Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Pengembangan Media Interaktif Berbasis Filmora untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Matematis Peserta Didik Kelas 12 SMA/MA

    Get PDF
    Kurangnya ketersediaan media pembelajaran interaktif yang mampu memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis peserta didik di sekolah menjadi pengaruh besar terhadap pemahaman peserta didik pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis Filmora yang memenuhi syarat valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman matematis peserta didik kelas XII SMA pada materi Permutasi dan Kombinasi. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D, yang terdiri dari tahap: (1) Define; (2) Design; (3) Develop; dan (4) Disseminate. Subjek uji coba keterbacaan media terdiri dari 6 peserta didik dan uji coba kelompok besar terdiri dari 32 peserta didik kelas 12 SMAN 12 Pekanbaru. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi dan angket respon peserta didik. Hasil validasi media pada kategori sangat valid dengan nilairata-rata 3,75. Hasil praktikalitas media memperoleh rata-rata 3,53 dengan kategori sangat praktis dan KPM peserta didik berada pada rata-rata skor 86,1

    Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP Kelas VIII Berdasarkan Teori Pirie-Kieren

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman matematis peserta didik berdasarkan teori Pirie-Kieren pada topik aljabar. Kemampuan pemahaman matematis memiliki kedudukan penting pada pembelajaran matematika karena dapat memudahkan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Setiap peserta didik tentunya memiliki kemampuan pemahaman matematis yang berbeda-beda. Indikator pemahaman matematis meliputi (a) mengemukakan atau mendeskripsikan kembali suatu konsep; (b) mengkategorikan suatu objek berdasarkan karakteristik tertentu yang berhubungan langsung dengan konsepnya; (c) menyebutkan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep; (d) menyajikan konsep melalui berbagai bentuk representasi matematis; (e) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep; (f) memanfaatkan, mempergunakan, serta menentukan operasi atau prosedur tertentu; (g) mempraktikkan konsep atau prosedur sistematis dalam pemecahan masalah. Selanjutnya, indikator tersebut dihubungkan dengan teori Pirie-Kieren yang terdiri dari beberapa lapisan pemahaman yakni meliputi Primitive Knowing; Image Making; Image Having; Property Noticing; Formalising; Observing; Structuring; dan Inventising. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah sampel awal sebanyak 32 peserta didik kelas VIII di SMPN 3 Kota Tangerang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dari peserta didik berkemampuan rendah, sedang dan tinggi memiliki perbedaan. Tingkat pemahaman yang dimiliki peserta didik sangat mempengaruhi keberhasilan dalam menyelesaikan persoalan matematika. Maka berdasarkan hasil tersebut, sangat disarankan bagi guru matematika lebih menekankan kepada kemampuan pemahaman matematis dari peserta didik karena dapat berpengaruh perkembangan kemampuan matematis yang lainnya

    Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Gender Siswa

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menggambarkan kemampuan komunikasi matematika berdasarkan jenis kelamin siswa. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, serta dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data atau analisis data interaktif, yang meliputi reduksi data, penyajian atau verifikasi, dan kesimpulan. Partisipan penelitian terdiri dari 6 siswa, terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil penelitian yang dilakukan di SMP N 2 Serang adalah sebagai berikut: (1) baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan mampu memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematika secara lisan; (2) siswa laki-laki lebih mampu mengungkapkan ide-ide matematika secara lisan, sedangkan siswa perempuan lebih unggul dalam mengungkapkan ide-ide matematika secara visual dan tulisan; (3) siswa laki-laki lebih mahir dalam menggunakan istilah untuk menyampaikan ide-ide matematika, sedangkan siswa perempuan tidak hanya menggunakan istilah namun juga mampu menggunakan notasi matematika

    Analisis Berpikir Probabilistik dalam Menyelesaikan Soal HOTS Ditinjau dari Kemampuan Numerasi

    Get PDF
    Penelitian ini berisi tentang analisis kemampuan berpikir probabilistik siswa dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari kemampuan numerasi. Kemampuan berpikir probabilistik siswa menjadi perhatian di bidang Pendidikan khususnya pada pembelajaran matematika, hal tersebut dikarenakan kemampuan berpikir probabilistik siswa cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir probabilistik dalam menyelesaikan soal HOTS yang ditinjau dari kemampuan numerasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Analisis data terdiri dari pengumpulan, analisis, penyajian dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas XI TKJ A di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta semester gasal tahun ajaran 2022/2023. Ketiga siswa diambil berdasarkan kemampuan numerasi rendah, tinggi, sedang. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan numerasi, tes kemampuan berpikir probabilistik dan wawancara. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa siswa dengan kemampuan numerasi rendah memenuhi kemampuan berpikir probabilistik pada level 1 Subjektif. Pencapaian kemampuan numerasi sedang memenuhi kemampuan berpikir probabilistik pada level 1 Subjektif. Pencapaian kemampuan numerasi tinggi memenuhi kemampuan berpikir probabilistik pada level 2 Transisi

    Profil Kemampuan Literasi Matematika dalam Menyelesaikan Soal Berorientasi PISA Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa

    Get PDF
    Kemampuan literasi siswa masih buruk terutama ketika menyelesaikan soal berorientasi PISA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal matematika berorientasi PISA ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek berjumlah 5 siswa kelas VIII. Untuk pengumpulan data teknik yang digunakan yaitu tes GEFT, tes literasi matematika, dan wawancara. Proses analisis data penelitian dengan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik digunakan sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian mendeskripsikan untuk siswa FD yang mempunyai kemampuan literasi matematika tinggi dapat memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, serta merancang strategi untuk soal nomor satu. Sedangkan pada kemampuan literasi matematika sedang siswa tidak memenuhi seluruh indikator untuk soal nomor tiga. Pada kemampuan literasi matematika rendah siswa tidak memenuhi seluruh indikator untuk soal nomor tiga. Namun, pada soal nomor empat memenuhi indikator komunikasi dan pada soal nomor satu memenuhi indikator matematisasi, merancang strategi, serta penggunaan operasi matematika dan bahasa matematis. Siswa FI yang mempunyai kemampuan literasi matematika tinggi dapat memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, dan penalaran. Sedangkan pada kemampuan literasi matematika sedang mencakup indikator komunikasi pada soal nomor tiga

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Relasi dan Fungsi Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan perangkat pembelajaran pada materi relasi dan fungsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan metode gabungan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif. Hasil dari penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dengan nilai rata-rata total untuk validasi RPP yaitu 3,59 dan nilai rata-rata total untuk validasi LKPD yaitu 3,68. Dinyatakan sangat praktis berdasarkan hasil analisis angket respon siswa yang diperoleh dengan rata-rata presentase kepraktisan seluruh siswa yaitu 85,4% dan hasil presentase kepraktisan angket respon guru yang diperoleh yaitu 89,41%. Untuk keefektifan perangkat pembelajaran dapat dilihat dari hasil perhitungan uji-t dengan nilai t_tabel=1,686 dan nilai t_hitung=6,969081 karena t_hitung>t_tabel artinya tolak H_0 dan terima H_1 , maka dapat dikatakan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan tidak menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif

    Systematic Literature Review: Resiliensi Matematis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

    Get PDF
    Resiliensi matematis merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Siswa yang mempunyai resiliensi matematis tidak mudah menyerah ketika dihadapkan pada suatu masalah. Tujuan dari penelitian yaitu untuk melaksanakan kajian literatur review tentang pengaruh resiliensi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Pengumpulan data dilaksanakan dengan mengidentifikasi atau meninjau semua artikel dalam penelitian ini dengan topik penelitian yang sama. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian memperoleh: (1) upaya dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan resiliensi matematis; (2) pengaruh resiliensi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis; (3) bentuk pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan resiliensi matematis

    Systematic Literature Review: Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap Skill yang dikembangkan dalam Tingkatan Satuan Pendidikan

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat kompetensi yang dapat dibentuk melalui pemanfaatan model pembelajaran project-based learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menganalisis hasil pencarian yang berasal dari database Scopus, Erics, dan Google Scholar, dengan rentang waktu 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil pencarian tersebut, diperoleh sebanyak 100 artikel relevan yang kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi didapat 41 artikel yang dipergunakan sebagai studi primer. Setiap artikel di data, kemudian dianalisis berdasarkan kemampuan yang dikembangkan dari hasil penelitian. Hasil dari analisis telaah review artikel ini dapat di tarik kesimpulan dan temuan bahwa model pembelajaran (PjBL) berdampak baik untuk meningkatkan kemampuan hardskill maupun softskill dalam pembelajaran matematika baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA/SMK. Pada tingkat SD, PjBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan motivasi belajar, tingkat SMP PjBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif serta meningkatkan motivasi belajar siswa, dan pada tingkat SMA PjBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif serta meningkatkan minat belajar siswa

    Learning Obstacle dalam Soal Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Materi Bangun Ruang Sisi Datar

    Get PDF
    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dihadapi oleh siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Data dipenelitian ini diperoleh melalui tes dan wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan 28 siswa kelas VIII di salah satu SMPN di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hambatan belajar yang ditemukan dalam penelitian ini bersifat ontogenik dan epistemologis. Hambatan ontogenik merupakan hambatan belajar yang muncul terkait dengan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Hambatan belajar ini bisa diakibatkan oleh ketidaksesuaian pembelajaran atau pengetahuan yang hendak dikonstruksikan oleh siswa dengan kemampuan berpikirnya. Sedangkan hambatan epistemologis merupakan hambatan yang terjadi akibat keterbatasan pemahaman konsep yang dimiliki oleh siswa. Siswa hanya memahami konsep secara parsial, sehingga siswa mengalami kesulitan saat dihadapkan pada konteks yang berbeda

    Learning Obtacles for Junior High School Students on The Concept of Quadratic Equations

    Get PDF
    This research aims to identify the learning obstacles faced by students in the topic of quadratic equations. The data for this study were obtained through tests and interviews. A qualitative research method with a hermeneutic phenomenology design was employed. The study involved 30 ninth-grade students from a junior high school in Banjar Regency, South Kalimantan. Several learning obstacles were experienced by students in the concept of quadratic equations, namely: 1) ontogenic obstacles occur due to students' inability to grasp the concept of quadratic equations. This is caused by a mismatch between the learning or knowledge intended to be constructed by students and their thinking abilities; 2) Didactical obstacles arise from the lack of coherence in the material, both in terms of the interconnectedness of quadratic equation concepts and the continuity of the thinking process, as well as the presentation of less-detailed materials; 3) Epistemological obstacles occur because students' knowledge related to quadratic equations is limited to specific contexts only

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇