Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Systematic Literature Review: Pemanfaatan Software Visual Basic Application Microsoft Evcel Dalam Pembelajaran Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemanfaatan software Visual Basic Application Microsof Excel dalam pembelajaran matematika selama 10 tahun terakhir pada mesin pencarian Google Scholar berbantuan Publish or Perish. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan software Visual Basic Application Microsoft Excel dalam pembelajaran matematika mempunyai manfaat yang sangat beragam, diantaranya untuk meningkatkan pemahaman matematis, pemecahan masalah matematis, penalaran matematis, komunikasi matematis, kemampuan abstraksi matematis, pemahaman konsep, dan berpikir kritis. Selain itu, setelah pembelajaran dilaksanakan, kemampuan kreatif siswa lebih baik dan kemampuan relisiensi tergolong baik. Dengan penerapan model Software Visual Basic Application (VBA) Microsoft Excel siswa memberikan respon positif, lebih termotivasi dalam belajar, minat terhadap belajar matematika menjadi lebih baik, dan kepercayaan diri dalam belajar matematika tergolong baik. Siswa kelas VIII di SMP Terpadu Cokroaminoto memiliki kemampuan kepercayaan diri yang rendah
Konsep Etnomatematika dalam Rumah Adat Bermaterial Bambu di Desa Penglipuran
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Desa Penglipuran, mengeksplorasi unsur geometris yang diterapkan pada desain arsitektur, serta menghitung luas permukaan dan volume pada tiga bangunan utama yang menggunakan bambu sebagai material utama dalam rumah adat Desa Penglipuran. Dengan pendekatan mixed methods, dilakukan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Sementara itu, teknik analisis data terbagi menjadi dua tahap, yakni analisis data kualitatif deskriptif untuk menggali nilai budaya dan unsur geometris, serta analisis data kuantitatif menggunakan rumus luas permukaan dan volume bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga rumah adat Desa Penglipuran yang memanfaatkan tumbuhan bambu desa sebagai material utama, yakni angkul-angkul (gapura), paon (dapur), dan bale dangin (pendopo) telah merefleksikan nilai budaya yang selaras dengan konsep filosofis seperti Sanga Mandala, Tat Twam Asi, dan Tri Hita Karana. Dalam tiga bangunan tersebut ditemukan berbagai unsur geometris, yakni persegi panjang, persegi, segitiga, trapesium, balok, dan prisma segitiga. Perhitungan menunjukkan bahwa angkul-angkul memiliki luas permukaan 25,32 m2 dan volume 7,56 m3, paon memiliki luas 94,3 m2 dan volume 56 m3, serta bale dangin memiliki luas 108 m2 dan volume 72 m3. Temuan ini membuktikan bahwa Desa Penglipuran telah menerapkan praktik pengetahuan etnomatematika
Pemahaman Aljabar: Sebuah Kajian Filosofi dan Historis
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat eksak. Dan didalamnya terdapat banyak cabang matematika, salah satu cabang matematika yang cukup fundemantal adalah aljabar karena sering dianggap sebagai kajian yang abstrak dan sulit. Meskipun demikian, aljabar sangat penting untuk dipelajari. Karena aljabar memiliki lingkup pengetahuan yang sangat luas di berbagai bidang, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Aljabar memiliki kontribusi yang besar untuk perkembangan matematika. Dilihat dari sejarahnya, Aljabar melalui perjalanan yang sangat panjang. Dalam perjalanan panjangnya itu muncul beberapa tokoh Aljabar yang menghasilkan karya yang berpengaruh dalam perkembangan aljabar. Aljabar muncul pada beradaban kuno Mesir dan Babilonia, selanjutnya muncul salah satu tokoh aljabar, yaitu Diophantus. Ia merupakan matematikawan Yunani yang menghasilkan karya berjudul “Arithmatic”. Selain Diophantus ada banyak tokoh lain yang ikut berkontribusi dalam perkembangan aljabar, diantaranya Al-Khawarizmi, Leonardo Fibonacci, René Descartes, Pierre de Fermat, dll. Filsafat juga memiliki peran penting dalam pengembangan aljabar. Dari filsafat Yunani Kuno yang mempengaruhi aljabar awal hingga pemikiran filosofis modern yang telah membentuk aljabar seperti yang kita kenal sekarang
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Quizizz untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Statistika Siswa MA
Rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas X MA Salafiyah Kerek pada materi statistika disebabkan kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Quizizz untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi statistika sekaligus menguji validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas X-A MA Salafiyah Kerek tahun ajaran 2024/2025 dengan teknik purposive sampling. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, observasi keterlaksanaan, serta pretest-posttest. Data validitas dan kepraktisan dianalisis deskriptif persentase, keefektifan menggunakan uji N-Gain. Hasil validasi menunjukkan media sangat valid: validasi materi 80%, media 78%, soal tes 88%. Kepraktisan sangat praktis dengan respon siswa 83% dan observasi keterlaksanaan 96,82%. Uji keefektifan menunjukkan N-Gain 0,76 (kategori tinggi), skor meningkat dari 784,46 (pretest) menjadi 2246,68 (posttest) yang membuktikan perbedaan signifikan hasil belajar. Media berbasis Quizizz efektif karena memberikan pengalaman interaktif dan menyenangkan. Fitur gamifikasi memotivasi partisipasi aktif siswa, sedangkan feedback instan membantu pemahaman konsep statistika. Media pembelajaran berbasis Quizizz dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran matematika materi statistika kelas X, memberikan kontribusi pengembangan media digital inovatif di lingkungan madrasah
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Berbantuan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Canva Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Self Confidence Pada Peserta Didik
Kemampuan berpikir kreatif dan self confidence dianggap perlu untuk menanamkan kemampuan dan keyakinan siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan data yang dilihat dari hasil pra penelitian bahwa masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan self confidence pada peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan media pembelajaran berbasis aplikasi canva terhadap kemampuan berpikir kreatif dan self confidence pada peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen Desain. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Bandar Lampung, teknik pengambilan sampel dengan teknik acak kelas atau Cluster Random Sampling. Sampel yang diperoleh yaitu kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan media pembelajaran berbasis aplikasi canva dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol dengan perlakuan model pembelajaran Direct Instruction. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan media pembelajaran berbasis aplikasi canva terhadap kemampuan berpikir kreatif dan self confidence pada peserta didik
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Canva Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMKN 1 Bandar Lampung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kondisi, menganalisis proses pengembangan, menganalisis karakteristik, menganalisis kemenarikan, dan mengetahui efektivitas pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis canva. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan R & D dengan model penelitian Borg and Gall, dengan sample penelitian berjumlah 110 siswa kelas X AKL SMKN 1 Bandar Lampung. Hasil penelitian diketahui 1) potensi dan kondisi sangat diperlukan mengingat permasalahan yang timbul dari menurunnya hasil belajar matematika peserta didik kelas X karena kurangnya inovasi media pembelajaran. 2) proses pengembangan melibatkan uji ahli materi, media, bahasa, uji skala kecil, uji skala besar sebesar 93,35% dengan tingkat validasi sangat menarik 3) karakteristik media pembelajaran iteraktif berbasis canva terdiri dari audio, vidio, animasi, petunjuk penggunaan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi pembelajaran 4) kemenarikan media pembelajaran interaktif berbasis canva sebesar 91,5% sangat menarik 5) Efektifitas pengembangan diketahui terdapat perbedaan antara kelas X AKL 2 dan X AKL 3 dengan persentase rata –ratakelas X AKL 2 sebesar 60,31% cukup efektif dan kelas X AKL 3 rata-rata 64,5% dengan tingkat efektivitas sedang
Analisis Sajian Materi Konsep Pecahan pada Buku Teks Matematika Kelas IV SD Berdasarkan Prakseologi
Bilangan adalah salah satu topik penting yang harus dikuasai oleh siswa saat mempelajari matematika karena diajarkan di setiap tingkat pendidikan, baik dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Meskipun penting, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Siswa masih mengalami kesulitan saat mempelajari topik angka, terutama dalam memahami pecahan. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan buku sebagai sumber pembelajaran siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melakukan analisis buku teks matematika untuk siswa kelas empat sekolah dasar, yang berfokus pada konsep pengenalan pecahan melalui praxeology. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Desain fenomenologi dipilih dikarenakan peneliti akan melakukan analisis pada rangkaian tugas yang ada pada satu buku sekaligus untuk melihat potensi kemungkinan pemaknaan peserta didik yang dapat menimbulkan kesulitan pada dirinya. Buku teks yang dianalisis adalah Buku Sekolah Elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologis. Analisis ini terdiri dari lima topik, dengan jenis tugas di bawah praxeology titik dan lokal, serta teknik yang digunakan di bawah teknik perseptual. Hasil penelitian ini memberikan analisis tentang konsep pengenalan pecahan yang disajikan pada buku tersebut dengan hasilnya empat tugas masuk dalam tipe point praxeology dan satu tugas masuk ke dalam tipe local praxeology
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Siswa SMP YLPI P. Marpoyan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP YLPI P. Marpoyan melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini dipilih karena dinilai mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata, sehingga dapat memperkuat pemahaman konsep secara menyeluruh serta mendorong siswa untuk berpikir secara kreatif dan inovatif. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk lebih aktif dalam menemukan solusi, menjelaskan pemikirannya, dan mengembangkan ide-ide yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan RME dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest berdasarkan empat indikator berpikir kreatif: kelancaran, keaslian, keluwesan, dan kerincian. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata posttest dan skor n-gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil analisis hipotesis penelitian menunjukkan bahwa pendekatan RME secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis dibandingkan pendekatan konvensional (p = 0,0015 < 0,05). Dengan demikian, pendekatan RME memberikan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan konvensional
Perbandingan Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Mahasiswa yang Belajar Menggunakan Teori M-APOS dan Model Knisley
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model teori M-APOS dan model Knisley. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran mana yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa pada mata kuliah Aljabar Abstrak. Penelitian ini termasuk dalam kategori eksperimen semu dengan desain Randomized Control Group Only Design, di mana subjek penelitian dipilih secara acak dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pamulang yang sedang menempuh mata kuliah Aljabar Abstrak. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes tertulis yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik t-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis pada kelas eksperimen sebesar 75,25, lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata 67,50. Uji hipotesis dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%, menghasilkan nilai thitung sebesar 2,870 yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,005. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis Teori M-APOS secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa dibandingkan dengan model Knisley. Hasil ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk mempertimbangkan penerapan model M-APOS dalam proses pembelajaran matematika, khususnya pada materi-materi yang bersifat abstrak seperti Aljaba
Penggunaan Dongeng Matematika dalam Meningkatkan Berhitung Awal di TK Islam Al-Falaah Desa Pulau Semambu 2025
Dongeng adalah cerita yang dibuat-buat atau dibayangkan yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Dongeng juga merupakan cerita fiksi yang digunakan sebagai bahan ajar bagi anak-anak, termasuk dalam pembelajaran matematika. Dongeng matematika adalah narasi yang menggabungkan ide-ide matematika yang disajikan dengan cara yang kreatif dan menarik. Dengan menggunakan teknik dongeng matematika di taman kanak-kanak, penelitian ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini. Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang didasarkan pada model Kemmis dan McTaggart dan memiliki dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, digunakan untuk melakukan penelitian ini di TK Islam Al-Falaah di Desa Pulau Semambu. 14 anak berusia antara 5 dan 6 tahun menjadi subjek penelitian. Dokumentasi dan lembar observasi merupakan salah satu alat yang digunakan. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan terhadap data. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan berhitung anak usia dini dapat ditingkatkan secara signifikan dengan penggunaan dongeng matematika. Mayoritas anak-anak pada prasiklus (78,5%) masuk dalam kategori "Mulai Berkembang". Meskipun demikian, ada peningkatan yang signifikan dalam kategori "Berkembang Sesuai Harapan" (42,9%) dan "Berkembang Sangat Baik" (85,7%) setelah pelaksanaan pengukuran pada siklus pertama dan kedua. Menurut temuan penelitian, keterampilan berhitung anak usia dini dapat ditingkatkan melalui penggunaan cerita matematika. Metode ini membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak