Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Analisis Pengetahuan Numerasi Mahasiswa Calon Guru Matematika

    Get PDF
    Dalam praktik pendidikan, sering kali terjadi kesalahan pemahaman terkait pengajaran numerasi. Banyak guru yang menganggap mengajarkan numerasi sama dengan mengajarkan  matematika, sehingga pembelajaran lebih fokus pada rumus dan latihan soal tanpa mengembangkan kemampuan numerasi siswa secara menyeluruh. Pendekatan seperti ini mengurangi kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa, yang penting untuk sukses dalam kehidupan dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan calon guru matematika terhadap numerasi.Sampel penelitian ini adalah mahasisswa matematika Universitas Teknokrat Indonesia sejumlah 20 mahasiswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas calon guru memahami konsep dasar numerasi, namun terdapat perbedaan signifikan dalam mengidentifikasi soal numerasi. Sebanyak 95% responden mengetahui tentang numerasi, tetapi hanya 40% yang menyadari bahwa soal numerasi tidak selalu berbentuk soal cerita. Selain itu, 57,9% responden  menganggap soal matematika abstrak termasuk dalam  numerasi, yang menandakan adanya kebingungan antara kedua konsep tersebut. Sebagian besar responden 70% percaya bahwa keahlian matematika menjamin kemampuan numerasi, meskipun keduanya tidak selalu sejalan. Pelatihan  numerasi untuk calon guru perlu diperkuat, dengan penekanan pada pemahaman soal numerasi yang lebih beragam dan aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurikulum pendidikan guru perlu disesuaikan untuk fokus pada pengembangan literasi numerasi agar calon guru lebih siap mengajarkan keterampilan ini kepada siswa

    Profil Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Tahapan Polya Ditinjau dari Kecerdasan Emosional

    Get PDF
    Pemecahan masalah merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika dikarenakan ketika siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik maka akan mampu mentransfer kemampuan pemecahan masalahnya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari kecerdasan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling dengan diikuti oleh 58 siswa di SMPN 1 Tajinan yakni 32 siswa dari kelas XI A dan 29 siswa dari XI B. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga siswa yang terdiri dari satu siswa kecerdasan emosional tinggi, satu siswa kecerdasan emosional sedang dan satu siswa kecerdasan emosional rendah. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan emosional, tes dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi mampu dalam semua tahap pemecahan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali. Subjek dengan kecerdasan emosional sedang hanya mampu dalam tahap memahami masalah dan belum memenuhi tahap membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali. Sedangkan Subjek dengan dengan kecerdasan emosional rendah tidak mampu memenuhi semua aspek yakni memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembal

    Studi Perbandingan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Matematika: Literature Review

    Get PDF
    Perubahan kurikulum terjadi untuk menyempurnakan sistem pendidikan agar menyesuaikan dengan inovasi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Perubahan kurikulum menjadi penting dilakukan untuk memberikan meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik dan mendorong kreativitas guru dalam proses pembelajaran. Pemerintah menawarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam proses pelajaran matematika. Kurikulum matematika mengacu pada penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada keterampilan abad 21 yaitu keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration). Desain pada penelitian ini adalah literature review dengan jumlah literature utama yaitu sebanyak 31 artikel. Data yang digunakan bersumber dari database google schoolar dengan kata kunci perubahan kurikulum matematika, kurikulum 2013 matematika, dan kurikulum merdekaBerdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa perbedaan signifikan mata pelajaran matematika dalam kurikulum 2013 dan kurikulum merderka yaitu proses pembelajaran projek dan sistem penilaian berbasis assesmen untuk meningkatkan kemampuan matematika pada level internasional yaitu TIMSS dan PISA. Karakteristik Kurikulum Merdeka juga menekankan pembelajaran melalui budaya (etnomatematika) dan kemampuan computational thinking dalam belajar matematika

    Systematic Literature Review: Penerapan Etnomatematika dalam Perhitungan Weton di Indonesia untuk Pembelajaran Matematika Materi Bilangan

    Get PDF
    Sebuah kebiasaan Jawa kuno yang dikenal sebagai perhitungan weton masih dipraktikkan saat ini. Weton digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam merencanakan tugas. Perhitungan weton merupakan ilmu tradisional yang diturunkan secara turun temurun. Fenomena ini menggugah rasa ingin tahu kami, mengarahkan kami untuk menyelidiki perhitungan weton secara lebih rinci sebagai sarana untuk memfasilitasi keberhasilan pembelajaran dan menghubungkannya dengan ide-ide matematika. Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki hubungan antara weton dan komputasi matematika pada khususnya, serta bagaimana pemahaman ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kemahiran matematika. Pendekatan penelitian Systematic Literature Review (SLR) digunakan dalam penelitian ini. Setelah diseleksi, sepuluh publikasi dengan total 60 publikasi dari tahun 2019 hingga 2023 dikumpulkan dari Google Cendekia dan dijadikan data sekunder. Setelah artikel-artikel tersebut dikaji, maka diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Penerapan etnomatematika sangat penting dalam penelitian karena memadukan kajian matematika dengan upaya melestarikan budaya Indonesia. Kajian etnomatematika berdampak pada komputasi weton konvensional dengan menggunakan ekspresi matematika. 3) Di Indonesia, perhitungan weton dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan prinsip-prinsip numerik dalam matematika

    Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Mix (Teams Games Tournaments and Auditory Intellectually Repetition) terhadap Hasil Belajar Matematika

    Get PDF
    Hasil belajar merupakan cerminan dari pemahaman dan penerapan materi pelajaran oleh siswa. Rendahnya hasil belajar sering kali dipengaruhi oleh beragam faktor, di antaranya adalah penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dengan kondisi kelas yang ada. Kurangnya kesesuaian antara model pembelajaran yang diterapkan dan kebutuhan serta karakteristik siswa dan lingkungan pembelajaran dapat menghambat proses pemahaman konsep-konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Mix (Teams Games Tournament and Auditory Intellectually Repetition) terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Pesantren Guppi Samata sebanyak 45 peserta didik yang tediri dari 2 kelas. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.A dengan siswa 24 orang dan VII.B dengan siswa 21 orang. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan tes, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Mix TGT-AIR efektif terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Pesantren Guppi Samata. Dengan demikian, model pembelajaran Mix TGT-AIR dapat digunakan sebgai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik

    Analisis Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar Mahasiswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kapita selekta matematika SMP ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UHKBPNP semester 3 Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode pengumpulan data berupa metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a). hasil belajar siswa pada mata kuliah matematika memiliki nilai rata-rata kurang dari nilai yang telah ditentukan dalam mata kuliah  b). tingkat kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran matematika termasuk dalam ketegori sedang, c). kemandirian belajar siswa secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata pelajaran matematika, d)kemandirian belajar siswa dan lingkungan belajar siswa secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika

    Identifikasi Kesalahan Konstruksi pada Materi Limit dan Fungsi Kontinu Berdasarkan Adversity Question Tipe Climber

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan konstruksi pada materi limit dan fungsi kontinu berdasarkan adversity question tipe climber. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika STKIP Paracendekia NW Sumbawa angkatan 2022, kemudian diambil 4 subjek penelitian berdasarkan Adversity question tipe climber yang akan dilihat kesalahan konstruksinya. Data penelitian diperoleh dari tes tertulis dan wawancara dan setelah itu analisis data dengan tiga tahap yaitu reduksi, penyajian dan kesimpulan. Analisis menunjukkan bahwa subjek AQ bertipe Climber mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah fungsi kontinu, yang disebabkan oleh beberapa kesalahan dalam memahami dan menerapkan konsep. Kesalahan-kesalahan ini meliputi: 1) Mis-analogical construction, subjek mengalami Mis-analogical construction  dikarenakan menyamakan suatu konsep dengan konsep yang lain. 2) Mis-logical construction, subjek memberikan jawaban yang salah dikarenakan tidak dapat menalar atau memahami soal dengan benar. 3) Pseudo Konstruksi, Subjek memberikan jawaban salah terhadap suatu permasalahan. Ketiga jenis kesalahan ini menunjukkan bahwa subjek mungkin memiliki pemahaman yang tidak lengkap atau tidak akurat tentang konsep-konsep yang terlibat dalam menyelesaikan masalah fungsi kontinu

    Penilaian Calon Guru Matematika Terhadap Metode Penyelesaian yang Berbeda-Beda (Multiple Solution Methods) pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    Get PDF
    Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa soal-soal matematika dengan banyak cara penyelesaian atau bertipe multiple solution methods (MSM) jarang diberikan di dalam kelas. Penelitian ini berfokus untuk menyelidiki (1) bagaimana penilaian mahasiswa calon guru matematika terhadap soal bertipe MSM pada materi SPLDV dan apakah terdapat perbedaan antar universitas, dan (2) alasan yang melatarbelakangi penilaian tersebut. Metode penelitian ini adalah survey dengan responden merupakan mahasiswa calon guru matematika (N = 282) dari Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Pattimura. Instrumen penelitian memuat 4 butir soal dimana setiap soal diselesaikan dengan 3 cara berbeda tetapi semuanya benar: Cara A (penyelesaian diajarkan dalam SPLDV), Cara B (penyelesaian tidak diajarkan dalam materi SPLDV), cara C (penyelesaian dengan strategi heuristik, seperti menggunakan gambar, tabel, pola, atau tebakan). Setiap responden diminta memberikan skor penilaian 0-10 ke masing-masing cara A, B, dan C beserta alasannya. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan penilaian calon guru antar universitas terhadap penyelesaian A (p =0,058 > 0,050) dan penyelesaian B (p = 0,073 > 0,050), sedangkan untuk penilaian C terdapat perbedaan penilaian antar universitas (p = 0,016 < 0,050). Penelitian juga menemukan bahwa penilaian calon guru terhadap cara C lebih rendah daripada cara A dan B. Dengan demikian, calon guru matematika memberikan skor penilaian yang tinggi terhadap cara yang diajarkan dalam matematika dan menurunkan skor penilaian yang caranya tidak diajarkan dalam materi matematika karena disebabkan beberapa faktor, yaitu. kejelasan/kelengkapan, kesesuaian dan kebenaran, keefisienan, kekreatifan, kelogisan/kekritisan, ketelitian dan kesesuaian tingkat berpikir

    Pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Berbantuan Liveworksheets untuk Memfasilitasi Pencapaian Minat Belajar Matematika Peserta Didik di Kelas VII SMPN 3 Ampek Angkek

    Get PDF
    Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil belajar adalah minat atau keinginan peserta didik dalam belajar. Namun pada pembelajaran matematika di SMPN 3 Ampek Angkek minat belajar peserta didik tergolong rendah. Dalam upaya membangkitkan minat belajar matematika, pendidik dapat memanfaatkan media pembelajaran, salah satunya Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbantuan Liveworksheets.  Hal ini disesuaikan dengan kondisi sekolah yang memperbolehkan peserta didik menggunakan smarthphone selama proses pembelajaran dalam pengawasan guru. Dengan memanfaatkan penggunaan smarthphone dan mengkombinasikannya dengan LKPD, penelitian ini berupaya menghasilkan E-LKPD berbantuan Liveworksheets untuk memfasilitasi pencapaian minat belajar matematika peserta didik di kelas VII SMPN 3 Ampek Angkek. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi merupakan paradigma pengembangan ADDIE yang digunakan dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner minat belajar matematika, lembar validasi ahli, dan survei respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD dengan Liveworksheets sebagai pelengkap memiliki tingkat validitas 80%, tingkat kepraktisan 79% yang memenuhi kriteria "praktis", dan tingkat efektivitas 80% yang memenuhi kriteria "Tinggi". Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD dengan Liveworksheets yang dibuat untuk membantu siswa kelas VII SMPN 3 Ampek Angkek dalam mengerjakan PR matematika telah berhasil memenuhi ketiga kriteria tersebut

    Pengembangan Lembar Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing untuk Memfasilitasi Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Fungsi Kompleks

    Get PDF
    Pentingnya penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran matematika menjadi dasar dalam penelitian pengembangan ini. Bahan ajar yang digunakan terbatas hanya buku daras dan beberapa buku online saja, sehingga tidak ada ruang bagi mahasiswa untuk melakukan lebih banyak latihan dalam penyelesaian soal. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu bahan ajar berbentuk lembar kerja pada mata kuliah fungsi kompleks ini agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh melalui proses pengerjaan lembar kerja dibawah bimbingan dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja berbasis model penemuan terbimbing yang dapat memfasilitasi kemampuan komunikasi mahasiswa pada mata kuliah fungsi kompleks. Subjek dalam penelitian ini adalah dosen sebagai ahli dalam uji validitas dan mahasiswa sebagai pengguna dalam uji praktis dan uji efektif. Objek penelitian adalah lembar kerja berbasis penemuan terbimbing. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, kemudian teknik tes untuk uji efektifitas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis hasil pengujian, lembar kerja ini menunjukkan nilai validitas tinggi dengan rata-rata 0,91, serta persentasi kepraktisan yang diakui oleh mahasiswa sebesar 83,23% dengan kriteria praktis pada kelompok kecil dan 85,78% dengan kriteria sangat praktis pada kelompok besar. Selain itu, uji efektivitas menunjukkan bahwa penggunaan lembar kerja ini secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa (sign = 0,000 < 0,05). Oleh karena itu, dapat dismpulkan lembar kerja fungsi kompleks berbasis penemuan terbimbing ini terbukti valid, praktis, dan efektif dalam memfasilitas pembelajaran matematika di tingkat perguruan tinggi khususnya pada mata kuliah fungsi kompleks

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇