IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    Pembelajaran Model Blended Learning

    No full text
    A blended approach to a traditional, face to face course might mean that the class meets once per week instead of the usual three-session format. Learning activities that otherwise would have taken place during classroom time can be moved online. In addition, the terms "blended," "hybrid," and "mixed mode" are used interchangeably in current research literature.Keyword: blended, learning, face to face, online and offline

    Alumni Pesantren Gontor dan Jaringan Islam Global

    No full text
    Abstract.,The paper aims to discuss the shading player called “network” of the globalized Islam behind formal Islamic educational institutions. Globalized Islam as Olivier Roy defines is an idea or movement that detach Islam from its geography or cultural territories. Examining alumnae of pesantren Gontor and their position over the contemporary discourse of Islam in Indonesia, the author found that networking with globalized Islam groups has strong influence on their world views. The mutual relationship between Gontor and globalized Islam networks has some impacts on its alumnae. Its exposure to more global Muslim world has prepared its alumnae embrace the globalized Islam identity.  More decisive factors are their networks during higher education period out of pesantren. The author uses life experiences as a student and alumni of Gontor as his main research data as well as social network observation. This paper moreover strengthened the existing previous researches that the globalization of Wahabism starting in the 1980s has been very effective in Indonesia. By penetrating the Islamic education institution networks, it has opened doors for more influence on the general mass of Indonesian Muslims key words: globalized Islam, pesantren, Gontor Abstrak., Artikel ini mendiskusikan fenomena “Global Islam” salah satu sumber ideologi radikal di Indonesia. Global Islam (Islamisme) sebagaimana didefinisikan oleh Oliver Roy sebagai sebuah ide, praktek atau gerakan yang berusaha memisahkan Islam dari teritori dan kultur di mana ia berada. Mengambil kasus alumni Pondok Modern Gontor dan posisi mereka terhadap wacana Islam kekinian di Indonesia, penulis menemukan bahwa bahkan alumni pesantren yang dikenal luas moderat dalam pandangan-pandangan keagamaannya, tidak dijamin bebas dari pengaruh jaringan “global Islam”. Hubungan antara Gontor dan jejaring global Islam mempunyai dampak terhadap para alumninya. Praktek pengajaran Gontor yang berorientasi internasional menumbuhkan “chemistry” yang kuat di kalangan alumni Gontor dengan jaringan global Islam. Jaringan kerja mereka yang dibangun, utamanya, selama periode pendidkan tinggi, atau tingkat universitas setelah lulus dari pesantren adalah salah satu faktor penentu utama orientasi wacana dan sikap keislaman mereka, selain latar belakang keluarga dll. Melalui metode life history para alumni dan observasi social network mereka, paper ini telah memperkuat studi-studi sebelumnya bahwa globalisasi ideologi Wahabi (global Islam) di Indonesia cukup efektif bekerja.  Melalaui programnya di institusi-institusi pendidikan yang berpengaruh, dan hadirnya jaringan mereka telah mempersiapkan “infrastruktur” berkembangnya ideologi Wahabi di masyarakat luas di Indonesia. Kata Kunci: Islam Global, Pesantren, Gonto

    Kemampuan Memori Khatib dalam Mengingat Materi Khotbah

    No full text
    Tugas intelektual lain yang dialami semua orang dalam menghadapi dunia adalah mengingat berbagai hal. Kita mengalami susahnya berusaha menghafal untuk ujian dan mengalami kesulitan Saat berusaha mengingatingat daftar tanggal atau nama atau berbagai informasi dan aktavitas lainnya. bila memungkinkan kita akan menggunakan alat hantu seperti daftar belanjaan, kalender, ringkasan catatan kecil yang memuat katakata kunci, untuk membantu kita mengingat hal-hal yang kita tahu berdasarkan pengalaman yang biasanya kita lupakan.Seorang khotib pun dalam menyampaikan khotbah tentu tidak lepas dari kesusahan menghafal dan kesulitan dalam mencamkan kesan. Mencamkan dapat terlaksana secara tidak sengaja apabila kesan yang didapat tidak dengan disertai perhatian. Sedangkan, mencamkan dengan sengaja dilaksanakan dengan penuh perhatian, aktif dan bertujuan.Menyimpan adalah apa yang telah dipelqiari atau apa yang telah dimasukkan dapat ditimbulkan kembali apa bila dibutuhkan. Memproduksi adalah suatu keaktifan jiwa untuk membangun kembali kesan-kesan yang telah diterimanya.Kata Kunci: Mencamkan, menyinpan, memproduksi, materi khotib 

    Nilai-Nilai Pendidikan Berbasis Karakter pada Pendidikan Dasar dan Menengah

    No full text
    Pemerintah telah menggalakkan pentingnya pendidikan karakter bagi siswa di sekolah.Berbagai program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam upaya diimplementasikan pendidikan karakter.Kementerian Pendidikan Nasional sudah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk semua tingkat pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi.Kesimpulan: 1) Nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa Sekolah dasar dan menengah yaitu: Religius, jujur, toleransi, disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial.Tanggung Jawab. 2) Strategi dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa Sekolah dasar dan menengah yaitu: Memasukkan pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran di sekolah, Membuat slogan-slogan atau yel-yel yang dapat menumbuhkan kebiasaan semua masyarakat sekolah untuk bertingkah laku yang baik, Membiasakan perlaku yang positif di kalangan warga sekolah, dan Melakukan pemantauan secara kontinyu, Memberikan hadiah (reward) kepada siswa yang selalu berkarakter baik.Rekomendasi: 1) Peran seorang kepala sekolah yang mempunyai kompetensi akademik, dimana dapat menyusun program-program yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter bagi anak sekolah dasar dan menengah. 2) Guru harus memasukkan target-target karakter dalam setiap mata pelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran guru tidak hanya fokus pada materi-materi yang bersifat kognitif, akan tetapi bagaimana nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan pada siswa sekolah dasar dan menengah.Kata Kunci: pendidikan, Karakter, Sisw

    HERMENEUTIKA HUKUM ISLAM KHALEED ABOU EL FADL: Sebuah Tawaran Dalam Membendung Otoritarianisme Fatwa MUI

    Get PDF
    Abstrak.One of the great thinkers in the contemporary era is Khaleed Abou El Fadl, a prominent public intellectual on Islamic law. Through his works, Speaking in The God’s Name: Islamic Law, Authority, and Woman, Abou El Fadl offers a frame of new methodology in the study of Islamic law by using a hermeneutics approach. Abou El-Fadl’s hermeneutics can be called the negotiated hermeneutics because the core of  his hermeneutics analysis is to negotiate the role of the text (al-Qur’an, hadits, and fatwa), author (Mufti, special agent), and reader (Islamic society, common agent) in determining the meaning of authoritative text. These three parties should be a balancing and negotiating progress in which that one party ought not to dominate the determination of meaning. Abou El Fadl’s hermeneutics theory embraces the idea of autonomous and open texts. Therefore, the interpretation of the text does not always focus on efforts to locate the author’s desired intent. Hence, He further argues that integrity of text being damaged, not dynamic, and be unable to perform  its functions in responding the challenges and demand of the global era due to the authoritarianism, or interpretative despotism by way of locking the will of the divine behind the text, its interpretation, or fatwa based on certain ideology as performed by those Mufti who speak in God’s name. in short, From above description emphasis the significance of Abou El Fadl’s hermeneutics in contemporary Islamic law studies is to stem the authoritarianism that has become  a common phenomenon in the contemporary era. This paper  using the critical-analysis of method to examines or look at critically Mufti in making various judicial decision and legal opinion (fatwa) in case of Permanent Council for Specific Research And Legal Opinion (CRLO)in Egypt and Indonesian Council of Ulama (MUI) in Indonesia that assessedreapmuchcontroversy and even rejections from part of Muslim community.Keywords:Islamic law, hermeneutics, authoritarianism, legal opinion, MUI Abstrak .Salah satu pemikir besar di era kontemporer adalah Khaleed Abou El Fadl , seorang intelektual publik terkemuka tentang hukum Islam. Melalui karyanya ,Speaking in The God’s Name: Islamic Law, Authority, and Woman, Abou El Fadl menawarkan kerangka metodologi baru dalam studi hukum Islam dengan menggunakan pendekatan hermeneutika . Hermeneutika Abou El Fadl disebut hermeneutika negosiasi karena inti dari analisis hermeneutikanya adalah menegosiasikan peran teks ( al-Qur'an , hadits , dan fatwa ), pengarang ( Mufti ,agen khusus), dan pembaca (masyarakat Islam,agen umum) dalam menentukan makna teks otoritatif .Ketiga pihak harus seimbang dan bernegosiasi di mana salah satu pihak tidak seharusnya mendominasi penentuan makna.Teori hermeneutika Abou El Fadl yang mencakup gagasan teks otonom dan terbuka sehingga penafsiran teks tidak selalu fokus pada upaya untuk mencari maksud penulis yang diinginkan . Oleh karena itu, Abou El-Fadl menyatakan bahwa integritas teks menjadi rusak, tidak dinamis , dan tidak dapat menjalankan fungsinya dalam merespon tantangan dan tuntutan era global karena otoritarianisme , atau penafsiran despotic dengan cara mengunci kehendak Tuhan di belakang teks, interpretasi, atau fatwa berdasarkan ideologi tertentu seperti yang dilakukan oleh mereka para Mufti yang mengatas namakan dirinya sebagai pembicara atas nama Tuhan. Singkatnya , dari uraian di atas pentingnya hermeneutika Abou El Fadl dalam studi hukum Islam kontemporer adalah untuk membendung otoritarianisme yang telah menjadi fenomena umum di era kontemporer. Makalah ini menggunakan metode kritis-analisis untuk menguji atau melihat secara kritis seorang Mufti dalam membuat berbagai keputusan hukum atau fatwa dalam kasus Indonesian Council of Ulama( MUI ) di Indonesia yang dinilai menuai banyak kontroversi dan bahkan beberapa penolakan dari sebagian masyarakat Muslim Kontemporer .Kata kunci :hermeneutika, hokum Islam, otoritarianisme, fatwa , MU

    Participative Leadership At Sma Labschool Kebayoran Jakarta

    Get PDF
    AbstractThe purpose of this study was to determine the procedures, implementation, constraints and efforts made in participatory decision making planned by the principal at SMA Labschool Kebayoran Jakarta. This study used a naturalistic qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation studies. Data analysis is done by data reduction techniques, data presentation, drawing conclusions and checking the validity of the data.The results showed that the Principal of SMA Labschool Kebayoran Jakarta always made a plan before making a decision by formulating in advance which decision-making procedures were relevant for each problem faced. The participatory decision-making procedures chosen by the principal vary widely, depending on the context. However, there are obstacles faced in the implementation of participatory decision-making procedures, there are teachers and employees who feel that participatory decision making seems slow and the presence of principals is relatively lacking due to their duties and responsibilities outside of school. The efforts made by the head are to give the maximum understanding to the teachers and their employees to prepare data before making decisions so that the impression of being slow can be minimized. In connection with the lack of attendance of school principals, it can be overcome by utilizing the delegation model to their representatives, and besides that, the principal uses the meeting time every week which is led by the headmaster himself.Suggestions in this study for several parties, especially to the principal in improving school productivity, namely the participatory leadership model in the decision-making procedures applied by the headmaster of the Labschool Kebayoran High School Jakarta to be further improved according to the situation and needs of the teachers and employees. Keywords: Parsitipative Leadership, Procedure, Implementation and Decision Makin

    AKOMODASI BUDAYA LOKAL DALAM LEGISLASI HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

    No full text
    Abstract: Culture as a result of the free and dual human creative power of the natural world, it encompasses the material matters (Immaterial) and Maddi (material), real and unreal objects, Malmusah and Ghairu malmusah (palpable and untouched). Essentially, culture (Tsaqafah) is expressed as the product of human reason consisting of patterns, steady attitudes, thoughts, feelings, and reactions obtained and is primarily derived by symbols that make up its achievement independently of human groups. The nature of this Islamic responsiveness has been built by the Prophet (s) when prohibiting Khamr, forbidding the worship of idols and other shari'ah. How Rasulullah saw is very careful and gradual in doing da'wah, so achieved the success of da'wah in upholding Islamic creed and shari'ah at that time. Today many problems in the establishment of law and legislation, legislators are more concerned with intellectual subjectivity and importance than the objectivity of humanity to the benefit, resulting in policies that are not responsive to the needs of society. The author in this context tries to inventory the various local wisdom of the Muslim community in the archipelago that is relevant as an approach in establishing legislation based on local culture.Keywords: Local Culture, Legislation, Islamic Law Abstrak. Budaya merupakan hasil dari kreativitas manusiawi yang bebas dan alamiah, meliputi sisi immaterial dan materi, objek nyata dan tidak nyata, malmusah dan ghairu malmusah (gamblang dan tak tersentuh). Pada dasarnya, budaya (tsaqafah) merupakan produk akal manusia yang terdiri dari pola, kesantunan, pikiran, perasaan, dan reaksi yang diperoleh dan terutama berasal oleh simbol yang membentuk pencapaiannya secara mandiri dari kelompok manusia. Sifat dari respon Islam ini telah dibangun oleh Nabi (s) ketika melarang khamr, melarang penyembahan berhala dan syariah lainnya. Bagaimana Rasulullah melihat sangat hati-hati dan bertahap dalam melakukan dakwah, sehingga mencapai keberhasilan dakwah dalam menegakkan akidah Islam dan syari'ah pada waktu itu. Saat ini banyak masalah dalam pembentukan hukum dan undang-undang, di mana legislator lebih peduli dengan kepentingan subjektivitas intelektual daripada kepentingan objektivitas kemanusiaan, sehingga kebijakan yang lahir tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penulis dalam konteks ini mencoba untuk menginventarisasi berbagai kearifan lokal komunitas Muslim di nusantara yang relevan sebagai pendekatan dalam menetapkan perundang-undangan berdasarkan budaya lokal.Kata Kunci: Budaya Lokal, Legislasi, Hukum Isla

    The Implementation Of Islamic Law At The Early Spread Of Islam In Indonesian Archipelago

    No full text
    The study on the gradualityprinciple (tadarruj) of Islamic law in the context of Islamic law legislation in Indonesia has broad issues. The process of Islamization in the archipelago has been taking place gradually, since the advent of Islam in the 7th century AD or the first century of the emergence of Islam in Arab. The legislation efforts of Islamic law in the context of the legal system of a country always raises two sides, they are universal and the particular. Universality and particularity of the Islamic laware motivated by two dimensions, ie the dimensions of divinity (ilāhiyyah) and the human dimension (insāniyyah). This paper is a qualitative research that focuses on discussing regarding the implementation of Islamic law at the early spread of Islamin the Indonesianarchipelago, with the historically normative approach. The conclusion is the graduality principle has been applied in the legislative process in the Islamic law in Indonesia,but it has no formal legal basis in the form of laws regulating the formation of a national law, although it has been implemented in the legislation process of Islamic law. Keywords: Islamic law; Graduality; legislation; Indonesian Archipelag

    Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Tinjauan Konsep Mutu Edward Deming dan Joseph Juran)

    No full text
    Peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama di semua lembaga pendidikan. Demikian pula di lembaga pendidikan Islam yang sementara berproses menjadi lembaga pendidikan yang memiliki kualitas setara dengan lembaga pendidikan lain bahkan menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, maka upaya terus dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam. Salah satu upayanya adalah dengan menerapkan berbagai teori dan konsep manajemen mutu agar kualitas pendidikan dapat terjaga dan diakui sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan proses dengan baik dan menghasilkan output yang baik. Ada beberapa konsep peningkatan mutu/kualitas yang dikemukakan para ahli seperti Edward Deming dan Joseph Juran yang berkaitan dengan  perencanaan mutu, pengendalian dan peningkatan mutu. Kajian ini akan membahas tentang beberapa konsep mutu dan relevansinya pada lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan global.Kata Kunci: mutu, lembaga pendidikan, Edward Deming dan Joseph Jura

    Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran PQ4R Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) di MTs Negeri Unggulan Manado

    Get PDF
      Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajar antara kelas yang menggunakan strategi belajar PQ4R dengan kelas yang tidak menggunakan strategi belajar PQ4R pada mata pelajaran SKI di MTs Negeri Unggulan Manado. Strategi PQ4R merupakan singkatan dari Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review, sedangkan prestasi belajar peserta didik adalah hasil yang dicapai peserta didik setelah melewati proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri Unggulan Manado tahun ajaran 2014-2015 yang berjumlah 208 orang. Adapun untuk sampelnya, peneliti menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan masing-masing jumlah untuk tiap kelas 32 orang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan tes hasil belajar. Data hasil penelitian terlebih dahulu diadakan pengujian normalitas data dengan menggunakan uji chi kuadrat (2). Dari hasil perhitungan, untuk kelas eksperimen diperoleh 2 hitung = 6,46 dan kelas kontrol diperoleh 2  = 5,146  dan harga 2 tabel =7,815 ternyata 2 hitung   ttabel, sehingga kesimpulannya strategi PQ4R mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran PQ4R, Prestasi belajar 

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇