IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
Model Pengembangan Short Massage Service (SMS) pada jaringan Seluler
Abstract. Short Massage Service (SMS) is a service that is widely applied to wireless communication systems, allowing it to send messages in alphanumeric form between customer terminals or between customer terminals and external systems such as email, paging, voice mail. In the SMS system, the main mechanism carried out in the system is sending short messages from one customer terminal to another. This can be done thanks to the existence of an entity in the SMS system called Short Message Service Center (SMSC), also called the Message Center (MC). SMSC is a device that performs store tasks and forward short message traffic. It includes determining or searching the route for the final destination of the short message. An SMSC is usually designed to be able to handle short messages from various sources such as Voice Mail System (VMS), Web-based messaging, Email Integration, External Short Messaging Entities (ESME), and others. In interconnecting with entities in wireless communication networks such as Home Location registers (HLR) and Mobile Swicthing Centers (MSC), SMSCs usually always use Signal Transfer Points (STP). Keywords : Information Technology, Short Message Service, Web-Based, Wireless Networks, Cellular Communication Abstrak. Layanan Pesan Singkat (SMS) adalah layanan yang secara luas diterapkan pada system komunikasi nirkabel, yang memungkingkannya mengirim pesan dalam bentuk alfanumerik antara terminal pelanggan atau antara terminal pelanggan dan system eksternal seperti email, paging, voice email. Dalam sistem SMS, mekanisme utama yang dilakukan dalam sistem adalah mengirim pesan singkat dari satu terminal pelanggan ke terminal pelanggan lainnya. Ini bisa dilakukan berkat keberadaan entitas dalam system SMS yang disebut Pusat Layanan Pesan Singkat (SMSC), juga disebut Pusat Pesan (MC). SMSC adalah perangkat yang melakukan tugas menyimpan dan meneruskan lalu lintas pesan singkat. Ini termasuk menentukan atau mencari rute untuk tujuan akhir dari pesan singkat. Sebuah SMSC Biasanya dirancang untuk dapat menanggani pesan singkat dari berbagai sumber seperti Voice Mail Sistem (VMS), pesan berbasis Web, Integrasi Email, Entri Perpesanan Singkat Eksternal (ESME), dan lainnya. Dalam Interkoneksi dengan entitas dalam jaringan komunikasi nirkabel seperti Home Location register (HLR) dan Mobile Switching Centers (MSC), SMSC biasanya selalu menggunakan Signal Transfer Points (STP). Keywords : Informasi Teknologi, Layanan Pesan Singkat, Berbasis Web, Jaringan Nirkabel, Komunikasi Selule
Arabanisani
Seperti dengan bahasa Eropa yang lain, banyak kata-kata inggris diserap dari bahasa Arab, selalunya melalui bahasa Eropa lainnya, terutama dari Spanyol dan Italia, diantaranya kosakata harian seperti “aula” (sukkar), kapas (qutn) atau “majalah” (makhzen). Kata-kata lain yang sangat terkenal misalnya “aljabar”, “alcohol” dan “zenith”. Pengaruh Arab telah menjadi paling mendalam dimana pada Negara yang dikuasai oleh Islam atau kuasa Islam. Arab adalah sumber kosa kata utama untuk bahasa yang berbagai seperti bahasa Berber, Kurdi, Persia, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu dan Indonesia, baik juga seperti bahasa lain di Negara di mana bahasa ini adalah dituturkan. Contohnya perkataan Arab untuk buku / kita:b/ digunakan dalam semua bahasa yang disenaraikan, selain dari Melayu dan Indonesia (spesifiknya termaksud “buku agama”Kata Kunci: Arab, bahasa, agam
Menakar Akar-Akar Multikulturalisme Pendidikan di Indonesia
Multikulturalisme merupakan suatu paham atau situasi-kondisi masyarakat yang tersusun dari banyak kebudayaan. Multikulturalisme sering merupakan perasaan nyaman yang dibentuk oleh pengetahuan. Pengetahuan dibangun oleh keterampilan yang mendukung suatu proses komunikasi yang efektif dengan setiap orang dari sikap kebudayaan yang ditemui dalam setiap situasi yang melibatkan sekelompok orang yang berbeda latar belakang kebudayaannya.Multikulturalisme pendidikan di Indonesia muncul sebagai sebuah disiplin ilmu pada dekade 1960-an dan 1970-an, pendidikan berbasis multikulturalisme atau Multicultural Based Education, selanjutnya disingkat (MBE), telah didefinisikan dalam banyak cara dan dari berbagai perspektif. Dalam terminologi ilmu-ilmu pendidikan dikenal dengan peristilahan yang hampir sama dengan MBE, yakni pendidikan multikultural (Multicultural Education) seperti yang dipakai dalam konteks kehidupan multikultural negara-negara Barat.Kata Kunci: Multikulturalisme, pendidikan , pendidikan multikultura
LEMBAGA INTERFAITH DI INDONESIA (Studi Kritis Pendekatan Formalistik Negara Terhadap Kerukunan Antarumat Beragama)
Pembentukan Lembaga Interfaith di Indonesia khususnya yang dinisiasi oleh Negara punya sejarah panjang. Konflik berlatar isu Agama yang terjadi rentang 1960-an hingga memasuki fase 1990-an, menuntut pemerintah mengeluarkan banyak regulasi sebagai upaya untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama. Namun, situasi politik dan keamanan yang tidak menentu membuat usaha ini banyak menemukan kendala. Tulisan ini menggunakan pendekatan Historis-politis terhadap sebab munculnya lembaga dialog antaragama yang dibentuk Negara. Penulis membaginya kedalam beberapa fase, dari Orde lama hingga era reformasi. Pemetaan, model, strategi dialog setiap fase mengalami perubahan-perubahan, hasilnya pun pasang-surut. Hingga kini Lembaga-lembaga dialog tersebut masih tetap eksis, ada yang mampu menjalankan fungsinya, tidak sedikit juga yang gagal. Isu kerukunan antarumat beragama sangat krusial sebab berpengaruh pada stabilitas kehidupan bermasyarakat, karenanya ia menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Negara.Kata Kunci: Lembaga Interfaith, Konflik, Kerukunan, Negara, Agama. There is a long history of the establishment of interfaith Institutions in Indonesia, especially one initiated by the state. Religious issue based conflicts that happened from 1960s through 1990s have pushed government to publish many regulations as an effort to establish interfaith harmony. However, the unstable political and security situation provided many obstacles. This article used historical-political approach to identify the reasons behind the institution for interfaith dialogue formed by the State. The witer put them into several phases, started from the Old Order to the Reformasi Era. The mapping, model, strategy of dialogue changed through phases; therefore, the results show the high and low tides. Until today those institutions still exists although some of them have failed to function. The issue of interfaith harmony is crucial for it influences the stability of society. Thus it attracts interests from various parties, including the State.Keywords: Interfaith institution, Conflict, Harmony, State and Religion.
FILM SEBAGAI MEDIA DAKWAH ISLAM
Abstrak. Dakwah merupakan kewajiban dan tanggung jawab umat Islam dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam sebagaimana termuat dalam al-Quran dan hadis yang bertujuan kepada ‘amar makruf dan nahi mungkar’. Salah satu alternatif dakwah adalah melalui media film, dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang pemanfaatan media tersebut dapat diefektifkan. Seiring dengan perkembangan perfilman Indonesia saat ini yang cenderung meningkatkan antusias para movie maker memproduksi karya-karya terbaiknya. Karya yang dihasilkan menjadi media dakwah dalam menyebarkan pesan-pesan agama kepada masyarakat dengan mengemas kisah yang ringan, menghibur, cenderung mengangkat kisah yang dekat dengan keseharian masyarakat tanpa melupakan nilai motivasi yang terkandung dalam kaidah-kaidah Islam. Film merupakan manifestasi perkembangan kehidupan budaya masyarakat pada masanya. Konstruksi sebuah film misalnya, merupakan salah satu esensi menelevisikan kebudayaan tertentu, pada gilirannya merepresentasikan nilai-nilai budaya melalui demonstrasi skenario oleh sutradara-sineas.Kata Kunci : Film, Media, Dakwah Islam Abstract. Da’wah is an obligation and responsibilty of Moslem in spreading the teaching of Islam as stated in al Quran and Hadits toward the ‘Amr ma’ruf nahi munkar. An alternative for da’wah is through film. The advaced technology today benefits into this media effectiveness. Along with the recent development of Indonesian cinematography, movie makers enthusiastically produce their best creations. Those creations become da’wah media to spread the religion teachings to society through simple and entertaining stories that exploit topics closed to everyday events without omitting motivational values of Islam. The construction of a film, for example, is an essence of televisioning a certainculture which is in turn represents cultural values through scenarios created. One the film of this category is Dalam Mihrab Cinta.Key words: Film, Media, Islamic Da’wa
MEMAKNAI “TORANG SAMUA BASUDARA” (MANAJEMEN DAKWAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KOTA MANADO)
Manado as one region which dwelt by moslem society the few has a lot of constraint deeping to develop and carries on religions life, one of it namely activity missionizes, it is caused because attitude streotype (bad think) people non moslem (majority) to moslem is still so strength. To muffle it skilled workers missionizes in each its mission activity tries to dig up local wisdom points that interconnection with prinisip in Islamic teaching that tassammuh (lenient), amongst those is local terminology “ Torang Samua Basudara ” (We all are brothers). This article utilize teoritik Koentjaraningrat's perspective about formula tripatri culture, where is local wisdom as elemental as social cohesion lasing in multicultural's society. Writer tries to lift this theme because at there are many frequent mission place is utilized as media to attack and sees or behalf with agglomerate another one. skilled workers missionizes then become happening trigger actor it conflict. In research, writer finds that management missionizes to get local wisdom basis this have contribution that really significant in render placating life and on good terms at Manado's city. Management missionizes to get local wisdom basis this ought to continually been developed as one strategy which its aim build interfaith harmonious relationship at region. Keywords:Manajemen Dakwah, Juru Dakwah, Toleran, Kearifan Lokal, Torang Samua Basudara.Manado sebagai sebuah daerah yang dihuni oleh minoritas masyarakat muslim mempunyai banyak kendala dalam mengembangkan serta menjalankan kehidupan keagamaannya, salah satunya yakni aktivitas dakwah, hal ini disebabkan karena sikap streotype (prasangka buruk) umat non-muslim (mayoritas) terhadap muslim masih begitu kuat. Untuk meredamnya para juru dakwah dalam setiap aktivitas dakwahnya coba menggali nilai-nilai kearifan lokal yang diinterkoneksikan dengan prinisip dalam ajaran Islam yang tassammuh (toleran), diantaranya adalah istilah lokal “Torang Samua Basudara” (Kita semua bersaudara).Artikel ini menggunakan perspektif teoritik Koentjaraningrat tentang rumusan tripatri kebudayaan, dimana kearifan lokal sebagai unsur penguat kohesi sosial dalam masyarakat multikultural. Penulis coba mengangkat tema ini karena di banyak tempat dakwah sering digunakan sebagai media untuk menyerang dan mendiskreditkan kelompok yang berseberangan paham atau kepentingan dengan kelompok yang lain. para juru dakwah kemudian menjadi aktor pemicu terjadinya konflik. Dalam penelitian, penulis menemukan bahwa manajemen dakwah berbasis kearifan lokal ini punya kontribusi yang sangat signifikan dalam mewujudkan kehidupan yang damai dan rukun di kota Manado. Manajemen dakwah berbasis kearifan lokal ini harusnya terus dikembangkan sebagai sebuah strategi yang tujuannya membangun hubungan harmonis antar agama di daerah. Kata Kunci:Manajemen Dakwah, Juru Dakwah, Toleran, Kearifan Lokal, Torang Samua Basudara
Aktualisasi Pendidikan Islam
Salah satu pertanyaan mendasar yang selalu dimajukan terhadap pendidikan adalah “mengapa sekolah/universitas/ institut atau lembaga persekolahan berlabel Islam cenderung lambat untuk menjadi agent of reform and reconstruction? Ada penilaian bahwa justru lembaga pendidikan formal itulah yang paling koservatif dalam pengertian menjadi pemelihara pandangan lama dan paling lambat menyesuaikan diri dengan perubahan budaya masyarakat. Untuk itu, Ivan Illich, Paulo Friere, dan para pemikir pendidikan lain di Indonesia juga banyak menggugat keberadaan dan mutu pendidikan. Padahal suatu keniscayaan bahwa semangat Islam itu, adalah pembaruan, modernisasi dan aktualisasi ajaran Islam dalam membangun budaya dan peradaban kehidupan manusia yang pernah mencapai puncak kemajuan dan keemasan pada waktu itu. Tulisan ini mencoba menyorot keberadaan Islam dan korelasinya pemikiran umat saat ini. Kata kunci: Tantangan Pendidikan, dan Aktualisasi Pendidikan Isla
Mengurai Problematika Pendidikan Indonesia (Upaya Menjawab Tantangan Zaman)
Pendidikan di Indonesia masih berkutat pada berbagai permasalahan intern yang perlu untuk diuraikan dalam upaya mencari jawaban atas tantangan masa depan. Begitu banyaknya permasalahan pendidikan, menyebabkan pencapaian tujuan pendidikan semakin jauh untuk dapat dicapai. Dari pandangan luar saja kita melihat bahwa pendidikan kita menghadapi masalah sebagai berikut : 1) Sistem Pendidikan yang masih kaku, 2) praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang masih ada dalam pendidikan, 3) sistem pendidikan tidak menuju pemberdayaan masyarakat, 4) pendidikan tidak berorientasi masa depan, 5) anggaran pendidikan yang masih kurang, dan 6) Daya saing lulusan yang masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut perlu adanya upaya yang maksimal yang menyangkut keseluruhan sistem pendidikan. Dalam kaitan dengan hal tersebut, dapat digagas perubahan paradigma pendidikan dari hal-hal berikut : 1) Perubahan paradigma dari pengajaran menuju pendidikan, 2) Dari Teaching ke Learning, 3) Dari perubahan kurikulum menuju pengembangan kurikulum, 4) Dari goal oriented menuju process oriented. Selain itu, penambahan infrastruktur pendidikan dan peningkatan profesionalisme guru juga menjadi hal penting dalam pembenahan sistem pendidikan nasional.Kata kunci: Problematika, Pendidikan, Indonesia process oriente
URGENSI HUKUM KEPATUHAN SYARIAH DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Abstrak. Artikel tentang urgensi hukum kepatuhan syariah dalam perbankan syariah di Indonesia merupakan telaah terhadap sumber-sumber kepustakaan. Artikel ini membahasa tentang kepatuhan syariah sebagai sebuah conditiosine qua non untuk perbankan syariah. Juga tentang kerangka hukum kepatuhan syariah dalam perbankan syariah di Indonesia. Kerangka kerja dari kepatuhan syariah dalam perbankan syariah di Indonesia di atas menunjukkan beberapa poin yang menarik. Regulasi terhadap kepatuhan syariah tampak dengan jelas memberikan penekanan setidaknya kepada tiga aspek: karakteristik tertentu dari bank syariah dan bisnis perbankan syariah sebagaimana dinyatakan dalam definisi, persyaratan untuk pendaftaran untuk sebuah ijin, dan prinsipprinsip operasional dari sebuah bank. Gubernur Bank Indonesia bertanggung jawab atas ijin pendirian bank. Hal ini berbeda dengan misalnya, Malaysia, dimana otoritas untuk menyetujui sebuah perijinan dari sebuah institusi bank berada dalam tangan Menteri Keuangan melalui rekomendasi dari Bank Sentral. Di samping itu, jelas juga bahwa pengajuan untuk sebuah izin harus menyertakan pernyataan terkait tujuan dari bank untuk melakukan bisnis perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dari berdirinya sebuah bank. Kata kunci : urgensi hukum; kepatuhan syariah; perbankan syariah.Abstract. Article about the urgency of sharia law compliance on sharia banking in Indonesia a review against available sources of literature & nbsp ; This article supposed to be about sharia compliance as a conditiosine qua non into banking. And it is also about a legal framework to sharia compliance on sharia banking in Indonesia. The framework on which of submission sharia oon shariah banking in Indonesia above express its strongest a couple of point what was interesting about it. The regulation on sharia compliance was clearly visible emphassies at least to three aspects : Certain characteristics of sharia bank and banking business sharia as stated in definition, the requirements for registration for a permit, and the principles of operational from a bank. Bank Indonesia Governor in charge of approval the establishment of a bank. These aspects were in contrast as contrasted with eg Malaysia, where authority to passed a licensing of an institution banks are in hand finance minister through recommendations from central bank. On top of that, clear that fillinf for a permission to include statement related to the purpose of a bank to carry on the banking business in according with sharia principles in the articles of aassociation / household budget of the establishment of a bank. Key Words : Law Urgency, Sharia, Compliance ; Sharia Bankin
Analisis Problematika Pendidikan Islam di Indonesia Abad 21
Abstract., Indonesia is a country that is conducting educational development as mandated by the 1945 Constitution. In the course of the Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 on National Education System defines education as a conscious and planned effort to create an atmosphere of learning and learning process so that learners actively developing his potential to have spiritual spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, as well as the skills he needs, society, nation and state. In response, Islamic Education needs to get serious attention, especially among the intellectuals and thinkers of Islamic education in Indonesia. Various efforts are needed to restore Islamic education to its glory. To restore Islamic education to the glory, certainly not as easy as putting water on a cauldron. But there needs to be seriousness in reaching these ideals, including the seriousness in management and leadership of a reliable Islamic education institutions. In this paper the author will try to focus the discussion on the problems of Islamic education of the 21st century as well as solutions that can be offered in response to the problems of Islamic educationKeywords: Problematic Education, Islamic Education. Abstrak., Indonesia merupakan negara yang sedang melakukan pembangunan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam perjalanannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menyikapi hal tersebut, Pendidikan Islam perlu mendapat perhatian yang serius, terutama kalangan cendekiawan dan pemikir pendidikan Islam di Indonesia. Diperlukan ragam upaya untuk mengembalikan pendidikan Islam kepada kejayaannya. Untuk mengembalikan pendidikan Islam kepada kejayaan tersebut, tentu tidak semudah menaruh air di atas kuali. Namun perlu ada keseriusan dalam menggapai cita-cita tersebut, diantaranya keseriusan dalam manajemen dan kepemimpinan lembaga pendidikan Islam yang handal. Dalam makalah ini penulis akan mencoba memfokuskan pembahasan pada problematika pendidikan Islam abad 21 serta solusi-solusi yang dapat ditawarkan dalam menanggapi problematika pendidikan Islam tersebutKata Kunci:Problematika Pendidikan, Pendidikan Islam