Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul Menggunakan Sigil Software Berbasis Android Pada Materi Bunga dan Anuitas
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-Modul berbasis Android untuk siswa tata busana di SMK Negeri 6 Padang dengan memanfaatkan konten minat praktis dan insentif serta perangkat lunak sigil asli. Penelitian pengembangan merupakan metodologi yang digunakan. Model pengembangan yang digunakan adalah plomp. Hanya langkah 1 dan 2—tahap studi awal dan tahap prototipe, yang juga mengevaluasi validitas dan penerapan model yang menjadi dasar metode pertumbuhan ini. Penelitian ini menggunakan angket validasi, yaitu tes satu lawan satu yang dapat digunakan untuk mengevaluasi percakapan dan melihat seberapa baik siswa menggunakan e-Module. Validitas e-modul berbasis Android dengan software Sigil sebesar 91,66% dengan kelompok sangat baik menurut penilaian validator. Instruktur mendapatkan skor akhir sebesar 95,33% dengan kategori sangat praktis untuk bidang kepraktisan. Pada siswa skor kepraktisan akhir masuk dalam kategori sangat praktis sebesar 83,61%. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa e-Modul untuk siswa SMK Negeri 6 Padang menggunakan perangkat lunak Sigil sah dan bermanfaat bagi pengajar dan siswa
Desain didaktis Penjumlahan Pecahan Campuran untuk Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain didaktis pada materi penjumlahan pecahan campuran, untuk mengatasi learning obstacle yang dialami siswa kelas V SDN 91 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian didactical Design Research (DDR). Subjek penelitian ini yaitu 24 orang siswa kelas V, 24 orang siswa kelas VI, dan 1 orang guru kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara kepada guru, pemberian tes berupa tes identifikasi akhir, catatan lapangan dan rekaman video. Berdasarkan hasil penelitian, melalui implementasi desain didaktis yang telah dilakukan dapat membantu mengatasi atau mengurangi learning obstacle yang dialami siswa pada materi penjumlahan pecahan campuran karena adanya perubahan signifikan dilihat dari hasil tes identifikasi akhir siswa yang diberikan setelah penerapan desaian didaktis. Selain itu, desain didaktis mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Hasil penelitian ini berupa desain pembelajran yang dapat digunakan oleh guru untuk menerapkan pembelajaran pada materi penjumlahan pecahan agar dapat mengatasi learning obstacle yang di alami siswa
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Berdasarkan Motivasi Belajar
Kemampuan matematis yang wajib dikuasi oleh siswa adalah kemampuan komunikasi matematis. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan motivasi belajar siswa dalam menyelesaikan permasalahan aritmatika sosial. Subjek dari penelitian ini adalah 2 siswa dengan motivasi belajar paling besar, 2 siswa dengan motivasi belajar paling sedang, dan 2 siswa dengan motivasi belajar rendah yang telah belajar aritmatika sosial di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian dilakukan di SMPN 35 Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes komunikasi matematis, angket motivasi belajar siswa, dan panduan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, tes, dan wawancara. Analisis data yang dilakukan berupa reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi mampu mengkomunikasikan idenya dengan menjelaskan masalah dengan bahasanya sendiri seperti mengilustrasikan masalah ke dalam symbol-simbol matematika seperti siswa mampu mengubah informasi tersebut ke dalam bentuk variable matematika dan menambahkan informasi yang lengkap berupa diskon yang didapatkan jika melebihi belanjaan. Siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang sudah mampu mengkomunikasikan idenya dengan menjelaskan masalah dengan bahasanya sendiri seperti mampu memahami soal walaupun belum mencapai tujuan dari soal. Sedangkan siswa yang mempunyai motivasi rendah belum mampu menggunakan Bahasa sendiri untuk mengkomunikasikan ide-ide matematikanya seperti kesalahan dalam memahami soal
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Model Pembelajaran TPS dan STAD
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division, (2) perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division, (3) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan TBSM dan sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak, kelas yang terpilih adalah kelas XI TBSM 1 dan XI TBSM 2 sebagai kelas eksperimen masing-masing berjumlah 26 siswa. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran tipe Students Teams Achievement Division, (2) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division, (3) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa
Analisis Kemampuan Disposisi Matematis pada Pembelajaran Matematika Siswa SMKN 2 Langsa
Disposisi matematis merupakan sikap atau kemampuan afektif sesorang dalam memandang matematika sebagai sesuatu yang dapat menumbuhkan karakter baik seperti percaya diri, minat belajar tinggi, gigih, bersungguh-sungguh dalam menyelesaiakan masalah, berfikir fleksibel, melakukan refleksi setelah mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan disposisi matematis pada pembelajaran matematika siswa SMKN 2 langsa. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen non tes berupa angket dan wawancara disposisi matematik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan disposisi matematis siswa SMKN 2 Langsa masuk dalam kategori Rendah yaitu 54,00%. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket dimana kemampuan disposisi matematik dari 30 orang sampel siswa, yang masuk dalam kategori sangat rendah ada 1 orang (3,33%), kategori rendah ada 16 orang siswa (53,33%), kategori sedang ada 9 orang siswa (30%), kategori tinggi ada 3 orang siswa (10%), dan kategori sangat tinggi ada 1 orang siswa (3,33%). Hasil rata-rata kemampuan disposisi matematis siswa SMKN 2 Langsa untuk masing-masing indikator masuk dalam kategori Sedang dan Rendah, Kategori Sedang terdapat pada indikator Reflektif (55,42%) dan Apresiasi (60,00%). Sedangkan kategori Rendah terdapat pada indikator Keingintahuan (51,43%), Keingintahuan (53,89%), Ketekunan (52,92%), Fleksibilitas (53,45%); dan Aplikasi (53,13%)
Eksplorasi Etnomatematika pada Gerak Tari Piring
Matematika adalah pelajaran dengan konsep abstrak, sehingga peserta didik di Indonesia banyak yang menganggap pelajaran matematika sulit. Guru diharapkan mampu membuat pendekatan yang membuat peserta didik lebih aktif saat pembelajaran. Penggabungan pendekatan matematika dengan kebudayaan disebut dengan etnomatematika. Indonesia merupakan Negara yang memiliki kebudayaan yang melimpah. Kebudayaan dapat dijadikan media dalam pembelajaran dan mampu membuat peserta didik dapat lebih mengenal budaya itu sendiri. Tujuan adanya penelitian ini untuk mengeksplorasi konsep matematika dasar yang terkandung dalam tari piring dan mengetahui konsep matematika yang dapat dipraktikkan didalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan dengan pendekatan etnografi yang bersifat eksploratif berhubungan dengan tari piring Sumatera Barat. Sumber data penelitian ini didapat melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa konsep matematika pada gerak tari piring seperti sudut, garis, bangun datar, jarak, dan titik koordinat. Konsep matematika yang ditemukan bisa diterapkan kedalam pembelajaran untuk menjelaskan konsep abstrak pada matematika dan untuk mengenalkan unsur budaya kepada peserta didik
Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Bidang Bisnis dan Manajemen
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan serta pengukuran keterampilan menyelesaikan masalah matematika siswa pada bidang Bismen konsentrasi keahlian akuntansi dan keuangan lembaga. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan model pengembangan Wilson yang melalui 3 tahapan yaitu modifikasi dan perancangan, uji coba, dan implementasi. Subyek penelitian yaitu modifikasi dan perencanaan terdiri 6 orang responden terdiri dari 2 orang ahli materi dan 2 guru matematika dan 2 guru konsentrasi keahlian AKL pada tahapan I, soal instrumen UKK dan analisis validitas, reabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran adalah 31 siswa fase F SMKN 1 Nanga tayap pada tahapan II, dan 33 siswa fase F SMKN 1 Sandai konsentrasi keahlian AKL pada tahapan III. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada tahap analisis uji dapat disimpulkan bahwa instrumen Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dinyatakan valid, reliabel serta layak di gunakan sebagai instrumen pengukuran. Pada tahap III implementasi kepada 33 subjek, siswa pada Fase F SMKN 1 Sandai konsentrasi keahlian AKL di simpulkan 13 siswa atau 39,39% dengan kategori (tinggi atau Kompeten), 12 siswa atau 36,36 % (sedang atau cukup kompeten), 7 siswa atau 21,21% (rendah atau kurang kompeten) dan 1 atau 3,03 % siswa (sangat rendah atau sangat kurang kompeten). Rata – rata nilai subjek laki – laki 71,42 dan perempuan 60,96 lebih tinggi 10,49. Hasil uji normalitas diperoleh Asymp. Sig(2-tailed) 0,633 > 0,05 yang artinya data terdistribusi secara normal. Hasil uji T test Sampel (n) = 33, rata – rata Kompetensi siswa 65,45 standart deviasi 15,123 dan std Error Mean = 2,632. Sig (2-tailled) = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, artinya instrumen UKK dan hasil pengukuran keterampilan pemecahan masalah matematika Bismen tidak dipengaruhi jenis kelamin (Gender)
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Brain Based Learning (BBL) Menggunakan Pemainan Teka-Teki Silang Pada Materi Pola Bilangan di Kelas VIII SMPN 6 Siak Hulu
Salah satu penyebab rendahnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika adalah masih kurangnya perangkat pembelajaran yang berkualitas yang digunakan guru seperti RPP dan LKPD yang berbasis model pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student centered). Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Brain Based Learning (BBL) menggunakan permainan teka-teki silang pada materi pola bilangan di kelas VIII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and Development) dan pengembangan perangkat pada penelitian ini menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi yaitu: 1) Analisis, 2) Desain. 3) Development, 4) Evaluation, 5) Implementation. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa lembar validasi Silabus, RPP dan LKPD, lembar kepraktisan berupa angket respon guru dan peserta didik serta keefektifan berupa soal pretes dan postes. Analisis data yang digunakan adalah analisis validitas, kepraktisan dan keefektifan dari perangkat pembelajaran. Hasil uji validitas silabus, RPP dan LKPD menunjukkan bahwa silabus, RPP dan LKPD termasuk kategori sangat valid dengan persentase masing-masing 85,52%, 87,09% dan 84,97%. Hasil uji kepraktisan angket respon guru dan peserta didik berada pada kateori sangat praktis dengan persentase masing-masing 98,33% dan 90,04%. Hasil uji keefektifan pretes dan postes menunjukkan bahwa pretes dan postes berada pada kategori efektif dengan persentase 77,57%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika berbasis Brain Based Learning (BBL) menggunakan permainan teka-teki silang menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif. sehingga, perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti layak untuk digunakan
Desain Didaktis Materi Limit Fungsi Aljabar pada Pembelajaran Matematika SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan limit fungsi aljabar. Hal ini juga didukung dari hasil wawancara dan analisis dari buku teksdimana didapat, penyebab kesulitan ini terjadi dikarenakan siswa belum sepenuhnya memahami konsep limit fungsi aljabar dan terdapat kesalahan pada bahan ajarnya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran pada materi limit fungsi aljabar sehingga mampu mengatasi Learning Obstacle yang terjadi pada siswa kelas XI SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Didactical Design Research (DDR) yang mencakup tiga tahapan, yaitu analisis prosfektif, metapedadidaktik dan retrosfektif. Berdasarkan hasil analisis prosfektif ditemukannya LO pada siswa yaitu siswa sulit memahami definisi limit fungsi aljabar, tidak dapat menganalisis masalah yang berkaitan dengan limit fungsi aljabar, tidak dapat menentukan nilai limit disuatu titik, serta tidak dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan limit fungsi aljabar. Berdasarkan hasil temuan LO tersebut maka disusunlah Hypothetical Learning Trajectory (HLT) yang kemudian dirancang desain didaktis pada materi limit fungsi aljabar. Selanjutnya pada tahap metapedadidaktik tersebut peneliti mengimplementasikan desain didaktis yang telah dirancang dan melakukan tes identifikasi akhir kepada siswa. Tahap terakhir retrosfektif yaitupeneliti melakukan analisis terhadap hasil tes identifikasi akhir, dimana hasil tes identifikasi akhir tersebut mengalami penurunan sehingga dapat disimpulkan dengan penerapan desain didaktis tersebut maka dapat meminimalisir atau mengatasi hambatan yang terjadi pada siswa pada materi limit fungsi aljabar. Selain itu, desain didaktis mampu membuat siswa lebih aktif dan menjadi antusias saat belajar. 
Concept Image Siswa Kelas VII SMP pada Materi Bentuk Aljabar
Pembelajaran matematika yang tidak baikakanmemberikan dan membentuk concept image yang tidak baikjuga. Hal ini sangat penting diketahui oleh guru untuk proses pembelajaran matematika. Sebaliknya pembelajaran yang baik akan membentuk concept image yang baik pula. Concept image dipresentasikan dengan hal yang sama tetapi konsep berbeda tergantung dari perspektif peserta didik dengan pengalaman sebelumnya. Selain itu, perlu diketahui bahwa peserta didik sekolah menengah pertama memiliki tuntutan untuk memiliki kompetensi pada aljabar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan concept image yang dimiliki siswa tentang bentuk aljabar khususnya operasi hitung bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode peneleitian kualitatif dengan fenomenologi hermeneutika. Pesertanya adalah dua puluh lima siswa kelas tujuh di salah satu sekolah menengah pertama di Bandung, Data dikumpulkan melalui wawancara dengan peserta didik dan tes berbentuk teks untuk operasi hitung bentuk aljabar pada peserta didik. Berdasarkan hasil analisis datates dan wawancara menunjukkan bahwa concept image yang dimiliki oleh peserta didik masing-masing berbeda dan masih belum cukup baik sampai kepada pemahaman konsep yang benar. Terjadinya hal tersebut dikarenakan adanya hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran sehingga perlu adanya perbaikan dan perhatian yang serius dalam proses pembelajaran untuk membentuk concept image yang baik dan benar