Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Studi Literatur Review: Analisis Kemampuan Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal PISA di Tinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent
Literasi adalah kemampuan individu dalam memanfaatkan potensi dan keterampilan untuk memahami serta mengelola informasi dalam aktivitas sehari-hari, seperti membaca, menulis, berhitung, dan menyelesaikan masalah. Dalam pembelajaran matematika, literasi matematika merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa. Namun, tingkat literasi Negara Indonesia masih dikategorikan rendah. Tercermin dari hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) dua periode terakhir, yang menunjukkan skor Indonesia di bawah rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pada PISA 2018, skor literasi sains Indonesia mencapai 379, menempatkan Indonesia di peringkat 74 dari 79 negara. Pada PISA 2022 yang diumumkan pada 5 Desember 2023, skor turun menjadi 366 poin, atau 106 poin di bawah rata-rata global, dengan peringkat 70 dari 81 negara peserta. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka (literature review) guna menganalisis indikator, pengaruh, dan menyusun cara meningkatkan kemampuan literasi matematika serta menyesuaikannya dengan gaya belajar siswa. Berdasarkan temuan studi sebelumnya, literasi memiliki dampak signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Selain itu, kemampuan ini juga dipengaruhi oleh gaya belajar kognitif, baik Field Dependent maupun Field Independent. Oleh karena itu, upaya kolaboratif dari guru dan sisw
Mathematical Literacy Skills in Rational Number Material Class VII Reviewed from Learning Motivation
This study examines the mathematical literacy skills of seventh-grade students at State Junior High School (SMP) 1 Tanjungsari and their relationship with learning motivation. The objective of this research is to analyze the impact of students' learning motivation on their mathematical literacy abilities. This study employs a descriptive qualitative method, involving 34 students from class VII-H in the first semester of the 2024/2025 academic year. Data collection methods include a three-item descriptive test, a learning motivation questionnaire, and interviews with selected students. The results indicate that the average mathematical literacy score was 29.26 (out of 100), with 1.02% of students categorized as having high literacy, 1.70% as medium, and 79.41% as low. Learning motivation levels were classified as high (17.65%), medium (61.76%), and low (20.58%). In conclusion, students with high motivation and literacy demonstrated proficiency in all mathematical literacy indicators, whereas students with low motivation exhibited weaker literacy skills and failed to meet all indicators. Notably, even students with moderate motivation displayed low literacy skills and did not achieve all expected indicators
Efektivitas Gamifikasi Modul Interaktif terhadap Pemahaman dan Minat Belajar Statistika Mahasiswa Politeknik Pertanian Kupang
Statistika Terapan merupakan mata kuliah yang sangat menuntut kemampuan analitis tinggi, akan tetapi mata kuliah ini tetap sering menimbulkan kendala dalam hal pemahaman konsep serta motivasi belajar mahasiswa vokasi. Efektivitas dari modul interaktif berbasis gamifikasi dalam meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar mahasiswa pada mata kuliah tersebut menjadi tujuan kajian ini. Metode yang dipakai itu ialah kuasi-eksperimen dengan sebuah desain one-group pretest-posttest. Terdapat 136 mahasiswa dari Program Studi Penyuluh Pertanian Lahan Kering yang terlibat. Unsur gamifikasi seperti poin, lencana, serta papan peringkat disisipkan ke dalam modul. Juga ada tantangan yang bertingkat beserta umpan balik instan. Sesuai hasil analisis, skor pemahaman meningkat signifikan dari 68,0 menjadi 71,6 (t = 1,977; p < 0,05) serta minat belajar pun meningkat 42,31% (dari skor rata-rata 2,6 menjadi 3,7). Interaksi mahasiswa terhadap fitur gamifikasi menjelaskan sekitar 70% dari variasi skor pemahaman berdasarkan analisis regresi. Gamifikasi terbukti efektif dalam membangun baik keterlibatan kognitif maupun afektif di pembelajaran statistika pada pendidikan vokasi menurut hasil ini
Meta Syntesis: Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Model Pembelajaran Berbasis Projek
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu standar kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yaitu model PjBL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman masalah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis meta sintesis, yaitu metode literatur review yang mengidentifikasi, menginterpretasi serta menilai seluruh temuan-temuan pada topik penelitian, untuk menjawab pertanyaan penelitian (research question) yang ditetapkan sebelumnya. Pada proses meta-sintesis terdapat 6 langkah, antara lain (1) menyusun pertanyaan penelitian (formulating the review question), (2) mencari literatur systematic review (conducting a systematic literature search), (3) menyeleksi artikel yang cocok dan dapat digunakan (screening and selecting appropriate research articles), (4) menganalisis dan sintesys temuan-temuan kualitatif (analyzing and synthesizing qualitative findings), (5) menjaga kendali mutu (maintaining quality control), dan (6) membuat laporan akhir (presenting findings). Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS Berdasarkan Teori Nolting Ditinjau dari Gaya Kognitif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika bersadarkan teori Nolting pada kelas IX SMP Negeri 4 Kotabumi Lampung Utara. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini ialah 6 siswa kelas IX SMP negeri 4 Kotabumi Lampung Utara yang dipilih berdasarkan masing-masing 3 siswa yang termasuk dalam kategori Field Independen dan 3 siswa yang termasuk kategori Field Dependent. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ialah lembar soal tes GEFT dan tes soal serta pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yakni kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa SMP Negeri 4 Kotabumi dalam menyelesaikan soal Matematika tipe HOTS berdasarkan teori Nolting yaitu Careless Erors, Concept Erors, Applicaton erors dan Test Taking Erors. Kesalahan terbesar dilakukan pada jenis kesalahan Concept Erors yang mengakibatkan jawaban yang tidak tepat. Faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Matematika tipe HOTS adalah minimnya pemahaman siswa pada materi SPLDV, kurangnya minat siswa dalam pelajaran matematika, siswa ceroboh dalam menyelesaikan soal dan siswa salah dalam menghitung
Pengaruh Penerapan RME Berbantuan Alat Peraga Kotak Matriks Terhadap Pemahaman Konsep Siwa Kelas XI SMK Swasta Imelda
Pemahaman dan minat siswa terhadap matematika dibentuk oleh kualifikasi guru, strategi mengajar, dan ketersediaan sumber belajar yang memadai. Media pembelajaran menjadi salah satu hal penting dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak penerapan pembelajaran Realisitic Matematic Education menggunakan media kotak matriks terhadap kemampuan siswa dalam memahami konsep dasar operasi hitung matriks. Riset ini dilaksanakan di SMK Swasta Imelda Medan pada tahun ajaran 2024/2025. Metode riset yang digunakan adalah quasi-eksperimental. Populasi penelitian meliputi siswa SMK SWASTA IMELDA MEDAN kelas XI., menggunakan sampel yang terdiri dari 28 siswa kelas XI Tata Boga 2 sebagai kelas eksperimen, dan 28 siswa dari kelas XI Kecantikan 3 sebagai kelas kontrol. Prosedur pengumpulan data adalah tes kemampuan pemahaman konsep materi operasi hitung matriks. Penelitian ini menggunakan instrument pretest dan postest. F test digunakan untuk menilai homogenitas data, sedangkan uji Shapiro-Wilk digunakan untuk memverifikasi kenormalan data. Berdasarkan hasil uji normalitas, ditemukan bahwa tidak ada kelompok yang terdistribusi secara normal. Namun, dengan uji homogenitas ini mampu menunjukkan populasi tersebut homogen. Berdasarkan analisis hasil uji Wilcoxon, ditemukan p value sebesar 0,02683 < 0,05. Dengan demikian, terjadi peningkatan kemampuan pemahaman siswa kelas XI SMK Swasta Imelda Medan terhadap materi operasi matriks setelah menerapkan pembelajaraan RME berbantuan media kotak matriks
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Terintegrasi Keislaman untuk Menumbuhkan Karakter Siswa SMP
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar matematika terintegrasi keislaman khusunya pada materi persamaan linear satu variable yang valid, prakris, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall. Teknik pengumpulan data berupa angket dan tes. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli teknologi pendidikan, lembar validasi ahli materi, soal postes, dan angket karakter. Subjek penelitian ini dibagi atas tiga kategori yaitu validator untuk menilai kelayakan bahan ajar, 12 orang siswa untuk uji praktikalitas, dan 91 orang siswa yang berada di tiga sekolah di Provinsi Riau untuk menilai efektifitas bahan ajar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar matematika berupa modul persamaan linear satu variable yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika dan juga dapat menumbuhkan karakter siswa khususnya patuh kepada aturan, bersikap adil dan jujur. Oleh karena itu, modul ini dapat dikatakan layak digunakan sebagai salah satu perangkat dalam pembelajaran matematika SM
Penggunaan Bahan Ajar atau Media terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa : Systematic Literature Review
Artikel ini membahas betapa pentingnya bagi siswa untuk dapat menggunakan bahan ajar atau media yang tepat saat mereka belajar. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan atau penggunaan media dan bahan ajar berdampak pada kemampuan literasi numerasi siswa di sekolah dasar dan sekolah menengah. Metode Sistematic Literature Review (SLR) digunakan dalam penelitian ini. Metode ini meninjau artikel dari berbagai sumber dengan menggunakan database Google Scholar, Proceedings, dan Scimago dari tahun 2017 hingga 2023. Tujuan dari SLR adalah untuk menganalisis, menemukan, meninjau, dan menafsirkan penelitian sebelumnya tentang penggunaan bahan ajar atau media pada kemampuan literasi numerasi. Review ini terdiri dari tiga tahap, yaitu planning, conducting, dan reporting. Dari ketiga tahap tersebut, 52 artikel yang relevan ditemukan untuk kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi sehingga didapatkan 25 artikel yang digunakan sebagai studi primer. Simpulan yang didapatkan adalah pengembangan dan penggunaan bahan ajar atau media memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa baik pada jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK, karena bahan ajar dan media yang secara khusus dirancang dan disusun, sangat memperhatikan kebutuhan siswa terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi. Bahan ajar dan media tersebut dikemas menjadi lebih menarik, kreatif dan terstruktur sehingga membantu siswa dalam proses pembelajaran. 
Pengembangan Media Pembelajaran Materi Statistika SMP Kelas VIII Menggunakan Aplikasi Powtoon
Pemanfaatan media pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Media pembelajaran adalah aspek penting dalam proses pembelajaran, yang dapat dikembangkan menggunakan aplikasi powtoon. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon dan menerapkannya di SMP kelas VIII pada materi statistika. Untuk mengetahui kualitas media pembelajaran maka ada tiga aspek yang dinilai yakni kevalidan, kepraktisan dan keefektivan. Jenis penelitian ini ialah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket dan tes hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran valid yang dinilai oleh para pakar dengan aspek kevalidan 88% dari ahli materi, 97% dari ahli media dan 92% dari ahli desain pembelajaran. Media pembelajaran dinyatakan praktis dari uji kelompok kecil dan uji kelompok besar dengan rata-rata kriteria termasuk sangat layak. Media pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon juga dinyatakan efektif karena persentase ketuntantasan siswa sebesar 82%. Sehingga media pembelajaran valid dan layak untuk digunakan atau diterapkan oleh guru kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Pada kurikulum merdeka modul merupakan salah satu sumber belajar, namun pengembangan modul disesuikan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini melibatkan 2 dosen ahli dan 1 guru sebagai validator, 1 guru matematika dan 28 siswa sebagai responden kepraktisan dan 28 siswa sebagai responden keefektifan. Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa instrumen angket dan instrument tes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi, angket kepraktisan dan tes. Kemudian, data dianalisis menggunakan kriteria uji validitas, uji kepraktisan dan uji keefektifan. Dari hasil penelitian ini didapat nilai persentase validitas modul oleh ahli materi sebesar 75% dan ahli media sebesar 80% dengan kriteria valid, nilai persentase kepraktisan modul berdasarkan respon siswa sebesar 81,89% dan berdasarkan respon guru sebesar 91,76% dengan kriteria sangat praktis, nilai persentase keefektifan modul berdasarkan gaya belajar visual sebesar 58,05%, berdasarkan gaya belajar auditori sebesar 56,26% dan gaya belajar kinestetik sebesar 56,66% dengan kriteria cukup efektif, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan modul baik itu dengan menggunakan gaya belajar visual, auditori maupun kinestetik. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan valid, sangat praktis dan cukup efektif sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran matematika kelas VII di sekolah