IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    The Degree Of Understanding Of Zakat On Profession/Income In Jepara Regency

    Get PDF
    This study aimed to determine the degree of understanding of zakat on profession/income and the characteristics of the community distribution model as an effective collection model for zakat institutions. This study used a qualitative method with 68 respondents from various professional work backgrounds including civil servants, teachers, employees, military, police, and government officials. The results of this study were that Jepara people have a high degree of understanding about zakat but have not been fully able to calculate nishab of zakat especially zakat on profession/income. Therefore, not all people who are obliged to pay zakat on professionand the distribution of zakat on professionis still directly to mustahiq.Keywords: Zakat on Profession/Income; Understanding of Zakat; Zakat; Alms

    MASJID BESAR RAJA HAJI ABDUL GHANI PULAU BURU KEPULAUAN RIAU

    No full text
    Abstract. Many Muslims in the Riau Islands do not know the history of the development of Islamic theory from the center of power to spread to various corners. This is as the existence of the Great Mosque of Raja Haji Abdul Ghani (MBRHAG) on Buru Island, Karimun. Thus, to uncover the existence of this mosque, qualitative research methods are used so that history, architecture, and socio-religious functions can be known. Based on the results of the study it was concluded that the establishment of MBRHAG was initiated by Raja Haji Abdul Ghani. He was the first Amir (sub-district level government) of the kingdom of Riau-Lingga on Buru Island, in the 19th century. The architecture is a Chinese. Therefore, on the right side of this mosque is around 200 m, there is also the Sam Po Teng Temple and the Tri Dharma Dewa Bumi. Thus, the close location of the mosque with Chinese and Confucian worship houses's shows a harmonious relationship between Malay Muslims and Chinese Buddhists. In fact, in the continuation of this relationship there was information that a Chinese Buddhist had joined a Muslim friend to fast for half a month of Ramadan.Keywords: Mosque, Malay Muslims, Chinese Buddhists/Confucians, Harmonious RelationsAbstrak. Umat Islam di Kepulauan Riau banyak yang tidak mengenal sejarah perkembangan ajaran Islam dari pusat kekuasaan hingga tersebar ke berbagai pelosok. Hal ini sebagaimana keberadaan Masjid Besar Raja Haji Abdul Ghani (MBRHAG) di Pulau Buru, Karimun. Dengan demikian, untuk mengungkapkan keberadaan masjid ini digunakan metode penelitian kualitatif  agar dapat diketahui sejarah, arsitektur, dan fungsi sosial keagamaannya.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pendirian MBRHAG diprakarsai oleh Raja Haji Abdul Ghani. Ia adalah Amir (pemerintah setingkat kecamatan) pertama kerajaan Riau-Lingga di Pulau Buru, pada abad ke-19. Adapun arsitekturnya adalah seorang Tionghoa. Karena itu, di sebelah kanan masjid ini sekitar 200 m juga terdapat Kelenteng Sam Po Teng dan cetya Tri Dharma Dewa Bumi. Dengan demikian, dekatnya lokasi masjid dengan rumah ibadah umat Tionghoa dan Khonghucu ini menunjukkan hubungan yang harmonis antara muslim Melayu dengan Budhis Tionghoa. Bahkan, dalam kelangsungan hubungan ini terdapat informasi seorang Buddhis Tionghoa pernah ikut temannya yang beragama muslim untuk berpuasa selama setengah bulan Ramadhan.Kata Kunci: Masjid, Muslim Melayu, Buddhis/Khonghucu Tionghoa, Hubungan Harmoni

    MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: SOLUSI PENINGKATAN KCALITAS PENDIDIKAN

    Get PDF
    Peningkatan kualitas pendidikan adalah pilihan sekaligus orientasł pengembangan peradaban bangsa sebagai investasi masa depan pembangunan bangsa berjangka panjang. Orientasi ini mutlak dilakukan oleh karena pendidikan diyakini sebagai sarana utama pengembangan kualitas sumber dava manusia.Dalam konteks itulah revitalisasi kebijakan pendidikan terus menjadi perhatian pemerintah. Salah satu bentuk revitalisasi itu ialah kebijakan pengelolaan sistem pendidikan dari kebijakan rang semula sentralistik berubah menjadi desentralistik. Sebagai konsekuensi logis dari bentuk desentralisasi pendidikan ialah munculnya kebiiakan pengelolaan pendidikan berbasis sekolah (school based management).Dengan sistem pengelolaan pendidikan berbasis .sekolah tersebut diasumsikan kualitas pendidikan dapat ditingkatkan dan juga peran serta masyarakat dan prakarsa lembaga pendidikan di tingkat mikro (sekolah) akŁłn lebih meningkat.Kata Kunci : Manajemen Berbasis Sekolah, Kualitas Pendidikan

    SEJARAH PEMBENTUKAN DAN PEMBARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI NUSANTARA

    Get PDF
    Sejarah pembentukan dan pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia tidak pernah bisa terlepas dari dialektika evolusi budaya hukum yang terjadi dari waktu ke waktu. Model utama dari penggerak evlousi tersebut ada pada semangat penyebar Islam yang menerapkan teori inkulturasi namun tereduksi dengan semangat akulturasi yang melahirkan arabisasi Islam. Pada fase akulturasi inilah terjadi stagnasi pembaruan hukum keluarga dan bahkan mazhab asy-syafi'iyyah menjadi pegangan utama dalam menerapkan hukum keluarga. Semangat pembaruan baru muncul kembali di era 50-an dengan melahirkan istilah Fiqh Indonesia dan Kewarisan Bilateral. Semangat ini berlanjut di era reformasi dengan lahirnya CLD-KHI sebagai pembanding KHI dan diharapkan menjadi UU Perkawinan yang baru. Namun gerakan tersebut kembali stagnan karena begitu mengakarnya hasil pembentukan hukum keluarga Islam berbasis akulturasi di Nusantara. Kata Kunci: Sejarah pembentukan, pembaruan, hukum keluarga Islam, nusantara The History of the Establishment and Improvement of the Islamic Family Law in the Archipelago of Indonesia The history of the establishment and improvement of the Islamic family law in Indonesia can never be separated from law cultural evolution discourse that occurs from time after time. The first model of the evolution motor laid on the spirit of the Islam spreaders who applied inculturation brought forth the Arabization of Islam. In the acculturation phase, the improvement of family law is paused and make the mazhab asy-syafiiyyah as the main base in family law enforcement. The call for improvement reemerged in the 1950s by introducing Indonesian Fiqh and bilateral inheritance. The course continued to the reform era noted by the introduction of CLD-KHI as a counter to KHI and expected to the new marriage regulation. However, the movement was halted again since acculturation has rooted in the development of Islamic family law. Keywords: the history of establishment, improvement, Islamic family law

    Pemikiran Pendidikan Islam: Analisis Teologis-Normatif, Historis-Sosiologis dalam Filsafat Pendidikan Islam dan Implementasinya di Sekolah dan Madrasah

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang pemikiran pendidikan Islam yang telah tertuang dalam konsep ajaran Islam yang dilakukan penafsiran dan diimplementasikan berdasarkan pertimbangan kondisi atau konteks kekinian dengan pendekatan-pendekatan yang ada. Permasalahan pokok yang dikaji terfokus pada teologis-normatif dan historis-sosiologis dalam konsep dan penyelenggaraan pendidikan Islam itu kemudian dilakukan analisis kembali yang berdasarkan orientasi pendidikan Islam dengan melahirkan paradigma dan gagasan-gagasan baru, sehingga dinamika pendidikan Islam itu berjalan sesuai dengan waktu untuk menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kefilsafatan untuk melihat konsep teologis-normatif dan historis-sosiologis pendidikan Islam dengan memakai pendekatan kualitatif dan analisis secara induktif dan deduktif. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah pemikiran pendidikan Islam dapat diimplementasikan di sekolah dan madrasah dengan gambaran mencoba lebih mengembangkan kearah yang lebih metodologis dan praksis, yang berangkat dari teori dan pemetaan pemikiran secara sosiologis-historis pendidikan dengan di reduksi kepada pengembangan yang lebih praksis sesuai dengan pengembangan di sekolah.Kata Kunci: Pemikiran Pendidikan Islam, Teologis-Normatif, Historis-Sosiologis, Sekolah, Madrasa

    Aplikasi Teknologi Pendidikan di Era Global

    Get PDF
    Teknologi Pendidikan tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual dan dengan pengembangan aplikasi dari teknologi internet. Saat ini, ketergantungan dunia pendidkan pada teknologi internet dalam pendidikan (baca: teknologi pendidikan) sangatlah besar, hal ini dapat dilihat banyaknya aplikasi-aplikasi yang diteapakan dalam pembelajaran. Bahkan apalikasi-aplikasi yang digunakan orang secara bias juga dijadikan media dalam pembelajaran, dan hal ini tentu saja tidak lepas dari peran teknologi pendidikan itu sendiri. Dalam tulisan akan dibahas, beberapa aplikasi internet yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran dan beberapa issue seputar teknologi pendidikan. Kata Kunci: Teknologi pendidikan, Aplikasi Internet, Globalisasi

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Menganyam Kertas Dan Melipat Kertas

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ialah anak taman kanak-kanak kelompok B Raudatul Athfal Al-Mujahidin Tomohon, Sulawesi Utara yang berjumlah 16 orang. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan atau verifikasi data. Sedangkan, data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi dan persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Melalui pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) ini motivasi belajar anak meningkat sehingga sangat mudah dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Oleh karena itu, metode penugasan menganyam dan melipat kertas (origami) dapat dijadikan bahan dalam menyusun desain pembelajaran khususnya pada anak taman kanak-kanak kelompok B.  Kata Kunci: kemampuan motorik halus, anak, menganyam kertas, melipat kertas AbstractThe aim of this research was to describe the application of the method of giving task with floating and folding paper (origami) which could increase the children’s fine motor skills. This study was conducted by used a class action research design. This research subjects were the children of the kindergarten group B Raudatul Athfal Al-Mujahidin Tomohon, North Sulawesi, which amounts to 16 people. The implementation of the actions was carried out in a repetitive cycle which consisting of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The type of data which used in this study were qualitative and quantitative. Qualitative data were analyzed by using the qualitative techniques through three stages, namely data reduction, data exposure, and inference or data verification. Whereas, quantitative data were analyzed descriptively by using the frequency tables and percentages. The results showed that the method of giving task with floating and folding paper (origami) could increase the children's fine motor skills. Through giving the task of floating and folding paper (origami), the children’s learning motivation increased so it’s very easy to increasing the children's fine motor skills. Therefore, the method of giving task with floating and folding paper (origami) can be used as material in preparing the design of learning, especially in kindergarten children in group B.Keywords: fine motor skills, children, floating paper, folding pape

    The Implication Of General Allocation Fund, Special Allocation Fund, Profit Sharing Fund To Inequality The Gross Regional Domestic Product In South Sulawesi Province Period 2006-2014

    Get PDF
    Abstract Research aimed to: (1) the effect of components DAK (Special Allocation Fund) to the reduction of inequality Gross Regional Domestic Product (GRDP) Inter-district in South Sulawesi Province Period 2005-2014; (2) the effect of components DAU (General Allocation Fund) to the reduction of inequality Gross Regional Domestic Product (GRDP) Inter-district in South Sulawesi Province Period 2005-2014; (3) the effect of components DBH (DBH) to the reduction of inequality Gross Regional Domestic Product (GRDP) Inter-district in South Sulawesi Province Period 2005-2014.This study uses secondary data sourced from Statistics South Sulawesi province, data obtained is the result of the final report of the Central Statistics Agency in the form of the GDP of South Sulawesi province, DAU, DAK, DBH and southern Sulawesi province in 2005-2014. Data disnalisis by using SPSS and Williamson Index.The results of this study indicate the results of multiple linear regression above shows that the variable of general allocation funds positive and significant impact on inequality regional South Sulawesi in 2005 s / d 2014, variable special allocation fund a significant negative effect on inequality regional South Sulawesi in 2005 s / d in 2014 and a variable revenue-sharing significant negative effect on regional inequality South Sulawesi in 2005 s / d in 2014;This shows that shows that the magnitude of regional imbalances in South Sulawesi Province happened yet categorized inequality are low because williamson index values <0.03. Keywords: General Allocation Fund, Special Allocation Fund, DBH and Regional Inequalit

    ISLAMISASI DAN DAKWAH ALKHAIRAAT DALAM MASYARAKAT MAJEMUK DI KOTA MANADO TAHUN 1947-1960

    No full text
    Penelitian ini berusaha menjelaskan proses Islamisasi di Manado di mana dakwah Alkhairaat sebagai objeknya, karena dianggap memiliki peran penting dalam proses Islamisasi tersebut, terutama dalam mengimbangi dan membendung arus missionaris pada masa kolonial. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang dibatasi dari tahun 1947-1960. Pembatasan ini dikarenakan pada tahun 1947 pendidikan dan dakwah Akhairaat mulai menjamur dan turut mewarnai semaraknya penggunaan ruang di Manado pascakolonial. Pada tahun 1960, dakwah Alkhairaat semakin terlihat dengan didirikannya pesantren Alkhairaat, yang terletak di Komo Luar, sebagai pesantren pertama di Manado. Penggunaan metode sejarah: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi, tentunya menjadi keharusan dalam penelitian ini guna mendapatkan karya ilmiah yang bersifat sejarah kritis. Hasil penelitian kemudian menunjukkan proses Islamisasi dan perkembangan Islam di Manado pada pertengahan abad ke-20, tidak terlepas dari peran penting Alkhairaat di bidang dakwah dan pendidikan. Sejak tahun 1947 mcgf eadrasah Alkhairaat telah menjamur di Manado, hingga pada tahun 1960 berdirilah pesantren Alkhairaat pertama di Komo Luar Manado. Pada rentan waktu yang bersamaan juga terjadi perubahan sosial-budaya masyarakat Islam Manado yang menonjolkan sikap tawasuth (moderat), tasammuh (toleransi), tawazzun (seimbang), dan ta’addul (adil), yang kesemuanya mencerminkan nilai-nilai agama.    Kata Kunci: Islamisasi, dakwah Alkhairaat, masyarakat majemuk, Kota ManadoIslamization and Al-Khairat Da’wah in Compound Society in the city of Manado between 1947-1960This research tries to explain the process of Islamization in Manado where the Alkhairaat Da’wah as the object, as it is viewed to have important role in the process, especially to offset and stem the missionary during the colonial era. This research is a historical one limited to the 1947-1960 period of time. The limitation is due to the fact that in 1947, the Alkhairat education and da’wah started blossoming and put color in public spaces in the postcolonial Manado. In 1960, the Alkhairaat da’wah became more visible for the establishment of their pesantren located in  Komo Luar as the first pesantren in Manado. Heuristics, verification, interpretation, and historiography are essential methods in order to achieve a critical history. The research finding then shows that Islamization process and Islamic progress in Manado in mid 20 AD can be separated from the important role of Alkhairaat in da’wah and education. In the same period of time, Socio-cultural changes occur among Islamic society in Manado that promote views of tawasuth (moderat) tasammuh (tolerant), tawazzun (balance), and taaddul (fair) which reflect the religion views.Keywords: the Alkhairaat da’wah, Ccompound society, the City of Manad

    Peranan Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) Dalam Menegakan UndangUndang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

    Get PDF
    Law No. 5 of 1999 concerning the prohibition of monopolistic practices and unfair business competition is established to prevent unfair business competition in Indonesia based on the centralization of economic power on individuals or certain groups either in the form of monopoly in spite of other forms of unfair business competition before the law is applied. Therefore, this research is brought out to declare the function and role of KPPU itself to combat various kinds of monopolistic practices and unfair business competition that is emerging in society

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇