Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul dengan Model Kooperatif Berbasis Aplikasi Canva Menggunakan Pendekatan Open-Ended Bagi Siswa SMK
Pergeseran dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka mengharuskan para guru untuk menunjukkan kreativitas yang lebih besar dalam memberikan pengajaran. Tidak adanya inovasi dalam pendidikan menyebabkan siswa kurang memahami, dan hanya mengandalkan materi pembelajaran dari satu sumber saja akan membatasi keragaman pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat e-modul bagi kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan. E-Modul ini akan dikembangkan dengan menggunakan model kooperatif yang bersifat terbuka dan berbasis aplikasi Canva. Peneliti melakukan penilaian terhadap e-modul ini untuk mengevaluasi validitas dan kepraktisannya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Studi ini menggunakan paradigma pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap berbeda: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Profesional mengotentikasi produk akhir. Metode validasinya melibatkan pakar pendidikan matematika seperti guru besar dan instruktur dari SMK tempat penelitian dilakukan. Selain itu, ahli media yang juga merupakan dosen pendidikan matematika juga dilibatkan dalam proses validasi. Selanjutnya, proses validasi juga melibatkan ahli angket respon siswa yang juga merupakan dosen pendidikan matematika. Validasi ahli menghasilkan penilaian validitas yang tinggi, dengan kategori 93% ahli materi, 90% ahli media, dan 95% ahli angket respon siswa sangat valid. Sementara itu, angket respon siswa menghasilkan persentase nilai 97%, yang menunjukkan tingkat validitas yang tinggi. Hasil validasi dan survei respon siswa menunjukkan bahwa e-modul yang dihasilkan layak dan praktis untuk keperluan pembelajara
Penerapan Problem-Based Learning dan Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Materi Segi Empat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII
Pada pembelajaran matematika kegiatan belajar lebih berpusat pada guru dan latihan soal di buku LKS sehingga sebagian peserta didik tidak paham secara konsep dan aplikasi materi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan observasi pada peserta didik kelas 7H di SMPN 2 Pamekasan, menunjukkan sebanyak 80% peserta didik mengatakan bahwa pembelajaran matematika cenderung membosankan terutama materi segi empat yang sedang dipelajari, karena hanya terpacu pada gambar bangun datar beserta dengan rumus luas dan kelilingnya. Hal tersebut mengakibatkan peserta didik tidak berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan Problem-Based Learning dan pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk mendorong peserta didik berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran melalui permasalahan di kehidupan sehari-hari dengan mempertimbangkan latar belakang budaya. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui hasil tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem-Based Learning dan pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Persentase ketuntasan dari pra siklus, siklus I, dan siklus II meningkat dari 40.63% menjadi 56.25% hingga 71.87% di siklus II. Aktivitas belajar siswa dinyatakan cukup aktif di siklus I dan meningkat dengan kriteria aktif di siklus II. Problem-Based Learning dan pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat digunakan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar peserta didik
Pengembangan LKPD Berbasis Discovery learning Konten Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Fase-D
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis discovery learning konten luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar guna memfasilitasi KPMM. KPMM sebagai kemampuan dasar yang penting pada proses pembelajaran terutama dalam mencari selesaian persoalan matematis maupun dalam keseharian peserta didik. Akan tetapi, bahan ajar yang mampu memfasilitasi KPMM masih sangat minim, akibatnya sangat butuh mengembangkan suatu bahan ajar, satu diantaranya LKPD. Model pengembangan yang dimanfaatkan adalah adptasi Thiangarajan atau 4-D “Define, Design, Develop, Disseminate” yang berguna menciptakan LKPD yang valid dan praktis. Subjek pengujian yang terlibat dalam penelitian ini yakni peserta didik SMPN 19 Pekanbaru kelas VIII. Instrumen penelitian yang dimanfaatkan adalah lembar validasi, wawancara, angket respon peserta didik, dan observasi. Kevalidan LKPD didapat melalui proses validasi untuk menilai aspek tampilan LKPD, isi/materi, kesesuaian dengan discovery learning, KPMM, syarat teknis, konstruksi, dan didaktis. Sementara itu, kepraktisan didapat dari ujicoba untuk mengevaluasi aspek tampilan, isi/materi, dan kemudahan penggunaan LKPD. Analisis data dilaksanakan terhadap hasil validasi dan angket respon peserta didik. Temuan analisis memperlihatkan bahwa LKPD mempunyai validitas 90,71% dan tergolong “sangat valid”. Uji coba kelompok kecil dan besar juga memperlihatkan kepraktisan LKPD dengan persentase 87,51% dan 87,34%, yang tergolong “praktis”. Analisis data memperlihatkan bahwa LKPD yang diciptakan sudah mencapai standar validitas dan praktikalitas, sehingga memenuhi syarat untuk dimanfaatkan dalam aktivitas belajar mengajar
Pengembangan Instrumen Numerasi pada Sub Domain Aljabar dengan Konteks Sosial Budaya Banten untuk Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen numerasi pada sub domain aljabar dengan konteks sosial budaya banten untuk siswa SMA yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dengan menggunakan analisis sistematis melalui uji daya pembeda dan indeks kesukaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Wilson serta model Oriondo dan Antonio. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, lembar validasi dari ahli, angket, dan tes numerasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) menurut para ahli, instrumen literasi numerasi yang dikembangkan layak digunakan; 2) uji keterbacaan menempatkan instrumen dalam kategori "baik"; 3) uji validitas menyatakan instrumen ini valid; 4) instrumen ini memiliki reliabilitas dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar ri>rtabel 5) daya pembeda instrumen dinilai baik dan dapat digunakan tanpa revisi; 6) indeks kesukaran butir soal rata-rata berada pada tingkat sedang. Dengan demikian, instrumen yang dihasilkan layak digunakan untuk mengukur numerasi siswa di SMA
Pengembangan LKPD Berbasis Project Based Learning (PJBL)Materi Bangun Ruang Sisi Datar untuk Siswa Kelas VIII
Tujuan dari penelitian ini adalah LKPD Matematika berbasis PjBL dengan materi konstruksi ruang sisi datar yang valid, praktis, dan berhasil. PjBL LKPD peneliti terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: pertama, mengumpulkan semua bahan dan alat yang diperlukan untuk proyek; kedua, membuat garis waktu yang menguraikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah; keempat, mencatat kemajuan dengan menempelkan jaring (digunakan untuk membuat ruang sisi datar origami) ke dalam kolom yang ditentukan; kelima, evaluasi hasil melalui presentasi kelas; dan terakhir, melakukan evaluasi berdasarkan jawaban pertanyaan terkait materi. Metode penelitian menggunakan paradigma ADDIE yang merupakan singkatan dari “Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation,” dalam konteks penelitian pengembangan (R&D). Survei respon siswa, penilaian hasil pembelajaran, dan survei ahli media dan konten semuanya berperan dalam memvalidasi prosedur pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD (PjBL) merupakan alat pembelajaran yang valid, sangat praktis, dan sangat berhasil karena sifat-sifat tersebut
Analisis Analisis Kemampuan Penalaran Adaptif Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal HOTS Berdasarkan Gaya Kognitif dan Kecerdasan Emosional
Penalaran adaptif merupakan proses berpikir secara logis yang mana menghubungkan konsep dan situasi dalam memberikan alasan dan memeriksa suatu argumen. Gaya kognitif dan kecerdasan emosional akan mempengaruhi siswa dalam memahami permasalahan. Banyak siswa yang menggunakan penalaran hafalan dan kesulitan menemukan pola dan kesimpulan berdasarkan soal yang diberikan, terutama dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran adaptif peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan gaya kognitif dan kecerdasan emosional. Indikator penalaran adaptif yang digunakan yaitu menyusun dugaan, memeriksa argumen dari soal yang diberikan, memberikan jawaban dengan menemukan model matematis, dan memeriksa jawaban dengan penarikan kesimpulan berdasarkan penyelesaian soal yang diberikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua kelompok peserta didik dengan gaya kognitif field dependent (FD) dan field independent (FI) dimana masing-masing terdiri dari dua peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan dua kecerdasan emosional rendah dari kelas VIII MTsN 6 Ponorogo. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes penalaran adaptif dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi relatif dapat memahami konteks soal dengan baik sehingga dapat merencanakan dalam menyelesaikan soal. Sedangkan peserta didik dengan tingkat kecerdasan emosional rendah relatif belum memahami konteks dengan baik, sehingga belum merencanakan dalam menyelesaikan soal dengan perhitungan yang tepat atas soal yang diberikan
Analisis Cluster Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Nias
Data adalah informasi yang akurat dan asli yang dapat menjadi landasan penelitian atau informasi lainnya. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, Pertama, data harus diproses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengolah data mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Nias dengan salah satu metode clustering yakni K-Means Cluster Method. Data primer dari responden dikumpulkan secara langsung dengan menggunakan kuesioner dan digunakan dalam penelitian ini dan kemudian diolah dengan IBM SPSS Statistic 26. Hasil pengolahan dalam penerapan metode cluster analysis menghasilkan 4 cluster dengan jumlah tiap anggota cluster ialah Data mahasiswa tersedia 45 mahasiswa di cluster 1, 29 mahasiswa di cluster 2, 65 mahasiswa di cluster 3, dan 64 mahasiswa di cluster 4. Mahasiswa semester 8 Jika dibandingkan dengan mahasiswa semester sebelumnya, mereka semua berada dalam satu cluster yang sama. Hal ini disebabkan pengaruh jumlah SKS yang diambil. Mahasiswa dengan IPK yang tinggi masuk ke Cluster 2 dengan rata-rata 3.37. Mahasiswa dengan IPK yang sedang masuk ke Cluster 4 dengan rata-rata 3.27, Mahasiswa dengan IPK yang rendah masuk ke Cluster 1 dengan rata-rata 2.98, dan Mahasiswa dengan IPK Yang terendah termasuk dalam Cluster 3 dengan rata-rata 2,93. Cluster yang terbentuk dikatakan baik dimana cluster memiliki perbedaan signifikan dibuktikan dengan nilai uji ANOVA signifikan < 0.05 dan faktor-faktor yang, pada gilirannya, mempunyai dampak terbesar terhadap pembentukan klaster dilihat dari nilai F adalah Jumlah SKS, IPS, Semester, Beasiswa, IPK, Usia, Kabupaten, Tempat Tinggal, Memiliki Laptop, Memiliki Kendaraan, Pendapatan Orangtua, Rata-rata durasi belajar dan yang terakhir Asal Sekolah
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Mazo
Penelitian ini dimulai karena ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan mengkomunikasikan ide matematika di kelas matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran problem pose diterapkan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 1 Mazo. Siswa SMP Negeri 1 Mazo kelas VIII semester I tahun ajaran 2023–2024. Siswa dibagi menjadi dua kelompok: kelas kontrol (VIII–2, dengan 20 siswa) dan kelas eksperimen (VIII–1, dengan 20 siswa). Tes kemampuan komunikasi matematika bergaya esai digunakan sebagai instrumen penelitian. Ujian tersebut dievaluasi secara teoritis sebelum versi final diujikan di SMP Negeri 4 Mazo untuk menjamin keabsahannya. Hasil uji hipotesis dengan thitung = 3,197 dan ttabel = 1,655 menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem pose mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Karena thitung (3,197) lebih besar dari ttabel (1,655), maka hipotesis alternatif yang menyatakan penerapan model pembelajaran problem pose berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa diterima
Analisis Pembelajaran Matematika dengan Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui modul ajar ajar matematika dengan mengimplementasian kurikulum merdeka di SMP Negeri 22 Medan; 2) Mengetahui proses pembelajaran matematika dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka di SMP Negeri 22 Medan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang lebih menekankan analisa atau deskritif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang Guru matematika dan siswa kelas VII SMP Negeri 22 Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Bahwa pada aspek perencanaan pembelajaran, yaitu modul ajar yang dikembangkan oleh Guru matematika pertama di SMP Negeri 22 Medan sudah sesuai dengan modul ajar berdasarkan kurikulum merdeka dengan persentase sebesar 69,27% pada kategori cukup baik. Sedangkan modul ajar yang dikembangkan oleh guru matematika kedua di SMP Negeri 22 Medan sudah sesuai dengan modul ajar berdasarkan kurikulum merdeka dengan persentase sebesar 82,81% pada kategori baik; 2) Pada aspek pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru matematika pertama SMP Negeri 22 Medan sudah sesuai dengan modul ajar yang dikembangkan dengan persentase sebesar 58,59% pada kategori cukup baik. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru matematika kedua SMP Negeri 22 Medan sudah sesuai dengan modul ajar yang dikembangkan dengan persentase sebesar 77,34% pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka sudah terlaksana dengan baik
Efektifitas Pembelajaran Remedial dalam Pembelajaran Matematika
Tujuanidari penelitiani inii adalahi untuk memecahkan masalah dani mencari solusi dalami pembelajarani matematika serta memaksimalkan waktu yang dimiliki oleh guru disamping harus menyelesaikan administrasi yang ada disekolah dan juga keterbatasan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang sudah ada. Penelitiani inii merupakani penelitiani kuantitatif. Sedangkan untuk metodei yangi digunakani adalahi experimen. Teknik Sampling dalam penelitiani inii menggunakan Purposive Sampling. iPenelitian inii dilaksanakani di SMP Budaya Bandar Lampung. sedangkan Populasi yang digunakan meliputi semua siswa yang ada di kelas VII SMP Budaya Bandar Lampung sebanyak 79 siswa dan terdirii darii 3 kelasi, untuk Sampeli yangi digunakani dalami penelitiani ini sebanyak 35 siswai yangi terdirii darii 2 kelasi. Tekniki Pengumpulani datai dalami penelitiani inii meliputi: Tes Soal Essay, Wawancara dani Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji T-Test (Independent sample T-test). Hasil penelitiani ini imenunjukan bahwai nilai sig.<0,000, maka dapat disimpulkan adai perbedaani yang signifikani antarai pembelajarani yangi menggunakani metodei remediali dan pembelajarani yang menggunakani metodei konvensionali dalami pembelajaran matematik