matematis Visual dan Simbolik Siswa Kelas IX pada Materi Transformasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi matematis siswa terutama secara visual gambar dan simbolik dengan subjek transformasi dalam pembelajaran matematika. . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, tiga dari 32 siswa kelas subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas representasi matematis siswa dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan diambil dari 3 komponen representasi matematis untuk transformasi yang dapat digunakan adalah representasi visual, representasi simbolik melalui gambar, dan menggunakan kata-kata untuk memecahkan masalah. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dalam materi transformasi, subyek pertama (S1) pada kategori siswa berkemampuan tinggi memenuhi representasi matematis yang lengkap dan sangat baik. Subyek kedua (S2) lengkap dan memenuhi kemampuan representasi matematis dengan cukup baik. Subyek ketiga (S3) memiliki hasil yang tidak lengkap dan tidak memenuhi representasi matematis. Dari penelitian berikut dapat disimpulkan bahwa representasi matematis simbolik terutama melalui gambar masih rendah. Dengan demikian, untuk penelitian lebih lanjut, dapat menjadi masukan bagi guru untuk dapat lebih variatif dalam penyajian materi dan pendalaman materi yang mengasah ketrampilan siswa dalam menggambar persamaan garis lurus dan menggunakan alat peraga seperti penggaris, busur, dan jangkar
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP pada Materi Relasi dan Fungsi
Kemampuan penalaran matematis merupakan tujuan utama dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII mengenai relasi dan fungsi. Metode fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Tiga siswa dipilih dari 36 siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Karawang Barat. Data yang dikumpulkan melalui instrumen tes dan non-tes (wawancara), kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menyatakan bahwa pencapaian siswa terhadap indikator memberi penjelasan dengan pola, fakta, sifat, dan hubungan diperoleh 35,71%, siswa mampu membuat kesimpulan logis sebanyak 30%, siswa mampu memprediksi jawaban dan proses solusi diperoleh sebanyak 27,14%, dan siswa mampu menyusun argumen yang valid diperoleh 7,14%. Adapun hasil tes kemampuan penalaran matematis pada siswa dengan kategori tinggi memperoleh skor sebanyak 18, kategori sedang skor yang diperolehnya sebesar 12, dan kategori rendah memperoleh skor sebanyak 2
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dalam Pembelajaran Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Penerapan model dan pendekatan pembelajaran yang tidak sesuai mengakibatkan rata-rata hasil belajar peserta didik rendah. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa yang dalam kegiatan pembelajarannya diterapkan model PBL dengan pendekatan PMR dan yang tidak menerapkan model PBL dengan pendekatan PMR pada materi SPLDV. Digunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan subjek penelitian kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan total seluruhannya 46 siswa di SMP Negeri 1 Remboken. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa Posttest Only Control Group Design dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, selanjutnya melakukan analisis data dengan melakukan uji t yaitu uji perbedaan rata-rata dua kelompok. Dengan perhitungan uji t diperoleh hasil nilai . Sehingga tolak dan terima , artinya rata-rata hasil belajar siswa yang dalam proses pembelajaran menerapkan model PBL dengan pendekatan PMR lebih dari rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menerapkan model PBL dengan pendekatan PMR pada materi SPLDV
Pengembangan E-LKPD Interaktif Berorientasi PMRI untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Kelas IX
Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk e-LKPD yang valid, praktis dan efektif serta berkarakteristik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini adalah penelitian desain dengan menggunakan prosedur penelitian Plomp yang terdiri dari 3 fase, yaitu Fase Preliminary Research, Fase Prototyping, dan Fase Assessment. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX di SMPN 3 Kuta Selatan tahun ajaran 2022/2023. Adapun instrument yang digunakan yaiu (1) Lembar Evaluasi LKPD, (2) Angket Kepraktisan, (3) Tes Kemampuan Pemecahan Masalah. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini terdiri dari uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan dengan analisis data yang digunakan yaitu: analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan e-LKPD berbasis pendekatan PMRI pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung dikategorikan valid, praktis dan efektif. Hasil uji validasi e-LKPD oleh validator I dan validator II mendapatkan kategori sangat valid dengan nilai validitas berturut-turut sebesar 3,79 dan 3,92. Kemudian rata-rata nilai kepraktisan yang diperoleh pada uji terbatas adalah 82,75%, uji coba lapangan I adalah 83,18% dan uji coba lapangan II adalah 88,37%. dengan kategori sangat praktis. E-LKPD yang dikembangkan mampu memenuhi kriteria keefektifan dengan rata-rata skor tes pemecahan masalah matematika siswa kelas IX.3 dan IX.4 berturut-turut adalah 79,45 dan 86,72. Kedua skor memenuhi kriteria keefektifan yang ditetapkan yaitu berada diatas KKM yang ditetapkan yaitu 70. Dari hasil penelitian tersebut, maka e-LKPD interaktif menggunakan google slide with pear deck berorientasi PMRI pada materi bangun ruang sisi lengkung yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar pesera didik SMP kelas IX
Analisis Kemampuan Berpikir Komputasi Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas X SMK
Keterampilan berpikir komputasi adalah rangkaian pola seseorang dalam berpikir dalam memecahkan permasalahan dengan penggunaan proses yang sistematis serta didasari data yang telah didapati untuk mencapai tujuan dalam mendapatkan pemecahan maksimal. Penelitian yang dilakukan bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa yaitu berpikir komputasi yang ditintaju dari tinggi, sedang, dan rendahnya kemandirian belajar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan jenis deskriptif kualitatif di SMK Pembangunan Cibadak Kelas X OTKP. Subyek penelitian meliputi 6 orang dari kelas X OTKP dimana setiap dua subjek mewakili setiap kategori. Instrument yang digunakan yaitu angket, tes, wawancara, dan dokumentasi sedangkan teknik dalam pengumpulan data yaitu angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan meripakan triangulasi teknik. Hasil yang telah didapatkan dalam penelitian yaitu subjek dengan kategori kemandirian belajar yang rendah hanya memenuhi satu indicator yaitu dekomposisi. Kemudian subjek dengan kategori kemandirian belajar sedang hanya dua indicator yang terpenuhi yaitu dekomposisi dan pengenalan pola. Sedangkan subjek dengan kategori kemandirian belajar tinggi dapat memenuhi semua indicator yang ada
Pengembangan Game Edukasi Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Android Pada Materi Bangun Ruang Kelas VII SMP Negeri 1 Geger
This study aims to determine the level of validity, effectiveness and practicality of the development of educational games as an Android-based learning media on Building Space material. This research was conducted at SMP Negeri 1 Geger with the research subjects being class VII students. The research method used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The instruments used in this study include product validation sheets aimed at measuring the validity level of the product being developed, student response questionnaire validation sheets aimed at validating student response questionnaire sheets before being handed over to students, student response questionnaire sheets aimed at measuring the level of practicality of the product being developed as well as test questions aimed at measuring the level of effectiveness of the product being developed. The results showed that educational games as learning media based on Android met (1) valid criteria with a validity percentage of 83%, (2) practical criteria with a practicality percentage of 87.27%, (3) effective criteria with an average N-Gain of 0, 60. Based on the data obtained, it shows that educational games as learning media based on Android meet the valid, practical and effective criteria so that they are suitable for use as learning media in the mathematics learning process
Systematic Literature Review: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dalam Pendekatan Open Ended Problem
Diperlukan suatu penelitian yang dapat menunjukkan secara meyakinkan keberhasilan open ended problem untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu guna mengevaluasi secara komprehensif semua penelitian sebelumnya mengenai open ended problem untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Tinjauan terorganisir dari literatur yang tersedia digunakan sebagai metodologi. Sembilan artikel ditemukan memenuhi persyaratan dalam pemilihan rujukan atau sumber yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2023. Dari analisis artikel yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu pembelajaran matematika dengan menerapkan open ended problem dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Siswa dibimbing untuk mengidentifikasi masalah dan menawarkan jawaban sebagai bagian dari pemecahan masalah. Siswa ditugaskan untuk menemukan jawaban praktis terhadap masalah terbuka
Penerapan Time Token Arends Pada Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Efficacy Siswa
Tujuan dari penelitian ini ialah guna menganalisa dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-efficacy siswa setelah diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Time Token Arends. Metode penelitian yang dijalankan pada penelitian ini ialah kuasi eksperimen dengan tipe Nonequivalent Control Group Design dengan teknik pengambilan data secara cluster sampling. Pengumpulan data dijalankan mulai dari pemilihan sampel, pemberian pretes, penerapan model pembelajaran di masing β masing kelas, pemberian postes, dilanjutkan menganalisis data yang telah diperoleh. Penelitian ini dijalankan di SMAN 3 Serang dengan terpilihnya dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa pada masing-masing kelas. Pengolahan data dalam penelitian ini menerapkan uji-t (Independent Sample t-Test). Hasil analisis data menyimpulkan bahwasanya: 1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diterapkan model pembelajaran Time Token Arends (kelas eksperimen) lebih baik dibanding siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional (kelas kontrol); dan 2) Peningkatan self-efficacy siswa yang diterapkan model pembelajaran Time Token Arends (kelas eksperimen) lebih baik dibanding siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional (kelas kontrol)
Metakognisi Siswa MTs dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Berdasarkan Gender
The purpose of this study was to describe metacognition in solving problems of the linear equation with two variables based on gender. The research method used is descriptive qualitative. This research was conducted at MTs Plus Darul Ulum in classes VIII-B and VIII-G. Class VIII B is a class with a group of male students, and class VIII G is a class with a group of female students. Then two subjects with high abilities were selected, namely one male student and one female student. The instruments in this study were written test questions and interview guidelines. Metacognition indicators used in this study are knowledge about thinking processes and self-awareness. Based on the results of the study, male and female student subjects with high mathematical abilities in solving SPLDV problems read the problem and underlined the words that were considered important, wrote down the information contained in the problem, and were able to determine the solution plan to be used (elimination, substitution, or graphic) on the component of knowledge about thinking processes. Whereas in the self-awareness component, the two subjects were able to exemplify the variable x for father's age now and variable y for Fitri's age now, write in a mathematical model related to the two-variable linear equation (PLDV), carry out the solution process using method (substitution/ elimination/graph), and substituting the x and y values that have been obtained to find the difference between the father's age and Fitri's age. The results showed that there was no difference. Both subjects involved metacognitive activities on indicators of knowledge regarding thinking processes and self-awareness in solving SPLDV problems