Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengaruh Problem Based Learning berbantuan Scaffolding terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self-Concept Peserta Didik
Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis dan self-concept di SMPN 14 Kota serang serta penggunaan model pembelajaran yang digunakan pendidik yang masih kurang efektif menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan self-concept antara peserta didik yang mendapatkan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding dengan peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori serta mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara peserta didik yang mendapatkan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding lebih baik dengan peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori. Metode eksperimen semu (Quasi Experiment) yang digunakan pada penelitian ini. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMPN 14 Kota Serang Tahun ajar 2023/2024 dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Adapun instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tes (soal uraian) dan non tes (angket self-concept). Hasil analisis data diperoleh: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding dengan peserta didik menggunakan model ekspositori. (2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara peserta didik yang mendapatkan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding lebih baik daripada peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori. (3) Terdapat perbedaan self-concept peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding dengan peserta didik menggunakan model ekspositori
Pengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Solusi Masalah Matematika Melalui Problem Based Learning
Matematika memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia, tetapi dengan kemajuan IPTEK dan tuntutan era digital, paradigma pembelajaran matematika harus disesuaikan dengan kebutuhan abad ke-21. Studi ini juga mengkaji keterlibatan siswa dan guru selama instruksi LKS berbasis PBM. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan konteks lokal dan kurikulum. Peningkatan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematika melalui PBL dengan metodologi R&D, dengan memanfaatkan model 4-D, penelitian ini berfokus pada tahap pengembangan. Pengambilan sampel melibatkan satu kelas kelas 11 di SMA N 1 Mamasa selama tahun akademik 2023/2024, menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan melalui pendekatan PBM dianggap valid dan cocok untuk penilaian. Uji kelayakan menunjukkan tingkat implementasi sebesar 81,67%, dengan respon siswa secara keseluruhan sangat baik. Selain itu, penilaian efektivitas menunjukkan bahwa 73% siswa memenuhi kriteria kecakapan dalam berpikir kritis, sementara 84,85% memenuhi kriteria dalam keterampilan pemecahan masalah. Temuan ini menguatkan efektivitas LKS berbasis PBM dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa dalam matematika. Studi ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan pendekatan PBM ke dalam pendidikan matematika untuk meningkatkan perkembangan kognitif
Implikasi Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Pendekatan Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa
Pemahaman konsep matematis menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki siswa dalam bermatematika. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi literatur, metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian adalah menggunakan tinjauan literatur dari banyak sumber dengan menggunakan Systematic Literaure Review (SLR). Melakukan analisis secara tersruktur melalui berbagai artikel yang di akses melalui Publish or Perish 8. Hasil penelitian yang diperoleh, model pembelaran project-based learning dan penekatan inquiry terbukti lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis. Pembelajaran yang berpusat kepada siswa memberikan ruang bagi siswa untuk bisa mengeksplore lebih jauh kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan model pembelajaran project-based learning dengan penekatan inquiry memiliki keterkaitan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Indikator yang dimiliki antara keduanya mengantarkan siswa mendapatkan pemahaman konsep lebih maksimal dibandingkan dengan pembelajaran lainnya yang masih berpusat pada guru. Model pembelajaran project-based learning dapat meningkatkan penalaran siswa dengan bisa berpikir kreatif secara mandiri untuk menghasilkan suatu hasil karya yang nyata. Pendekatan inquiry merupakan pendekatan pembelajarannya yang berpusat pada siswa untuk bisa berpikir secara mandiri memecahkan suatu persolan dengan konsep yang dimiliki. Siswa dapat dikatakan memiliki pemahaman konsep matematis saat sudah mampu mengidentifikasi, memahami, serta menerapkan secara langsung ide matematis terhadap suatu persoalan yang diberikan. Pemahaman konsep matematis dapat dicapai secara maksimal saat semua indikatornya terpenuhi
Analisis Kemampuan Berpikir Analitis Mahasiswa dalam Mengerjakan Soal Teori Bilangan
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan deskripsi profil kemampuan berpikir analitis mahasiswa ketika menyelesaikan soal teori bilangan. Penelitian yang berjenis studi kasus ini mendalami kemampuan berpikir analitis mahasiswa ketika menyelesaikan soal teori bilangan. Penelitian ini mengambil subjek mahasiswa semester 3 yang telah mengikuti perkuliahan teori bilangan pada Program Studi Pendidikan Matematika. Lokasi penelitian adalah Universitas Widya Dharma yang berada di Kabupaten Klaten. Metode tes dan wawancara merupakan metode pengampilan data penelitian ini. Penelitian ini menggunakan peneliti sebagai instrumen utama, tes kemampuan berpikir analitis sebagai dan pedoman wawancara sebagai instrumen bantu. Data profil kemampuan berpikir analisis mahasiswa ketika menyelesaikan soal teori bilangan supaya valid dalam penelitian diperoleh melalui teknik triangulasi. Tiga tahap analisis data penelitian ini adalah kondensasi data, dilanjutkan dengan menyajian data, dan yang terakhir menentukan kesimpulan untuk profil kemampuan berpikir analitis mahasiswa ketika menyelesaikan soal teori bilangan (Miles et al., 2014). Penelitian ini mempunyai tiga hasil berikut: (1) dalam mengerjakan soal kekonruenan modulo mahasiswa menulis ulang soal, tidak menuliskan materi yang relevan, tidak menuliskan strategi, dan kurang teliti; (2) dalam megerjakan soal keterbagian, mahasiswa menulis ulang soal, tidak menuliskan materi yang relevan, tidak menuliskan strategi, dan pembuktian salah; (3) dalam mengerjakan soal induksi matematika, mahasiswa menulis ulang soal, tidak menuliskan materi yang relevan, tidak menuliskan strategi, serta kurang teliti dan tidak menulis kesimpulan
Eksplorasi Etnomatematika Pada Kue Adat Tamo Kabupaten Kepulauan Sangihe
Budaya merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia, termasuk pengetahuan, cara berpakaian, cara bicara, adat-istiadat dan kebiasaan yang dilakukan. Sehingga, budaya memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan. Bisop (1991) mengatakan bahwa matematika ialah suatu wujud budaya. Hal inilah yang menghubungkan antara matematika dengan budaya yang disebut sebagai Etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep program linear pada pembuatan kue adat Tamo serta mengetahui makna dari kue adat Tamo Kabupaten Kepulauan Sangihe. Program linear adalah metode matematika yang berfokus pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan optimasi linear atau penentuan dari nilai maksimum dan nilai minimum. Dari definisi program linear ini, maka dapat dilihat bahwa metode matematika ini tepat digunakan dalam proses pembuatan kue adat Tamo asal Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tabukan Selatan dengan mengambil 5 orang, diantaranya 2 orang pelaku adat, 2 orang pembuat kue Tamo, dan 1 orang guru matematika sebagai pemberi informasi dalam wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat penggunaan konsep program linear dalam pembuatan kue adat Tamo yang belum diketahui oleh para pembuat Tamo. Konsep ini bertujuan untuk memberikan optimasi bahan dalam proses pembuatan kue adat Tamo agar terpakai secara maksmial sesuai dengan kondisi atau ukuran tekahe (cetakan) jika hendak dilakukan pembuatan kue adat yang lebih besar dari ukuran yang biasanya. Proses pembuatan kue adat Tamo dapat digunakan sebagai gambaran dalam soal cerita matematika yang kemudian akan dimodelkan kedalam bentuk matematika sebagai Langkah pemecahan masalah menggunakan konsep program linear
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Distribusi Peluang Binomial Berdasarkan Gaya Belajar
Kemampuan numerisasi penting dimiliki siswa agar dapat menyelesaikan permasalahan atau pemecahan masalah dengan baik. Kemampuan numerisasi memberikan kemampuan pada anak berpikir logis dan sistematis dalam mengambil keputusan. Artinya jika seseorang yang memiliki kemampuan numerik maka akan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemampuan numerisasi dalam menyelesaikan masalah distribusi peluang binomial pada siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII yang dipilih berdasarkan gaya belajar yang dimiliki. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket penelitian. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa dengan gaya belajat visual memiliki kemampuan numerik yang baik dalam hal perhitungan sistematis, berpikir logis, mengkoordinasikan, serat kemampuan mengindeitifikasi pola. Siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan untuk berpikir logis tetapi masih kurang dalam perhitungan secara matematis. Siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan numerik yang baik namun memiliki kelemahan pada kemampuan mengidentifikasi pola-pola yang ada pokok permasalahan
Kemampuan Spasial Siswa pada Model Pembelajaran Van Hiele Berbantuan Media Virtual Ditinjau dari Self-Efficacy
Tujuan penelitian: (1) menguji efektivitas model pembelajaran Van Hiele berbantuan media virtual terhadap kemampuan spasial siswa. (2) menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan spasial siswa, dan (3) mendeskripsikan kemampuan spasial siswa ditinjau dari self-efficacy. Metode penelitian ini adalah mixed method menggunakan sequential explanatory design, yaitu menganalisis hasil kuantitatif kemudian diperdalam melalui analisis kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui angket self-efficacy, tes kemampuan spasial awal, dan hasil post-test kemampuan spasial siswa. Pemilihan sampel pada penelitian kuantitatif menggunakan teknik random sampling dengan memilih 2 kelas (eksperimen dan kontrol), kemudian dianalisis menggunakan uji t, uji z, dan regresi. Pada penelitian kualitatif, pemilihan subjek penelitian dilaksanakan berdasarkan hasil analisis angket self-efficacy dengan memilih masing-masing 2 siswa kategori self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini adalah: (1) model pembelajaran Van Hiele berbantuan media virtual efektif terhadap kemampuan spasial siswa, dengan memenuhi kriteria kentuntasan klasikal. (2) self-efficacy siswa berpengaruh terhadap kemampuan spasial siswa, (3) diperoleh deskripsi mengenai kemampuan spasial siswa pada berbagai tingkat, yaitu siswa dengan self-efficacy tinggi cenderung memiliki tingkat kemampuan spasial tinggi pula, begitupun sebaliknya
Efektifitas LKPD Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Terintegrasi Nilai Keislaman dalam Memfasilitasi Kemampuan Komunikasi Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan LKPD Matematika berbasis penemuan terbimbing terintegrasi nilai keislaman dalam memfasilitasi kemampuan komunikasi matematis Peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah design one group pretest-posttest design. Tekhnik yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan kriteria tertentu. Berdasarkan hasil analisis terhadap hasil uji keefektifan yang diberikan kepada Peserta didik diketahui bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki keefektifan dengan hasil analisis hasil uji One Way ANOVA dengan signifikansi 5% menyatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Perolehan rata-rata nilai posttest yang paling signifikan adalah sebesar 4,003
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME)
Aktivitas merupakan bagian penting dari proses pembelajaran matematika. Aktivitas belajar siswa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajarnya. Aktivitas diperlukan untuk terjadinya proses pembelajaran. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui pembelajaran realistic mathematics education (RME). Jenis penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian siklus pertama dan kedua menunjukkan bahwasanya terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa. Kenaikan aktivitas siswa diantaranya aktivitas menjawab pertanyaan pada siklus pertama dengan persentase 33,33% pada siklus kedua mengalami kenaikan menjadi 60%, aktivitas mengajukan pertanyaan pada siklus pertama 46,67% menjadi 63,33% pada siklus kedua, aktivitas menyampaikan pendapat pada siklus pertama 33,33% menjadi 56,67% pada siklus kedua, serta untuk aktivitas mengerjakan tugas pada siklus pertama sebesar 83,33% dan mengalami kenaikan menjadi 96,67% pada siklus kedua. Penerapan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII.5 SMP Negeri 3 Surakarta, hal ini dapat diketahui dengan melihat proses pembelajaran dan hasil evaluasi
Implementasi Permainan Tic-Tac-Toe sebagai Konteks Pembelajaran Matematika pada Materi Keliling Bangun Datar dalam Menanamkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar
Matematika sangat berperan penting bagi kehidupan. Dengan begitu peserta didik memerlukan pembelajaran matematika di sekolah sebagai bekal kehidupan peserta didik. Namun, permasalahan terkait rendahnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematis berdampak bagi pemahaman peserta didik dalam materi matematika. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menanamkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi keliling bangun datar melalui permainan Tic-Tac-Toe yang diadaptasi dari papan geoboard dengan berdasarkan pada pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Lokasi penelitian ini terletak di salah satu sekolah dasar negeri di Jakarta Timur dengan subjek penelitian sebanyak 29 peserta didik kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa permainan Tic-Tac-Toe dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah yaitu menentukan keliling bangun datar serta peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Media permainan Tic-Tac-Toe dapat dijadikan salah satu konteks dalam mengajarkan konsep keliling bangun datar kepada peserta didik sekolah dasar