IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
RISK ANALYSIS OF ISLAMIC BANKING FINANCING BUSINESS IN INDONESIA 2014-2018
The purpose of this article is to analyze business risk in Islamic banking financing in Indonesia. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The data used in this study are secondary data sourced from Sharia Banking Statistics (SBS). The conclusions of this article are ten business risks that must be managed by Islamic banks in carrying out their functions, namely financing risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, reputation risk, strategic risk, compliance risk, yield risk, yield risk, and investment risk. Four business risks affect the profitability of Sharia Commercial Banks (BUS) in Indonesia, namely financing risk as measured by NPF, the rupiah exchange rate measures market risk against the USD and inflation, return NCD measures risk on total deposits and investment risk measured by the percentage potential loss profit-sharing financing for mudharabah and musyarakah investment portfolios
Peran Keteladanan Pendidik dalam Perilaku Belajar Mahasiswa.
AbstrakDalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pihak penyelenggara pendidikan seharusnya tidak hanya memfokuskan perhatian pada hal-hal yang sifatnya fisik saja tetapi lebih daripada itu perlu ada perhatian yang lebih terhadap keteladanan yang merupakan hasil dari pemberian stimulus dan respon terhadap perilaku dosen. Metode yang digunakan penulis adalah metode analisis data deduktif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa keteladanan dosen sangat berperan dalam meningkatkan motivasi dan perilaku belajar mahasiswa. Kesimpulan tersebut diperoleh dari menganalisa konsep keteladanan dalam teori belajar behaviouristik dengan cara mengkorelasikannya dengan kajian tentang pemberian model atau contoh dari pendidik sehingga dapat mempengaruhi motif dan perilaku mahasiswa dalam belajar.Kata kunci: Keteladanan Pendidik, Perilaku Belajar Mahasiswa. AbstractIn order to realize the goals of national education, the organizers of education should not only focus on matters of a physical nature but more than that there needs to be more attention to the example that is the result of providing stimulus and response to the behavior of lecturers. The method used by the author is a method of deductive data analysis with a type of descriptive qualitative research. The results of the study stated that lecturer exemplary was very instrumental in increasing student motivation and learning behavior. The conclusion was obtained from analyzing the concept of exemplary in behaviouristic learning theory by correlating it with the study of giving models or examples from educators so that they can influence students' motives and behavior in learning.Keywords: Exemplary Educator, Student Learning Behavio
PENAFSIRAN DALIL RADIKALISME DAN TERORISME DI INDONESIA INTERPRETASI MA’NA-CUM-MAGHZA TERHADAP KATA FITNAH DALAM ALQURAN SURAT AL-BAQARAH : 190-193
Absract: This article is about interpretation QS. Al-Baqarah: 190-193 used by terrorists to justify their violence action in Indonesia. The development of radicalism in Indonesia continues growing, especially in the ideologies and movement to change Indonesia into an Islamic state ideology. Terrorism and radicalism can not be separated from the Qur’anic interpretation as the basic foundation for jihadis’ beliefs. This article is to argue that jihad is not war and hostilties against others. Qur'anic verses have provided moral ideas and moral message that can be developed in the community. With Maghza Cum Ma'na approach in interpreting the Qur'an. Al-Baqarah: 190-193, the author wants to reveal the contextual meaning behind the verses that could be implemented by the general public.Keyword: Terrorism, Fitnah, Interpretation, Ma'na Cum Maghza, QS. Al-Baqarah Abstrak: Artikel ini berisi tentang Penafsiran QS. Al-Baqarah : 190-193. Ayat adalah tersebut menjadi dasar pelaku terorisme di Indonesia. Perkembangan terorisme di Indonesia terus berkembang terutama gerakan tersebut mempunyai dasar ingin mengganti ideologi Indonesia menjadi negara Islam. Gerakan terorisme dan radikalisme tidak terlepas dari Alquran sebagai landasan dasar untuk jihad di jalan Allah. Jihad tidak perang dan saling bermusuhan satu sama lain. Kita ketahui bersama bahwa setiap dalam Alquran pasti mempunyai ide moral dan pesan moral yang dapat dikembangkan di masyarakat. Dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza dalam menafsirkan QS. Al-Baqarah: 190-193, penulis ingin mengungkap makna kontekstual di balik ayat sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat pada umumnya.Kata Kunci : Terorisme, Fitnah, Interpretasi, Ma’na Cum Maghza, QS. Al-Baqarah
Peranan Perusahaan Mebel Kayu terhadap Pembangunan Ekonomi Kabupaten Gorontalo
Pembangunan ekonomi diartikan sebagai serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga infrastruktur lebih banyak tersedia, perusahaan semakin banyak dan semakin berkembang, taraf pendidikan semakin tinggi dan teknologi semakin meningkat. Sebagai implikasi dari perkembangan ini diharapkan kesempatan kerja semakin bertambah, tingkat pendapatan meningkat,dan kemakmuran masyarakat manjadi semakain meningkat.Salah satu kegiatan perusahaan yang sudah lama dikembangkan oleh pengusaha kecil di desa Luwoo yaitu perusahaan.mebel kayu, Tetapi dalam pengamatan tingkat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa Luwoo, belum seperti yang diharapkan sebagai desa dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih meningkat, tetapi pada kenyataannya masih banyak dijumpai masyarakat tingkat pengangguran dan pendapatannya rendah. Upaya untuk membangun masyarakat desa yaitu dengan menumbuh- kembangkan kegiatan-kegiatan usaha kecil pedesaan agar dapat mengatasi terjadi arus urbanisasi ke perkotaan karena masyarakat desa ingin mencari lapangan kerja dan sumber pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mebel kayu di desa Luwoo dilakukan untuk mengerjakan berbagai macam produksi, dengan menggunakan tenaga kerja tetap dan tidak tetap. Pendapatan rata-rata berkisar Rp. 10.000,- sampai dengan Rp..30.000,- per hari. Dengan dilakukan uji keberartian kontingensi dan korelasi ganda menyatakan bahwa perusahaan mebel kayu yang menggunakan modal, teknologi dan bahan baku secara bersama-sama (simultan) berperan sangat signifikan terhadap pembangunan ekonomi khususnya pendapatan. Secara terpisah dilakukan uji keberartian kontingensi parsial ternyata modal yang digunakan perusahaan mebel kayu berperan sangat signifikan terhadap pembangunan ekonomi khusus pendapatan. Teknologi yang digunakan perusahaan mebel kayu berperan sangat tidak signifikan terhadap pembangunan ekonomi khusus pendapatan dan bahan baku yang digunakan perusahaan mebel kayu berperan sangat signifikan terhadap pembangunan ekonomi khusus pendapatan
SALAFI, MEDIA BARU DAN MORAL PANIC STUDI ATAS MAJLIS AL-KHIDHIR
Abstract: This paper is a case study of Majlis al-Khidhir, one of the Salafi Group in Indonesia which experienced moral panic as its existence might be eroded by modernity along with the changes of da'wah media. The existence of many Salafy groups massively utilizing internet media for their da’wah and propaganda in fact have damaged the image of Salafi da’wah. In this case, Majlis al-Khidhir, finally, do negotiations by maintaining its literalist ideology, at the same time open to new internet media to spread its dakwah activities. As a result, 'telegram' became the most effective new medium for Majlis al-Khidhir to circulate a fatwa and interact with its loyal followers.Keywords: New Media, Moral Panic, Salafi, Majlis al-Khidhir Abstrak: Tulisan ini merupakan studi kasus Majlis al-Khidhir, salah satu kelompok Salafi di Indonesia yang mengalami moral panic karena khawatir eksistensinya akan tergerus oleh modernitas dengan adanya perubahan media dakwah. Selain itu, keberadaan kelompok yang mengatasnamakan dakwah Salafi (Salafi Selebriti) padahal sejatinya merusak citra dakwah Salafi telah bergerak lebih cepat dalam memanfaatkan media dakwah tersebut. Akhirnya negosiasi terhadap modernitas dilakukan Majlis al-Khidhir dengan tetap memegang teguh ideologi literalisnya tetapi terbuka terhadap media baru untuk melebarkan dakwahnya. Konsekuensinya, ‘telegram’ menjadi media baru paling efektif bagi Majlis al-Khidhir untuk mengeluarkan fatwa dan berinteraksi dengan pengikut setianya.Kata Kunci: Media Baru, Moral Panic, Salafi, Majlis al-Khidhir
Analysis of Marketing Mix Implementation at Pt. Pegadaian of Malalayang Branch of City of Manado
AbstractThis study aims to: (1) find out the marketing mix of gold pawn on credit realization partially, (2) find out the marketing mix of gold pawn on credit realization simultaneously, (3) find out the marketing mix of gold pawn effect on the number of customers partially and (4) find out the marketing mix of gold pawn effect on the number of customers simultaneously.The results of the multiple regression analysis show that the promotion mix variable (X1) is -0.033. It means that for every percent of enhancement in the promotion mix, it will reduce the excellence of Pegadaian by 0.033 percent. However, it does not have a significant effect, which means that the size of the promotion costs does not affect the excellence of Pegadaian. Customer satisfaction (X2) is 0.397; it shows that an increase every percent in customer satisfaction will increase the excellence of Pegadaian by 0.397 percent and significant at α of 0.05. Then the interest rate is 0.459. It shows that any percent increase in interest rate will increase the excellence of Pegadaian by 0.459 percent and significant at α of 0.0.By holding the F test, the promotion mix (X1), customer satisfaction (X2) and credit interest rates (X3) simultaneously on the excellence of Pegadaian (Y) is 0,000 F table 4,10, so that it can be concluded that the hypothesis is accepted which means there are influences of X1, X2, and X3 simultaneously on Y. The value of R Square is 0.783; it means that the influence of variables X1, X2, and X3 simultaneously on the Y variable is 78.3%. Adjusted R square is 0.620. It shows that, in this study, 62 % can be explained by the studied variables, and the rest explained by other variables outside of this study.Keywords: Analysis, Implementation, Marketing Mi
Pendidikan Islam Dengan Nilai-Nilai Dan Budaya
AbstrakPendidikan merupakan factor penting dan menentukan dalam kehidupan suatu bangsa yang berbudaya. Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada tingkat pendidikan yang diperolehnya. Sistem pendidikan Nasional dilaksanakan untuk meningkatkan kehidupan yang bermutu baik dalan arti moral spiritual maupun mutu dalam arti intelektual professional. Pendidikan Islam merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan nasional memiliki konstribusi yang besar dalam penenam nilai-nilai dan budaya serta perilaku keberagamaan pada setiap diri seseorang. Penanaman nilai-nilai dan budaya pada seseorang atau sekolompok orang melalui pendidian Islam akan terbentuklah sikap dan prilaku yang rujukan dan keyakinan dalam menentukan suatu pilihan bagi seseorang, yang tercermin dalam pola pikir, tingkah laku, dan serta sikap. Seperti kejujuran, keadilan, kebenaran dijadikan sebagai pegangan dalam hidupnya.Kata kunci : Pendidikan Islam, Nilai, Budaya AbstractEducation is an important and decisive factor in the life of a civilized nation. The progress of a nation is very dependent on the level of education it receives. National education system is implemented to improve the quality of life both in terms of moral, spiritual and quality in the sense of professional intellectual. Islamic education is an integral part of the national education system which has a large contribution in the sixth of the values and culture and religious behavior in each person. The inculcation of values and culture in a person or group of people through the Islamic pendidian will form attitudes and behaviors that refer to and belief in determining a choice for someone, which is reflected in the mindset, behavior, and attitude. Like honesty, justice, truth is used as a guide in his life.Keywords : Islamic Education, Values, Cultur
LEGITIMASI KEKERASAN DALAM IDEOLOGI KEAGAMAAN: VARIAN DAN TIPOLOGI
Abstrak Dalam konteks sosial agama tidak semata dimaknai sebagai ritus liturgi, doa dan pengamalan mistik yang bersifat personal dan unik, namun agama juga hadir dengan fungsi manifest dan latent yang kadang tidak dikehendaki oleh pemeluknya sendiri. Di satu sisi, agama dapat menjadi sarana integrasi sosial, mengikat solidaritas sesama penganutnya dalam jamaah, gereja, sangha, dan komunitas-komunitas keagamaan. Akan tetapi para penganut agama punya problem yang cukup mendasar ditengah-tengah kemajemukan. Problem itu adalah ketidaksiapan untuk berbeda. Ini disebabkan oleh berbagai hal diantaranya; sejarah dan karakter masing-masing orang, jenis kelamin, serta pandangan hidup yang termasuk didalamnya adalah pemahaman keagamaan. Aksi-aksi kekerasan atas nama agama yang sering terjadi dikarenakan adanya orang atau kelompok-kelompok yang merasa terusik dengan orang atau kelompok lain yang berbeda. Namun beberapa indikasi terjadinya clash ini bukan hanya soal agama ada faktor lain, tapi paper ini akan membatasi masalah dengan inti pembahasan pada soal bagaimana keterkaitan antara pemahaman keagamaan dengan tindak kekerasan atas nama agama dari sisi historisnya, pengertian dan pengelompokkan pemahaman keagamaan, serta jenis-jenis kekerasan melalui data hasil riset yang tujuannya untuk melihat apa hubungan antara pemahaman keagamaan dengan tindak kekerasan atas nama agama.Kata Kunci : Legitimasi dan Kekerasan, Ideologi, Agama, Varian dan Tipologi Abstract:In the social context, religion is not merely interpreted as liturgical rites, prayers and mystical practices that are personal and unique, but religion also comes with manifest and latent functions that are sometimes not desired by the adherents themselves. On the one hand, religion can be a means of social integration, binding the solidarity of fellow adherents in the congregation, church, sangha, and religious communities. However, adherents of religion have a pretty basic problem in the midst of pluralism. The problem is not being ready to be different. This is caused by various things including; the history and character of each person, gender, and view of life included in it is religious understanding. Acts of violence in the name of religion that often occur due to the presence of people or groups who feel disturbed by different people or groups. However, some indications that this clash is not just a matter of religion, there are other factors, but this paper will limit the problem with the core discussion on how the relationship between religious understanding and violence in the name of religion in terms of its historical, understanding and grouping of religious understanding, as well as the types violence through research data whose purpose is to see what is the relationship between religious understanding and violence in the name of religion.Keywords: Legitimacy and Violence, Ideology, Religion, Variants and Typology
PERKEMBANGAN RELIGIOUS STUDIES DI BARAT (PANDANGAN ORIENTALIS DAN PEMAKNAAN ATAS AGAMA)
Western intellectuals are so concerned about religious studies. Their arguments are the subject of criticism and studies that continue to this day. the debate is about the position of religion whether as a way of life, belief, belief in something that is supernatural or religion as an object of study that can be interpreted with a logical scientific approach. This article will answer questions regarding the interpretation of religion by orientalists. Some names such as Max Muller to Charles Adams contributed thought. By using a comparative library analysis, the writer maps the ideas, ideas, and concepts of western scholars to the meaning of religion and the results of each orientalist express their thoughts that religion can function in accordance with the approach used, be it cultural, social, political , and economics. Keywords: Orientalist; West; Religion; Scientific; Confidence. Intelektual Barat begitu memberikan perhatian terhadap studi agama. argumentasi mereka menjadi bahan kritikan dan kajian yang berlangsung terus menerus hingga hari ini. perdebatannya ada pada soal kedudukan agama apakah sebagai pedoman hidup, kepercayaan, keyakinan atas sesuatu yang gaib sifatnya ataukah agama sebagai objek studi yang bisa di maknai dengan pendekatan ilmiah yang logis. Artikel ini akan menjawab pertanyaan berkenaan dengan pemaknaan atas agama oleh para orientalis. Beberapa nama seperti Max Muller sampai Charles Adams memberikan sumbangsih pemikiran. Dengan menggunakan analisis kepustakaan yang komparatif, penulis melakukan pemetaan atas ide, gagasan, serta konsep para sarjanawan barat terhadap pemaknaan atas agama dan didapati hasilnya masing-masing orientalis mengemukakan pikirannya bahwa agama bisa berfungsi sesuai dengan pendekatan yang digunakan, baik itu budaya, sosial, politik, maupun ekonomi. Kata kunci: Orientalis; Barat; Agama; Ilmiah; Keyakina
Impact of Mui Halal Labels on Volume of Sales of Holland Bakery in Manado City
AbstractThis research examines the impact of MUI's halal label on the sales volume of Holland bakery in the city of Manado. The main problem in this study is how much influence the halal label has on sales volume. The objective achieved in this study was to find out the impact of MUI's halal label on Holland Bakery's sales volume in the city of Manado. And provide recommendations to other food companies so that they can increase sales volume. This type of research is quantitative research. Data used in the study are primary data or data directly from respondents through questionnaires that are distributed in Holland Bakery in the city of Manado. As a population and a sample of consumers are Holland Bakery in the city of Manado. The data analysis technique used in this study is the normality test, hypothesis testing using product moment correlation test and simple linear regression test. After going through quantitative procedures.This study found that the halal label has an effect on sales volume as evidenced by the product moment correlation test. It is known that the correlation value between variables X and Y is 0.562> 0. So Ho is rejected and Ha is accepted. from the Model Summary table is 0.315 or around 31.5%. This means that the effect of the independent variable (Halal Label) on the dependent variable (Sales Volume) is 31.5%. Meanwhile, the remaining 68.5% (100-31.5 = 68.5%) are explained by other variables not examined in this study. Keywords: Halal Label, Sales Volume, Holland Baker