IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
Merajut Perdamaian melalui Pendidikan Islam
Dalam konteks agama Islam, perdamaian merupakan salah satu cita-cita universal yang diusung melalui pengutusan Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam. Misi penyempurnaan akhlaq manusia (liutammima makrima al-akhlaq) mengandaikan sebuah proses transformasi manusia menuju terciptanya manusia yang memiliki karakter positif. Dalam hubungan antar elemen kebangsaan, dengan prinsip-prinsip penegakan akhlaq al-karimah ummat Islam Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun hubungan harmonis di tengah situasi keberagaman kebudayaan. Untuk itulah, dibutuhkan upaya-upaya penggalian dan pembumian nilai-nilai perdamaian, anti-kekerasan dan keadilan guna mewujudkan kondisi masyarakat Indonesia yang lebih baik. Dengan jumlah yang mayoritas, ummat Islam seyogyanya dapat mengambil peran dan memberi sumbangsih besar terwujudnya keteraturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, salahsatunnya melalui jalur pendidikan, baik formal, informal maupun non formal. Kata Kunci: perdamaian, pendidikan Isla
Pendidikan Islam dengan Nilai-Nilai dan Budaya (Pewarisan Nilai-Nilai dan Budaya)
Pendidikan merupakan faktor penting dan menentukan dalam kehidupan suatu bangsa dan berbudaya.Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada tingakat pendidikan yang di perolehnya.Sistem pendidikan Nasional dilaksanakan untuk meningkatkan kehidupan yang bermutu baik dalam arti moral spiritual maupun mutu dalam arti intelektual professional.Pendidikan Islam merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan Nasional memiliki konstribusi yang besar dalam penanam nilai-nilai dan budaya serta perilaku keberagaman pada setiap diri seseorang.Penanaman nilai-nilai dan budaya pada seseorang atau sekelompok orang melalui pendidikan Islam akan terbentuklah sikap dan perilaku rujukan dan keyakinan dalam menentukan suatu pilihan bagi seseorang, yang tercermin dalam pola pikir, tingka laku, dan serta sikap. Seperti kejujuran, keadilan, kebenaran dijadikan sebagai pegangan dalam hidupnya.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Nilai, Buday
Pembinaan Kedamaian Hidup Beragama melalui Optimalisasi Pendidikan Agama
Kajian ini membahas tentang pembinaan kedamaian hidup beragama melalui optimalisasi Pendidikan Agama. Kedamaian hidup beragama menjadi suatu keharusan pada masyarakat Indonesia yang heterogen sebab Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman dan heterogenitas masyarakat dalam pelbagai aspeknya. Keragaman suku, agama, ras dan golongan serta bahasa yang begitu bervariasi menempatkan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan nilai budaya, nilai religi, dan nilai-nilai luhur lainnya. Dalam aspek kehidupan beragama, keragaman terlihat dari keyakinan yang dianut. Hal ini bisa berwujud ibadah atau ritual, pakaian atau busana khas, serta kekhasan religi yang memberikan simbol heterogenitas masyarakat Indonesia. Keragaman ini seharusnya menjadi penopang permbangunan bangsa, namun tidak jarang hal ini menjadi pemicu konflik antar sesama. Pengalaman Indonesia sudah menunjukkan bahwa benturan tersebut mengancam kedamaian hidup beragama di Indonesia, sehingga perlu upaya untuk membina kedamaian hidup beragama. Oleh sebab itu, Pendidikan Agama diharapkan menjadi pelopor pembinaan kedamaian hidup pada masyarakat Indonesia yang heterogen. Pendidikan Agama perlu dikelola dan diupayakan dengan menyediakan kurikulum berbasis nilai agama, pendidik/guru yang memiliki pribadi yang dijadikan teladan hidup beragama, proses pendidikan, interaksi dan lingkungan pendidikan serta pembentukan Kelompok Siswa Cinta Damai yang mengedepankan nilai kedamaian hidup beragama yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.Kata Kunci: Pembinaan, Kedamaian, Hidup Beragama, Pendidikan Agama
Postmodernisme dan Ideologi Budaya Nasional
Ciri utama postmodernisme dan postrukturalisme adalah penolakan terhadap adanya satu pusat, narasi besar, dan gerak sejarah yang monolinier. Postmodernisme dan postrukturalisme mensubversi uniformitas, homogenitas, dan totalisasi dengan memberikan intensitas terhadap perbedaan, multikulturalisme, pluralisme, bahkan relativisme. Postmodernisme sering dikacaukan dengan postrukturalisme. Postmodernisme adalah abad, zaman, era, generasi, dan periode, atau paham dan aliran dengan berbagai persoalannya, sedangkan postrukturalisme adalah tradisi intelektual, teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan postmodernisme itu sendiri. Kata Kunci : Postmodernisme, budaya, nasional
Analisis Outcome Pendidikan: Kontribusi Lulusan Program Studi PAI Pada Madrasah dan Sekolah Menengah di Kota Manado
Dalam konteks pendidikan tinggi tujuan pendidikan diarahkan untuk menghasilkan lulusan pendidikan yang mempunyai kemampuan akademik dan/atau professional untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu analisis tentang hasil atau outcome pendidikan merupakan suatu kajian yang cukup kompleks karena berhubungan dengan banyak faktor yang saling terkait. Penelitian ini fokus membahas tentang Analisis Outcome Pendidikan, dalam hal ini kontribusi lulusan program studi PAI pada madrasah dan sekolah menengah di kota Manado. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana persepsi lulusan terhadap program pendidikan pada Prodi PAI, lalu kemudian tingkat kontribusi lulusan prodi PAI, serta faktor-faktor yang menentukan kontribusi lulusan. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. salah satu temuan dalam penelitian adalah tingkat efektifitas program pendidikan pada program studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Manado menurut persepsi para guru mencapai nilai 16.83 atau sekitar 84.15 % dari nilai ideal yang telah ditetapkan atau dapat dikatakan sangat tinggi. Aspek penentuan tingkat efektifitas program ini dilihat dari aspek layanan administrasi dan akademik, kebijakan dan kepemimpinan kampus, kurikulum pendidikan, kecakapan dosen dalam pembelajaran, dan fasilitas pendidikan.Kata Kunci: Analisis Outcome Pendidikan, PAI, dan Manado
PENGELOLAAN TANAH WAKAF MASJID DI KOTA MANADO
Abstract. This article will specifically examine the elements related to the management of Mosque Waqf Land, Manado City, whether it has been functioning as the act or whether the law has not been able to accommodate the problems that occur in the management of waqf land in Manado City. The result is that the management of waqf land in Manado City is classified into two things, namely effective and ineffective. But ineffective is more than effective, this is because many mosque administrators feel that the process of obtaining certificates is very procedural, so they have difficulty managing the certificate. So that, the relavancy is with the enactment of Law Number 41 year 2004 concerning Waqf, the recording of legal waqf acts is obligatory to provide legal protection and legal certainty for wakif, Nazhir and that assets that are represented.Keywords: Management, Mosque Waqf Land, Manado City, Law Number 41 year 2004Abstrak. Artikel ini secara spesifik akan menelaah tentang unsur-unsur yang terkait dalam pengelolaan wakaf tanah masjid di Kota Manado, apakah sudah berfungsi sebagaimana UU tersebut ataukah UU tersebut belum dapat mengakomodir permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan wakaf tanah masjid di Kota Manado. Hasilnya adalah, bahwa pengelolaan wakaf tanah masjid di Kota Manado terklasifikasi pada dua hal, yakni efektif dan tidak efektif. Namun yang tidak efektif lebih banyak dari yang efektif, hal ini disebabkan karena banyak pengurus masjid merasa bahwa proses pengurusan sertifikat sangat prosedural, sehingga mereka kesulitan untuk mengurus sertifikat tersebut. Relevenasinya adalah, dengan berlakunya UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, maka pencatatan perbuatan hukum wakaf menjadi wajib hukumnya untuk memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum bagi wakif, Nazhir serta harta yang diwakafkan.Kata Kunci: Pengelolaan, Tanah Wakaf Masjid, Kota Manado, UU No. 41 Tahun 200
Dasar-Dasar dan Ruang Lingkup Pendidikan Islam di Indonesia
Wacana pendidikan dalam Islam tetap actual dan menarik untuk diperbincangkan. Kenyataanya, dunia pendidikan adalah dunia yang tidak pernah sepi dengan kritikan dan debat akademik, bahkan masalah pendidikan tidak pernah selesai sepanjangsejarah kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan salah satu keunikan manusia jika dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain, tidak pernah sepi dari nilai-nilai luhur yang dicita-citakan.Islam sebagai agama yang menempatkan pendidikan dalam posisi yang sangat penting. Hal ini pula diakui oleh Malik Fajar, bahwa hubungan Islam dan pendidikan bagaikan dua keeping mata sisi uang, artinya Islam dan pendidikan mempunyai hubungan filosofis yang sangat mendasar, baik secara ontologism, epistemologis, maupun aksiologis.Kata kunci: wacana, pendidikan islam, indonesiaWacana pendidikan dalam Islam tetap actual dan menarik untuk diperbincangkan. Kenyataanya, dunia pendidikan adalah dunia yang tidak pernah sepi dengan kritikan dan debat akademik, bahkan masalah pendidikan tidak pernah selesai sepanjangsejarah kehidupan manusia.[1] Hal ini dike\arenakan salah satu keunikan manusia jika dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain, tidak pernah sepi dari nilai-nilai luhur yang dicita-citakan.Islam sebagai agama yang menempatkan pendidikan dalam posisi yang sangat penting. Hal ini pula diakui oleh Malik Fajar, bahwa hubungan Islam dan pendidikan bagaikan dua keeping mata sisi uang, artinya Islam dan pendidikan mempunyai hubungan filosofis yang sangat mendasar, baik secara ontologism, epistemologis, maupun aksiologis[1] Mastuhu, memperdayakan sistem ajaran Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), h. 2
Pendekatan Analisis Sistem Causal Loop Diagram (Cld) dalam Memahami upaya Pemerintah Meningkatan Akses Masyarakat terhadap Pendidikan Tinggi yang Berkualitas
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Total jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2005 adalah sebesar 213.375.287 jiwa. Jumlah penduduk usia 0-19 tahun adalah sebesar 81.762.113 jiwa dengan rincian 41.882.482 jiwa adalah anak laki-laki dan 39.879.631 adalah anak perempuan. Dengan kata lain, anak usia 0-19 tahun memiliki proporsi sebesar 38,32 persen bila dibandingkan dengan keseluruhan populasi penduduk. Usia 19 tahun adalah adalah usia produktif sekaligus masalah. Setiap tahun sekolah lanjutan atas baik SMU maupun SMK sederajat meluluskan siswanya sebanyak dengan jumlah yang terus meningkat. Dari keadaan ini sedikitnya para lulusan tersebut memiliki kehendak melanjutkan studi kejenjang pendidikan tinggiKata Kunci: Causal Loop Diagram, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Nasiona
Etika Berkomunikasi Guru dan Peserta Didik Menurut Ajaran Agama Islam
Etika merupakan hal yang sangat umum, artinya bahwa etika adalah yang mesti diketahui oleh setiap manusia, dalam kehidupan bermasyarakat, namun ketika menjadi prinsip benar dan salah dari perilaku setiap manusia, sedangkan komunikasi dipandang memiliki multi makna dan kompleks, hal ini disebabkan karena komunikasi merupakan suatu fenomena sosial yang dapat diartikaan bermacam-macam (multi makna). Walaupun fenomena komunikasi itu tetap ada dan tidak berubah, namun pemahaman tentang fenomena itulah yang dapat berbeda dari satu orang dengan orang lainnya.Guru sebagai tenaga pendidik, harus dapat dijadikan contoh dalam beretika dan berkomunikasi. Agar tercapai keberhasilan belajar, maka guru dituntut memberikan pendekatan kepada siswa sesuai dengan keadaan siswa tersebut, disinilah dibutuhkan variasi. Pendekatan dan variasi itu bisa tercapai bila etika dan komunikasi yang digunakan guru sesuai dengan ajaran Islam.Kata Kunci: etika berkomunikasi, guru, peserta didi
MANAGEMEN PENDIDIKAN TINGGI TANTANGAN DAN PERMASALAHANNYA PADA ABAD KE 21
Abstract. Globalization that has been going on rapidly since the 1980s has led to very basic social, economic and political changes in all countries. The world of higher education which adheres to universalism in science and technology actually always pays attention and considers that the Indonesian education community is part of a global society. In the next 1015 years, Indonesian universities will face a variety of major challenges that need to be responded wisely. Economic globalization and the information technology revolution is a huge force affecting the world of Indonesian universities. Keywords: Education Management, Challenges, Problems, Globalization Abstrak. Globalisasi yang sedang berlangsung dengan cepat sejak dekade 1980-an telah menimbulkan perubahan sosial, ekonomi dan politik yang sangat mendasar pada semua negara. Dunia pendidikan tinggi yang menganut faham universialisme ilmu pengetahuan dan teknologi sebenarnya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan bahwa masyarakat pendidikan Indonesia adalah bagian dari masyarakat global. Pada kurun waktu 10-15 tahun ke depan, perguruan tinggi Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan besar yang perlu di respons dengan bijaksana. Globalisasi ekonomi dan revolusi teknologi informasi merupakan kekuatan yang amat besar mempengaruhi dunia perguruan tinggi Indonesia. Kata Kunci: Managemen Pendidikan, Tantangan, Permasalahan, Globalisas