IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    Teologi Gender dalam Tradisi Sibaliparri: Peran Perempuan Pesisir Polewali Mandar (The Gender Theology in the Sibaliparri Tradition: the Role of Coastal Women in Polewali Mandar)

    Get PDF
    ABSTRACT This article aims to explain the concept of gender theology in the sibaliparri tradition by looking at the role of coastal women in Polewali Mandar Regency. This paper focuses on three main issues, namely the history of the sibaliparri tradition, the role of coastal women in the sibaliparri tradition and the masterminds that influence the role of coastal women in the Sibaliparri tradition in Polewali Mandar Regency. The method used is descriptive qualitative, by interpreting data and facts discovered on the local community. Data collection techniques are field studies, interviews, manuscript studies by examining books, journals, and other forms of literature. This study shows that the history behind the word sibaliparri according to Mandar O'Dianda O'Dibisa's lontara has occured since the reign of Maradiaq Balanipa I Manyambungi and during the reign of Maradiaq IV Kakanna I Pattang Daetta Tommuane sibaliparri has spread throughout the Ammaradia Balanipa region. Later, the coastal women in the current concept of sibaliparri are not only in the domestic area, taking care of the family and reproduction, conceiving and giving birth to children, but also playing a role in the public sphere. The factors that influence coastal women according to the sibaliparri concept include economic, social, cultural and gender issues. In Islamic theology the role of women in various activities is in accordance with Islamic teachings. The existence of Mara'dia continues to play its role in the social life of the community providing the government partners in embodying peace in a synergistic relationship to create a peaceful society. Keywords: Gender Theology, Sibaliparri Tradition, The Role of Women, Polewali MandarABSTRAK Artikel ini bertujuan menjelaskan tentang konsep teologi gender dalam tradisi sibaliparri dengan melihat peran perempuan pesisir di Kabupaten Polewali Mandar. Tulisan ini menjawab tiga masalah pokok yaitu sejarah tradisi sibaliparri, peran perempuan pesisir dalam tradisi sibaliparri dan aktor yang memengaruhi peran perempuan pesisir dalam tradisi Sibaliparri di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menafsirkan data dan fakta berdasarkan masyaraka setempatt. Teknik pengumpulan data yaitu studi lapangan, wawancara, studi naskah dengan menelaah buku-buku, jurnal, dan bentuk literatur lainnya. Penelitian ini menunjukkan, bahwa sejarah penamaan kata sibaliparri berdasarkan lontara Mandar O’Dianda O’Dibiasa sudah muncul sejak masa pemerintahan Maradiaq Balanipa I Manyambungi dan masa pemerintahan Maradiaq IV Kakanna I Pattang Daetta Tommuane sibaliparri sudah meluas di seluruh wilayah Ammaradia Balanipa. Kemudian Perempuan pesisir dalam konsep sibaliparri saat ini tidak hanya wilayah domestik, mengurus keluarga dan reproduksi mengandung dan melahirkan anak tetapi juga berperan di wilayah publik. Faktor-faktor yang memengaruhi perempuan pesisir menurut konsep sibaliparri di antaranya faktor ekonomi, sosial, budaya dan isu gender. Dalam teologi Islam bahwa peran perempuan dalam berbagai aktivitas adalah sesuai dengan ajaran Islam. Keberadaan Mara’dia menjadi tetap eksis memainkan perannya dalam kehidupan sosial masyarakat sehingga pemerintah memiliki mitra mewujudkan ketentraman dalam hubungan sinergisitas untuk mewujudkan masyarakat yang damai.Kata kunci: teologi gender; tradisi Sibaliparri; peran perempuan; Polewali Manda

    Legal Analysis Towards Mining in North Sulawesi Post the Implementation of Law Number 3 Year 2020

    Get PDF
    The issuance of Law No. 3 of 2020 as an amendment to Law No. 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining, has changed the supervisory mechanism for the implementation of mineral and coal mining in the regions. This study aimed at analyzing the legal mining exploration in the regions associated with the principle of decentralization based on regional autonomy. The method used in this study is empirical juridical, and the results obtained illustrate that the issuance of the new mineral and coal law will cause a minimum role for local governments, both provincial, district and/or city in monitoring mining in the regions, especially in terms of mining exploration. It is because the monitoring system for mining exploration becomes centralized and effects on reducing regional revenue potential

    PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA MUSLIM DI YAYASAN KRISTEN

    Get PDF
    Penulisan karya ilmiah ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan di sekolah dasar GMIS El-Roi Ngalipaeng yang dilatarbelakangi oleh keadaan siswa muslim di sekolah dasar tersebut pada prakteknya selalu mengedepankan nilai-nilai Islam dalam kegiatan belajar mengajar meskipun berada pada lingkungan sekolah dibawah naungan yayasan Kristen. Penelitian karya ilmiah ini yaitu termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan paedagogik yang diambil dari dua sumber jenis data yaitu primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi serta menggunakan tiga metode analisis data yang di antaranya reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa peran guru agama Islam dalam membina akhlak siswa muslim di sekolah dasar GMIS El Roi Ngalipaeng berupaya menerapkan metode pembiasaan dan keteladanan. Metode pembiasaan diterapkan melalui program rutinitas harian yang menjadikan siswa terbiasa untuk melakukan hal-hal positif yaitu mulai dari shalat berjamaah, tadarusan al quran, salam dan salim, berkata baik dan sopan, serta pembiasaan menjaga kerapian dan kebersihan. Sementara keteladanan dilakukan setiap saat oleh guru agama Islam sebagai bentuk percontohan yang baik bagi siswa

    EKSISTENSI BASYARNAS DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

    Get PDF
    This article analyzes the existence of Basyarnas as a sharia arbitration institution in resolving sharia banking cases in Indonesia. The aim is to find out the position and function of Basayarnas as a non-litigation sharia banking with advantages in terms of efficiency, speed, and effectiveness in resolving business disputes, including sharia banking disputes. The method used is juridical normative. The study results indicate that from the legal aspect, the existence of Basyarnas, which refers to the provisions of Law Number 30 of 1999, is still questionable, considering that this provision does not mention sharia arbitration at all. Still, in practice, there has been a strengthening of the function of Basyarnas through Law Number 48 of 2009, which explains the use of Basyarnas. as a form of sharia economic dispute resolution.Keywords: Arbitration; Basyarnas; Sharia Banking.AbstrakArtikel ini menganalisis tentang eksistensi basyarnas sebagai lembaga arbitrase syariah dalam menyelesaikan perkara perbankan syariah di Indonesia. Tujuannya untuk mengetahui kedudukan serta fungsi Basayarnas sebagai lembaga penyelesaian sengketa perbankan syariah non litigasi yang mempunyai kelebihan dari segi efisiensi dan kecepatan serta efektivitas dalam penyelesaian sengketa bisnis termasuk didalamnya sengketa perbankan syariah. Metode yang digunakan bersifat yuridis normative. Hasil penelitian mengindikasikan dari aspek hokum keberadaan Basyarnas yang merujuk pada ketentuan UU Nomor 30 tahun 1999 masih dipertanyakan eksistensi hukumnya mengingat ketentuan tersebut tidak sama sekali meyebutkan Arbitrase syariah, namun dalam praktek terjadi penguatan fungsi Basyarnas melalui UU Nomor 48 Tahun 2009  yang memberi penjelasan untuk penggunaan Basyarnas sebagai salah satu bentuk penyelesaian sengketa ekonomi syariah.Kata kunci: Arbitrase; Basyarnas; Perbankan Syariah

    Pendidikan Agama Islam Dalam Konteks “Merdeka Belajar”

    Get PDF
    Kebijakan “Merdeka Belajar" merupakan ide dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam rangka memperbagus sistem pendidikan nasional. Konsep “Merdeka Belajar” merupakan usaha untuk mewujudkan kemerdekaan dalam berpikir. Pendidikan Agama Islam sebagai rangkaian mata pelajaran Islam disampaikan baik secara formal di sekolah ataupun informal dan nonformal di rumah dan masyarakat dengan materi yang diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi harus merespons kebijakan Merdeka Belajar ini secara baik.Dengan menggunakan metode penelitian secara library research didapatkan kesimpulan bahwa Pembelajaran Pendidikan Agama Islam versi “Merdeka Belajar” dirancang untuk melatih peserta didik agar memiliki kemampuan beripikir kritis, memiliki kreativitas, memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi serta membuat peserta didik memiliki kerja sama dan mampu berkolaborasi agar nantinya peserta didik bisa memiliki pemikiran yang lebih matang, lebih bijak, lebih cermat agar peserta didik mampu untuk memahami, mengembangkan dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari

    Does Self-Efficacy Moderate the Contribution of Metacognitive Awareness to Listening Comprehension?

    Get PDF
    Does Self-Efficacy Moderate the Contribution of Metacognitive Awareness to Listening Comprehension? Current studies relate the issue of listening skills to several aspects. However, it still requires more empirical finding on the contribution of self-efficacy and metacognition toward listening comprehension. This study aimed to find the effect of metacognition on listening ability through self-efficacy and seek a suitable structural model. The chosen design was ex post facto research with a correlation using a path analysis model. This research was conducted at one of the state Islamic high schools in the city of Kediri. A total of 250 ten grader students participated in this research. Three instruments were used to collect data, including a closed questionnaire about self-efficacy, a closed questionnaire about students' metacognition sensitivity, and listening questions that adopted the TOEFL Junior Test. The results showed that the metacognitive influence model on listening did not significantly affect (p = .180), while the other two models showed a significant effect (metacognitive on self-efficacy, p = .000; self-efficacy on listening ability, p = .011). However, the indirect effect of students' metacognition abilities on listening ability through self-efficacy was significant at .059. Related to the path analysis model, the partial-mediated path analysis model was compiled, modified into a full-mediated model to meet the criteria of goodness of fit index

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Tata Cara Berwudhu untuk Mahasiswa Program Studi Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Manado

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan mengetahui kebermafaatan multimedia pembelajaran interaktif tata cara berwudhu pada mahasiswa program studi agama islam negeri manado.Penelitian Pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah desain pengembangan oleh Alessi & Trollip. Desain pengembangan tersebut terdiri atas tiga prosedur pengembangan, yang meliputi (a) tahap perencanaan (planning), (2) tahap desain, dan (c) tahap pengembangan (development). Uji coba produk terdiri dari uji alpha yang dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli materi, serta uji beta yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi PAI IAIN Manado. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, observasi, angket untuk ahli media, angket untuk ahli materi, dan angket untuk respon mahasiswa.Penelitian ini menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif yang dikemas dalam bentuk software yang bisa digunakan di perangkat komputer atau laptop. Produk yang dihasilkan dinilai sangat layak untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tata cara berwudhu berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, subjek uji coba, dan produk yang dihasilkan efektif meningkatkan pemahaman tentang materi tata cara berwudhu mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Manado, terbukti dengan nilai rata-rata pretest sebesar 48,00 meningkat pada posttest sebesar 85,07, dengan nilai gain skor 0,71.Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, tata cara wudhu, mahasiswa program studi pendidikan agama isla

    EFEK HOAX COVID-19 BAGI IGENERATION DI KABUPATEN BURU

    Get PDF
    ABSTRACTIndonesia is prone to being affected by hoaxes because the number of internet accesses reaches more than 50 percent of Indonesia's population. The impact of the distribution of hoax content is relatively diverse. Starting from causing anxiety and fear in some community groups to becoming national attention through mass media coverage. This study aims to determine how the Covid-19 hoax effect for iGeneration in Buru Regency. This research is a field research. The population in this study were students of Universitas Iqra Buru, Buru Regency, Maluku. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. The data that has been collected is analyzed based on the effect theory and mass communication function to determine the effects of hoax news. The results showed that the hoax issues that most circulated on social media during the Covid-19 pandemic were SARA hoaxes, health hoaxes, and politics hoaxes. Based on the research results, it can be seen that there is a tendency for SARA hoaxes and political hoaxes to have an affective effect on the community, especially for iGeneration in Buru Regency. Health hoaxes tend to have a conative effect on the community. Keywords: Social media; Hoaks Covid-19; iGenerationABSTRAKIndonesia rentan terpengaruh hoaks karena jumlah pengakses internet mencapai lebih dari 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari sebaran konten hoaks itu relatif beragam. Mulai dari menimbulkan keresahan dan ketakutan di sebagian kelompok masyarakat hingga menjadi perhatian nasional melalui pemberitaan media massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah efek hoaks covid-19 bagi iGeneration di Kabupaten Buru. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Iqra Buru, Kabupaten Buru, Maluku. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan teori efek dan fungsi komunikasi massa untuk mengetahui efek berita hoaks. Hasil penelitian menunjukkan isu hoaks yang paling banyak beredar di media sosial selama pandemi Covid-19 adalah hoaks SARA, kesehatan, dan politik. Berdasarkan hasil penelitian terlihat adanya kecenderungan hoaks SARA dan hoaks politik memberi efek afektif kepada masyarakat, khususnya bagi iGeneration di Kabupaten Buru. Adapun hoaks kesehatan cenderung memberi efek konatif kepada masyarakatKata kunci: Media sosial; Hoaks Covid-19; iGeneratio

    PERKEMBANGAN PESANTREN DI TENGAH DINAMIKA KONFLIK DAN MARAKNYA RADIKALISME PADA KABUPATEN POSO

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to describe, analyze and interpret the phenomenon of the development of Islamic boarding schools that grow and develop in the midst of the dynamics of conflict that is still happening today, where on the other hand the development of Islamic boarding schools is also marked by the rise of radicalism movements marked by the emergence of armed civilian groups. which was later called the East Indonesia Mujahidin (MIT), this study also aims to explain the alleged relationship between pesantren and radicalism, pesantren with MIT and the allegation of pesantren as a fabrication of radicalism. The method in this study uses a qualitative approach to the type of case study (case study) which emphasizes the ability of the researcher as a key research instrument. The research findings at least explain several things, namely; 1) the development of the pesantren that occurred in Poso began after the conflict of faith where one of the incidents in the conflict was the massacre that occurred at the Walisongo Islamic boarding school in Kilo Sembilan, 2) the radicalism that developed in Poso did not coincide with the motivation for the development of the pesantren, 3) the developing pesantren Poso has no relationship with the MIT group, 4) MIT is purely a combatant group that grows from social ties outside Islamic boarding school education, 5) MIT combatant actors in the investigations conducted by researchers do not come from the pesantren educational environment in Poso, moreover pesantren in Poso is a typology of traditional pesantren which is still said to be very young and not yet established and does not yet have a broad network of regeneration, so it is impossible to become a fabricator of Poso combatants.Keywords: Islamic boarding schools; conflict; radicalism ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan fenomena perkembangan pesantren yang tumbuh dan berkembang di tengah dinamika konflik yang masih terus terjadi hingga saat ini, di mana pada sisi yang lain perkembangan pesantren juga turut diwarnai dengan maraknya gerakan radikalisme yang ditandai dengan munculnya kelompok sipil bersenjata yang belakangan disebut Mujahidin Indonesia Timur (MIT), penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan dugaan hubungan pesantren dengan radikalisme, pesantren dengan MIT dan dugaan pesantren sebagai pabrikasi radikalisme. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus (case study) yang menekankan pada kemampuan peneliti sebagai instrumen kunci penelitian. Temuan penelitian setidaknya  menjelaskan beberapa hal yaitu; 1) perkembangan pesantren yang terjadi di Poso dimulai paska konflik iman di mana salah satu insiden dalam konflik tersebut adalah pembantaian yang terjadi di pesantren Walisongo di Kilo Sembilan, 2) radikalisme yang berkembang di Poso tidak beriringan dengan motivasi perkembangan pesantren, 3) pesantren yang berkembang di Poso tidak memiliki hubungan dengan kelompok MIT, 4) MIT murni merupakan kelompok kombatan yang tumbuh dari ikatan sosial di luar pendidikan Islam pesantren, 5) aktor-aktor kombatan MIT dalam investigasi yang peneliti lakukan tidak berasal dari lingkungan pendidikan pesantren di Poso, lagipula pesantren di Poso merupakan tipologi pesantren tradisional yang masih dikatakan sangat belia dan belum mapan serta belum memiliki jaringan kaderisasi yang luas, sehingga sangat mustahil untuk dapat menjadi pabrikasi kombatan Poso.Kata Kunci: Pesantren; Konflik; Radikalism

    Evaluasi Implementasi K-13 Berdasarkan Model CIPP di SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo

    No full text
    Tulisan ini mendeskripsikan tentang efektivitas komponen konteks, input, proses dan produk dalam mendukung implementasi K-13 pada SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Dalam penelitian ini dianalisis efektivitas masing-masing faktor sesuai dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk).  Studi evaluasi ini dilakukan terhadap 19 orang responden, yakni 1 orang kepala sekolah dan 18 orang guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Untuk menentukan efektivitas program, skor mentah ditransformasi ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype model Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi K-13 sangat efektif (73,68%) ditinjau dari komponen konteks; (2) implementasi K-13 sangat efektif (84,21%) ditinjau dari komponen input; (3) implementasi K-13 sangat efektif (94,73%) ditinjau dari komponen proses; dan (4) implementasi K-13 sangat efektif (68,42%) ditinjau dari komponen produk

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇