Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Penalaran Matematis Mahasiswa dalam Konteks Logika Fuzzy: Studi terhadap Keluaran Mini Riset Mahasiswa
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis mahasiswa yang tergambar melalui hasil mini riset pada mata kuliah Logika Fuzzy. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis mahasiswa dalam konteks Logika Fuzzy, yang tergambar melalui hasil mini riset pada mata kuliah Logika Fuzzy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu mengjukan dugaan, manipulasi matematika, menyusun bukti, dan menarik kesimpulan yang relevan. Namun, beberapa laporan mini riset mahasiswa menunjukkan kesulitan dalam memverifikasi argumen dan menarik kesimpulan yang lebih akurat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menunjukkan kemampuan penalaran matematis yang baik dalam konteks Logika Fuzzy, meskipun beberapa aspek masih perlu ditingkatkan
Pengaruh Tingkat Kepercayaan Diri Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Pontianak: Studi Berdasarkan Gender
Kemampuan berkomunikasi matematis merupakan komponen vital dalam pembelajaran matematika yang dipengaruhi faktor psikologis seperti rasa percaya diri, namun dampaknya berdasarkan gender membutuhkan kajian lebih lanjut. Studi ini mengkaji pengaruh kepercayaan diri terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI SMKN 3 Pontianak berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif dengan populasi 352 siswa dari empat jurusan tahun akademik 2024/2025. Melalui cluster random sampling, terpilih 107 siswa jurusan Bisnis Online & Pemasaran (66 laki-laki, 41 perempuan) sebagai sampel. Data dikumpulkan via angket kepercayaan diri dan tes kemampuan komunikasi matematis, dengan kepercayaan diri dikategorikan tiga tingkat (rendah, sedang, tinggi) dan diubah menjadi variabel dummy untuk analisis regresi. Hasil menunjukkan kepercayaan diri berpengaruh positif signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis pada kedua kelompok gender, namun tidak ada perbedaan signifikan pengaruh kepercayaan diri antara laki-laki dan perempuan. Kesimpulannya, kepercayaan diri adalah determinan penting kemampuan komunikasi matematis yang bersifat universal tanpa dipengaruhi gender
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Berbasis Kasus untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Pembelajaran matematika di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) seharusnya tidak hanya fokus pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam menerapkan konsep tersebut dalam konteks nyata melalui keterampilan pemecahan masalah. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengembangan buku ajar berbasis studi kasus yang mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis mahasiswa PGSD. Sebelum pengembangan dilakukan, dibutuhkan penelitian pendahuluan sebagai dasar perancangan produk. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan mengevaluasi kesesuaian dokumen pembelajaran yang telah digunakan oleh dosen, serta mengidentifikasi integrasi keterampilan pemecahan masalah dalam dokumen tersebut, dan (2) mendeskripsikan data empiris dari mahasiswa PGSD yang menjadi dasar pengembangan buku ajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan objek dosen PGSD pengampu mata kuliah bilangan, aljabar, penalaran logika, dan pengolahan data, serta dokumen RPS dan bahan ajar, dan mahasiswa PGSD. Instrumen yang digunakan berupa lembar analisis dokumen dan kuesioner analisis kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan buku ajar yang kontekstual, interaktif, dan berbasis studi kasus untuk mendukung keterampilan pemecahan masalah, khususnya dalam memahami soal cerita dan langkah-langkah logis. Sementara itu, dokumen pembelajaran belum sepenuhnya mencerminkan strategi pemecahan masalah secara eksplisit. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan yang mengharuskan pengembangan buku ajar berbasis studi kasus yang selaras dengan kompetensi abad 21
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Mengembangkan Keterampilan Kolaborasi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus pada Pembelajaran Matematika Inklusif
Keterampilan kolaborasi merupakan bagian penting dari kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan oleh semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (SBK) yang mengalami hambatan dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan kolaborasi SBK, khususnya yang memiliki kecenderungan antisosial, melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran matematika pada topik Aritmetika Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilakukan di sebuah sekolah inklusi jenjang SMP di Tangerang Selatan selama periode Januari hingga Maret 2025. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VII dengan diagnosis kesulitan dalam interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL mampu mendorong perkembangan positif pada keterampilan kolaborasi siswa berkebutuhan khusus, ditunjukkan dengan adanya peningkatan partisipasi dalam diskusi kelompok, kemauan untuk mendengarkan pendapat teman, serta keberanian dalam membantu menyelesaikan tugas bersama. Meskipun perubahan yang terjadi masih bersifat awal dan bertahap, strategi pembelajaran berbasis CTL terbukti relevan dan efektif untuk menciptakan suasana belajar yang suportif dan inklusif. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi CTL relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran inklusif, serta memiliki potensi untuk dikembangkan dalam jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan CTL secara konsisten dan menyarankan perluasan konteks serta durasi studi pada penelitian selanjutnya guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam
Eksplorasi Etnomatematika pada Lappet, Ulos dan Marsitekka dalam Budaya Tradisional Batak
Etnomatematika adalah metode yang menghubungkan budaya dengan ide-ide dasar matematika. Namun studi tentang sisi matematika dalam budaya Batak Toba masih sedikit, terutama yang mengkaji lebih dari satu bagian budaya pada satu waktu. Sementara itu, pada budaya tradisional Batak Toba terdapat ide-ide matematika seperti geometri, simetri, pola dan pengulangan, bilangan, serta perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika dalam tiga aspek budaya Batak Toba, yaitu Lappet (makanan tradisional), Ulos (kain tenun), dan Marsitekka (permainan tradisional), serta mengidentifikasi nilai-nilai matematis yang terdapat didalamnya. Studi ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif. Informasi dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara dengan tokoh budaya, dan dokumentasi visual, lalu dianalisis secara mendetail untuk menemukan elemen-elemen matematika dalam konteks budaya Batak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga unsur budaya itu memiliki konsep-konsep matematika seperti geometri, simetri, pola, bilangan dan pengulangan. Lappet menunjukkan geometri melalui bentuk, lipatan dan pola selama proses pembuatannya. Ulos mencerminkan simetri dan pola frieze serta kristalografi dalam desainnya. Marsitekka menampilkan konsep geometris dalam desain permainan dan strategi yang melibatkan logika, pola dan bilangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi budaya Batak Toba secara tidak langsung mengajarkan gagasan matematika. Etnomatematika terbukti berhasil sebagai penghubung antara budaya dan pembelajaran matematika yang relevan dan bermakna. Disarankan pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada budaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi serta menjaga kearifan lokal
Pengaruh Model Cooperative Learning Berbasis Mind Mapping Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X MAPN 4 Medan
Pemahaman konsep merupakan kemampuan kognitif yang terjadi secara tidak langsung dalam memperoleh pemahaman terhadap suatu konsep dan teori. Meskipun demikian, pemahaman konsep matematika siswa masih sederhana. Tujuan studi ini ialah untuk menguji bagaimana siswa kelas X di MAPN 4 Medan berhasil memahami konsep matematika setelah berpartisipasi dalam model pembelajaran kooperatif berbasis pemetaan pikiran. Para peneliti dalam studi kuantitatif ini mempergunakan desain “Non-Equivalent Control Group”, pendekatan penelitian quasi eksperimen. Pengambilan cluster random sampling dipergunakan sebagai strategi pengambilan sampel penelitian. Peneliti membagikan pretest dan posttest sebagai sarana pengumpulan data. Kelompok kontrol melihat peningkatan rata-rata dalam pemahaman konseptual hanya 0,183 poin, sedangkan kelompok eksperimen melihat peningkatan rata-rata 0,572 poin, menempatkan mereka dalam kategori buruk dalam penelitian ini. Temuan ini dapat dikonfirmasi dengan melihat temuan pengujian hipotesis, dengan memperlihatkan nilai signifikansi 0,000 <0,05. Jadi, H0 tidak diterima dan Hα diterima, memperlihatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas X MAPN 4 Medan dipengaruhi oleh model cooperative learning berbasis Mind Mapping
Pengaruh Model Pembelajaran Literasi Orientasi Kolaborasi dan Refleksi (LOK-R) Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik SMP
Kemampuan literasi numerasi peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi (LOK-R) terhadap kemampuan literasi numerasi siswa kelas IX SMP. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sebanyak 38 peserta didik dipilih secara acak ke dalam kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian berbasis indikator literasi numerasi. Analisis data dilakukan secara nonparametrik menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelas eksperimen (dari 55,19 menjadi 78,00; Sig. = 0,000) dengan nilai N-Gain sebesar 0,51 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan lebih rendah (dari 55,38 menjadi 63,46; Sig. = 0,000; N-Gain = 0,20). Uji Mann-Whitney juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas (Sig. = 0,000). Dengan demikian, model LOK-R efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model LOK-R pada pembelajaran matematika SMP serta pengembangan lebih lanjut pada materi atau konteks berbeda
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Berbantuan Liveworksheet dan Zep Quiz untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Capaian belajar matematika siswa di Indonesia yang terpotret dalam laporan PISA 2022 serta hasil Asesmen Nasional 2021, menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang dapat memperkuat pemahaman serta partisipasi aktif siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efektivitas model TPS yang dipadukan dengan media interaktif Liveworksheet dan Zep Quiz pada materi trigonometri, khususnya relasi sudut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe posttest-only control group design. Subjek penelitian mencakup siswa kelas X SMAN 2 Sidoarjo tahun ajaran 2024/2025. Kelas X-2 ditetapkan sebagai kelas yang diberi perlakuan, sedangkan kelas X-11 sebagai kelas yang tidak diberi perlakuan. Alat ukur yang dipakai berupa tes hasil belajar berisi soal pilihan ganda serta uraian. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak berdistribusi normal, disertai perhitungan ukuran efek menggunakan rank biserial correlation. Analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001) antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata yang diperoleh kelompok eksperimen adalah 89,3, sementara kelompok kontrol memperoleh 69,9. Nilai effect size –0,937 tergolong sangat besar, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model TPS berbantuan Liveworksheet dan Zep Quiz mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Temuan ini menegaskan urgensi integrasi media digital interaktif dengan strategi kolaboratif sebagai sarana mewujudkan pembelajaran aktif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan abad ke-21
Efektivitas Model Pembelajaran Numbered-Heads Together (NHT) Dengan Jigsaw Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektivitas model pembelajaran Numbered-Heads Together (NHT) dengan Jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar matematika di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian eksperimen semu (quansi eksperiment design). Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 teknik yaitu tes (pretest dan posttest) dan non tes(observasi dan angket motivasi). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif, uji Normalitas,uji Homogenitas,dan uji Independent Sample T-Test.. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,431 > 0,005 maka H0 diterima dan Ha ditolak sehingga tidak terdapat perbedaan hasil belajar Matematika yang signifikan dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Numbered-Heads Together (NHT) dan Jigsaw pada peserta didik kelas IV SD Negeri Bawen 01 dan peserta didik kelas IV SD Negeri Bawen 04. Sedangkan untuk hasil angket motivasi belajar matematika peserta didik pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 menunjukkan perbedaan yang signifikan karena memperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,005 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima sehinga terdapat perbedaan yang signifikan
Pengaruh Media Pembelajaran Lumio by Smart Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Namun temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih nyaman mengerjakan materi pelajaran dengan cara yang telah diberikan oleh guru sebelumnya. Siswa tidak terbiasa dengan soal yang diklasifikasikan berdasarkan masalah. Media Lumio dianggap dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui fitur yang ada. Studi ini meneliti bagaimana penggunaan Lumio berdampak pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode ini adalah desain eksperimental dengan post-test only control. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMP Sunan Kalijogo, dengan 18 siswa di kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen menggunakan lumio dan kelas kontrol menggunakan konvensional. Analisis data dan dokumentasi pada penelitian ini melalui validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol, dengan skor rata-rata 79,22 lebih besar dari 64,72. Setelah uji normalitas dan homogenitas selesai, parametrik statistik digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil uji hipotesis pada uji - t independen perlu diperhatikan karena apabila nilai uji - t 0,0001 < 0,0005 maka Ho tidak diterima dan Ha diterima. Maka ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan matematika siswa dalam memecahkan soal yang melibatkan lumio dengan yang tidak. Sehingga penelitian ini lumio efektif untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dan menjadi solusi pembelajaran modern untuk siswa lebih aktif dan lebih terampil