Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Kemampuan Literasi Matematika Siswa dalam Memecahkan Soal Cerita Berdasarkan Langkah Polya pada Materi SPLDV Ditinjau dari Gaya Kognitif
Literasi matematika adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengkomunikasikan konsep-konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan literasi matematika pada siswa di Indonesia dari berbagai jenjang masih berada pada level rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dalam memecahkan soal cerita pada materi SPLDV berdasarkan tahapan Polya yang ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan gaya kognitif field independent. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII C SMPN 1 Surakarta. Setelah data terkumpul, dilakukan reduksi dan analisis data secara kualitatif dengan memperhatikan indikator kemampuan literasi matematis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif field dependent memenuhi kemampuan literasi merumuskan masalah (formulate). Pencapaian kemampuan literasi matematika dari siswa field independent yaitu kemampuan litarasi matematika pada indikator merumuskan masalah (formulate), mengggunakan masalah (employ), menafsirkan masalah (interprete), dan mengevaluasi solusi. Dalam tinjauan gaya kognitif, penelitian ini juga dapat membantu mengidentifikasi perbedaan gaya kognitif siswa dan bagaimana gaya kognitif tersebut mempengaruhi kemampuan mereka dalam memecahkan soal cerita. Guru dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengadaptasi pengajaran mereka sesuai dengan gaya kognitif individu siswa, yang memungkinkan personalisasi pembelajaran yang lebih baik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya kemampuan literasi siswa di tingkat SMP atau sederajat
Investigasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah HOTS Matematika
Masih banyak ditemukan siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan masalah HOTS, padahal masalah tersebut banyak digunakan sebagai asesmen untuk mengukur kemampuan matematis siswa. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan subjek penelitian dan diperoleh 3 siswa sebagai subjek penelitian. Data diperoleh menggunakan tes, wawancara, dan observasi, sehingga memerlukan instrumen tes berupa masalah HOTS dan instrumen non tes meliputi pedoman wawancara dan lembar observasi. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi metode dan triangulasi teori. Teknik induktif digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS ini disebabkan karena kesulitan dalam mematimatisasi dan memahami masalah, kesalahan dalam penerapan formula dalam memecahkan masalah HOTS. Faktor lain meliputi kurangnya latihan soal HOTS, kecemasan siswa dalam menyelesaikan masalah, sumber buku yang digunakan tidak efektif, dan seringnya guru memberikan masalah rutin daripada non rutin.
 
Systematic Literature Review: Identifikasi Kemampuan Berpikir Aljabar dan Resiliensi Matematis pada Pembelajaran Matematika
Pendidikan abad 21 mendorong peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Aljabar memiliki peran penting dalam memecahkan berbagai permasalahan. Berpikir aljabar memerlukan penalaran matematika dalam kerangka mental aljabar. Tujuan penelitian ini untuk melakukan kajian literatur terkait kemampuan berpikir aljabar dan resiliensi matematis. Systematic Literature Review (SLR) merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan mereview artikel terkait kemampuan berpikir aljabar dan resiliensi matematis pada artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2017-2023. Terdapat 23 artikel yang terdiri dari 13 artikel terkait kemampuan berpikir aljabar dan 10 artikel terkait resiliensi matematis yang diperoleh dari Google Schoolar dan Scopus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian terkait kemampuan berpikir aljabar dan resiliensi matematis dari artikel yang dipublikasikan tahun 2017-2023 paling banyak dilakukan pada siswa jenjang SMP dengan materi matematika geometri
Efektivitas Strategi SQ4R Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Pada Masalah Berorientasi PISA Konten Change and Relationship
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas strategi SQ4R dengan berorientasi PISA konten charge and relationship pada siswa SMP. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah control Group Pre-Test Post-Test Design. Sampel penelitian ini terdiri dari kelas 8 A dan B di SMP Darul Ulum 5 Jombang. Sebelumnya dan sesudah diberikan tindakan, maka kedua kelas eksperimen diberikan tes awal untuk mengetahui literasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA serta uji prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk mengetahui efektivitas menggunakan uji N-Gain. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis siswa yang diberikan strategi SQ4R dengan penerapan model pembelajaran langsung. Di samping itu, hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan strategi SQ4R dengan masalah PISA Konten Change and Relationship memperoleh hasil N-Gain sebesar 80,04% dengan kategori efektif. Sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung memperoleh hasil N-Gain sebesar 54,76% dengan kategori kurang efektif. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan strategi SQ4R dengan masalah PISA Konten Change and Relationship dapat dikatakan berhasil terhadap kemampuan literasi matematis siswa secara maksimal
Eksplorasi Etnomatematika Pada Pakaian Adat Suku Mori di Sulawesi Tengah
Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika apa saja yang terdapat pada pakaian adat suku Mori. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, instrumen penelitian ini adalah human instrument yaitu peneliti sendiri yang berhubungan langsung dengan penelitian dan berperan sebagai pengumpul data. Teknik analisis data dilakukan dengan mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan lainnya. Hasil penelitian ini yaitu konsep matematika yang terdapat pada pakaian adat Suku Mori yang berupa konsep geometri yaitu antara lain sudut lancip, sudut siku-siku, sudut tumpul, persegi, belah ketupat, trapesium, segitiga, lingkaran dan refleksi. Konsep-konsep matematika yang terdapat pada pakaian adat suku Mori tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memahami konsep matematika melalui budaya lokal
Pengaruh Langkah Polya Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Barisan dan Deret Geometri
Tujuan penelitian adalah untuk meneliti apakah langkah Polya mempengaruhi hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Ratahan kelas XI untuk menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret geometri. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan yang berbentuk posttest only control group design. Di SMA Negeri 1 Ratahan penelitian ini dilaksanakan, kelas XI MIA 3 adalah kelas eksperimen dan XI MIA 2 adalah kelas kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 72,46 sedangkan kelas eksperimen adalah 80,04 melalui pemberian tes akhir (posttest). Uji hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (uji t) diperoleh yaitu rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan langkah Polya lebih dari rata-rata hasil belajar siswa dengan tidak menggunakan langkah Polya. Hal ini berarti langkah-langkah Polya memiliki dampak kearah yang lebih baik terhadap hasil belajar siswa
Penalaran Spasial Siswa SMP Pada Materi Geometri Bangun Ruang Berdasarkan Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert
Kemampuan geometri yang harus dimiliki siswa yaitu penalaran spasial untuk memecahkan permasalahan geometri. Kesalahan yang sering dialami siswa diantaranya mengobservasi dan memvisualisasi bangun ruang. Hal tersebut dikarenakan banyak hal yang mengidentifikasi perbedaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran spasial siswa berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII-I MTs Al-Maárif Singosari Malang. Sebanyak 35 siswa diberikan angket tipe kepribadian untuk diketahui tipe kepribadian yang nantinya akan dipilih empat siswa menjadi subjek penelitian. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan melakukan analisis pada angket dan lembar soal tes penalaran spasial. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif pada angket tipe kepribadian. Hasil dari penelitian ini menggambarkan deskripsi terkait penalaran spasial berdasarkan tipe kepribadian. Tipe kepribadian ekstrovert cenderung memerlukan stimulus untuk dapat menjawab dengan tepat. Sedangkan siswa introvert cenderung lebih tenang dan teliti dalam mengamati bangun-bangun geometri. Selain itu siswa ekstrovert cenderung tidak menggunakan strategi dalam mengilustrasikan objek bangun geometri. Sedangkan siswa introvert memiliki kecenderungan untuk menggunakan strategi dalam mengilustrasikan objek bangun geometri
Pengembangan E-Modul Grafik Fungsi Trigonometri (Emogutri) Menggunakan Adobe Flash untuk Siswa SMK
Pembelajaran usai covid-19 telah mendukung kebutuhan akan media pembelajaran yang harus sejalan dengan kemajuan teknologi sekaligus mampu memotivasi siswa dalam belajar. Penelitian pengembangan ini merupakan solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini mengembangkan sebuah media pembelajaran menggunakan adobe flash cs6 dengan nama EMOGUTRI (E-Modul Grafik Fungsi Trigonometri). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan EMOGUTRI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian ADDIE yang terdiri dari lima tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Subjek dalam penelitian merupakan 18 siswa kelas X TPG di SMK NEGERI 2 Salatiga pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Instrumen untuk menguji kevalidan EMOGUTRI menggunakan lembar validasi. Kemudian instrumen untuk mengetahui kepraktisan EMOGUTRI menggunakan lembar praktisi, sedangkan instrumen yang digunakan untuk menguji keefektifan menggunakan soal pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh media pembelajaran EMOGUTRI terbukti valid, praktis dan efektif
Implementasi Problem Based Learning (PBL) Berrbasis Keterampilan Proses Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keberhasilan implementasi Problem Based Learning (PBL) berbasis keterampilan proses dalam menyelesaikan masalah matematika, keberhasilan ini ditunjukkan melalui kefektifan aktivitas siswa dan tes hasil belajar. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Ma'arif NU Hasanudin Surabaya tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 15 orang. Kelas tersebut sudah memenuhi representatif terhadap suatu keadaan, karena kelas ini mempunyai tingkat ketuntasan belajar rendah. Desain pada penelitian ini adalah The One-Group Pretest-Posttest Design. Instrument yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa, lembar tes hasil belajar dan lembar respon siswa. Soal pada tes hasil belajar adalah soal yang memenuhi indikator materi Pola Bilangan. Berdasarkan hasil data yang diperoleh bahwa aktivitas siswa dari empat kali pertemuan berada pada skor ideal dengan rerata persentase pembobotan sebesar 79,5% dengan kategori “Aktif”. Hasil tes kemampuan memecahkan masalah matematika melalui Skor N-Gain sebesar 0,69 yang menunjukkan pada kategori “Sedang”. Berdasarkan data yang dikumpulkan dapat diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan Problem Based Learning (PBL) berbasis keterampilan proses berhasil dalam memberikan bantuan untuk siswa dalam menyelesaikan masalah matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama
Penerapan Sistem Pembelajaran Berbasis Video bagi Siswa SMP pada Materi Ekspresi Aljabar
Pada saat ini siswa sekolah berumur antara 10 – 27 tahun, artinya mereka lahir antara tahun 1995 sampai dengan 2012. Generasi tersebut bernama generasi z atau lebih umum disebut Gen-Z. Generasi ini merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama internet. Generasi z memiliki karakteristik yang tidak sama dengan generasi sebelumnya, diantaranya mereka tidak suka menggunakan media tradisional, dan lebih senang menggunakan teknologi, karena generasi z berinteraksi dengan gadget dan internet selama hampir 24 jam dan 7 hari. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran dengan menggunakan sistem berbasis video dan mengetahui respons pemahaman siswa selama proses pembelajaran tersebut menggunakan lembar kerja siswa terkait materi Ekspresi Aljabar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif dengan cara mendeskripsikan efektivitas penerapan sistem pembelajaran berbasis video tersebut serta hasil lembar kerja siswa. Subjek penelitian ini yaitu 25 siswa SMP di Kabupaten Cianjur. Teknik analisis data pada studi ini dengan cara membandingkan hasil tes pada sistem pembelajaran berbasis video dengan nilai ketuntasan minimal di sekolah subjek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan sistem pembelajaran berbasis video ini efektif untuk dapat diterapkan pada proses pembelajaran materi Ekspresi Aljabar, mengembalikan peran guru sebagai fasilitator, dan mampu memberikan efek positif terhadap pemahaman materi Ekspresi Aljabar siswa. Artikel ini juga menuliskan beberapa kendala dalam proses penerapan sistem pembelajaran berbasis video tersebut berdasarkan hasil pengamatan penulis selama proses pembelajaran di kelas