Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri, Metode Ceramah, dan Ice Breaking terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran inkuiri, metode ceramah, dan ice breaking terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran matematika yang menuntut pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain posttest only control group design. Sampel penelitian terdiri atas tiga kelompok siswa kelas VIII di salah satu SMP di Indonesia, masing-masing kelompok diberikan perlakuan dengan metode pembelajaran berbeda, yaitu inkuiri, ceramah, dan ice breaking. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik, dimulai dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas. Hasil uji menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga dapat dilanjutkan dengan uji ANOVA satu jalur (One-Way ANOVA). Hasil ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberi perlakuan metode pembelajaran inkuiri, ceramah, dan ice breaking terhadap hasil belajar matematika. Untuk mengetahui secara lebih rinci perbedaan antar kelompok, dilakukan uji lanjut Tukey HSD. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok inkuiri dan ceramah (p = 0,001) serta antara kelompok inkuiri dan ice breaking (p = 0,037). Sementara itu, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ceramah dan ice breaking (p = 0,082). Rata-rata skor hasil belajar tertinggi diperoleh oleh kelompok yang menggunakan metode inkuiri, diikuti oleh ice breaking, dan yang terendah adalah kelompok ceramah. Distribusi skor juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa pada kelompok inkuiri mencapai skor dalam kategori tinggi (80–100), sementara pada kelompok ceramah didominasi oleh skor sedang hingga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode inkuiri tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara signifikan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Metode ice breaking, meskipun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar, memiliki potensi untuk membangun suasana kelas yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa

    Social Value, Obstacle, and Learning Strategy in Implementing Mathematics Subject at the School Level

    Full text link
    Mathematics lessons are always considered a difficult subject although some think math is very fun. This study aims to find the social values ​​built from mathematics lessons, challenges, and teacher strategies to realize mathematics learning. The research method used is qualitative research methods. While the sampling was done by purposive technique, namely directly determining the respondents who were used as samples. Meanwhile, data was collected in three ways: in-depth interviews, documentation, literature search, and observation. The results of the study indicate that mathematics contains social values ​​because in completing mathematics lessons there is no escape from the value of working together, the value working together or helping each other, and social interaction when working on math problems. Even group-based mathematics lessons will foster group life among students. At the same time, there are other social values, such as when children are in a social environment, children want to shop, then math lessons are very helpful for children because children can calculate change, how much they have to pay, and cannot be lied to. Third, mathematics lessons are full of challenges because they depend on students, if students have a strong drive to learn, they will like mathematics. Of course, teachers have ways to overcome them, including teachers who learn first from youtube tutorials so that they can teach children so that lessons are not only understood by teachers but can also be understood by students

    Penerapan Media Tulang Napier Berbantuan Metode Jarimatika dalam Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Perkalian

    Full text link
    Matematika telah menjadi pengetahuan penting dan mestinya dimiliki oleh peserta didik sehingga metematika akan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan setelah mereka lulus dari bangku persekolahan. Sejatinya matematika adalah kunci sekaligus ibu dari segala ilmu pengetahuan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari penerapan media tulang napier berbantuan metode jarimatika terhadap kemampuan operasi hitung perkalian. Kemudian dalam penelitian ini digunakan metode Quasi Eksperimental sedangkan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Nonequivalent Control Group Design. Hasil yang ditemukan dalam penelitian kemampuan operasi hitung perkalian menggunakan media tulang napier berbantuan metode jarimatika terdapat peningkatan dan peserta didik merasa terbantu dalam menyelesaikan soal-soal perkalian. Hal ini dibuktikan adanya perbedaan nilai posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol juga telah dibuktikan menggunakan uji hipotesis dan didapatkan nilai sig. (2-tailed) 0,012 yang mana nilai tersebut <0,05 maka dalam penelitian media dan metode ini terdapat peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan operasi hitung perkalian

    Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantu LKPD Interaktif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, tetapi faktanya kemampuan pemecahan masalah masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang tepat untuk dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa, yaitu Model Problem Based Learning berbantu LKPD interaktif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan akhir pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model Problem Based Learning berbantu LKPD interaktif dengan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional (ceramah) dan mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model Problem Based Learning berbantu LKPD interaktif lebih baik dibandingkan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional (ceramah). Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Grup Design. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII A dan VII B di SMP Negeri 1 Ciruas tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan akhir pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model Problem Based Learning berbantu LKPD interaktif dengan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional (ceramah) serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model Problem Based Learning berbantu LKPD interaktif lebih baik dibandingkan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional (ceramah)

    Pengaruh Model PBL dengan Aktivitas Math Trail Berbantuan Mathcitymap Terhadap Kemampuan Numersi Siswa

    Full text link
    Teknologi modern sebagian besar berkembang melalui penggunaan matematika. Akan tetapi, dibandingkan dengan negara lain, kemampuan matematika siswa Indonesia masih rendah, menurut data PISA dari tahun 2000 hingga 2022. Dengan menggabungkan teknik PBL dengan aktivitas math trail yang difasilitasi oleh mathcitymap, para peneliti bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Pendekatan one group pre-test post-test digunakan dalam penelitian pra-eksperimen ini. Respon siswa terhadap kuesioner dan penilaian kemampuan numerasi digunakan untuk mengumpulkan data. Salah satu uji prasyarat yang digunakan  adalah uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Uji t berpasangan, analisis ukuran effect size, uji n-gain, dan perhitungan persentase adalah beberapa metode analisis data yang digunakan.. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan kemampuan numerasi siswa antara tes awal dan tes akhir yang ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 7,460, lebih tinggi dari nilai t tabel sebesar 2,034 pada taraf signifikansi 5% setelah hipotesis diuji menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasilnya, H0 ditolak. Selain itu, kategori tinggi ditunjukkan dengan nilai effect size sebesar 1,27. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan numerasi anak dipengaruhi oleh paradigma PBL yang menggabungkan aktivitas math traildengan menggunakan mathcitymap. (2) Setelah penerapan model PBL dengan aktivitas trace matematika dengan menggunakan mathcitymap, kemampuan numerasi siswa pada materi geometri spasial meningkat, dengan nilai N-Gain sebesar 0,31, yang dikategorikan sedang. (3) Dengan nilai respons siswa rata-rata sebesar 64,05%, siswa merespons model PBL dengan aktivitas math trail  yang didukung oleh mathcitymap dengan positif. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menyoroti betapa pentingnya menggunakan model pembelajaran kontekstual dan interaktif untuk meningkatkan standar pendidikan, khususnya di bidang matematika

    Problematika Proses Berpikir Kritis Siswa SMK Pada Pembelajaran Matematika Materi Sinus Dan Cosinus

    Full text link
    Proses berpikir kritis merupakan kemampuan yang esensial dalam menghadapi era modernisasi. Namun tidak sedikit siswa yang menghadapi kesulitan dalam proses berpikir kritis terutama pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika berpikir kritis siswa SMK dalam menyelesaikan soal matematika pada materi aturan sinus dan cosinus. Penelitian dilakukan di SMK Arya Singasari Larangan Kabupaten Brebes dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara terhadap siswa yang dikategorikan dalam tiga kelompok: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi memiliki kemampuan proses berpikir kritis dalam menafsirkan informasi dan menerapkan strategi penyelesaian masalah namun menghadapi problematika dalam mengevaluasi kekuatan metode yang diterapkan serta tidak dapat menarik kesimpulan dengan jelas dan rinci. Siswa dengan kategori sedang dan rendah dapat menafsirkan informasi, tetapi keduanya mengalami problematika dalam proses berpikir kritis pada tahap menerapkan strategi, evaluasi, dan menarik kesimpulan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa problematika proses berpikir kritis siswa disebabkan karena kurangnya latihan dalam menyelesaikan masalah yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan minimnya pembelajaran berbasis pemecahan masalah menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis STEM dan Problem-Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah trigonometri

    Pengembangan Game Kalba Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Matematika Kelas IV SDN 1 Kaleo

    Full text link
    Matematika membantu siswa belajar berpikir logis, analitis, dan kritis, tetapi banyak siswa sekolah dasar mengalami kesulitan memahami konsep matematika, yang berdampak pada kemampuan mereka guna menangani permasalahan. Tujuan penelitian ini yakni guna mengembangkan game digital KALBA dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa saat belajar matematika yang valid, valid, sekaligus efektif.  Penelitian ini bertempat di SDN 1 Kaleo dengan 16 siswa kelas IV, menerapkan metodologi Research and Development (R&D) beserta model pengembangan Borg and Gall yang mencakup 6 fase: Potensi beserta permasalahan, pengumpulan data, desain Produk, validasi produk, revisi desain, uji coba produk. Data penelitian terkumpul melalui metodologi penilaian validitas, kuisioner, beserta tes hasil belajar. Sehingga didapatkan skor validitas 85% dari ahli media beserta 84,62% dari ahli materi, hasil validasi memperlihatkan bahwa game KALBA memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa; skor rata-rata pre-test 40,25 meningkat menjadi 73,5 pada post-test. Selain itu, game ini menerima tanggapan yang sangat positif dari guru (seratus persen) dan siswa (sembilan puluh tiga koma tiga puluh tiga), menunjukkan bahwa game itu praktis dan menarik untuk dipelajari. Akibatnya, game digital KALBA terbukti menjadi alat pembelajaran yang valid, efektif, sekaligus praktis untuk mengajarkan matematika materi bangun datar. Itu juga secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka dalam matematika

    Pengaruh Realistic Mathematic Education dengan Pendekatan Gamifikasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar

    Full text link
    Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang abstrak dan sulit, sehingga banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep-konsepnya. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Realistic Mathematic Education (RME) dengan pendekatan gamifikasi terhadap hasil belajar matematika pada materi perkalian bilangan cacah di kelas III SDN Karangtanjung Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berbentuk uraian, dan data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis menggunakan IBM SPSS 23, diperoleh bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed) dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan RME dengan pendekatan gamifikasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika peserta didik

    An Application of the Cooperative Learning Model with Guided Discovery Approach Improves Student Learning Outcomes in an Educational Statistics Course

    Full text link
    This study aims to determine the effectiveness of the application of the Cooperative Learning model with a guided discovery approach in improving student learning outcomes in the Statistics of Education course. The research used a quantitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles. The research subjects were fourth-semester students of the Pamulang University Economic Education Study Program in the 2024/2025 academic year. Data were collected through learning outcomes tests, student activity observations, and student response questionnaires to the learning model. The results showed that there was a significant increase in the average value of student learning outcomes, from 69.88 in the pre-cycle to 72.76 in cycle I, and increased to 81.26 in cycle II. The percentage of learning completeness increased from 52% to 86% at the end of cycle II. Observations also showed an increase in student activeness and collaboration in the learning process with the percentage of learning implementation reaching 94%. Most students gave a positive response to the use of the Cooperative Learning model with a guided discovery approach because it was considered to encourage active participation and better understanding of the material. Therefore, it can be concluded that the Cooperative Learning model with a guided discovery approach is effectively used in learning Statistics Education to improve learning outcomes and student involvement

    Pengaruh Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong Malaysia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran RADEC yang berbantuan media Wordwall terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Malaysia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental dan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 7 siswa kelas VI. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian dengan 5 soal. Analisis data dilakukan melalui uji hipotesis menggunakan uji sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara data pretest dan posttest. Rata-rata nilai pretest siswa adalah 49,2857 sebelum penerapan model pembelajaran RADEC, sedangkan rata-rata nilai posttest setelah penerapan adalah 82,8571. Hal ini menunjukkan bahwa nilai posttest siswa setelah perlakuan lebih baik dibandingkan nilai pretest sebelum perlakuan. Kesimpulannya, penggunaan model pembelajaran RADEC yang berbantuan media Wordwall pada materi pecahan berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Malaysia

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇