Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Kemampuan Literasi Matematika Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Ditinjau Dari Gaya Belajar

    Get PDF
    Literasi matematika merupakan kemampuan yang harus dimiliki di abad ke-21 ini, hal tersebut didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Asesmen Nasional yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal AKM ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dengan mengambil sampel sebanyak 3 siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan gaya belajar dominan. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instumen angket gaya belajar, tes soal AKM, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah subjek dengan gaya belajar dominan visual memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, representasi, dan memilih strategi untuk memecahkan masalah. Subjek dengan gaya belajar dominan auditorial memenuhi indikator komunikasi, representasi, penalaran dan argumen, dan memilih strategi untuk memecahkan masalah. Selanjutnya, subjek dengan gaya belajar dominan kinestetik hanya memenuhi indikator komunikasi.&nbsp

    Kemampuan Koneksi Matematis dalam Menyelesaian Soal Cerita Transformasi Geometri Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Kelas XI SMA Batik 2 Surakarta

    Get PDF
    Konsep yang ada pada matematika bukan saja dikaitkan dengan kemampuan koneksi matematis, namun pada ilmu di bidang lain dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menemukan bahwa siswa belum terampil dalam hal tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya keterkaitan gaya kognitif siswa dengan kemampuan koneksi matematis diharapkan siswa mampu menyelesaikan soal cerita materi transformasi geometri. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis pada siswa kelas XI dengan gaya kognitif FD dan FI dalam menyelesaian soal cerita materi transformasi geometri. Metode yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif pada penelitian ini maka subjek yang digunakan peneliti berjumlah empat orang siswa kelas XI MIPA 2, yang mana dua siswa diantaranya bergaya kognitif FI serta dua siswanya lagi bergaya kognitif FD. Penelitian ini menghasilkan kemampuan koneksi matematis yang dimiliki siswa FI terlihat unggul dibanding siswa FD.  Siswa FAD dengan gaya kognitif field dependent dapat memenuhi indikator mengkoneksikan antar konsep pada materi transformasi geometri dengan topik matematika lainnya, indikator mengkoneksikan antar konsep topik mengenai transformasi geometri yang dipenuhi oleh siswa RA dengan materi matematika yang lain serta menghubungkan konsep materi transformasi geometri dengan bidang ilmu lain. Sedangkan indikator mengkoneksikan antar konsep pada materi transformasi geometri dengan materi matematika yang lain dapat dipenuhi oleh siswa EDA dengan gaya kognitif field independent dan siswa PPH berkemampuan baik dalam memenuhi tiga indikator kemampuan koneksi matematis

    Kemampuan Pemecahan Masalah pada Soal Cerita Materi Aljabar Berdasarkan Teori Polya Kelas VII Di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita dalam bentuk aljabar. Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan menggunakan metode polya pada konten aljabar. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengambilan 6 subjek kelas VII SMP N 2 Surakarta. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data melalui tes tertulis wawancara. Dalam pemecahan masalah soal cerita bentuk aljabar menggunakan langkah-langkah polya mendapatkan hasil bahwa (1) Memahami masalah yaitu siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah sudah mampu memahami masalah. (2) Merencanakan penyelesaian soal yaitu siswa dengan kemampuan tinggi dan sedang sudah mampu merencanakan penyelesaian soal. Siswa dengan kemampuan rendah belum mampu untuk merencanakan penyelesaian soal. (3) Menyelesaikan soal yaitu siswa dengan kemampuan tinggi dan sedang sudah mampu menyelesaikan soal. Siswa dengan kemampuan rendah belum mampu menyelesaikan soal dengan baik. (4) Melihat kembali yaitu siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah belum mampu melihat kembali hasil

    Efektivitas PjBL terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas VII Pada Materi Bangun Ruang Bola di SMP Negeri 2 Pagaralam Tahun Pelajaran 2022/2023

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran proyek pada siswa kelas VII terkait materi bangun ruang bola. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi siswa kelas VII dengan mengambil sampel acak dari tiga kelas yang berfungsi sebagai kelas uji coba instrumen, kontrol, dan eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi dan tes siswa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) mencatat prestasi yang lebih baik, dengan nilai 92,78 dari tugas proyek pembuktian rumus luas permukaan bola menggunakan satu buah jeruk, dibandingkan dengan nilai 80,31 dari metode konvensional. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 80,31 menjadi 92,78 pada hasil post-test. Ini menunjukkan bahwa model berbasis proyek efektif meningkatkan nilai siswa setelah tugas proyek dilakukan. Oleh karena itu, model ini dinilai valid dan efektif dalam proses pembelajaran, sehingga disarankan agar guru menggunakannya untuk membantu siswa memahami materi melalui proyek yang mereka kerjakan. Proyek yang dirancang oleh peneliti ini layak digunakan untuk meningkatkan nilai siswa, karena hasil uji pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan nilai yang signifikan. Temuan ini menegaskan pengaruh positif model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terhadap prestasi siswa kelas VII dalam materi bangun ruang bola di SMP Negeri 2 Pagaralam pada tahun ajaran 2022/2023

    Kurikulum Matematika Sekolah di Australia: Suatu Perbandingan dengan Indonesia

    Get PDF
    Perbandingan pendidikan menjadi salah satu cara untuk mengambil praktik baik dari negara lain untuk diterapkan di Indonesia. Australia sebagai salah satu negara dengan kualitas pendidikan terbaik dunia menjadi negara yang pantas untuk digali lebih lanjut. Metode dalam penelitian ini adalah literature review untuk studi komparatif kedua negara. Berdasarkan studi komparatif yang dilaksanakan ditemukan bahwa terdapat beberapa perbedaan dalam kurikulum matematika Indonesia dan Australia. Kurikulum Australia disusun dalam Australian Curriculum, Assessment and Reporting Authority (ACARA) dan Indonesia sedang dalam masa peralihan dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka Belajar. Secara umum materi pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar dari kedua negara yaitu bilangan, aljabar, pengukuran, ruang, statistik, dan peluang. Perbedaannya adalah pada struktur kurikulum serta cakupan konten dari masing-masing materi, kedalaman, dan pengalaman belajar. Di antara kelebihan kurikulum Australia yang dapat ditauladani oleh Indonesia adalah pada aspek memenuhi kebutuhan peserta didik dengan pengalaman yang relevan, kontemporer dan menarik. Selanjutnya juga pada aspek sajiannya yang lebih lengkap karena diperkaya melalui pengembangan konten yang dipertimbangkan dan terfokus secara alami, serta menawarkan kesempatan untuk menambah kedalaman dan keluasan pembelajaran dalam elaborasi konten

    Penerapan Pendekatan Matematika Realistik Berbantuan Media Tangram dalam Pembelajaran Matematika Materi Kekongruenan dan Kesebangunan (Penelitian Eksperimen di SMP Negeri 6 Tondano)

    Get PDF
    Pembelajaran yang menerapkan pendekatan dan media pembelajaran yang tidak sesuai akan mengakibatkan rata-rata hasil belajar siswa rendah. Oleh karena itu, dengan melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik berbantuan Media Tangram dalam pembelajaran matematika materi kekongruenan dan kesebangunan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experiment. Populasi yang diambil adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 6 Tondano tahun pelajaran 2023/2024 yang terdiri dari dua kelas dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX A berjumlah 20 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IX B yang berjumlah 20 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes essay yang digunakan untuk pengumpulan data dan uji-t untuk mengetahui rata-rata dua kelompok untuk menganalisis data. Dari analisis data yang sudah dilakukan, diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang di ajar dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik berbantuan Media Tangram lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menerapkan Pendekatan Matematika Realistik berbantuan Media Tangram

    Efektivitas Model Problem-Based Learning Terhadap Berpikir Kritis dengan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Peserta Didik SMKN 1 Cerme

    Get PDF
    Model pembelajaran menggunakan problem-based learning menjadi salah satu cara yang diterapkan oleh pengajar untuk dapat mempengaruhi kemampuan berpikir siswa. Dalam menerapkan problem-based learning, terdapat pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan sehingga setiap anak dapat memperoleh pengajaran sesuai kemampuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas model pembelajaran problem-based learning terhadap keterampilan berpikir kritis dengan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik SMKN 1 Cerme. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan paired t-test untuk dapat menguji efektivitas antara problem-based learning terhadap berpikir kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas antara problem-based learning terhadap berpikir kritis menggunakan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik SMKN 1 Cerme pada kelompok “mahir”, “siap”, dan “berkembang”

    Menentukan Jarak Titik ke Titik: Pendekatan RME Berbantuan Geogebra

    Get PDF
    Salah satu komponen penting dalam pembelajaran materi dimensi tiga yang seringkali sulit dipahami siswa adalah menentukan jarak antara dua titik dalam ruang. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pendekatan pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep dimensi tiga dengan menggunakan metodologi RME yang didukung Geogebra. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tiga tahap yang dikemukakan oleh Gravemeijer & Cobb. Data yang digunakan untuk analisis adalah deskriptif kualitatif. Siswa Kelas XII MIPA 3 SMAN 3 Semarang dilibatkan dalam penelitian ini. Wawancara, pre-test dan post-test, hasil tugas siswa, kegiatan kelas dan proyek kelompok, serta observasi merupakan metode pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lintasan pembelajaran yang terdiri dari tiga aktivitas diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi guru dalam mengajar khususnya dalam menyampaikan konsep dimensi tiga kepada siswa

    Analisis Kesalahan dan Pemberian Scaffolding pada Anak Mandiri Ringan dalam Memahami Konsep Ikhtisar Nilai Uang Rupiah

    Get PDF
    Kesempatan ABK untuk belajar di sekolah inklusi tidak lepas dari munculnya permasalahan. Anak yang bersekolah di sekolah inklusi tidak memiliki atau tidak menumbuhkan jiwa kemandirian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan scaffolding pada retardasi mental ringan. Untuk mencapai kemampuan mandiri terkait transaksi value for money, peneliti mengidentifikasi kemampuan awal, kesalahan dan menganalisis penyebab kesalahan serta merancang scaffolding yang tepat. Teknik pengumpulan data penelitian kualitatif meliputi metode tes, wawancara dan dokumentasi dengan proses triangulasi metode dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami kesalahan dalam memahami, menulis jawaban dan keterampilan mengolah dengan pemberian scaffolding yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan penyebab kesalahannya. Scaffolding yang berhasil membantu kesalahan Tunagrahita Ringan dalam mengenali nilai uang adalah scaffolding level 1 (Ketentuan Lingkungan) dan level 2 dengan jenis (Menjelaskan dan Penataan) dan scaffolding level 3 (Mengembangkan Pemikiran Konseptual

    Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematis Ditinjau dari Learning Style Inventory

    Get PDF
    Penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan peserta didik SMPN 2 Kota Cilegon kelas VIII F bertujuan untuk menganalisa kemampuan komunikasi matematis peserta didik dalam mengerjakan soal literasi matematis ditinjau dari inventori gaya belajar. Popoluasi pada penelitian berjumlah 27 peserta didik. Alat instrumen tess kemampuan komunikasi matematis, alat instrumen angkett gaya belajar LSI, dan pedomaan tanya jawab yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak untuk diterapkan dalam penelitian ini. Prosedur penelitian ini dimulai dari tahap persiapan, pengambilan data, dan analisis data. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar yang berbeda-beda memiliki kemampuan komunikasi yang beragam. Siswa diverger atas dan tengah mampu menyelesaikan soal dengan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis. Siswa diverger bawah belum mampu menyelesaikan soal dengan indikator menyatakan masalah atau peristiwa sehari-hari dalam model matematika. Siswa asimilator atas, tengah, dan bawah mampu menyelesaikan soal dengan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis. Siswa konverger atas dan tengah mampu menyelesaikan soal dengan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis. Siswa konverger bawah hanya mampu menyelesaikan soal dengan indikator menjelaskan ide atau solusi dari permasalahan matematika dalam bentuk gambar. Siswa accomodator atas dan tengah mampu menyelesaikan soal dengan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis. Siswa accomodator bawah belum mampu menyelesaikan soal dengan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇