Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Perbedaan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Problem Posing dan Problem Based Learning di SMA Negeri 1 Susua
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan akademis, seperti kurangnya kemampuan komunikasi matematis siswa saat pembelajaran matematika dan fakta bahwa hasil belajar rata-rata siswa pada permasalahan matematika masih buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya variasi kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar di SMA Negeri 1 Susua dengan menggunakan metodologi pembelajaran issue position dan problem based learning. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Susua dengan siswa kelas XII-MIPA-1 sebagai eksperimen 1 (total 24) dan siswa kelas XII-MIPA-2 sebagai eksperimen 2. Desain penelitian yakni desain kelompok kontrol pretest-posttest. Alat penelitiannya adalah tes esai yang menilai kemampuan komunikasi matematika. Sedangkan rata-rata nilai ujian akhir matematika kelas eksperimen E1 sebesar 66,82(kategori cukup), kelas eksperimen E2 sebesar 75,69 (kategori baik). Hasil uji hipotesis, yakni thitung = -2,334 dan ttabel = -1, 680. Karena thitung dan ttabel , maka tolak Ha terima Ho yang berarti “Ada perbedaan kemampuan komunikasi matematis yang diajar dengan model pembelajaran problem posing dan problem based learning di SMA Negeri 1 Susua”
Perbedaan Hasil Belajar Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa Ditinjau dari Penerapan Model Pembelajaran
Dalam fokus pembahasan Persamaan Linear Dua Peubah, studi ini bermaksud untuk mengkaji perbedaan hasil belajar antara murid yang mengikuti pembelajaran dengan metode langsung (DI) dan murid yang mengikuti pembelajaran dengan metode berbasis masalah (PBL). Penelitian ini memakai metode semi-eksploratif dengan melibatkan siswa SMPN 7 Bitung, Sulawesi Utara, yang dibagi menjadi kelompok kontrol (kelas VIII-2) dan kelompok eksperimen (kelas VIII-1) dengan masing-masing 28 siswa. Kelompok kontrol diajarkan dengan model PBL, sedangkan kelompok eksperimen diajarkan dengan model DI. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (posttest) yang diberikan kepada siswa di kedua kelas. Kedua kelompok memiliki data yang tidak berdistribusi normal saat diuji normalitas data posttest. Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa capaian belajar Kemampuan menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada siswa yang belajar dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah secara menyeluruh lebih baik dibandingkan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran langsung
Efektivitas Permainan Teka Teki Silang Pada Materi Limas dan Prisma untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Kelas VIII
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa baik kemampuan berpikir kritis siswa pada materi limas dan prisma ditingkatkan dengan metodologi pembelajaran teka-teki silang. Untuk meningkatkan semangat belajar siswa, teka-teki silang merupakan salah satu alat pembelajaran aktif yang memerlukan pemikiran semua siswa dalam memecahkan masalah. Menghafal lebih ditekankan oleh para guru saat ini sebagai keterampilan kognitif. Masih ditemukan bahwa siswa kurang memiliki kemampuan berpikir kritis karena hafalan masih mengatur sistem pendidikan dan mempengaruhi hasil belajar. Pendekatan seperti ini tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Apabila kegiatan ilmiah tidak dimasukkan ke dalam proses pembelajaran melalui kegiatan eksperimen, maka kemampuan akademik siswa tidak akan berkembang dan kemampuan berpikir kritisnya tidak akan berkembang. Model pembelajaran teka-teki silang dimaksudkan sebagai alat yang berguna bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya, menurut peneliti. Desain kelompok sebelum dan sesudah tes dimasukkan dalam desain uji coba. Pre-test dimaksudkan untuk mengetahui status awal subjek sebelum diberikan terapi, dan post-test dilakukan setelah diberikan treatment. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paradigma pembelajaran teka-teki silang dengan materi limas dan prisma meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 0% menjadi 47% pada tingkat relasional dan dari 0% menjadi 33% pada tingkat abstrak, menurut data posttest. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian materi limas dan prisma dalam paradigma pembelajaran teka-teki silang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terintegrasi STEM Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self Efficacy Siswa SMP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis dan self efficacy siswa, namun kenyataannya berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Serang kedua hal tersebut belum sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan self efficacy siswa antara kelas yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah terintegrasi (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) STEM dan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah, serta mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis antara dua kelompok penelitian. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Serang tahun ajaran 2023/2024. Sampel penelitiannya adalah kelas VII C sebagai kelas kontrol dan kelas VII D sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang memperoleh model Pembelajaran berbasis Masalah terintegrasi STEM dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional metode ceramah, dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibandingkan rata-rata kelas kontrol, 2) Terdapat perbedaan self efficacy antara siswa yang memperoleh model Pembelajaran berbasis Masalah terintegrasi STEM dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional metode ceramah, dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol, 3) Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh Pembelajaran Berbasis Masalah terintegrasi STEM lebih baik dibanding siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah, dengan perolehan rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol
Pengembangan Modul Matematika Konteks Makanan Khas Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti pada Materi Program Linear untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik
Tujuan penelitin ini yaitu penelitian pengembangan untuk menghasilkan sebuah produk berupa modul matematika konteks makanan khas masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti pada Materi program linear untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang valid dan praktis. Pengembangan yang akan dilakukan ini akan menggunakan model 4D yang meliputi 4 tahap yakni define, design, development, dessiminate. Pengembangan modul matematika yang sudah dilakukan divalidasi oleh 3 orang validator dan direvisi sesuai dengan saran validator. Rata-rata hasil validasai modul matematika adalah 87,84% dengan kategorinya termasuk sangat valid. Ujicoba terbatas yang dilakukan pada 12 orang peserta didik dengan kemampuan variatif. Rata-rata hasil angket respon peserta didik ujicoba terbatas adalah 88,78% dengan kategori sangat praktis.Ujicoba lapangan yang dilakukan pada 30 orang peserta didik dengan kemampuan variatif. Rata-rata hasil angket respon peserta didik ujicoba terbatas adalah 88,69% dengan kategori sangat praktis. Modul matematika konteks makanan khas masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dalam materi program linear kelas XI SMA sudah termasuk dalam kategori valid dan praktis
Pengembangan E-Comic pada Materi Perbandingan untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matermatis Siswa SMP
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Dimana tujuannya adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan produk e-comic yang berkaitan dengan materi perbandingan untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa secara valid, praktis, dan efektif. Subjek penelitian diantaranya siswa kelas VII UPT SMPN 4 Kampar serta ahli teknologi pendidikan dan materi pembelajaran yang melibatkan dosen dan guru matematika. Objek penelitian adalah e-comic yang dirancang untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi perbandingan. Instrumen penelitian instrumen validitas yaitu lembar validasi instrumen dan lembar angket validasi oleh ahli teknologi pendidikan dan ahli materi pembelajaran, instrumen kepraktisan yaitu angket respon siswa, dan instrumen keefektifan yaitu soal post-test. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif, yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa e-comic untuk materi perbandingan dinyatakan sangat valid dengan validitas keseluruhan 0,886, sangat praktis dengan memperoleh persentase kepraktisan 87,647%, dan efektif dengan diperoleh nilai (4,2064) (2,0345) sehingga diterima dan ditolak. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara kelas eksperimen dimana siswa memakai e-comic pada saat belajar dibandingkan kelas kontrol dimana siswa tidak belajar dengan memakai e-comic
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Aritmatika Sosial Berbasis PBL untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP/MTs
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada saat proses pembelajaran menjadi pengaruh besar teradap keaktifan siswa di dalam kelas. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Produk yang dihasilkan berupa silabus, RPP dan LKPD. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D dengan tahapan define, design, develop dan disseminat.. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dan analisis data. Subjek uji siswa kelas VII SMPN 4 Logas tanah Darat. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi dan angket respon siswa. Hasil validasi perangkat yang dihasilkan memenuhi syarat valid dengan nilai rata-rata total untuk Silabus 3,87, RPP 3,77 dan LKPD 3,77 dan kategori “sangat valid”. LKPD yang sudah divalidasi kemudian diujicobakan kepada enam siswa SMPN 4 Logas Tanah Darat. Artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Hasil uji coba kelompok kecil disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi syarat praktis dengan rata-rata hasil angket respon siswa 3,52 dengan kategori sangat praktis. Selanjutnya dilakukan uji coba kelompok besar yang dihasilkan memenuhi syarat praktis dengan rata-rata kepraktisan akhir sebanyak 3,50 dengan kategori “sangat praktis”. Berdasarkan hal ini dinyatakan bahwasanya perangkat pembelajaran berbasis PBL materi artimatika sosial valid dan praktis untuk diterapkan di kelas
Pengembangan Media Pembelajaran Artapunan Berbasis Android dalam Pembelajaran Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran matematika berbasis android yang dikenal sebagai ARTAPUNAN. Tujuan utama pengembangan aplikasi ini adalah untuk menciptakan sebuah alat pembelajaran yang sesuai, mudah digunakan, dan efektif dalam pembelajaran materi himpunan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development), yang mengikuti model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Instrumen penelitian yang digunakan mencakup lembar penilaian kelayakan media pembelajaran, angket respon pengguna, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan. Pertama, kelayakan media pembelajaran dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa dengan persentase 85,03%, yang menunjukkan bahwa media tersebut masuk dalam kategori sangat layak. Kedua, kepraktisan media pembelajaran dinilai melalui angket respon siswa dan tanggapan guru matematika dengan persentase kepraktisan 83%, yang juga masuk dalam kategori sangat praktis. Ketiga, keefektifan media pembelajaran diukur berdasarkan ketuntasan minimal hasil belajar secara klasikal setelah penggunaan media, dengan persentase pencapaian nilai 82,76%
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Segitiga dan Segiempat
Kemampuan berpikir kreatif merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Dengan adanya kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran matematika, siswa dapat memecahkan masalah yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam memecahkan masalah mengenai segitiga dan segiempat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini ialah 32 siswa kelas VII SMP. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan tes tulis uraian mengenai segitiga dan segiempat dan wawancara kepada siswa. Teknik analisis data yang peneliti gunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan di penelitian ini adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi mampu menjalankan ketiga indikator berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, serta originality/novelty, Siswa dengan kemampuan matematika sedang hanya mampu menjalankan dua indikator berpikir kreatif yaitu fluency dan flexibility, sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah hanya mampu menjalankan satu dari tiga indikator, yaitu fluency atau bahkan ada yang belum mampu menjalankan ketiga indikator berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, serta originality/novelty
Eksistensi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Ditinjau dari Prosedur Newman
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran penelitian terkait penggunaan berdasarkan teori Newman Error Analysis (NEA) dalam menganalisis kesalahan siswa pada materi Program Linear. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan berpanduan pada beberapa langkah, perolehan menggunakan Google Schoolar dengan filter dan keyword yang sesuai. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 19 publikasi yang diperoleh dari jurnal terindex yang terbit pada tahun 2013-2022. Penelitian ini mengkaji tentang gambaran sebaran penelitian primer yang berkaitan dengan penggunaan Newman Error Analysis (NEA) dalam menganalisis kesalahan siswa, ditinjau berdasarkan tahun publikasi, jenis soal, lokasi penelitian, serta jenis kesalahan yang dibuat oleh siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penelitian yang mengkaji tentang kesalahan siswa menurut Newman pada materi Program Linear paling sering dilakukan pada tahun 2020 dan 2021, menggunakan soal cerita, penelitian yang paling banyak dilakukan ada di Pulau Jawa. Kesalahan siswa yang banyak ditemukan adalah dalam proses transformasi, hal tersebut karena kurangnya kemampuan mentransformasikan konsep yang ada pada soal ke dalam model matematika yang benar, kesulitan menentukan langkah yang harus dilakukan untuk memecahkan soal, kesalahan pada operasi matematika dalam mengerjakan soal, serta tidak teliti ketika menyelesaikan soal