Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan LKPD Digital Interaktif dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Aritmatika Sosial Kelas VII
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) adalah salah satu bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi sekarang ini begitu cepat di era generasi millenial. Padahal, guru belum optimal memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan (1) untuk memperoleh kualitas LKPD digital interaktif yang valid, praktis dan efektif, serta (2) untuk memperoleh hasil belajar keterampilan pemecahan masalah murid setelah mengaplikasikan produk. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-3 dan objek penelitian yaitu LKPD digital interaktif dengan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi aritmatika sosial. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket dan tes. Hasil penelitian memaparkan bahwa: (1) Produk yang dikembangkan sudah mencukupi kriteria kevalidan pada pakar materi sebesar 3,62 dan pakar media sebesar 3,68 dengan kategori sangat layak (SL), (2) Produk yang dikembangkan sudah mencukupi kriteria kepraktisan pada kategori rentang 76%-100%, (3) Produk yang dikembangkan efektif berdasarkan (a) hasil belajar siswa memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 93,75%, (b) rata-rata ketuntasan belajar individual sebesar 89,32 yang artinya telah tercapai indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran, (c) respon siswa positif, dan (d) keterampilan pemecahan masalah siswa setelah mengaplikasikan LKPD digital interaktif mengalami peningkatan dari rata-rata nilai pretest sebesar 48,44 menjadi 89,32 pada rata-rata nilai posttest dan hasil analisis N-Gain memaparkan bahwa keterampilan pemecahan masalah matematis siswa mengalami kenaikan sebesar 0,82 dengan kategori tinggi
Game Based Learning Matematika dengan Metode Squid game dan Among us
Karena banyaknya rumus dan perhitungan yang sulit dipahami, matematika dikenal sebagai mata pelajaran yang kurang diminati siswa. Guru hanya menggunakan buku, LKS, dan sesekali slide dan power point. Siswa akan mengalami kebosanan dan kepasifan akibat pembelajaran matematika yang monoton. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi atau alat yang bisa membangkitkan minat dan keterlibatan siswa, salah satunya adalah Games based learning (GBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana pembelajaran berbasis permainan (GBL) mempengaruhi kegiatan belajar bagi siswa. Metode literature review yang merupakan metode penelitian dengan tujuan mengumpulkan dan memperoleh intisari dari penelitian terdahulu sebelum dianalisis digunakan dalam jenis penelitian ini yang mengambil pendekatan kualitatif. Hasil kajian atau review pembelajaran matematika berbasis games dengan metode Squid game and among us untuk siswa SD, SMP, dan SMA memenuhi kriteria inklusi penelitian ini. Dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data, dan sifat penelitian ini adalah analisis deskriptif dan jenis data sekunder. Permainan cumi-cumi dan metode pembelajaran matematika berbasis permainan lainnya memiliki dampak positif terhadap pembelajaran siswa, menurut temuan kajian literatur yang dilakukan. Semangat belajar siswa yang meningkat dibuktikan dengan perilakunya yang menunjukkan bahwa kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan
Kemampuan Komunikasi Matematis Tulis Siswa Bergaya Belajar Visual Dalam Menyelesaikan Masalah Ditinjau dari Perbedaan Gender
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tulis siswa dengan gaya belajar visual saat menyelesaikan masalah ditinjau dari perbedaan gender. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Gresik kelas VIII-C yang berjumlah 31 siswa. Selanjutnya dipilih 2 siswa dengan gaya belajar visual, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Instrumen pada penelitian ini yaitu angket gaya belajar siswa, soal tes tulis, dan pedoman wawancara. Indikator komunikasi matematis yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari indikator NCTM kemudian digabungkan dengan langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi matematis tulis siswa visual dalam menyelesaikan masalah siswa perempuan cenderung lebih sistematis dan rinci ketika melakukan perhitungan. Siswa perempuan mampu menggunakan bahasa matematis dan mengomunikasikan pemikiran matematisnya dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Sedangkan siswa laki-laki dalam mengomunikasikan pemikiran matematisnya cenderung lebih singkat dan melakukan kesalahan perhitungan ketika menyelesaikan masalah
Implementasi Model Problem Based Learning dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dalam Bahan Ajar Kalkulus
Saat ini keberadaan bahan ajar yang dapat membuat perserta didik belajar aktif, belajar mandiri, mendorong rasa keingintahuan, serta dapat meningkatkan kemampuan matematisnya sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar berbasis model Problem Based Learning yang berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini dilakukan di Program Studi pendidikan matematika FKIP Universitas Islam Riau, Agustus-Desember 2022, dengan sampel penelitian sebanyak 43 orang mahasiswa semester 3. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan desain 4D (define, design, development dan desimination). Intrumen penelitian terdiri dari lembar validasi dan praktikalitas bahan ajar. Validasi bahan ajar dilakukan oleh 3 orang validator dengan menggunakan lembar validasi. Praktikalitas bahan ajar diperoleh dari hasil penilaian mahasiswa pada lembar praktikalitas setelah belajar dengan menggunakan bahan ajar. Teknik analisis data terdiri dari deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diperoleh informasi bahwa 73,33% responden menyatakan bahwa referensi kalkulus (buku) yang sudah ada, sulit kami pahami. Hasil penelitian di peroleh bahan ajar dengan kriteria validitas sangat valid (0,87). Aspek kesesuaian dengan langkah PBL dan kemampuan pemecahan masalah matematis mendapatkan skor terbesar yaitu (1,00 atau sangat valid), sedangkan bahasa mendapatkan skor terendah yaitu (0,53 atau validitas sedang). Selanjutnya diperoleh praktikalitas bahan ajar dengan kriteria sangat praktis (90,39%). Hal ini didukung oleh masukan dan komentar mahasiswa setelah belajar menggunakan bahan ajar yaitu langkah pembelajaran pada bahan ajar ini, membantu kami untuk belajar mandiri dan Contoh soal dan latihan yang disajikan, membantu meransang proses berpikir kami
Pengembangan Buku Ajar Komputer Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika
Buku komputer matematika sangat dibutuhkan bagi mahasiswa pendidikan matematika untuk memperdalam pemahaman pemrograman bidang pendidikan yakni Matlab. Mengingat pentingnya penggunaan Matlab bagi calon guru, maka perlu ditunjang dengan kemampuan agar terjadi aktifitas penyampaian informasi, baik itu pesan, inspirasi atau gagasan dari satu pihak ke pihak lainnya yaitu kemampuan komunikasi matematis (KKM). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui kelayakan buku ajar komputer matematika dalam meningkatkan KKM mahasiswa pendidikan matematika, 2) mengetahui pengaruh buku ajar komputer matematika terhadap KKM mahasiswa. Buku ajar dikatakan layak apabila hasil penilaian reviewer berkategori baik atau sangat baik serta mendapat respon positif dari mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika semester V. Penelitian ini dibagi dalam empat tahap model pengembangan, yakni tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Adapun instrumen yang digunakan adalah lembar validasi ahli, angket respon mahasiswa dan tes KKM. Berdasarkan penilaian buku ajar dari validator, rata-rata persentase aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil analisa dari angket respon mahasiswa adalah mahasiswa memberi respon positif terhadap pemanfaatan buku ajar komputer matematika dalam pembelajaran. Analisa dari tes KKM diperoleh hasil bahwa rata-rata nilai KKM mahasiswa kelas kontrol lebih kecil daripada rata-rata nilai KKM mahasiswa kelas eksperimen. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan buku ajar komputer matematika berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa pendidikan matematika
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Bilangan Pecahan
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperati tipe jigsaw dan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran langsung pada materi bilangan pecahan di kelas VII di SMP Negeri 1 Kabila. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kabila. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dan diperoleh kelas VII B sebagai kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (kelas eksperimen) yang terdiri dari 32 siswa. Dan kelas VII H sebagai kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung (kelas kontrol) yang terdiri atas 25 siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Posttest-Only Control Group Desain dan Teknik pengumpulan datanya yaitu pemberian tes hasil belajar yang berbentuk pilihan ganda. Analisis inferensial dalam penelitian ini adalah uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Jigsaw lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung pada materi bilangan pecahan
Pengaruh Minat dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh minat dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Jenis penelitian ini yaitu dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Uji analisis data yaitu menggunakan uji statistika non parametrik yaitu wilcoxon. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 25 Rantau Prapat. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penyebaran angket. Dari hasil uji wilcoxon didapatkan nilai probabiltas atau Asymp. Sig (2-tailed) = 0,000 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya minat belajar dan motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 25 Rantau Prapat
Analisis Koneksi Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Penyajian Data dalam Diagram dan Pemberian Scaffoldingnya
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan koneksi matematis Mahasiswa dalam menyelesaikan masalah penyajian data dalam diagram dan pemberian scaffoldingnya. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 mahasiswa Pendidikan Matematika kelas offering D Universitas Negeri Malang. Pemilihan subjek penelitian menggunakan cara purposive sampling dimana didasarkan pada proses penyelesaian tes koneksi matematis yang benar namun masih banyak proses yang salah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui tes serta wawancara. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah penyajian data masih rendah ditunjukkan dengan adanya kesalahan mahasiswa dalam mengoneksikan antar konsep matematika, dan ide matematika dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan scaffolding yang peneliti terapkan pada bentuk reviewing adalah dengan meminta mahasiswa untuk menjelaskan langkah-langkah penyelesaian maksud dari isitilah-istilah yang digunakan. Sedangkan pada bentuk restructuring, peneliti memberikan pertanyaan yang mengarahkan mahasiswa untuk memparafrase masalah, dan kata kunci permasalahan. Selain pada developing conceptual thinking, peneiliti mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan informasi yang diperoleh dari masalah dengan konsep matematika yang telah dipelajari sebelumnya, dan melibatkan mahasiswa untuk berdiskusi bersama guna membangun pemahaman konseptual terkait penyelesaian masalah. Temuan ini diharapkan dapat memperbaiki cara pendidik dalam mengajarkan statistika deskriptif, terutama konsep penyajian data dalam diagram yang sedemikian hingga membantu koneksi matematis mahasiswa
Implikasi Teknik Pengajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuwangi
Pada zaman ini, siswa di sekolah dimudahkan dalam penyelesaian soal-soal di sekolah dengan mengakses internet dengan alat elektroniknya masing-masing. Meskipun dapat mempercepat penyelesaian tugas sekolah, hal ini dapat berakibat kurang terasahnya kesanggupan pemecahan soal secara mandiri saat tidak menemukan solusinya di dunia maya. Hal ini diperburuk dengan sistem pembelajaran di sekolah yang umumnya masih menggunakan pembelajaran konvensional. Penyampaian materi satu arah guru kepada murid dan tidak adanya timbal balik dari siswa dalam proses pembelajaran menyebabkan tidak meningkatnya keterampilan berpikir kritis siswa jika menghadapi soal yang belum dicontohkan sebelumnya. Sebagai alternatif pembelajaran, berbagai teknik pengajaran yang berfokus pada siswa dikembangkan agar siswa lebih bisa memahami materi dalam proses pembelajaran. Salah satu teknik pengajaran ini ialah teknik pengajaran kooperatif tipe jigsaw. Dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan implikasi teknik pengajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar di SDN 4 Penganjuran Kabupaten Banyuwangi dalam pemecahan soal matematika. Expert jugdement digunakan memvalidasi instrumen dalam penelitian ini. Dari teknik simple random sampling, dipilihlah kelas IV A dab IV B yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji normalitas dan homogenitas pada tes pendahuluan dan tes akhiran menunjukkan kedua kelas berdistribusi normal dan bersifat homogen. Sedangkan hasil uji statistik ANOVA satu arah, menunjukkan teknik pengajaran kooperatif yang diterapkan pada kelas eksperimen berimplikasi signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa jika dibandingkan dengan teknik pengajaran konvensional di kelas kontrol. Teknik pengajaran ini juga mudah diterapkan di siswa sekolah dasar dengan nilai keterlaksanaan lebih dari 80 %
Pengembangan Media Truth or Dare Berbasis Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis dan Motivasi Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 11 Medan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, kepraktisan dan keefektifan media Truth or Dare berbasis model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan motivasi belajar matematika siswa SMA Negeri 11 Medan; menganalis peningkatan kemampuan berpikir logis siswa dengan menggunakan media Truth or Dare berbasis model Problem Based Learning; menganalisis peningkatan motivasi belajar matematika siswa dengan menggunakan media Truth or Dare berbasis model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 11 Medan tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: media Truth or Dare berbasis model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan motivasi belajar matematika siswa yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif; peningkatan kemampuan berpikir logis menggunakan media Truth or Dare berbasis model Problem Based Learning yang telah dikembangkan dilihat dari nilai N-gain pada uji coba I sebesar 0,37 dalam kategori sedang kemudian meningkat menjadi 0,55 pada uji coba II; peningkatan motivasi belajar matematika siswa menggunakan media Truth or Dare berbasis model Problem Based Learning yang telah dikembangkan dilihat dari nilai N-gain pada uji coba I sebesar 0,38 dalam kategori sedang meningkat menjadi 0,47 pada uji coba II