Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas II SD Melalui Metode Jarimatika
Konsep merupakan kemampuan dasar yang sangat penting dalam matematika. Diketahui bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas II SDN 1 Paren masih belum ideal. Hal ini terbukti pada saat siswa diberi pertanyaan, hanya beberapa siswa yang angkat tangan dan bisa menjawab. Selain itu, diketahui hasil nilai konsep matematis siswa dari 10 siswa yang tuntas hanya 4 siswa dengan rata-rata 63,5. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas II SD melalui metode jarimatika. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai tes evaluasi siklus I memperoleh nilai rata-rata 78,1 dengan presentase ketuntasan klasikal 60%, meningkat pada siklus II menghasilkan nilai rata-rata 86,2 dengan presentase klasikal 100%. Dapat disimpulkan penggunaan metode jarimatika dengan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. 
Hubungan Kecerdasan Emosional Siswa dengan Kemampuan Problem Solving Matematika Pada Materi SPLDV Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Hubungan Kecerdasan Emosional Siswa dengan Kemampuan Problem Solving Matematika Pada Materi SPLDV Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan awal dan wawancara di lapangan saat pembelajaran berlangsung menunjukkan bahwa siswa bisa mengetahui kecerdasan emosionalnya masing-masing dan ingin mengetahuinya, inilah dasar dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan problem-solving pada materi SPLDV. Penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif adalah jenis penelitian ini. Seluruh siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano termasuk dalam populasi. Sampel yang digunakan terdiri dari 24 siswa dari kelas VIII-E. Dengan menggunakan uji analisis korelasi Pearson Product Moment, data hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai 0,905411 > 0,404 dengan taraf nyata ɑ = 0,05 ini berarti ditolak. Menurut hasil penelitian, ada hubungan positif antara kecerdasan emosional siswa dengan kemampuan problem-solving matematika pada materi SPLDV siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano.  
Pengembangan LKPD Eksploratif Berbasis Scratch untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII SMP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan kurang optimalnya kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP, khususnya pada materi sifat-sifat dan kekongruenan segitiga. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD eksploratif berbasis Scratch yang valid, praktis, dan efektif. Menggunakan prosedur penelitian desain Plomp yang meliputi tiga tahap: Preliminary Research, Prototyping, dan Assessment, penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Tabanan dengan sampel 20 siswa kelas VIII E untuk uji coba terbatas, 40 siswa kelas VIII C untuk uji coba lapangan I, dan 40 siswa kelas VIII D untuk uji coba lapangan II. LKPD eksploratif berbasis Scratch dikembangkan dengan karakteristik mempermudah siswa dalam menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta memfasilitasi kegiatan eksplorasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki validitas yang sangat tinggi dengan rata-rata skor 2,89, kepraktisan dengan rata-rata penilaian siswa mencapai 83%, dan efektivitas yang terlihat dari peningkatan rata-rata skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari 86,65 pada uji coba lapangan pertama menjadi 87,31 pada uji coba lapangan kedua. Kesimpulannya, LKPD eksploratif berbasis Scratch terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
Efektivitas Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Mata Pelajaran Matematika SDN Ploso
Seluruh mata pelajaran adalah pembelajaran yang dibutuhkan dalam menjalani aktivitas sehingga berguna dalam dunia pendidikan. Matematika sering kali kita temui pada seluruh tingkatan pendidikan. Matematika merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang memiliki kompleksitas materi yang tinggi. Pembelajaran matemattika sering kali dianggap sulit untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh beberapa peserta didik. Pada kenyataannya matematika menjadi penting dan dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari dan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan menguji seberapa efektif model pembelajaran matematika realistik RME terhadap kemampuan berpikir kritis peserta sidik. Model pembelajaran ini merupakan metode pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimenttal One Group Prerest-Posttest sehingga melibatkan kegiatan pretest sebelum adanya tindakan post test setelah adanya perlakuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes uraian, dan dianalisis dengan teknik Uji Paired Sample T-Test. Berdasarkan analisis data yang dihasilkan pada penelitian dengan softwere IBM SPSS 26, dapat diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari signifikan (0,000 < 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran RME efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SDN Ploso
Optimalisasi Peran Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Pelaksanaan Kurikulum baru yang beberapa tahun lalu baru dimunculkan yaitu Kurikulum Merdeka tentunya masih banyak yang harus dipelajari guna mengoptimalkan pembelajaran di kelas. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana Kurikulum Merdeka bisa ditingkatkan dalam menjalankan proses pembelajaran matematika di sekolah dasar melalui peninjauan literatur yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode SLR dengan mengkaji artikel-artikel sebelumnya yang membahas upaya optimalisasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dapat berpotensi meningkatkan standar pembelajaran matematika di sekolah dasar jika disertai dengan pelatihan yang memadai bagi para guru, sumber daya yang mencukupi, dan pengembangan materi pembelajaran yang relevan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya sudah termasuk dalam laporan, yang menekankan pentingnya melakukan penelitian empiris yang lebih rinci guna mengevaluasi efek dari penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Selain itu, juga diperlukan studi perbandingan untuk mengidentifikasi perbedaan prestasi belajar antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dan sekolah yang tidak
Pengembangan Modul Ajar Statistika Berbasis Problem Based Learning Untuk Memfasilitasi Kemampuan Literasi Numerasi Siswa
Terlibat dengan konten statistika mengharuskan siswa untuk terlibat dalam pemikiran abstrak. Namun demikian bukti empiris menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan memahami konsep statistika. Hal ini disebabkan oleh metode pedagogi yang tidak memadai yang digunakan dalam pengajaran statistika dan pemanfaatan konten modul yang tersedia kurang optimal. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat modul pengajaran statistika yang menggabungkan soal-soal literasi numerasi dan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang praktis dan efesien. Studi ini melibatkan Research and Development (R&D) dengan memanfaatkan paradigma pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahapan berbeda: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan penelitian adalah siswa kelas X APL di SMK Negeri 2 Pandeglang. Instrumen penelitian ini meliputi lembar validasi materi, validasi kegrafikan, dan angket sebagai metode untuk menilai jawaban siswa. Setelah media dibuat berupa modul pembelajaran, dilakukan validasi oleh panel yang terdiri dari tiga orang ahli, antara lain ahli konten dan ahli grafis. Setiap koreksi yang diperlukan dilakukan berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh validator. Rata-rata perhitungan validasi menghasilkan skor 3,8 untuk kesesuain isi, 3,6 untuk kesesuaian penyajian dan 3,5 untuk kesesuaian bahasa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa modul pengajaran dapat dianggap sangat valid, efesien, dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengujian data angket respon siswa, uji coba tersebut mempunyai tingkat keberhasilan sebesar 86,3% yang masuk pada kategori sangat praktis. Temuan analisis data menunjukkan bahwa modul pengajaran valid dan praktis untuk digunakan siswa dalam proses pembelajaran
Analisis Kelayakan Materi pada Buku Teks Matematika Kurikulum Merdeka SMA Kelas XI Berdasarkan Kriteria Bell
Buku teks adalah sebuah buku panduan pembelajaran yang digunakan guru dan juga peserta didik. Sebagai buku panduan pembelajaran, hendaknya buku teks yang beredar di pasaran itu harus dicek kualitasnya, karena kualitas pengajaran dari seorang guru ditentukan oleh kualitas buku sebagai bahan ajar. Penggunaan buku teks berkualitas tinggi akan meningkatkan pengajaran seorang guru. Jika kualitas pengajaran seorang guru meningkat, maka keaktifan belajar siswa di kelas meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami analisis kelayakan materi buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI menurut kriteria Bell. Jenis penelitian ialah deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Subjek berupa buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI sedangkan objek penelitiannya adalah kelayakan materi pada buku teks tersebut. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dokumentasi. Pengumpulan data ini dilakukan berupa instrumen lembar analisis kelayakan berbentuk checklist didasarkan pada kriteria Bell. Tiga sumber, yakni peneliti, dosen matematika, dan guru mengumpulkan data untuk penelitian ini. Berdasarkan pada kriteria Bell, analisis buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI dapat disimpulkan bahwa persentase kelayakan materi komposisi fungsi dan fungsi invers adalah 84,62% termasuk berkategori sangat baik
Improving Students' Mathematical Communication Through Differentiated Learning Implementing the MERDEKA Class VII Flow
Students' mathematical communication abilities are crucial for acquiring mathematical concepts during mathematics learning. The MERDEKA route offers differentiated learning and is an excellent tool for helping students develop these abilities. This research aims to determine how much-differentiated learning can be contributed by applying the MERDEKA pathway to enhance students' mathematical communication skills. This type of research is Quasi-Experimental with a pretest-posttest control group design. The sample for this research was students of class VII-D and class VII-F, who were selected using cluster sampling techniques from all class VII of SMPN 5 Tanjungpinang. The Independent Sample T-test was used to analyze the data at a 5% significance level. According to this study, students' mathematical communication abilities increase through differentiated learning using the MERDEKA route rather than regular group learning techniques
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended pada Materi Aritmatika Sosial
Berpikir kreatif sangat dibutuhkan oleh setiap siswa dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus memapu memberikan peluang dan dorongan kepada siswa untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan secara kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif matematis siswa. Menurut hasil observasi yang dilakukan terhadap guru matematika di SMP Negeri 1 Pamona Utara diketahui bahwa siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang rendah karena mayoritas siswa hanya mengerjakan soal dengan jawaban yang monoton. Data akan dikumpulkan melalui proses tes wawancara dan dokumentasi. Tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan bagian dari proses analisis data. Berdasarkan temuan peneliti, siswa berkemampuan tinggi menunjukkan kefasihan dan fleksibilitas yang memenuhi dua indikator yang terkait dengan pemikiran kreatif. Karena subjek mencapai tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) 3, maka ia dapat digolongkan kreatif. Hanya satu indikator berpikir kreatif yakni kefasihan yang dapat dihasilkan oleh siswa yang memiliki kemapuan matematika sedang, mereka tidak mampu menciptakan kedua indikator lain yakni fleksibilitas dan kebaruan. Dikarenakan subjek hanya memenuhi indikator kefasihan maka mencapai TKBK 1 dan tergolong kurang efektif. Kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan yang merupakan tiga indikator dalam kemampuan berpikir kreatif tidak dimiliki oleh siswa berkemampuan matematika rendah sehingga mendapatkan TKBK 0 yang berarti tidak kreatif
Pengembangan E-Modul Pada Materi Statistika Tingkat SMK untuk Menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang didasarkan pada pendidikan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Tujuan dari penelitian ini 1) menghasilkan e-modul materi statistika tingkat SMK untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila yang valid dan praktis; 2) mengetahui keefektifan dari e-modul pada materi statistika tingkat SMK untuk menumbuhkan profil siswa Pancasila yang telah dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Tingkat kevalidan yang dinilai oleh 3 orang validator mendapatkan skor 90,6%, sehingga dikategorikan sangat valid. Tingkat kepraktisan setelah dilakukan ujicobakan ke peserta didik mencapai skor 84,7%, sehingga dikategorikan sangat praktis. Berdasarkan tes hasil belajar peserta didik 80% dari 20 orang tuntas dengan nilai ≥75, dalam hal ini berarti penggunaan e-modul statistika termasuk kategori efektif. Dengan ini disimpulkan bahwa e-modul statistika yang telah dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika