Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Interest of 11th Grade Students in Mathematics Learning Media Assisted by Microsoft PowerPoint
Learning media has an important role in providing new variations in learning, especially in learning mathematics. The purpose of this research is to describe students' interest in learning using Microsoft PowerPoint on statistics in grade 11. This research is a descriptive quantitative study with a sample of 24 students from SMK Migas Bumi Melayu, Riau, Indonesia. The research instrument used was a non-test instrument in the form of a learning interest questionnaire with 20 statements consisting of 5 aspects. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The final results show that the feeling of pleasure category is at 81.67%. For the category of interest in learning is at 81.46%. While in the category of attention to learning is at 79.79%. And for the category of involvement in learning is at 80.42%. Based on the results of the research that has been described per aspect, almost all categories of student learning interest in the questionnaire are classified as very good, so that learning media shows a positive response from students to student learning, with a percentage of 80.83% in the very good category
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika pada Materi Trigonometri Berdasarkan Prestasi Siswa
Prestasi belajar siswa menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kualitas siswa dalam memahami ilmu pengetahuan. Prestasi belajar juga dapat menjadi ciri keseriusan yang ditunjukkan oleh siswa dan sebagai kriteria penilaian institusi dalam pendidikan, siswa yang memilki kemampuan prestasi yang tinggi belum tentu memiliki kreatifitas yang tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemampuan berpikir kreatif yang dimiliki siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Trigonometri berdasarkan prestasi siswa. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis data secara deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, tringgulasi data, menganalisis hasil tes tertulis dan wawancara dan penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian dilaksanakan disalah satu SMA swasta di Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa berprestasi di kelas X dengan peringkat 1-3 umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa peringkat 1 memiliki kemampuan berfikir kreatif sedang, siswa peringkat 2 memiliki kemampuan berfikir kreatif rendah, dan siswa peringkat 3 memiliki kemampuan berfikir kreatif tinggi
Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting Berbasis Active Learning terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Self-Efficacy
Pada penelitian eksperimen ini adapun tujuannya agar dapat mengetahui: (1) model pembelajaran jenis probing prompting berbasis active learning berpengaruh terhadap hasil belajar matematika, (2) pengaruhnya self-eficacy terhadap hasil belajar siswa, dan (3) interaksi pada model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan desain faktorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wungu semester genap tahun ajaran 2022/2023. Terdapat 2 kelas yang terpilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pembelajaran jenis probing prompting berbasis active learning diberikan pada kelas VIII A sekaligus untuk kelas eksperimen dan pembelajaran jenis konvensional kelas VIII D sekaligus untuk kelas kontrol. Tes dan angket digunakan sebagai instrumen pada penelitian ini. Analisis data yang digunakan adalah uji pendahuluan, uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians sel tak sama dua arah, dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) hasil pada belajar siswa dengan model pembelajaran jenis probing prompting berbasis active learning lebih baik dibandingkan model pembelajaran jenis konvensional; (2) siswa yang mempunyai efikasi diri tinggi mempunyai hasil belajar lebih baik dibandingkan siswa yang mempunyai efikasi diri sedang dan efikasi diri rendah, dan siswa yang mempunyai efikasi diri sedang mempunyai hasil belajar lebih baik dibandingkan siswa yang mempunyai efikasi diri rendah; dan (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa
Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Mathematical Resilience pada Project Based Learning Berpendekatan STEM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan Project Based Learning berpendekatan STEM ditinjau dari mathematical resilience. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method. Analisis kuantitatif digunakan untuk menguji apakah Project Based Learning berpendekatan STEM mencapai ketuntasan belajar. Kemudian, analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari mathematical resilience dengan memilih 3 subjek menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian yang dipilih terdiri dari 1 orang dengan mathematical resilience rendah, 1 orang dengan mathematical resilience sedang, dan 1 orang dengan mathematical resilience tinggi. Setelah dilakukan uji t, diperoleh hasil penelitian yaitu Project Based Learning berpendekatan STEM menunjukkan ketuntasan klasikal. Selanjutnya ditinjau dari mathematical resilience, secara umum siswa kategori mathematical resilience tinggi dapat memenuhi 4 indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, siswa kategori mathematical resilience sedang dapat memenuhi 3 dari 4 indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, dan siswa kategori mathematical resilience rendah dapat memenuhi 1 hingga 2 indikator kemampuan pemecahan masalah matematis
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together (NHT)
Pemahaman konsep merupakan kemampuan seseorang dalam memahami suatu konsep serta dapat menginterpretasikan tanpa mengubah maknanya. Permasalahan yang ditemukan peneliti dari faktor-faktor yang diamati peneliti adalah masih kurangnya pemahaman konsep matematika siswa khususnya materi pembagian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Jenis penelitian yang dilakukan adalan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan deskripstif kuantitatif. Adapun langkah-langkah dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu (1) perencanaan; (2) tindakan; (3) pengamatan; (4) refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas V SD Tumbuh 4 Yogyakarta dengan jumlah 14 siswa. Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep matematika siswa mulai dari pra siklus hingga siklus II setelah diterapkannya model NHT. Persentase peningkatan dari pra siklus ke siklus I yaitu 21,4% dan persentase dari siklus I ke siklus II yaitu 28,6%. Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat melibatkan siswa secara aktif saat proses pembelajaran
Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Berbantuan Media Powtoon terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi SPLTV
Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung dan mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media Powtoon terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi SPLTV. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode quasi experimen dan desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 2 Tondano dengan sampel sebanyak 40 orang yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas kontrol dengan perlakuan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dan kelas eksperimen dengan perlakuan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media Powtoon, sampel dalam penelitian ini diambil secara random sampling. Instrumen penilaian yang digunakan adalah tes berbentuk essay. Data yang dianalisis adalah hasil pretest-posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan t-test two sample. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada kels kontrol rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa yaitu 77,65 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu 79,90. Maka, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media Powtoon berpengaruh positif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear tiga variabel
Pengaruh Aptitude Treatment Interaction terhadap Mathematical Creative Thinking Dilihat dari Kemandirian Belajar Peserta Didik di SMAN Tangerang
Ketika dihadapkan pada suatu permasalahan yang menantang peserta didik dengan mathematical creative thinking akan memiliki kemudahan dalam melakukan penalaran. Seorang pengajar hendaknya berupaya mengawasi dan merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memudahkan tercapainya tujuan tersebut guna menumbuhkan creative thinking peserta didik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris bagaimana pengaruh pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) terhadap mathematical creative thinking dilihat dari kemandirian belajar peserta didik di SMAN Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan design factorial 2×2 treatment by level. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang belajar dengan pembelajaran ATI memiliki mathematical creative thinking yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang belajar dengan pembelajaran konvensional dilihat dari kemandirian belajar yang mereka miliki. Berdasarkan hal tersebut, untuk meningkatkan mathematical creative thinking peserta didik maka pembelajaran ATI perlu diterapkan dalam proses pembelajaran matematika
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Tipe Make a match dengan Strategi Chalk and Talk
Mata pelajaran yang sulit dan kurang menarik. Hal tersebut juga dialami oleh mayoritas peserta didik, termasuk peserta didik kelas XI G-2 SMAN 15 Surabaya. Dari hasil observasi menggunakan angket minat memperoleh rata-rata mencapai 2.41 dengan kategori rendah. Hal tersebut mengakibatkan pembelajaran kurang maksimal dengan hasil belajar yang cukup rendah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika peserta didik kelas XI G-2 SMAN 15 Surabaya dengan menerapkan model pembelajaran tipe make a match dengan strategi chalk and talk. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah 36 peserta didik kelas XI G-2 SMAN 15 Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, pada pra tindakan, rata-rata minat belajar peserta didik mencapai 2.41 dengan kategori rendah. Pada siklus I, rata-rata minat belajar peserta didik mengalami peningkatan dengan mencapai 3.41 dengan kategori sangat baik. Pada siklus II, rata-rata minat belajar peserta didik mengalami peningkatan yang cukup baik dengan mencapai 4.08 kategori sangat baik. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran tipe make a match dengan strategi chalk and talk dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI G-2 SMAN 15 Surabaya
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended ditinjau dari Gaya Kognitif dan Gender
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal Open-Ended ditinjau dari gaya kognitif dan gender. Metode penelitian pada penelitian ini yaitu kulalitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Teknik pengambilan sampel yakni purposive sampling dengan subjek penelitian 4 siswa laki-laki bergaya kogntif FI, 4 siswa laki-laki bergaya kogntif FD, 4 siswa perempuan bergaya kognitif FI dan 4 siswa perempuan bergaya kognitif FD. Instrumen pada penelitian ini adalah Group Embedded Figures Test (GEFT), Soal Open-Ended dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dengan tringulasi data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan pada penelitian ini yakni, kemampuan berpikir kreatif matematis jika ditinjau dari gaya kognitif berbeda-beda, subjek bergaya kognitif field independent (FI) mempunyai kemampuan berpikir kreatif matematis yang lebih baik dibandingkan dengan subjek bergaya kognitif field dependent (FD). Selain gaya kognitif, jika ditinjau dari gender juga terdapat kemampuan berpikir kreatif matematis yang berbeda-beda, kemampuan subjek laki-laki dalam berpikir kreatif matematis lebih baik dari pada subjek perempuan
Pengembangan Kepraktisan Instrumen Penilaian Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Negeri Wirosaban
Permasalahan yang dialami guru dalam merancang proses penilaan adalah memberikan soal dengan kognitif yang masih rendah. Instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu perubahan penilaian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kepraktisan instrument penilaian berbasis keterampilan berpikir kritis pada muatan matematika materi bilangan desimal kelas IV SD Negeri Wirosaban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and development (R&D) dengan model Borg and Gall. Berdasarkan hasil validasi materi dinyatakan valid dan kelayakan sebesar 78%. Hasil validasi pakar instrument dinyatakan valid dan kelayakan mencapai angka 71,5%. Instrumen ini diuji coba ke siswa dan menunjukkan skor keseluruhan pada 15 siswa yaitu 88,18% dengan kategori sangat praktis. Hasil penelitian menunjukkan kepraktisan instrumen penilaian berbasis keterampilan berpikir kritis. Hasil pengembangan ini dapat digunakan siswa dan guru pada proses pembelajaran