Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Analisis Disposisi Matematis, Kecemasan Matematika, dan Numerasi Siswa di Daerah 3T: Perbatasan RI-PNG

    Full text link
    Berdasarkan hasil PISA 2022 dan Rapor Pendidikan Indonesia 2023, kemampuan numerasi siswa di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) perbatasan RI-Papua Nugini masih rendah. Rendahnya pencapaian ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk kecemasan matematika dan disposisi matematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecemasan matematika dan disposisi matematis berdasarkan gender terhadap kemampuan numerasi siswa di wilayah 3T. Metode kuantitatif dengan pendekatan survei diterapkan pada 199 siswa SMA Negeri 6 Skouw, menggunakan instrumen tes numerasi, skala kecemasan matematika, dan kuesioner disposisi matematis. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial (ANOVA dua arah, regresi linear berganda, dan korelasi Pearson). Hasil menunjukkan bahwa secara simultan, kecemasan matematika dan disposisi matematis berdasarkan gender tidak berpengaruh signifikan terhadap numerasi (p > 0,05). Namun, secara parsial, perbedaan gender (rata-rata numerasi perempuan lebih tinggi: 64,00 vs. laki-laki: 55,42) dan tingkat disposisi matematis memengaruhi kemampuan numerasi (p < 0,05). Kecemasan matematika tidak berpengaruh signifikan, meskipun ditemukan korelasi negatif antara kecemasan dan disposisi (r = -0,474; p < 0,05). Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan kompleksitas hubungan antara faktor afektif dan kognitif dalam pembelajaran matematika. Diskusi menggarisbawahi pentingnya konteks daerah 3T, di mana keterbatasan fasilitas pendidikan berpotensi memperburuk tantangan belajar. Kesimpulannya, meskipun gender dan disposisi matematis berperan parsial, diperlukan pendekatan holistik untuk meningkatkan numerasi, termasuk intervensi psikologis dan peningkatan fasilitas belajar. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti akses pendidikan dan dukungan sosial di wilayah 3T

    Kajian Etnomatematika: Konsep Matematis dalam Pembuatan Taganing dan Putu Bambu sebagai Warisan Budaya

    Full text link
    Etnomatematika merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan matematika dengan praktik budaya masyarakat, sehingga siswa dapat memahami konsep abstrak melalui pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan mereka. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keragaman budaya. Penelitian ini diarahkan untuk mengeksplorasi serta mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang ditemukan pada alat musik tradisional Taganing dari Batak Toba dan makanan tradisional Putu Bambu dari Jawa, serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan matematika berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taganing memuat konsep bangun ruang tabung, lingkaran, dan persegi panjang, sedangkan Putu Bambu memuat konsep geometri tabung dan lingkaran serta konsep perbandingan 5:10:5 dalam proses pembuatannya. Temuan ini menunjukkan bahwa objek budaya dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual yang efektif, karena mampu memperjelas konsep geometri dan perbandingan melalui representasi nyata. Diskusi lebih lanjut memperlihatkan bahwa penelitian ini memiliki kelebihan berupa kedekatan objek dengan kehidupan siswa, meskipun terbatas hanya pada dua artefak budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur etnomatematika dan berimplikasi pada praktik pendidikan multikultural, khususnya dalam memperkuat pembelajaran matematika berbasis budaya lokal

    Kesamaan Unsur Matematika Pada Permainan Tradisional Hadangan dan Makanan Tradisional Kue Lapis

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari kesamaan unsur matematika yang terdapat dalam permainan hadangan dan makanan kue lapis, yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Permainan hadangan merupakan salah satu permainan tradisional yang memiliki unsur matematika pada aturan bermain serta lapangan bermainnya. Sedangkan kue lapis memiliki unsur matematika pada proses pembuatan serta bentuk kuenya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data diperoleh dengan studi literatur dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian dapat ditemukan beberapa kesamaan konsep matematika yang terkandung dalam permainan hadangan dan makanan kue lapis, yang diantaranya adalah konsep bangun datar persegi dan persegi panjang, konsep operasi pecahan dalam pembagian, konsep peluang keberhasilan, konsep garis sejajar, dan konsep penggunaan waktu. Penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran matematika

    The Effectiveness of Circle Adventure Educational Game in Enhancing Student’s Problem-Solving Skills on Circle Topics among Grade XI

    Full text link
    The development of game-based mathematics learning media serves as a strategic means of improving problem-solving skills among grade XI students in learning circle concepts. This research aims to produce RPG Maker MV-based learning media that is valid, practical and effective in improving problem solving for class XI circle material.  This research uses a development method with the ADDIE model which consists of five stages, namely Analysis, Planning, Development, Implementation, and Evaluation. There are 2 (two) tests carried out, namely through formative evaluation with research success criteria, post-test and pre-test scores based on the N-Gain Test with the completeness criterion g≥30 and the Learning Goal Achievement Criteria with the completeness criterion X>40. Based on the media use effectiveness test, an N-Gain result of 0.60 was obtained with the medium category and the results of the Learning Goal Achievement Criteria with a percentage of 97.22% with the complete category based on a limited trial of 39 students of SMA Negeri 1 Singaraja

    Pengembangan E-modul Hypercontent pada Materi Geometri untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Matematis Mahasiswa

    Full text link
    Kemampuan spasial matematis merupakan hal yang penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa, Dimana untuk meningkatkan kemampuan spasial perlu dilakukan perbaikan dalam proses pembelajaran, salah satunya  adalah melakukan inovasi, khususnya pada modul ajar yang digunakan. Modul ajar saat ini yang tersedia berupa modul biasa berupa cetakan atau file pdf, oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan modul agar lebih menarik dan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan e-modul hypercontent pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan mengadopsi model Rowntree dengan 3 tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi, wawancara, angket, dan tes kemampuan spasial yang diberikan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Geometri di semester gasal 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tersusunnya e-modul hypercontent yang dinyatakan valid oleh ahli dan penggunaan e-modul hypercontent dapat meningkatkan kemampuan spasial mahasiswa

    Analysis of Junior High School Students' Numeracy Literacy with Various Levels of Mathematical Curiosity

    Full text link
    Numerical literacy is an essential competency in education, yet the results of the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA) indicate that most Indonesian students still have low numerical literacy skills. One factor suspected to contribute to this issue is mathematical curiosity. This study aims to analyze students' numeracy literacy skills based on their levels of mathematical curiosity. A descriptive qualitative approach was employed, with research subjects selected through purposive sampling at a junior high school in Kolaka Regency, Southeast Sulawesi. Data were collected through a mathematical curiosity questionnaire and an open-ended numeracy literacy test. The data analysis process involved reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that students with a high level of mathematical curiosity exhibit better numeracy literacy skills than those with moderate or low curiosity. They can explore information in depth, recognize patterns, and apply appropriate strategies to solve problems. Students with moderate curiosity demonstrate a good understanding of numeracy but require further encouragement to present a more comprehensive problem-solving process. Meanwhile, students with low curiosity tend to be less engaged in problem exploration and in providing thorough solutions. These findings reinforce the significant role of curiosity in strengthening numeracy literacy

    Pengaruh Pendekatan Open Ended Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pendekatan Open Ended berbasis Etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Pendekatan Open Ended yang dipadukan dengan nilai-nilai etnomatematika berfokus pada pemecahan masalah yang memungkinkan siswa untuk menghasilkan berbagai solusi dan cara berpikir, sekaligus mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian yaitu siswa di SMA Negeri 1 Siantar yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diterapkan pendekatan Open Ended berbasis Etnomatematika di kelas X-2, dan kelompok kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional di Kelas X-3. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif dan dianalisis menggunakan uji t untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kreatif siswa yang diberi perlakuan dengan pendekatan Open Ended berbasis Etnomatematika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman matematika siswa, tetapi juga meningkatkan kreativitas mereka dalam memecahkan masalah. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pendekatan Open Ended berbasis Etnomatematika diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa secara lebih optimal

    Efektifitas Pendeketan Realistic Mathematics Education (RME) dalam Meningkatkan Pelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan buat ngelihat seberapa besar pengaruh strategi Realistic Mathematics Education (RME) terhadap pemahaman konsep matematika dan hasil belajar siswa di tahun ajaran 2024/2025. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test, di mana tes awal dilakukan sebelum perlakuan, dan tes akhir setelahnya. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMPN 1 Socah, dengan total sampel 73 siswa yang dipilih pakai teknik stratified random sampling alias acak berlapis. Data dikumpulin lewat survei dan lembar kerja matematika, lalu dianalisis pakai software SPSS 21.0 for Windows, yang mencakup Uji Normalitas dan Uji T Sampel Berpasangan. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa: 1) Hasil belajar siswa yang pakai strategi RME secara signifikan lebih tinggi dibanding yang pakai metode konvensional (nilai p = 0,444 > 0,05). Artinya, pendekatan RME terbukti bisa ningkatin hasil belajar siswa

    Keterkaitan Etnomatematika Rumah Adat “Rumah Bolon” Dengan Permainan Tradisional Engklek Pada Materi Geometri

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus pemanfaatannya sebagai media pembelajaran kontekstual, khususnya dalam bidang matematika. Salah satu permainan tradisional yang menarik untuk dikaji adalah engklek, permainan yang memiliki pola geometris khas dan tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterkaitan unsur matematika, khususnya konsep geometri bidang dan ruang, dalam permainan engklek dengan arsitektur rumah adat Bolon milik masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemiripan pola geometris antara bentuk petak-petak dalam permainan engklek dengan pola ruang dan struktur arsitektur rumah Bolon, seperti susunan ruang memanjang dan simetri bangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan engklek dan rumah adat Bolon tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung konsep matematis yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi antara budaya lokal dan konsep matematika dapat menjadi alternatif pembelajaran yang kontekstual, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia

    Pengaruh Metode Role play Terhadap Hasil Belajar dan Bergotong Royong Siswa pada Pembelajaran Aritmatika Sosial Kelas IV SDN Siwalan Panji

    Full text link
    Latar belakang kajian ini ialah rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar kelompok dan minimnya nilai karakter gotong royong yang terlihat selama proses pembelajaran konvensional. Kajian ini bertujuan agar dapat mengetahui pengaruh metode role play terhadap hasil belajar dan kemampuan bergotong royong siswa dalam pembelajaran matematika berbasis aritmatika sosial. Metode penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment) berdesain pretest-posttest control group. Sampel penelitian ialah siswa kelas IV SDN Siwalan Panji, mencakup 21 siswa selaku kelompok eksperimen serta 21 siswa selaku kelompok kontrol. Instrumen yang dipakai mencakup tes hasil belajar dan lembar observasi gotong royong. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya metode role play memengaruhi dengan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika serta kemampuan bergotong royong siswa. Dengan adanya metode ini, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, interaktif, serta dapat menanamkan nilai karakter secara alami. Sehingga, metode role play mampu dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif guna memberikan peningkatan terhadap aspek kognitif maupun afektif siswa sekolah dasar

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇