Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan Soal Tipe Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Berbasis Konteks Budaya Melayu untuk Mengukur Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Fase D
Keterampilan literasi numerasi sangat penting bagi siswa, namun tingkat keterampilan ini saat ini masih relatif rendah, khususnya di kalangan siswa di SMPN 3 Siak Kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan literasi numerasi siswa Fase D melalui konten Aljabar. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D), dengan memanfaatkan model penelitian formatif Tessmer. Pendekatan ini terdiri dari dua tahap utama yaitu: preliminary dan formative evaluation. Tahap preliminary meliputi analisis dan desain, sedangkan tahap formative evaluation meliputi self evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan filed test. Data dikumpulkan melalui serangkaian tes, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini meliputi 30 siswa kelas delapan di SMPN 3 Siak Kecil, yang mewakili berbagai kemampuan dari tinggi hingga rendah. Temuan menunjukkan bahwa sementara 30 pertanyaan divalidasi, hanya 26 pertanyaan yang dipastikan valid, andal, dan menunjukkan daya diskriminatif dan tingkat kesulitan yang baik. Soal-soal AKM yang berlandaskan pada budaya Melayu Riau terbukti menjadi alat yang efektif untuk menilai kemampuan literasi numerasi siswa Fase D dan relevan dengan konteks budaya setempat. Khususnya, lebih dari 50% siswa masih berada pada tingkat dasar, sehingga memerlukan intervensi yang terarah untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi mereka
Efektivitas Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Kuliah Kajian Matematika Sekolah Dasar
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas dari penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Kuliah Kajian Matematika Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan One Grup Pretest Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan yaitu tes hasil belajar, lembar observasi dan angket respon. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan: (a) rata-rata skor hasil belajar mahasiswa setelah diterapkan model PBL berada pada kategori sangat tinggi, rata-rata skor gain ternormalisasi berada pada kategori tinggi dan proporsi ketuntasan klasikal berada pada kategori tuntas; (b) rata-rata skor aktivitas belajar mahasiswa berada pada kategori sangat aktif dan; (c) rata-rata skor respons mahasiswa berada pada kategori positif. Hasil analisis inferensial menunjukkan pada hasil belajar mahasiswa (posttest), skor gain, ketuntasan klasikal, dan respon mahasiswa diperoleh p ≤ ???? signifikan (0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa model Problem Based Learning (PBL) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada Mata Kuliah Kajian Matematika Sekolah Dasar
Analisis Kesalahan dan Pemberian Scaffolding pada Pembelajaran Bentuk Aljabar
Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan peserta didik jenjang SMP/MTs kelas VIII dalam menyelesaikan soal bentuk aljabar berdasarkan jenis kesalahan Kastolan dan pemberian scaffolding sebagai solusinya. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII MTs NU Ungaran yang memiliki indikator kelompok atas, kelompok sedang, dan kelompok bawah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis kesalahan yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Indikator kesalahan dan pemberian scaffolding pada setiap siswa berbeda. Scaffolding level 1 pada tahap menyiapkan kondisi belajar dapat diberikan pada peserta didik yang melakukan kesalahan teknik dan prosedural. Kesalahan tersebut meliputi ketidaktelitian peserta didik dalam memahami informasi soal, tidak teliti dalam mengoperasikan bentuk aljabar, dan ketidaktepatan cara yang digunakan. Scaffolding level 1 pada tahap berkelompok dan bekerjasama dengan teman sebaya dapat diberikan pada peserta didik yang melakukan kesalahan prosedural yang meliputi kesalahan dalam menentukan operasi bentuk aljabar. Scaffolding level 2 yaitu meliputi explaining, reviewing, dan restructuring diberikan pada peserta didik yang melakukan kesalahan konseptual karena peserta didik tidak mampu memahami soal dan menentukan cara untuk menyelesaikan soal
Etnomatematika: Pengenalan Bangun Datar Melalui Konteks Kain Tenun Troso Jepara
Pembelajaran matematika tidak hanya menggunakan metode teori ataupun rumus saja, namun bisa juga berkaitan dengan budaya yang Indonesia miliki. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan elemen-elemen matematika yang dapat ditemukan dalam kain tenun Troso Jepara. Pendekatan yang penelitian ini gunakan ialah metode deskriptif kualitatif dan pendekatan ethnomatematika yang menyatukan dimensi budaya dan matematika dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan melibatkan komunitas pengrajin kain tenun Troso Jepara sebagai subjek penelitian. Para peneliti menggunakan berbagai metode pengumpulan data, termasuk dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya terdapat beberapa konsep bangun datar seperti segi empat, segitiga, lingkaran, dan lain-lain yang dapat ditemukan dalam motif dan pola kain tenun Troso Jepara. Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua corak kain tenun troso Jepara bisa diaplikasikan sebagai sarana untuk memahami konsep matematika, khususnya dalam bidang geometri. Jika kita mengamati dengan cermat motif-motif yang terdapat dalam kain tenun troso, kita akan menemukan kesamaan dengan unsur-unsur yang terkandung dalam konsep bangun datar. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya matematika memiliki peran dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks budaya, dan dapat diintegrasikan sebagai materi pembelajaran guna memfasilitasi pengajaran mengenai bangun datar, terutama unsur-unsur matematika yang terdapat pada motif kain tenun troso Jepara. Pendekatan pembelajaran matematika yang bersandar pada nilai budaya dapat dianggap sebagai inovasi dalam dunia pendidikan, dimana hal ini dapat mencegah kebosanan siswa dalam proses belajar matematika. Maka dari itu, konsep matematika seperti konsep bangun datar ini bisa diadaptasi sebagai bahan ajar melalui berbagai format, baik cetak, visual, ataupun bentuk lain selaras dengan kebutuhan pembelajaran
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Ditinjau dari Kemampuan Awal
Dengan menjawab soal sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) kaitannya dengan kemampuan awal siswa, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan berpikir kritis siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-2 SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Wawancara, instrumen tes berpikir kritis, dan nilai Penilaian Akhir Semester (PAS) digunakan sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini mengidentifikasi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi sebagai empat indikator berpikir kritis. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Ada dua tahapan untuk teknik pengumpulan data: wawancara dan instrumen tes. Tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan teknik analisis data yang digunakan. Menurut analisis data, siswa dengan inisiasi atau kemampuan awal yang tinggi mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis. Pelajar dengan kapasitas awal memenuhi dua langkah penalaran yang menentukan: interpretasi dan analisis, tetapi tidak ada penilaian atau pemikiran rasional. Kemampuan siswa rendah dalam berpikir kritis hanya dapat diukur dengan satu cara: interpretasi. Siswa yang memiliki kemampuan awal rendah dalam pemrosesan pertanyaan buruk dan tidak dapat menarik kesimpulan
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Theory of Didactical Situation Model Plomp pada Materi Teorema Pythagoras
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan observasi pendahuluan mengenai hambatan belajar siswa dalam pembelajaran teorema pythagoras, sehingga peneliti memberikan alternatif solusi untuk meminimalisir hambatan belajar siswa yakni pengembangan lembar kerja siswa berbasis Theory of Didactical Situation (TDS). Lembar kerja siswa berbasis TDS mengedepankan interaksi siswa, guru, dan milieu melalui tahapan situasi aksi, formulasi, dan validasi dalam mencapai pengetahuan dan pemahaman akan konsep pembelajaran teorema pythagoras. Pengembangan lembar kerja siswa dalam penelitian ini menggunakan model Plomp yang memiliki fase penelitian yaitu 1)Tahap penelitian pendahuluan yakni identifikasi rutinitas pembelajaran matematika, hambatan belajar siswa, dan konsep materi teorema pythagoras; 2)Tahap prototype, yakni tahap penilaian melalui proses penilaian diri sendiri, penilaian ahli, uji one-to-one oleh lima siswa, dan penilaian small group oleh sekelompok siswa dan salah satu guru; serta 3)Tahap penilaian, yakni uji lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah lembar wawancara, lembar observasi, dan angket. Berdasarkan hasil uji validitas oleh kedua ahli serta penilaian siswa dan guru, maka lembar kerja siswa berbasis TDS pada materi teorema pythagoras dapat dikatakan memenuhi syarat praktikalitas dan efektifitas sebagai suatu bahan ajar berbasis situasi didaktis
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Metakognisi Siswa Melalui Problem-Based Learning dengan Soal Open Ended Berbantuan Sevima Edlink
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari metakognisi siswa melalui PBL dengan soal Open Eded berbantuan Sevima Edlink. Metode penelitian adalah mix method dengan desain penelitian Concurrent Mixed Methods. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Ciwaringin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelompok eksperimen mencapai batas tuntas aktual; (2) proporsi ketuntasan kemampuan pemecahan masalah matematis kelompok eksperimen lebih dari 75%; (3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelompok eksperimen lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelompok kontrol; (4) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis kelompok eksperimen lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis kelompok kontrol; (5) terdapat pengaruh positif metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelompok eksperimen; (6) siswa kategori metakognisi tinggi optimal dalam menerapkan empat indikator kemampuan pemecahan masalah. Namun, kurang optimal dalam menafsirkan hasil pemecahan masalah; (7) siswa metakognisi sedang optimal pada indikator memilih strategi pemecahan masalah. Kemudian, cukup optimal dalam menerapkan indikator merumuskan masalah, menerapkan strategi pemecahan masalah, dan memecahkan masalah matematika dengan berbagai cara. Sementara itu, kurang optimal dalam menerapkan indikator menafsirkan hasil pemecahan masalah; dan (8) siswa metakognisi rendah cukup optimal pada indikator merumuskan masalah dan memilih strategi pemecahan masalah. Selain itu dalam indikator menerapkan strategi pemecahan masalah, menafsirkan hasil pemecahan masalah, dan memecahkan masalah matematika dengan berbagai cara dengan kurang optimal
Pengembangan Instrumen Literasi Numerasi Konten Budaya Banten Materi Perbandingan untuk Siswa SMP
Asesmen Kompetensi Minimum adalah program baru yang dimulai pada tahun 2021 dan berfungsi sebagai sumber data untuk memetakan dan mengevaluasi kualitas sistem pendidikan. Dalam AKM, kemampuan literasi numerasi mengacu pada penerapan pengetahuan dasar, prinsip, dan proses matematika ke dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen literasi numerasi materi perbandingan SMP konten budaya Banten yang valid dan reliabel serta memiliki daya pembeda, dan tingkat kesukaran yang baik. Jenis penelitian pengembangan (research and development) ini dimodifikasi dari tipe formative research yang dikembangkan oleh Tessmer, yang terdiri dari empat tahap: preliminary, self-evaluation, prototyping, dan field test. Penelitian ini telah diujicobakan pada 8 siswa untuk uji coba dalam skala kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instumen penilaian terdiri dari soal ujian yang terdiri dari delapan soal yang berfokus pada aspek Materi, Kontruksi dan Bahasa dinyatakan valid dan layak digunakan. Instrumen Memenuhi kriteria reliabel, instrumen tersebut memiliki koefisien reliabilitas 0,867, dengan tingkat kesukaran rata-rata 0,55 dan daya pembeda rata-rata 0,43 untuk kategori baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh guru dan siswa saat menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di kelas. Instrumen ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami dan mengukur kemampuan literasi numerasi mereka
Pengembangan Modul Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kevalidan; (2) kepraktisan; dan (3) keefektifan modul etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Jenis penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) dan menggunakan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah guru, 22 siswa kelas VII MTs Insan Kamil, dan validator. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli materi untuk mendapatkan hasil uji validitas modul serta angket respon siswa dan guru untuk mendapatkan hasil uji kepraktisan modul dan tes kemampuan pemecahan masalah siswa untuk mendapatkan hasil uji keefektifan modul. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: (1) Kevalidan produk modul etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa berhasil dikembangkan dengan persentase validitas produk sebesar 86% yang termasuk dalam kategori “Sangat Valid”. (2) Kepraktisan produk modul etnomatematika terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan hasil rata-rata 87% dalam kategori “sangat praktis” (3) Keefektifan modul etnomatematika terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah ditunjukkan dengan skor n-gain besar sebesar 56% yang termasuk dalam kategori sedang
Pengaruh Model Pembelajaran Make a Match Terhadap Hasil Belajar Pada Operasi Hitung Bilangan Pecahan Siswa SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bilangan pecahan kelas IV SD Negeri Beji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif pra experiment. Instrumenyang digunakan adalah lembar soal pretest dan posttest. Subjek penelitian sebanyak 25 siswa kelas IV SD Beji. Data dari penelitian ini diolah menggunakan SPSS melalui pengujian hipotesis. Analisis hasil melalui uji hipotesis penelitian menggunakan uji t dengan hasil yang diperoleh 4,5861 sedangkan 1,711 dengan df 24 pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian > yang berarti ( ) dalam penelitian ini diterima. Oleh karena hal tersebut, maka terdapat pengaruh antara penggunaan model Make a Match terhadap hasil belahar matematika materi operasi hitung bilangan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Beji