Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Penalaran Matematis pada Materi Barisan dan Deret Kelas XI SMA/MA
Kemampuan Penalaran Matematis (KPM) merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika. Akan tetapi KPM peserta didik masih dalam kategori rendah dikarenakan kurangnya instrumen tes yang dapat digunakan guru sebagai referensi dalam melatihkan soal tes yang dapat melatih KPM peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes KPM pada materi barisan dan deret yang valid, reliabel, serta memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda yang baik. Jenis penelitian adalah model pengembangan tipe development studies yang terdiri dari tahap preliminary dan formative evaluation. Tahap formative eveluation mengadaptasi langkah Tessmer yakni self evaluation, experts review, one-to-one, small group, dan field test. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yang menggambarkan setiap pengolahan data yang terkumpul dengan menggunakan instrumen lembar validasi, lembar respon peserta didik, dan lembar tes KPM. Subjek penelitian ini adalah 30 peserta didik kelas XI MS 2 SMAN Plus Provinsi Riau. Data diperoleh dari hasil validasi tiga orang validator dan uji coba soal tes KPM kepada subjek penelitian pada tahap field test. Skor rata-rata validasi internal adalah 97,67% dengan kategori sangat valid. Dari 15 butir soal yang valid secara internal, dilakukan uji coba diperoleh 13 butir soal yang valid secara eksternal, nilai reliabilitas 0,86 kategori sangat tinggi, 8 butir soal sedang dan 5 butir soal sukar, serta 6 soal dengan daya pembeda cukup, 5 soal dengan daya pembeda baik, dan 2 soal dengan daya pembeda sangat baik. Maka diperoleh 13 soal KPM dengan yang valid, reliabel, serta memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda yang baik
Perbandingan Media Evaluasi Hasil Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Aplikasi Quizizz dan Kahoot pada Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Mamuju
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 1 Mamuju dengan menggunakan aplikasi Quizizz dan Kahoot sebagai alat evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan melibatkan tes soal pilihan ganda dan isian singkat. Data dianalisis dengan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar matematika siswa antara penggunaan aplikasi Quizizz dan Kahoot sebagai media evaluasi pembelajaran. Meskipun hasil penelitian ini tidak menunjukkan perbedaan di antara kedua aplikasi yang digunakan, tetapi kedua aplikasi tersebut menunjukkan dampak baik terhadap peningkatan hasil belajar matematika para siswa. Implikasi temuan ini bagi calon guru maupun guru dapat dijadikan rujukan dalam memilih dan menggunakan instrumen evaluasi pembelajaran dalam proses evaluasi sekolah
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group to Group Exchange pada Pokok Pembahasan Segitiga di Kelas VII SMP Negeri 6 Kotamobagu
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh penerapan model group to group exchange terhadap hasil belajar siswa pada materi Segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain posstest-only control grup design. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 20 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 20 siswa di SMP Negeri 6 Kotamobagu tahun ajaran 2022/2023 yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh adalah hasil posstest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen = 79,15 dan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol = 57,55. Pengujian data setelah menggunakan taraf nyata = 0,05 diperoleh = 5,68 > = 1,68 dan disimpulkan ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran group to group exchange pada materi segitiga lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran direct instruction
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Di SMA Negeri 1 Tugala Oyo
Salah satu permasalahan pembelajaran matematika di SMA Negeri 1 Tugala Oyo adalah rendahnya kemampuan siswa dalam komunikasi matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa dipengaruhi oleh paradigma kooperatif Two Stay-Two Stray (TS-TS). Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metode eksperimen semu. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tugala Oyo ini, populasi penelitiannya adalah siswa Kelas XII tahun ajaran 2023–2024. Sampel penelitian dikumpulkan dengan menggunakan non-probability sampling; kelas XII MIPA 1 dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa “rata-rata nilai tes pertama kelas eksperimen berada pada kelompok buruk yaitu sebesar 57,27, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol berada pada kelompok yang sama yaitu sebesar 56,67. Sedangkan kelas eksperimen memperoleh rata-rata nilai ujian akhir sebesar 79,85 (kategori baik) untuk kemampuan komunikasi matematis, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 66,01 (kategori cukup)”. Berdasarkan uji hipotesis penelitian memperoleh hasil sebagai berikut: thitung = 8,726 dan ttabel = 1,682. Tolak H0 dan terima Ha karena thitung = 8,726 > ttabel = 1,682 yang berarti “Terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa”
Penerapan Model Pembelajaran STEM Berbantuan E-Modul Terhadap Pemecahan Masalah
Proses pembelajaran saat ini menuntut keaktifan dan peran siswa lebih dominan daripada guru. Namun, fakta di lapangan masih ada beberapa sekolah yang belum memaksimalkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penyebab utama adalah minimnya pengetahuan guru untuk mendesain proses pembelajaran menjadi interaktif dan inovatif. Model pembelajaran STEM (science, technology, engineering and mathematics) adalah merupakan model pembelajaran yang membimbing siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, yang ditandai dengan keberhasilan dalam memecahkan masalah. Selain model pembelajaran, pemakaian media pembelajaran berbasis teknologi juga dapat mendukung kegiatan siswa dalam memecahkan masalah. E-Modul merupakan media pembelajaran berbentuk modifikasi modul dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi untuk menjadikan modul yang ada lebih menarik dan interaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran STEM berbantuan E-Modul dapat membantu siswa dalam memecahkan permasalahan pada materi trigonometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui tes soal pemecahan masalah untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan akan dianalisis dalam bentuk presentase. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, maka diperoleh (1) Persentase siswa dalam memahami masalah sebesar 100% berada pada kategori baik sekali, (2) Persentase siswa dalam merencanakan penyelesaian masalah sebesar 93% berada pada kategori baik sekali, (3) Persentase siswa dalam menyelesaikan masalah sebesar 90% beerada pada kategori baik, dan (4) Persentase siswa dalam memeriksa kembali penyelesaian masalah sebesar 90% berada pada kategori baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STEM berbantuan E-Modul peserta didik dapat membantu siswa dalam memecahkan permasalahan pada materi trigonometri
Mathematical Creative Thinking and Differences in Students' Cognitive Styles in Learning Achievement: A Systematic Literature Review
The purpose of this article is to explain how students' varied cognitive styles and the outcomes of their mathematical creative thinking interact. The Systematic Literature Review (SLR) method. To find, examine, assess, and interpret all of the research that is currently available on the topic of interest, the SLR technique is employed. All publications pertaining to mathematical creative thinking and cognitive style in student learning achievement are compiled and reviewed in order to gather data. The international journals used were 5 which only focused on Scopus. The results showed that creative thinking can be strengthened in the science curriculum, but empirical evidence supporting the relationship between the two is still limited, but examining the predictive value of creative thinking (divergent and convergent thinking) for scientific reasoning, while considering task specificity and academic achievement, various aspects of divergent thinking (i.e. fluency, flexibility, and originality) benefit from different types of support. Students' fluency scores increased under the full support condition, but decreased in the other two conditions, the FI group had lower and more efficient cognitive load than the FD group. The effect of information load on cognitive load follows a piecewise linear correlation with two prominent nodes, field dependence-independence (FDI) can affect academic performance, selective attention, and working memory. However, the underlying mechanisms of how FDI modulates selective attention and working memory remain unclear, field independence (FDI) may affect academic performance, selective attention, and working memory. However, the underlying mechanism of how FDI modulates selective attention and working memory remains unclear and field-independent students produced better learning achievement but field-dependent students showed higher frustration tolerance, low-ability students experienced more significant improvement than high-ability students. Low ability students also showed higher frustration tolerance
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Smpn 1 Geger
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar mateatika siswa kelas VIII SMPN 1 Geger. Tujuan dari penelitian ini ialah guna mendapatkan data atau infomasi terkait pengaruh kecerdasan emosional pada hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 1 Geger. Kecerdasan emosional yakni kemampuan yang mencakup kemampuan untuk memberikan motivasi pada diri sendiri, sedangkan hasil belajar matematika siswa adalah hasil belajar yang diperoleh siswa pada Ujian Akhir Semester ganjil tahun 2023/2024. Penelitian ini memakai penelitian kuantitatif dan memakai metode penelitian survei. Populasi pada penelitian ini sebanyak 288 siswa. Jumlah sampel sejumlah 167 siswa diambil menggunakan metode simple random sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer untuk angket kecerdasan emosional dan data sekunder untuk hasil belajar matematika siswa. Peneliti memakai analisis regresi linear sederhana dengan SPSS versi 26.0 for windows untuk menganalisis data. Analisis regresi linear sendiri merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap varibael terikat. Hasil penelitian memperlihatkan kecerdasan emosional memiliki efek positif pada hasil belajar matematika siswa dan signifikansi sejumlah 0,000 < 0,05 serta nilai t hitung (26,618) > t tabel (1,974). Besarnya pengaruh variabel kecenderungan emosional terhadap prestasi matematika siswa sejumlah 86,7%. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai sebesar 86,7%
Systematic Literature Review: Analisis Kemampuan Literasi Matematis di Kabupaten Serang
Kemampuan literasi matematis adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seluruh peserta didik tak terkecuali di Kabupaten Serang di mana diharapkan peserta didik memiliki kemampuan literasi matematis yang baik. Dengan kemampuan literasi matematis yang baik diharapkan peserta didik dapat bersaing di era abad 21 ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel terkait untuk mengetahui kemampuan literasi matematis di Kabupaten Serang, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari hasil mengkaji dan menganalisis artikel terkait permasalahan yang dibahas. Artikel yang digunakan berjumlah 14 artikel. Berdasarkan hasil penelitian di dapat bahwa kemampuan literasi memiliki peranan yang sangat penting dan kesimpulan yang didapat adalah siswa yang berada di Kabupaten Serang belum memenuhi seluruh indikator kemampuan literasi sehingga dapat dikatakan kemampuan literasi siswa di Kabupaten Serang khususnya kemampuan literasi matematika masih tergolong rendah
Meta Analisis Peningkatan Literasi Matematika Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Literasi matematika berperan penting dalam kehidupan nyata sebagai kemampuan yang harus dimiliki setiap individu. Salah satu upaya untuk mengatasi kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia yang masih rendah adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan literasi matematika melalui model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian meta analisis dengan urutan tahapan persiapan, implementasi, dan analisis. Hasil yang diperoleh adalah literasi matematika siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan, bahwa = 28,48389 > 1,965548 = . Berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest untuk literasi matematika sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Rata-rata nilai pretest dan posttest untuk literasi matematika masing-masing adalah 39,49179 dan 72,76218. Nilai literasi matematika pada posttest lebih tinggi dari pretest, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan literasi matematika siswa. Hasil dari artikel yang dianalisis memiliki persamaan dan perbedaan karena banyak aspek yang diterapkan. Persamaan hasil penelitian ditemukan dari nilai Effect Size (ES) pada kategori tinggi tentang pengaruh. Jadi dapat disimpulkan bahwa model problem-based learning (PBL) berpengaruh tinggi terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Temuan dalam penelitian meta analisis ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah memiliki pengaruh yang besar terhadap literasi matematika siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa
Efektivitas Pembelajaran Project-Based Learning Berbasis STEAM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP Kelas VII melalui penerapan model PjBL berbasis STEAM. Indikator kemampuan berpikir kritis terdiri dari menuliskan informasi, mengidentifikasi model matematika, menyusun strategi, dan menjumlahkan. Penelitian ini menerapkan pendekatan metode campuran sekuensial eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tujuh di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling terpilih salah satu kelas VII yang terdiri dari 30 siswa, sebagai sampel dalam penelitian ini, dengan enam siswa sebagai subyek pada analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, dokumentasi, dan wawancara adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Sementara uji-t berpasangan digunakan untuk menguji data pada bagian kuantitatif, tiga fase analisis digunakan untuk menilai data pada bagian kualitatif: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Metode triangulasi, termasuk wawancara dan dokumentasi, digunakan dalam penelitian ini. Kemampuan berpikir kritis siswa meningkat secara signifikan, menurut hasil t-test berpasangan. Selain itu, menurut analisis kualitatif: Terjadi pergeseran capaian indikator kemampuan berpikir kritis pada dua kasus: (1) siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi berubah dari dua indikator pada pretest menjadi empat indikator pada posttest; (2) siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang berubah dari tiga indikator pada posttest; (3) siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak berubah hanya satu indikator pada posttest