Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    E-Book Berbasis Etnomatematika Geometri pada Ulos Abit Godang Tapanuli Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa e-book berbasis etnomatematika geometri yang terinspirasi dari motif Ulos Abit Godang  Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan adalah model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek uji coba terbatas terdiri dari 25 orang  siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sipirok. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book yang dikembangkan memperoleh penilaian valid dari ahli materi (88%), ahli media (85%). Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari nilai rata-rata 65,3 (pre-test) menjadi 82,7 (post-test) yang memenuhi batas KKM 75 serta e-book ini sangat mudah dipahami oleh siswa yang dapat ditunjukkan dengan respon siswa sangat positif terhadap penggunaan e-book yang mengaitkan matematika dengan budaya lokal.E-Book ini dikata Dengan demikian, e-book berbasis etnomatematika ini layak digunakan sebagai media pembelajaran geometri yang bermuatan budaya lokal

    Analisis Kemampuan Berhitung Penjumlahan Menggunakan Media Sempoa Siswa Kelas 2 SDN 3 Pelemsengir

    Full text link
    Rendahnya keterampilan numerasi dasar yang masih ditemukan di tingkat sekolah dasar menunjukkan bahwa kemampuan berhitung perlu mendapat perhatian lebih. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan berhitung penjumlahan siswa kelas 2 SDN 3 Pelemsengir menggunakan media sempoa. Metode yang digunakan yaitu kualitatif jenis studi kasus dengan seluruh kelas 2 berjumlah 8 siswa dan 1 guru kelas. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta diuji validitasnya melalui triangulasi sumber dan triangulasi Teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan berhitung penjumlahan siswa kelas 2 SDN 3 Pelemsengir secara umum tergolong baik, meskipun terdapat variasi antar individu, sebagian besar siswa mampu menyelesaikan soal penjumlahan dengan baik menggunakan media sempoa, meskipun terdapat variasi dalam kemampuan menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya. Media sempoa terbukti membantu siswa memahami konsep penjumlahan secara konkret dan sistematis

    Strategi dalam Berpikir Kreatif Matematis pada Masalah Bangun Datar

    Full text link
    Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang meliputi aspek kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas dalam menyelesaikan masalah. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa siswa masih mengalami hambatan dalam mengembangkan ketiga aspek tersebut. Mengkaji strategi yang digunakan siswa dalam berpikir kreatif pada konteks bangun datar penting dilakukan agar dapat teridentifikasi bagaimana siswa mengembangkan ide, berpindah antar strategi, dan menghasilkan solusi baru, sehingga dapat dirancang intervensi pembelajaran yang lebih efektif untuk mendukung kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memahami proses berpikir siswa secara kontekstual dan mendalam. Partisipan terdiri dari 27 siswa kelas VIII SMP di Pekanbaru yang telah menerima pembelajaran tentang luas bangun datar. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kreatif matematis dan wawancara berbasis tugas, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi siswa pada aspek kelancaran mencakup penggunaan representasi beragam, eksplorasi pendekatan, dan identifikasi pola. Strategi siswa pada aspek fleksibilitas ditunjukkan melalui perubahan pendekatan konseptual dan penggabungan metode. Strategi siswa pada aspek orisinalitas tampak dalam penggunaan pendekatan tak biasa, modifikasi masalah, serta representasi visual yang unik

    Kesulitan Mahasiswa dalam Belajar Aljabar Abstrak

    Full text link
    Mata kuliah aljabar abstrak membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan analisis, berpikir logis dan bernalar secara matematis dalam menyelesaikan masalah. Namun sering sekali mahasiswa kesulitan dalam belajar Aljabar abstrak. Dengan menguasai mata kuliah Aljabar Abstrak maka diharapkan mahasiswa prodi Pendidikan matematika sebagai calon guru dapat menjadi seorang guru yang terus mengembangkan kemampuan dan talenta yang telah Tuhan percayakan. Melalui penelitian diharapkan dapat memperbaiki proses belajar mengajar aljabar abstrak dengan terlebih dahulu menggali bentuk-bentuk kesulitan mahasiswa dalam mempelajarinya serta apa saja yang sudah mahasiswa lakukan dalam mengatasi setiap kesulitan belajar matakuliah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif deskripstif. Pengumpulan data diambil dari angket, lembar wawancara mahasiswa. Adapun hasil yang diperoleh adalah bahwa kesulitan yang dialami mahasiswa dalam belajar aljabar abstrak yaitu kesulitan memahami materi kuliah, kurangnya kompetensi matematik mahasiswa, kurangnya kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa. Tanggapan mahasiswa dalam menyikapi setiap kesulitan yang dihadapi dalam belajar aljabar abstrak yaitu mahasiswa mau belajar untuk lebih giat lagi dalam belajar, bertanya kepada teman/kakak tingkat/dosen dan membentuk kelompok belajar

    Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP IT Al Fikri IGS pada Materi Garis dan Sudut

    Full text link
    Tujuan penelitian melaksanakan perbaikan proses pembelajaran dan peningkata hasil belajar siswa kelas VII SMP IT Al Fikri IGS untuk mata pelajaran matematika. Terdapat dua siklus penelitian tindakan kelas ini. Sejumlah 27 siswa kelas VII SMP IT Al Fikri IGS dijadikan sebagai subjek penelitian ini. Data dihimpun lewat lembar pengamatan dan tes hasil belajar matematika. Penelitian didapatkan hasil yaitu ada perbaikan proses dan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP IT Al Fikri IGS pada materi pelajaran garis dan sudut juga cenderung lebih baik. Ada peningkatan hasil belajar matematika siswa UH I berskor 44,44% ke UH II berskor 74,07%. Diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT bisa membuat hasil belajar matematika lebih baik dan memperbaiki proses pembelajaran siswa kelas VII SMP IT Al Fikri IGS pada materi pelajaran garis dan sudut

    Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Ditinjau dari Resiliensi Matematis Pada Materi SPLDV

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan yakni mendapat deskripsi kemampuan berpikir kreatif siswa pada tingkat menengah pertama yang dilihat dari resiliensi matematis masing-masing siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui tes, angket, serta wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP 24 Semarang kelas IX A. Pada penelitian ini instrument yang dipakai adalah angket resiliensi matematis, soal  kemampuan berpikir kreatif, serta wawancara. Penelitian ini menghasilkan hasil bahwa terdapat keterkaitan antara resiliensi matematis dengan kemampuan berpikir kreatiif. Siswa dengan resiliensi matematiskategori tinggi terdapat 8 orang, siswa dengan resiliensi matematis kategori sedang terdapat 21 orang, dan  siswa dengan resiliensi matematis kategori rendah terdapat 2 orang

    Eksplorasi Konsep Etnomatematika Pada MakananTradisional Klepon dan Permainan Tradisional Congklak

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya etnomatematika sebagai pendekatan kontekstual untuk menghubungkan konsep matematis dengan kearifan lokal, menjadikan matematika lebih relevan bagi siswa. Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan konsep etnomatematika yang terdapat pada makanan tradisional klepon dan permainan tradisional congklak, dengan fokus pada unsur bangun ruang, bangun datar, perhitungan waktu dan suhu, dan perbandingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Klepon dianalisis berdasarkan bentuknya yang menyerupai bola dan kaitannya dengan suhu pemasakan, sementara congklak dikaji melalui bentuk lubang (lingkaran), permukaan papan (persegi panjang), dan penggunaan perbandingan dalam strategi permainan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa kedua objek budaya tersebut kaya akan konsep matematika, seperti pengenalan bangun ruang dan bangun datar, penggunaan skala suhu, dan konsep perbandingan, yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Kesimpulan menegaskan bahwa klepon dan congklak sangat efektif sebagai media etnomatematika untuk merancang modul ajar atau aktivitas kelas, memberikan penerapan yang konkret bagi konsep-konsep matematika fundamental

    Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Self-Confidence

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, pembelajaran dengan model Problem-Based Learning dengan Gallery Walk, Think Pair Share dengan Problem Posing, atau Problem-Based Learning, (2) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, peserta didik dengan self-confidence tinggi, sedang atau rendah, (3) Ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain faktorial 3 x 3. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X pada salah satu SMA Negeri di Sukoharjo. Sampel dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes pada materi fungsi kuadrat untuk mendapatkan data kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan angket Self-confidence untuk mendapatkan data kepercayaan diri peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan dua sel yang tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model pembelajaran Problem-Based Learning, model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baiknya dengan model pembelajaran Think Pair Share dengan Problem Posing, (2) peserta didik dengan self-confidence lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari pada peserta didik dengan self-confidence lebih rendah, (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik

    Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 42 Pekanbaru

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 42 Pekanbaru, yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berorientasi pada guru sehingga siswa kurang berpartisipasi aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu langkah yang diambil adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui penerapan model tersebut pada pembelajaran materi statistika. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, masing-masing meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan ini dilakukan di SMP Negeri 42 Pekanbaru pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 dengan subjek penelitian siswa kelas VIII.1 yang berjumlah 39 orang. Instrumen penelitian mencakup perangkat pembelajaran seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan lembar aktivitas siswa. Untuk pengumpulan data, digunakan lembar observasi dan tes kemampuan komunikasi matematis. Data dari lembar observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data tes kemampuan komunikasi matematis dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam proses pembelajaran, dari siklus I ke siklus II. Siswa menjadi lebih aktif, dan pembelajaran beralih menjadi berpusat pada siswa. Dari segi kemampuan komunikasi matematis, terdapat peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata hasil tes awal sebesar 44,44 meningkat menjadi 73,93 pada tes siklus I, dan 88,02 pada tes siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII di SMP Negeri 42 Pekanbaru

    Analisis Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Rasio Berdasarkan Teori Kastolan

    Full text link
    Berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep rasio, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, letak, dan faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita rasio dengan menggunakan Teori Kastolan sebagai kerangka analisis. Ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis cerita, yang menjadi ciri khas asesmen Kurikulum Merdeka, tidak hanya memengaruhi hasil belajar matematika, tetapi juga berimplikasi pada kemampuan berpikir logis dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan siswa kelas IX-A SMP Negeri 7 Bandung tahun ajaran 2024/2025 sebagai subjek. Data diperoleh melalui tes uraian materi rasio dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kesalahan, yaitu kesalahan konseptual sebesar 28%, prosedural sebesar 28%, dan teknikal sebesar 6%, sementara 38% siswa tidak melakukan kesalahan. Faktor-faktor penyebab yang teridentifikasi meliputi ketidakpahaman terhadap konsep rasio, kesulitan memilah informasi penting dalam soal, ketidaktahuan terhadap langkah penyelesaian, kurangnya ketelitian, serta tidak membiasakan diri memeriksa kembali jawaban. Tingginya proporsi kesalahan konseptual dan prosedural menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada latihan hitung tetapi juga memperkuat pemahaman mendasar siswa terhadap konsep rasio

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇