Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Literature Review: Implementasi Model Pembelajaran RADEC dalam Matematika
Model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) merupakan salah satu inovasi yang bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana penerapan dan efektivitas model RADEC dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Data yang digunakan berupa data sekunder yang berasal dari 18 artikel terindeks Sinta melalui Google Scholar yang dipublikasikan berkisar antara tahun 2019 hingga 2025. Prosedur penghimpunan data penelitian literatur review ini dengan berdasarkan kriteria tertentu. Adapun hasil tinjauan menunjukkan bahwa model RADEC umumnya diterapkan pada semua jenjang pendidikan dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan topik pembelajaran. Tahap Read dan Answer dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dan kesiapan siswa, sementara tahap Discuss dan Explain menumbuhkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kerja sama. Adapun tahap Create memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui produk pembelajaran yang beragam. Berdasarkan temuan yang dianalisis, model ini efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), literasi numerasi, serta motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Ketercapaian tujuan pembelajaran juga lebih optimal karena keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Meski demikian, masih terdapat keterbatasan dalam cakupan topik kajian dan eksplorasi aspek afektif siswa. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif atau longitudinal agar diperoleh gambaran lebih mendalam mengenai dampak model RADEC secara menyeluruh. Dengan panduan implementasi yang sistematis dan dukungan empiris yang kuat, model RADEC berpotensi menjadi model pembelajaran yang adaptif, relevan, dan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa
Penerapan Model Flipped Classroom untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA
Salah satu dari sekian banyak strategi pengajaran yang dapat membantu siswa menjadi lebih melek matematika adalah Flipped Classroom. Flipped Classroom dapat meningkatkan harga diri siswa, menyediakan suasana belajar yang lebih positif, dan meningkatkan pemahaman konseptual mereka. Penelitian ini berupaya untuk memastikan bagaimana kapasitas siswa untuk menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah PISA dipengaruhi oleh penerapan pendekatan pembelajaran Flipped Classroom. Teknik yang digunakan adalah metodologi penelitian kuantitatif. Tes Konfigurasi penelitian kuantitatif yang digunakan disebut Pra-Eksperimental One Group Pretest-Posttests Design. Alat penelitian untuk penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan ujian berdasarkan masalah PISA asli yang tersedia di situs web resmi PISA. Namun, uji Shapiro-Wilk, yang merupakan uji kenormalan data yang digunakan dalam proses analisis data, menghasilkan nilai signifikansi 0,002 yang mana nilai tersebut < 0,05, maka dapat dipastikan bahwa data tidak berdistribusi normal. Statistik nonparametrik, khususnya uji Wilcoxon digunakan untuk mengevaluasi hipotesis yang dikembangkan karena data tidak terdistribusi normal. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, uji hipotesis menghasilkan nilai 0,001, atau kurang dari 0,05 (α). Hasil uji Wilcoxon, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik dalam keterampilan literasi matematika siswa ketika strategi pembelajaran kelas terbalik diterapkan, menolak hipotesis nol. Nilai N-Gain dari data Pra-Tes dan Pasca-Tes yang dikumpulkan kemudian diuji oleh peneliti. Nilai 0,3410 diperoleh dari hasil uji nilai N-Gain. Nilai N-Gain yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode flipped classroom yang diterapkan mampu menghasilkan peningkatan yang cukup signifikan, menunjukkan tingkat efektivitas sedang
Remediasi melalui Pendekatan Holistik untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Ekspresi Aljabar dengan Berbantuan Teman Sebaya
Berdasarkan data hasil uji coba di lapangan, ternyata masih banyak siswa yang terindikasi mengalami miskonsepsi hingga kesulitan pada sub materi ekspresi aljabar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi dan kesulitan siswa dalam memahami ekspresi aljabar serta mengevaluasi efektivitas pendekatan holistik dalam remediasi yang berbantuan teman sebaya. Pretest dilakukan kepada 32 siswa. dari 32 siswa, diambil 7 siswa sebagai subjek penelitian yang dianalisis berdasarkan jawaban pretest. Metode penelitian yang digunakan adalah PTP (Penelitian Tindakan Pedagogik). Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami miskonsepsi dan kesulitan dalam menyelesaikan soal berbentuk cerita. Setelah dilakukan remediasi dengan pendekatan holistik yang melibatkan tutor teman sebaya, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman siswa hingga memperoleh hasil yang lebih baik. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 5 soal, miskonsepsi dan kesulitan dapat diperbaiki pada soal 1, 3, 4, dan 5, Adapun pada pemahaman konseptual di soal 2, masih perlu ditingkatkan kembali. Remediasi ini tidak hanya memperbaiki kesalahan konsep, tetapi juga meningkatkan keaktifan serta semangat siswa ketika proses pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan holistik berbantuan teman sebaya efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap ekspresi aljabar, serta mendorong keterlibatan sosial di dalam kelas
Analysis of Students' Creative Thinking Skills in Mathematics Learning with The Application of Ethnomathematics of Batik Sendang
One important aspect of education in the 21st century is developing students' creative thinking skills. The development of creative ideas is usually related to a person's socio-cultural. One of the cultural heritages in Lamongan is batik Sendang. Batik Sendang motifs can make students to explore, so that students can grow their creativity. Therefore, ethnomathematics plays an important role in connecting culture with mathematics learning to foster student creativity. This research aims to analyze and describe students' creative mathematical thinking skills in solving problems designed with the application ethnomathematics batik Sendang. The subjects of this research consisted of four students in class IX at MTs Tarbiyatus Shibyan Lamongan who were classified according to the criteria for creative thinking skills, namely low, medium, high, and very high. The results of this research show impressive things. That is 70.59% of students show high to very high creative thinking skills. Meanwhile 29.41% of students show low and medium creative thinking skills. It is hoped that the results of this research can help researchers and teachers to determine measuring tools or methods to improve students' creative thinking skills, one of which is ethnomathematics of batik Sendang
Analisis Pengembangan E-LKPD untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Materi Bangun Datar Segiempat
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, peserta didik dapat belajar dan memperoleh informasi, dengan berbantukan internet. Dalam dunia pendidikan berdampak pada berkembangnya media pembelajaran berupa bahan ajar. Peneliti mengembangkan bahan ajar bagi peserta didik kelas VII SMP Nurul Muttaqin berupa e-LKPD (Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-LKPD yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII terhadap materi matematika bangun datar segiempat. Metode yang digunakan berupa metode kuantitatif dengan desain soal pre-test dan post-test. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas VII yang berjumlah 30 peserta didik treatment group dan 30 peserta didik control group. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan uji independent t test, yang menghasilkan thitung sebesar 2,503 dan ttabel sebesar 1,703. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel, artinya penggunaan e-LKPD pada treatment group dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas VII SMP Nurul Muttaqin dibandingkan dengan control group yang tidak menerapkan e-LKPD. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka e-LKPD yang dikembangkan dinyatakan memenuhi kriteria valid sebagai bahan ajar
Pengaruh Kebiasaan Berpikir, Resiliensi, dan Disposisi Matematis terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII di Kecamatan Teluk Ambon
Capaian belajar matematika tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif semata, melainkan turut dipengaruhi oleh faktor non-kognitif seperti kebiasaan berpikir, ketahanan mental (resiliensi), serta disposisi siswa terhadap matematika. Meskipun demikian, kajian empiris yang secara menyeluruh mengintegrasikan ketiga faktor tersebut dalam satu kerangka analisis, terutama dalam konteks lokal seperti pada jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Teluk Ambon, masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebiasaan berpikir matematis, resiliensi matematis, dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex-post facto. Instrumen yang digunakan mencakup angket kebiasaan berpikir matematis, angket resiliensi matematis, angket disposisi matematis, serta tes pencapaian hasil belajar matematika. Teknik analisis data melibatkan statistik deskriptif dan analisis jalur dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebiasaan berpikir matematis memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap hasil belajar matematika, resiliensi matematis sebesar 47,5%, dan disposisi matematis sebesar 15,2%. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan berpikir dan resiliensi dalam matematika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap disposisi matematis dan hasil belajar matematika siswa. Di samping itu, disposisi matematis juga terbukti memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika
Pengembangan Soal Numerasi Konteks Pesisir Pantai pada Materi Barisan dan Deret Bilangan
Rendahnya kemampuan numerasi serta terbatasnya kesempatan siswa mengerjakan soal non-rutin menjadi hambatan dalam pembelajran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal numerasi dengan konteks pesisir Pantai yang dapat mengukur kemampuan numerik pada materi barisan dan deret. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D dengan 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Sebanyak 11 butir soal disusun terbagi menjadi pokok bahasan barisan dan deret arimatika dan geometri. Pengembangan soal melibatkan expert judgement dalam menentukan kompetensi yang harus diuji dan kesesuaian aspek materi, konstruksi, dan bahasa agar sesuai dengan standar kurikulum atau kompetensi yang diharapkan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa soal numerasi telah memenuhi karakteristik soal numerasi dan dapat mengukur kemampuan numerik dengan konteks yang relevan dengan kondisi siswa pesisir pantai
Eksplorasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Strategi Metakognitif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi metakognitif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain eksperimen semu menggunakan model one group pre-test post-test. Subjek terdiri dari 28 siswa kelas VIII MTs Nurul Hidayah Nganjuk. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket persepsi siswa terhadap strategi metakognitif. Materi yang digunakan dalam tes adalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dalam bentuk soal kontekstual. Pembelajaran dilakukan setelah pre-test dan mencakup tahapan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi yang dirancang untuk mendorong kesadaran siswa terhadap proses berpikir mereka. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor post-test (t = -7,287; sig. < 0,05), yang menandakan bahwa strategi metakognitif efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu, lebih dari 85% siswa memberikan respons positif terhadap strategi ini, menyatakan bahwa pembelajaran membantu mereka lebih fokus, memahami soal lebih baik, dan lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal matematika. Kesimpulannya, strategi metakognitif terbukti efektif terutama dalam meningkatkan aspek pemahaman masalah, pemilihan strategi, dan ketepatan perhitungan
Model Discovery Learning Sebagai Inovasi Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum Merdeka
Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Model Discovery Learning sebagai inovasi pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka. Metode penelitian ini pendekatan pembelajaran yang selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, Hasil Penelitian ini adalah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman konseptual siswa secara mendalam. Sebagai sebuah inovasi, Discovery Learning juga mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek kemandirian, kreativitas, dan kemampuan bernalar kritis. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang terstruktur dan kontekstual serta memperhatikan karakteristik individual siswa. Oleh karena itu, implementasi model ini memerlukan perencanaan yang matang, dukungan lingkungan belajar yang kondusif, dan keterlibatan aktif seluruh elemen pendidikan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika secara optimal dalam kerangka Kurikulum Merdeka
Analisis Karakteristik Parameter Butir dan Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Siswa dengan Partial Credit Model (PCM)
Pengukuran merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana kualitas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pendidikan memiliki peran untuk membangun kualitas SDM guna menghadapi perkembangan abad 21 tepatnya pada keterampilan berpikir kritis matematis. Namun, sebagian besar proses pengukuran masih menggunakan pendekatan klasik yang belum memberikan hasil pengukuran mendalam untuk menganalisis instrumen dan kemampuan siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis instrumen serta mengukur keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskripsi kuantitatif. Data yang digunakan berasal dari hasil respon siswa berdasarkan indikator berpikir kritis yang disekor dengan model PCM. Analisis dilakukan dengan berbantuan aplikasi Winsteps yang berbasis Rasch Model. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan PCM dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat dan rinci terhadap variabel kemampuan dan butir instrumen. Analisis kecocokan model menunjukkan dari seluruh peserta didik 88,89% cocok dengan model. Tingkat kesukaran butir instrumen cukup beragam dan sesuai dengan kemampuan siswa. Berdasarkan fungsi informasi tes diperoleh bahwa instrumen tes cocok untuk siswa dengan kemampuan tinggi dan rendah