Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Penerapan Model Problem Based Learning dan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas VII C SMPN 20 Malang yang dilaksanakan dalam siklus yang terus berulang hingga indikator keberhasilan tindakan tercapai. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes akhir siklus, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa masih ada indikator keberhasilan tindakan yang belum terpenuhi, sehingga perlu dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, persentase ketuntasan peserta didik mencapai 84% dengan nilai rata-rata 80,5, serta keterlibatan aktif peserta didik mencapai 90%. Temuan ini mengindikasikan bahwa indikator keberhasilan tindakan terpenuhi dan model PBL dengan pendekatan CRT terbukti dapat menjadi strategi yang baik dalam membangun pemahaman konsep matematika yang lebih bermakna, relevan, dan kontekstual bagi peserta didik

    Penerapan Model Problem-Based Learning berbantuan Strategi Example-NonExample untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa

    No full text
    Permasalahan rendahnya kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan tiga indikator utama PISA yakni memahami konteks, merumuskan masalah, dan menafsirkan hasil pada materi garis singgung lingkaran, menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Upaya yang pernah diterapkan seperti Problem-Based Learning (PBL), memang menunjukkan potensi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, namun belum sepenuhnya optimal karena sebagian siswa masih kesulitan memasuki tahap pemecahan masalah tanpa penguatan awal. Sementara itu, strategi Example–NonExample diketahui mampu memperjelas batasan konsep melalui penyajian contoh dan non-contoh, tetapi penggunaannya belum banyak diintegrasikan secara strategis untuk mendukung proses PBL maupun peningkatan literasi matematis. Dengan memadukan kedua pendekatan tersebut, pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh penguatan visual dan konseptual sebelum memasuki tahap investigasi masalah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas XI-7 SMAN 5 Jember melalui Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data diperoleh melalui tes literasi matematis, observasi, dan catatan lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada semua indikator literasi matematis, dengan rata-rata kenaikan 14% dari siklus I ke II serta pergeseran signifikan jumlah siswa ke kategori kemampuan tinggi. Temuan ini menampilkan bahwa integrasi PBL berbantuan Example–NonExample mampu mengoptimalkan pembelajaran kontekstual dan visual, sehingga efektif meningkatkan literasi matematis siswa. Kata kunci: Literasi matematika, Problem-based Learning, Example NonExampl

    Pengembangan Media Pembelajaran “KADARA” untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Disabilitas

    Full text link
    Anak-anak dengan disabilitas intelektual sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar, terutama keterampilan berhitung, karena keterbatasan dalam berpikir abstrak, memori kerja, dan pemrosesan informasi. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan akademik dan kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Solusi pembelajaran konvensional yang diterapkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) seringkali kurang responsif terhadap kebutuhan individual siswa, sehingga dibutuhkan inovasi media pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital bernama Kadara (Kalkulasi Adaptif Ramah Disabilitas), yang memanfaatkan teknologi deep learning untuk menyesuaikan tingkat kesulitan soal berhitung dan gaya penyajian materi secara real-time berdasarkan performa dan respons siswa. Penelitian ini juga menekankan keberlanjutan implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall. Yang menjadi sampel pada penellitian ini adalah anak disabilitas intelektual ringan dengan umur 12 -15 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan validasi ahli, respon guru, respon siswa, tes hasil belajar, serta observasi keterlibatan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran KADARA layak digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran numerasi bagi siswa dengan disabilitas intelektual. Secara keseluruhan, media KADARA terbukti dapat meningkatkan pengalaman belajar numerasi yang lebih interaktif dan menyenangka

    Pengaruh Self-Regulated Learning dan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa MTs Negeri Kota Jayapura

    Full text link
    Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika di MTs Negeri Kota Jayapura, sebuah madrasah di wilayah perbatasan, mencerminkan tantangan kompleks dalam pendidikan matematika di daerah khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar (self-regulated learning) dan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di MTs Negeri Kota Jayapura. Metode kuantitatif dengan desain survei cross-sectional diterapkan pada sampel 162 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes uraian, kemudian dianalisis dengan regresi linier. Hasil penelitian mengungkap temuan yang paradoksal: kemandirian belajar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, sementara gaya belajar visual terbukti menjadi prediktor positif terkuat dibandingkan gaya auditori dan kinestetik. Secara simultan, kombinasi variabel-variabel ini hanya menjelaskan 16.4% varians kemampuan pemecahan masalah, mengindikasikan dominannya faktor lain yang tidak terukur. Temuan ini menyoroti ketidakselarasan potensial antara konstruk kemandirian belajar generik dengan tuntutan spesifik pemecahan masalah matematika di konteks MTs Negeri Kota Jayapura. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pedagogis yang berfokus pada penguatan representasi visual dan pengembangan strategi pembelajaran yang kontekstual diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika di madrasah perbatasan

    Pengaruh Digital Technology Approach Berbantuan GeoGebra terhadap Literasi Matematis Siswa

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan strategi pembelajaran untuk menggunakan teknologi digital yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan literasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digital technology approach berbantuan GeoGebra terhadap literasi matematis siswa kelas X SMA Negeri 2 Siak Hulu. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Siak Hulu tahun pelajaran 2024/2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel kelas X.1 berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X.3 berjumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian dan pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan literasi matematis siswa menggunakan digital technology approach berbantuan GeoGebra dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh digital technology approach berbantuan GeoGebra terhadap literasi matematis siswa kelas X SMA Negeri 2 Siak Hulu

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) pada Materi Aritmetika Sosial Kelas VII SMP

    Full text link
    Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa, namun berbagai studi menunjukkan masih rendahnya capaian siswa Indonesia pada aspek ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru berbasis Education for Sustainable Development (ESD) pada materi aritmetika sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seluruh siswa kelas VII tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (26 dari 32 siswa) termasuk kategori rendah, hanya mampu mengidentifikasi unsur soal dan memahami pertanyaan, tetapi kesulitan merumuskan model matematis, menghitung, dan menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu membuat model dan perhitungan, namun kurang teliti, sedangkan siswa kategori tinggi dapat memenuhi seluruh indikator secara sistematis. Analisis konteks ESD memperlihatkan siswa lebih mudah menyelesaikan soal sosial (rata-rata 5,62) dibanding soal lingkungan (5,28) dan ekonomi (4,48). Dengan demikian, pembelajaran matematika perlu dikembangkan secara variatif, kontekstual, dan berbasis ESD agar siswa tidak hanya terampil berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, serta peka terhadap persoalan sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam kehidupan nyata

    Efektivitas Penggunaan Model Reciprocal Teaching pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang di SMP Negeri 2 Ranoyapo

    Full text link
    Matematika memainkan peran krusial dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis pada siswa. Namun, di SMP Negeri 2 Ranoyapo, proses pembelajaran masih didominasi oleh aktivitas guru, sementara siswa cenderung bersikap pasif. Hal ini mengakibatkan banyak siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Reciprocal Teaching dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, yang melibatkan dua kelas: kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar siswa, yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model Reciprocal Teaching memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 87, melebihi KKM yang ditetapkan sebesar 75, dan hasil uji N-Gain sebesar 0,88 menunjukkan efektivitas yang tinggi. Selain itu, tingkat kepuasan siswa terhadap penerapan model ini mencapai 86%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat menjadi alternatif yang baik dalam pembelajaran matematika

    Misconceptions on Decimal Number Counting Operations and Learning Solutions in Class V at UPT SDN Panyirapan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk miskonsepsi siswa pada pembelajaran bilangan desimal pada siswa kelas V UPT SDN Panyirapan Kecamatan Baros Kabupaten Serang serta solusi pembelajarannya. Metode pada penelitian ini yaitu analisis kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V UPT SDN Panyirapan yang berjumlah 15 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tulis, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian berupa siswa salah memahami konsep menentukan bilangan desimal diantara dua bilangan bulat, dan siswa salah memahami konsep pada penempatan koma, serta beberapa  siswa salah melakukan operasi penjumlahan bilangan desimal dan juga belum memahami konsep perkalian dan pembagian bilangan desimal. Penyebab miskonsepsi yaitu contoh soal kurang bervariasi sehingga generalisasi yang dilakukan menjadi keliru dan siswa belum memahami konsep dasar operasi hitung bilangan desimal terutama pada perkalian dan pembagian. Serta terdapat beberapa solusi yang didapatkan untuk mengatasi miskonsespi pada materi bilangan desimal

    Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar

    Full text link
    Dalam perkembangan abad ke-21, pembelajaran matematika mengharuskan peserta didik untuk dapat memahami dan menginterpretasikan konsep matematika dalam berbagai situasi. Kemampuan tersebut dinamakan kemampuan literasi matematis. Seseorang dengan kemampuan literasi matematis akan mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari secara matematis. Oleh karena itu, kemampuan literasi matematis penting untuk dikuasai oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literasi matematis, memahami pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan literasi matematis, serta mengetahui pengaruh interaksi model PBL dan gaya belajar terhadap kemampuan literasi matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental, dengan populasi seluruh peserta didik kelas VIII di SMPN 3 Kramatwatu. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling, dengan sampel terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Analisis data menggunakan uji ANOVA dua jalur (Two-Way ANOVA) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai signifikan sebesar 0,000 mengindikasikan adanya pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literasi matematis. 2) Nilai signifikan sebesar 0,614 menunjukkan bahwa gaya belajar (visual, auditorial, dan kinestetik) tidak berpengaruh terhadap kemampuan literasi matematis, dan 3) Nilai signifikan  sebesar 0,431 mengindikasikan bahwa tidak terdapat interaksi antara model Problem Based Learning (PBL) dan gaya belajar terhadap literasi matematis

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Transformasi Geometri dengan Konteks Tari Sekapur Sirih di Kerinci

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggabungkan etnomatematika dan tari sekapur sirih dalam pembelajaran transformasi geometri. Penelitian ini melibatkan 30 siswa dan 1 orang guru matematika yang mengajar di kelas X di MAN 1 Kerinci, yang dipilih berdasarkan relevansi materi yang diajarkan, yaitu transformasi geometri. Data dianalisis dengan cara deskriptif, membandingkan hasil pretes dan postes untuk melihat perubahan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, hasil observasi dan wawancara digunakan untuk mendukung temuan dari tes dan memberikan gambaran lebih lengkap tentang efektivitas pembelajaran ini. hasil dari penelitian yang di lakukan dengan hanya melakukan 1 siklus, sudah mendapatkan hasil yang baik, ini di buktikan dengan data yang di peroleh selama penelitian dilakukan sehingga tidak perlu melakukan siklus ke 2, karena hasil dari siklus 1 dinyatakan sudah cukup baik karena siswa sudah mendaptkan nilai sesuai dengan kualifikasi nilai kemampuan berpikir kritis matematis. Siswa mendapatkan nilai yang baik di pengaruhi beberapa faktor yaitu, siswa sudah mempelajari terlebih dahulu materi transformasi geometri pada pertemuan sebelumya, siswa mendapatkan penjelasan dengan modul ajar yang di berikan, siswa melakukan latihan soal dari LKPD yang di berikan, dan di dalam LKPD tersebut sudah di cantumkan soal matematika dengan konteks tari sekapur sirih di dalamnya, siswa di perlihatkan gambar tarian sekapur sirih dengan koordinat kartesius sehingga itu mempermudah siswa mengerjakan soal yang di berikan. Penelitian di lakukan berdasarkan data yang sudah di temukan sebelumnya dengan konteks tari sekapur sirih dengan judul “Aktivitas Etnomatematika pada Tari Sekapur Sirih di Kerinci”

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇