Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP dengan Gaya Kognitif Field Dependent dalam Menyelesaikan Soal Cerita
Pada pelajaran matematika menuntut murid untuk mampu berkomunikasi secara matematis dalam mewujudkan tujuan belajar mengajar. Kemampuan komunikasi diperlukan siswa untuk menjelaskan ide matematika yang terdapat di pemikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi terkait kemampuan komunikasi matematis dari murid ketika menemukan pemecahan soal cerita yang diamati dari gaya kognitif field dependent. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Kersana dengan subjek yang diteliti terdiri atas 3 siswa dengan metode penelelitian kualitatif deskriptif. Subjek diklasifikasikan berdasarkan tingkat kemampuan matematisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan soal tes, wawancara, serta dokumentasi. Keabsahan data dilaksanakan dengan memakai teknik triangulasi, untuk melakukan pengecekan data berdasarkan sumber yang sama dan teknik yang beda. Peneliti menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, melakukan penyajian data, serta menyimpulkan data yang diperoleh. Hasil yang diperoleh adalah: 1. Siswa field dependent dengan kategori tinggi mampu untuk mengekspresikan ide matematika dengan lisan ataupun tertulis, menggambarkan situasi dalam bentuk visual, memberikan penyajian ide matematika menggunakan notasi maupun simbol, serta memberikan evaluasi ide matematika, 2. Siswa field dependent kategori sedang hanya mampu mengekspresikan ide matematika dengan lisan, memberikan penggambaran terhadap situasi secara visual, memberikan penyajian ide matematika dengan memakai notasi maupun simbol, serta memberikan evaluasi terhadap ide matematika dengan cara lisan maupun tertulis, 3. Siswa field dependent rendah hanya mampu menunjukkan sebagian ide matematika dengan lisan, memberikan gambaran situasi secara visual, melakukan penyajian data terhadap sebagian ide matematika dengan notasi maupun simbol
Ethnomathematics-Based Mathematics Learning Activities in Labuhan Batu Pesisir Beach Malay Communities
Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat memiliki kesadaran bahwa profesi dari adat Melayu ini khususnya terkait dengan pembelajaran matematika, dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang menggunakan alat pengumpulan dengan dokumentasi, wawancara dan dalam pengolahan data menggunakan analisis kepustakaan dan kemudian dapat diperoleh hasil data yang telah menemukan keterkaitan dari konsep pembelajaran matematika menggunakan materi fungsi, himpunan, serta geometri. Etnomatematika juga matematika yang di dalamnya terdapat unsur-unsur budaya, yang dimaksud dengan budaya ini adalah kebiasaan perilaku manusia yang ada di lingkungannya. Dalam kajian Etnomatematika, telah diangkat materi tentang "Beras Tatap Muka" dan "Kain Songket" pada acara pernikahan adat Melayu di kawasan Pantai Labuhan Batu Pesisir. Tradisi acara ini telah dilakukan secara turun temurun dan ini juga menjadi salah satu acara utama dalam masyarakat Melayu Pantai Labuhan Batu Pesisir
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa
Kemampuan literasi matematis merupakan salah satu keterampilan yang termasuk dalam keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah Abad 21. Kemampuan literasi matematis sebagai bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang dapat memenuhi tuntutan zaman. Namun, kemampuan literasi matematis masih tergolong rendah. Salah satunya disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan belum bervariasi sehingga siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan literasi matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik atau tidak lebih baik daripada pembelajaran konvensional, (2) peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik atau tidak lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group yang dilaksanakan di kelas VII SMPN 1 Ciruas. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan literasi matematis. Data dianalisis dengan uji perbedaan dua rata-rata dan uji gain ternormalisasi (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata terjadi peningkatan kemampuan literasi matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa (1) kemampuan literasi matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada pembelajaran konvensional (2) peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada pembelajaran konvensional
Literasi Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Adversity Quotient
Adversity quotient menjadi daya juang dalam menunjukkan seberapa jauh individu akan berusaha untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan literasi matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship ditinjau dari AQ. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang melibatkan satu subjek untuk masing-masing tipe kepribadian climber, camper, dan quitter. Pengumpulan data dilakukan melalui metode tes dan diuji kevalidannya melalui triangulasi metode dengan metode wawancara. Data penelitian dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkam berdasarkan indikator literasi matematis yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi matematis siswa selaras dengan tipe kepribadiannya, semakin siswa tidak mudah putus asa maka siswa cenderung mempunyai literasi matematis yang baik. Setiap subjek mampu merumuskan situasi secara matematis dan menggunakan konsep matematika. Akan tetapi, hanya subjek climber yang mampu menafsirkan solusi secara matematis secara konsisten sedangkan subjek camper hanya mampu bernalar namun tidak dapat menarik kesimpulan dengan benar dan subjek quiter tidak dapat menunjukkan proses penalaran yang logis ataupun menghasilkan kesimpulan yang benar. Hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar siswa ataupun pengajar dapat menumbuhkan keuletan dan pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah
Analisis Kesalahan Siswa SMP pada Topik Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Menggunakan Teori Newman Error
Penyelesaian masalah terkait dengan topik SPLDV sering kali disajikan dalam bentuk soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, dalam proses menyelesaikannya, banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menjawabnya, yang tercermin dalam banyaknya kesalahan yang mereka lakukan. Kesalahan-kesalahan tersebut kemudian akan diteliti dan dianalisis lebih lanjut. Tujuan dari analisis kesalahan ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa serta penyebab-penyebabnya. Salah satu teori yang digunakan dalam menganalisis kesalahan adalah teori Newman Error. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendeketan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes berupa soal uraian yang terdiri dari 5 soal, diikuti oleh siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kota Bandung. Subjek penelitian diambil dari dua kelas yang berbeda, namun untuk analisis penelitian, diambil sampel sebanyak 5 siswa yang menjawab soal secara menyeluruh. Hasil menunjukkan bahwa S1 dan S2 mengalami kesalahan memahami, transformasi, keterampilan proses dan juga penulisan/notasi. S3 dan S4 mengalami kesalahan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses dan juga penulisan/notasi sedangkan untuk S5 hanya mengalami kesalahan transformasi, keterampilan proses dan juga penulisan/notasi. Adapun tipe kesalahan yang paling sering terjadi adalah kesalahan dalam keterampilan proses dan kesalahan dalam penulisan/notasi pada jawaban akhir
Kemampuan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri pada Asesmen Kompetensi Minimum
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dimaksudkan menilai kemampuan kognitif siswa, salah satunya kemampuan numerasi. Sementara berdasarkan hasil PISA 2018 tingkat kemampuan numerasi di Indonesia masih tergolong cukup rendah. Metode kualitatif deskriptif diterapkan pada penelitian ini yang memiliki tujuan menganalisis kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada asesmen kompetensi minimum. Subjek penelitian ini ialah 21 siswa kelas XI IPA 2 di SMAN 1 Karangjati. Tes, wawancara, dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diterapkan pada penelitian ini. Data dianalisis berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan numerasi siswa mengerjakan soal-soal geometri pada AKM memiliki tingkat kemampuan numerasi dasar yakni mendapat presentase sebanyak 81%. Berdasarkan hasil tes soal geometri AKM numerasi pada 21 siswa di SMA Negeri 1 Karangjati didapatkan sebanyak 2 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi perlu Intervensi khusus (PIK), 17 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi dasar, 1 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi cakap, dan 1 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi mahir. Kemampuan numerasi siswa pada tingkat perlu intervensi khusus (PIK), dasar, cakap dan mahir memiliki ketercapaian proses numerasi yang berbeda dalam mengerjakan soal geometri pada asesmen kompetensi minimum (AKM)
Analisis Kesalahan Siswa Tipe Kepribadian Idealist dalam Menyelesaikan Masalah Statistika Berdasarkan Kriteria Watson
Guru sering menemukan kesalahan siswa dalam proses pembelajaran, seperti kesalahan dalam memahami soal, perhitungan, dan menuliskan kesimpulan. Dengan mengetahui kesalahan setiap siswa, guru akan lebih mudah memperbaiki kesalahan siswa. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar guru dapat membuat rencana untuk menindaklanjuti kesalahan siswa sehingga hasil pembelajaran dapat dicapai semaksimal mungkin. Memahami karakteristik siswa adalah salah satu komponen penting untuk meningkatkan hasil pembelajaran dalam mengembangkan potensi siswa secara optimal. Tipe kepribadian siswa adalah faktor yang dapat memengaruhi kegiatan belajar mereka. Karena tipe kepribadian siswa bervariasi dari satu siswa ke siswa lainnya, kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh siswa juga berbeda. Statistik adalah salah satu mata pelajaran sekolah menengah pertama di mana siswa sering melakukan kesalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa tipe kepribadian idealist serta penyebab siswa melakukan kesalahan tersebut dalam menyelesaikan masalah statistika berdasarkan kriteria Watson. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di SMP Ar Rohmah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa tipe kepribadian idealist melakukan beberapa kesalahan seperti tidak menuliskan prosedur penyelesaian (ip), tidak menggunakan data yang tersedia untuk menyelesaikan masalah (od), langsung menuliskan kesimpulan tanpa disertai prosedur penyelesaian (rlc), kesalahan dalam perhitungan (shp) serta menuliskan kesimpulan namun tidak tepat (oc). Beberapa faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut adalah siswa tidak paham dengan prosedur penyelesaian yang telah dilakukannya, tidak mengetahui prosedur penyelesaian masalah yang diberikan, dan kehabisan waktu dalam mengerjakan soal
Desain Didaktis Bahan Ajar Aljabar untuk Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Berdasarkan Kurikulum Merdeka
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle yang dialami peserta didik pada pembelajaran Aljabar. Hal ini diketahui berdasarkan hasil soal tes yang dilakukan pada saat studi pendahuluan. Maka, disusunlah sebuah desain didaktis bahan ajar Aljabar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain didaktis dan implementasinya pada pembelajaran Aljabar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Didactical Design Research (DDR) model Suryadi yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yakni prospective analysis berupa Desain Didaktis Hipotesis termasuk ADP (Analisis Didaktis Pedagogis), analisis metapedadidaktis, dan retrospective analysis, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa proses triangulasi, yakni dengan menyatukan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian, melalui penerapan desain didaktis yang dilakukan pada siklus 1 dan 2 dapat meminimalisir learning obstacle yang dialami peserta didik pada pembelajaran Aljabar. Hal ini ditunjukkan dari respon peserta didik pada penilaian diri, hasil pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta wawancara terhadap guru. Melalui adanya desain didaktis, guru dapat memprediksi dan mengantisipasi kesulitan peserta didik saat pembelajaran
Perangkat Pembelajran Materi Barisan dan Deret Berbasis Problem Based Learning Guna Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI SMA/MA
Learning geometry is an important lesson because it is studied at every level of education and geometry is a sub-matter in mathematics that is very closely related to the lives of students. However, field data shows that there are still many students who experience learning difficulties in geometry material, both obstacles that are classified as ontogenic obstacles, epistemological obstacles and didactical obstacles. This study aims to identify how the distribution of research that addresses learning barriers in Didactical Design Research research on geometry material and also aims to find out what learning barriers students often experience when studying geometry. The research method used is a Systematic Literature Review using 25 articles that have been published in indexed journals Sinta and Scopus in the 2019-2023 period. The article was obtained from search results on the Google Scholar and ERIC data base. The results of this study indicate that research discussing learning barriers in geometry material is mostly carried out at the elementary school level with the sub-material that is most often discussed is two-dimensional material. The results of this study also show that students still experience many types of learning barriers including ontogenic obstacles, epistemological obstacles, and didactical obstacles
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Bentuk Literasi Numerasi AKM pada Konten Bilangan Ditinjau dari Disposisi Matematis
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh penalaran matematis peserta didik terhadap materi literasi numerasi AKM dalam konteks Bilangan, dengan mempertimbangkan disposisi matematis di SMPN 1 Cikupa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa dengan disposisi matematis tinggi, satu siswa dengan disposisi matematis sedang, dan satu siswa dengan disposisi matematis rendah. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan penalaran matematis terkait literasi numerasi AKM dalam konteks Bilangan, angket disposisi matematis, serta wawancara terkait kemampuan penalaran matematis. Instrumen tes dan angket yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitas, serta divalidasi oleh ahli validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposisi matematis siswa di kelas VII-B SMPN 1 Cikupa dapat dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan disposisi matematis tinggi menunjukkan kemampuan penalaran matematis yang lebih baik meskipun masih belum sempurna. Siswa dengan disposisi matematis sedang mampu memenuhi indikator dalam mengajukan dugaan, menarik kesimpulan dari pernyataan, dan memeriksa keabsahan suatu argumen. Siswa dengan disposisi matematis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis