Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Tanggung Jawab dan Hasil Belajar Mahasiswa Universitas Flores
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap tanggungjawab dan hasil belajar mahasiswa matakuliah statistic dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan Pre-experiment, yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian yang diperoleh Dari data sikap tanggungjawab mahasiswa untuk uji-t diperoleh data = 2,39 dengan nilai =2,03. Dapat dilihat bahwa nilai 2,03. Maka terima Ha dan tolak uji-t diperoleh data = 2,39 dengan nilai =2,03. Dapat dilihat bahwa nilai 2,03. Maka terima Ha dan tolak Ho. Sedangkan Hasil uji-t untuk data hasil belajar diperoleh nilai 3,38 dengan nilai 2,03 sehingga diketahui bahwa nilai 2,03 yang artinya terima Ha dan tolak Ho. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran tipe jigsaw terhadap tanggungjawab dan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah statistik dasar pada materi Distribusi Peluang
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Madrasah Aliyah pada Materi SPLTV
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kemampuan pemecahan matematis siswa salah satu Madrasah Aliyah Swasta di Kerinci dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi SPLTV. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitiatif deskriptif Pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah masalah matematis siswa menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Instrumen utama peneltian ini yaitu peneliti itu sendiri, sedangkan instrument pendukung berupa tes yang digunakan yaitu soal uraian berjumlah 4 butir soal kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitain ini adalah sebanyak 19 orang siswa kelas X Madrasah Aliyah di kerinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh nilai rata-rata sebesar 70,39% dengan kategori cukup. Adapun kualifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu 15,79% siswa kategori sangat baik, kemudian 21,05% kategori baik, selanjutnya 52,64%siswa mencapai kategori cukup, berikutnya 10,52% siswa kategor kurang dan tidak ada siswa yang berkategori kurang sekali. Berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah diperoleh persentase sebanyak 84,21% siswa mampu memahami masalah, kemudian 78,94% siswa mampu menyusun rencana penyelesaian, selanjutnya 63,15% siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian, lalu 63,15% siswa mampu memeriksa kembali
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Menggunakan Multimedia Interaktif
Literasi matematika yaitu keterampilan yang harus dimiliki oleh semua siswa. Strategi pengajaran juga media pembelajaran yang kurang inovatif berkontribusi pada kecenderungan siswa untuk kehilangan minat belajar, ehingga dapat menurunkan tingkat literasi matematika mereka. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang matematika, penelitian ini bermaksud mengevaluasi dan menganalisis efisiensi model pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dengan multimedia interaktif (geogebra). Pada semester II tahun pelajaran 2022/2023, penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Gemuh. Desain eksperimental kelompok kontrol pretest-posttest digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Gemuh. Cluster random sampling, yaitu teknik pemilihan sampel yang digunakan dimana dipilih dua kelas secara acak dari populasi untuk dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan membandingkan hasil gain-score antara pretest dan posttest, analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kemampuan literasi matematis yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) menggunakan multimedia interaktif GeoGebra dan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional, sehingga hal ini menunjukkan keefektifan multimedia interaktif. digunakan dalam model pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
The Effect of Cooperative Learning Models on The Students' Mathematical Critical and Creative Thinking Ability: Meta-Analysis Study
This study aims to describe the results of the study and examine the effect of the implementation of the Cooperative learning model on the students' mathematical critical and creative thinking abilities and obtain an effect size when viewed based on educational level, sample size, and research demographics from the primary studies being analyzed. This research is quantitative research with a meta-analysis research design. The research sample that met the inclusion criteria consisted of 34 primary studies of mathematical critical thinking ability (the total effect size of the studies was 39) and 23 primary studies of mathematical creative thinking ability (the total effect size of the studies was 24). Based on the research findings, it was found that the overall effect of the implementation of the cooperative learning model on the students' mathematical critical thinking skills had a significant effect with an effect size of 0.792. Overall, implementing the cooperative learning model on the students' mathematical creative thinking ability had a significant effect with an effect size of 0.696. In addition, there is no difference in mathematical creative and critical thinking abilities between the students who studied in the cooperative class and those who studied other than in the cooperative class in terms of education level and sample size. There is no difference in mathematical critical thinking skills between the students who studied in the cooperative class and those who studied other than in the cooperative class in research demography. However, there are differences in mathematical creative thinking abilities between the students who studied in the cooperative class and the students who studied other than in the cooperative class in terms of research demography
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Stabat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah dan model Pembelajaran Langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa; (2) interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis qausi eksperimental design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh kelas VIII SMP Negeri 5 Stabat Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 222 siswa. Uji dilakukan dengan ANAVA Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pengaruh antara model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa; (2) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal matematika (tinggi, sedang, dan rendah) dan model pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di SMP Negeri 5 Stabat
Analisis Literasi Matematis Mahasiswa pada Masalah Ukuran Pemusatan Data Berbasis Evaluasi
Tingkat literasi matematis mahasiswa pada kelompok kemampuan tinggi hanya mampu mencapai level 4. Artinya, mereka masih mengalami kesulitan pada masalah literasi level 5 yang juga merupakan masalah berbasis evaluasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis literasi mahasiswa pada masalah berbasis evaluasi terkait ukuran pemusatan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini diambil dari 39 mahasiswa S1 Matematika di Universitas Negeri Malang yang mengikuti tes. Kemudian, dipilih tiga mahasiswa yang hasil pekerjaannya mewakili keseluruhan. Ketiga mahasiswa tersebut dikategorikan dalam kelompok kemampuan matematis rendah, sedang, dan tinggi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes tertulis dan pedoman wawancara. Data dalam penelitian ini meliputi hasil tes tertulis dan hasil wawancara. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan matematis rendah tidak mampu memenuhi tahapan merumuskan, menerapkan, dan menginterpretasi dalam literasi matematis berbasis evaluasi. Mahasiswa dengan kemampuan matematis sedang hanya mampu mencapai tahapan merumuskan masalah. Sedangkan, mahasiswa dengan kemampuan matematis tinggi sudah mampu mencapai tahapan interpretasi dalam menyelesaikan masalah literasi matematis berbasis evaluasi. Meski demikian, mereka tidak mampu membuat argumen berdasarkan hasil matematis yang diperoleh ke dalam konteks permasalahan
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Realistik dengan Langkah Polya Pada Siswa SMP
Pada pembelajaran matematika terdapat tujuan penting yang harus dicapai, yaitu kemampuan memecahan masalah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika realistik dengan langkah Polya pada siswa kelas VIII. Lokasi dilakukannya penelitian ini adalah SMP Negeri 3 Surakarta. Peneliti menggunakan subjek siswa kelas VIII.1 dengan total 27 siswa. Metodologi yang digunakan untuk melakukan penelitian yaitu menggunakan penelitian kualitatif serta desain penelitiannya adalah deskriptif. Menurut perolehan data penelitian, mendapat kesimpulan jika siswa mendapatkan hasil yang memuaskan atau baik. Siswa mampu mencapai seluruh indikator kemampuan pemecahan masalah dengan adanya bukti perolehan nilai 77,77 dan 79,63 untuk indikator memahami masalah. Nilai 97,53 dan 95,06 untuk indikator menyusun rencana penyelesaian, sedangkan untuk menyelesaikan masalah sesuai perencanaan memiliki nilai 81,48 dan 72,84, serta 87,03 dan 75,92 untuk indikator memeriksa kembali hasil yang diperoleh
Meta-Analisis: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis terhadap Modul Ajar Matematika
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memetakan jurnal-jurnal dengan pembahasan kemampuan pemecahan masalah matematis yang nantinya akan menjadi rujukan oleh peneliti selanjutnya. Penerapan dari penelitian didasari pada 31 jurnal tentang kemampuan pemecahan masalah matematis yang sudah peneliti review. Meta analisis merupakan kajian berdasarkan sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang dikelompokkan dalam satu jenis. Bagian atau unit analisis dalam penelitian ini adalah jurnal-jurnal tentang kemampuan pemecahan masalah matematis, sedangkan laporan penelitian ini diambil dari studi-studi yang relevan dengan topik atau pertanyaan penelitian yang ditetapkan. Analisis data penelitian yang peneliti gunakan adalah analisis data kuantitatif dengan dipaparkannya persentase dari tiap analisisnya dan analisis data kualitatif dilakukan dengan memaparkan data-data dari hasil kajian naratif terhadap 31 jurnal yang peneliti review. Instrumen utama penelitian adalah penelti sendiri dan dibantu dengan bantuan peneliti lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah banyak di teliti dengan desain penelitian deskriptif, dengan tujuan mendeskripsikan, populasi terbanyak oleh siswa SMP, dan analisis data terbanyak digunakan dengan analisis data deskriptif kualitatif
Pengembangan Apikasi Android Berbasis Simulasi Interaktif Berbantuan MATLAB untuk Pembelajaran Matematika SMP Pasca Pandemi
Melalui Focussed Group Discussion, guru menjelaskan bahwa permasalahan pembelajaran matematika yaitu belum adanya media pembelajaran matematika yang menarik untuk digunakan selama pembelajaran pasca pandemic dengan moda tatap muka. Padahal, selama pandemi, siswa kurang dapat memahami materi dan bosan dengan pembelajaran matematika yang disajikan melalui power point memuat teks secara penuh. Hal ini melandasi penelitian ini yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran matematika interaktif berbantuan MATLAB. Penelitian berjenis pengembangan menggunakan model 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate. Tahap awal yaitu mengidentifikasi kebutuhan sekolah terkait kecukupan materi dan kemampuan awal siswa maupun guru. Selanjutnya, dilakukan perancangan media menggunakan MATLAB. Pengembangan media dilakukan dengan mengujicobakan secara terbatas pada satu kelas di SMP dan satu kelas di SMA. Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya lembar tes dan lembar angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan menggunakan MATLAB efektif untuk diujicobakan pada pembelajaran matematika di berbagai sekolah. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji coba media, siswa mampu lulus tes dengan skor di atas KKM dan respon siswa positif terhadap kemenarikan dan kemudahan penggunaan media
Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pemecahan Masalah Open-Ended Berdasarkan Teori Wallas Ditinjau dari Adversity Quotient
Proses berpikir kreatif siswa dapat diketahui dengan cara memberikan siswa masalah open-ended. Penyelesaian soal open-ended memerlukan kemampuan pemecahan masalah yang berpengaruh terhadap upaya seseorang untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan atau kesulitan biasa disebut dengan Adversity Quotient (AQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa climber, camper, dan quitter dalam pemecahan masalah open-ended. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberi angket ARP, tes open-ended, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa siswa climber melakukan keempat tahapan proses berpikir kreatif yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap eliminasi, dan tahap verifikasi. Siswa camper hanya melakukan tiga tahapan proses berpikir kreatif yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, dan tahap eliminasi. Siswa quitter hanya melakukan dua tahapan proses berpikir kreatif yaitu tahap persiapan dan tahap inkubasi, sedangkan tahap eliminasi tidak dapat terpenuhi karena hanya dilakukan pada salah satu dari yang ditanyakan pada soal