IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    Penghulu dan Angka Kreditnya dalam Pencatatan Isbat Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ranowulu

    Get PDF
    Tulisan ini mengkaji tentang penghulu, angka kredit serta problematikanya di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Kecukupan angka kredit menjadi salah satu syarat mutlak dalam kenaikan pangkat dan jabatan dari penghulu bersangkutan. Sandaran aturan yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan tugasnya mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Penghulu. Salah satu kegiatan yang diharapkan mampu mengumpulkan puing-puing angka kredit adalah melalui pencatatan pernikahan hasil isbat nikah dari Pengadilan Agama. Padahal di tengah-tengah kehidupan masyarakat muslim masih cukup banyak ditemukan peristiwa pernikahan yang hanya memperhatikan keabsahaan dari aspek keagamaan saja tanpa memperhatikan amanat Pasal 2 ayat 2 dari UU Perkawinan. Bila syarat dan rukun nikah telah terpenuhi maka mereka merasa cukup. Ini terbukti masih banyaknya permohonan pencatatan isbat nikah yang diajukan ke KUA. Tentu hal itu harus dianalisa kembali agar semua pihak dapat memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas penghulu dan angka kreditnya dalam pencatatan isbat nikah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif yuridis dengan sifat penelitian adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan pernikahan melalui isbat nikah tidak termaktub dalam Permenpan-RB di atas. Oleh sebab itu, pencatatan isbat nikah di KUA dianggap tidak lebih hanya sebagai kebijakan untuk membantu pihak Pengadilan Agama dan masyarakat yang berkepentingan agar legalitas perkawinan mereka dilindungi oleh negara, tanpa melihat kepangkatan dari penghulu yang tidak memiliki tugas tambahan

    Ayah Tiri: Dinamika Nahdlatul Ulama di Ranah Minang

    Get PDF
    Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengapa warga Nahdlatul Ulama (NU) di Minangkabau tidak reaktif terhadap penolakan gagasan Islam Nusantara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, data penelitian ini bersumber dari hasil wawancara dan literatur, meliputi tulisan-tulisan tokoh tokoh dan warga NU yang didapatkan baik dari media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan blog maupun dari media massa seperti koran, buku-buku dan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni kodifikasi data, penyajian dan analisis data secara naratif, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab tidak reaktifnya warga NU di Sumatera Barat dalam merespon penolakan gagasan Islam Nusantara. Pertama: adanya perbedaan kultur egaliter di Minang dengan kultur feodal di Jawa yang menyebabkan kurang terbentuknya kedekatan emosional dengan tokoh-tokoh NU di Jawa. Kedua: mayoritas warga NU di Minang baru terjun ke NU setelah mendapatkan pendidikan baik itu di pesantren atau kampus-kampus di daerahnya. Hal ini berbeda dengan warga NU di Jawa yang telah dididik sedari kecil sehingga identitas keNUannya sudah mengakar kuat. Oleh karena itu pertentangan yang cukup keras terjadi pada NU di Jawa, berbeda dengan warga NU di Sumatera Barat yang tidak reaktif dalam meresponnya. Namun di tengah serangan bertubi-tubi yang dilontarkan terhadap NU mereka tetap mensosialisasikan nilai-nilai Islam moderat kepada masyarakat baik melalui diskusi informal serta sikap yang akomodatif terhadap tradisi lokal

    Potret Tradisi Bib Maaf pada Keberangkatan Haji Masyarakat Desa Dullah Laut Kepulauan Kei Maluku Tenggara

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan memaparkan secara komprehensif tentang Tradisi Bib Maaf di Desa Dullah Laut Kepulauan Kei Maluku Tenggara. Merupakan penelitian kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi sosial. Melakukan observasi partisipatoris pasif, kedalaman wawancara serta dokumentasi. Menggunakan teknik analisis model alir dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian: Tradisi Bib Maaf? yang dilakukan masyarakat Kei di Desa Dullah Laut merupakan tradisi keberangkatan ibadah Haji. Merupakan momentum saling memaafkan dan memanjatkan doa agar menjalankan ibadah Haji dengan selamat. Bib Maaf atau kambing maaf merupakan tradisi lisan yang dikembangkan masyarakat Muslim Kepulauan Kei. Kekeluargaan pada masyarakat Kei bermakna luas mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Sikap optimis orang Kei dalam tradisi Bib Maaf yaitu: Pertama, Sikap rela menolong. Kedua, Sikap percaya bahwa orang lain akan membantu. Ketiga, Sikap hormat menghormati. Maren atau Hamaren dipahami sebagai tanggung jawab bersama warga dalam menyelesaikan pekerjaan yang dilaksanakan secara spontan dan sukarela. Yellim merupakan rentetan tradisi, berbentuk pemberian untuk meringankan beban pelaksanaan tradisi yang memiliki kebermanfaatan dalam tradisi, menunjukkan kedermawanan masyarakat. Nit Ni Wang, Barzanji dan Dok Mol merupakan rangkaian tradisi dalam bentuk memanjatkan do?a kepada Sang pencipta Allah Subhanahu wa Ta?ala, dan puji-pujian pada Nabi Muhammad, Shallallahu ?Alaihi wa Sallam, serta pada leluhur agar perjalanan Haji memperoleh keselamatan

    MORTGAGE AUCTION AT BANK SYARIAH INDONESIA EX-LEGACY BANK BNI SYARIAH IN YOGYAKARTA

    No full text
    This study analyzes the practice of mortgage auctions at Bank Syariah Indonesia, Ex-BNI Syariah Yogyakarta Branch for the period 2016-2019. The study used a normative-empirical approach with data collection carried out through observation, interviews, and documentation. The informants were selected by purposive sampling and consisted of bank employees who had duties related to mortgage auctions. The results showed that the auction of mortgage rights in its implementation was not in accordance with Law Number 21 of 2008 Article 55 which was confirmed by the Decision of the Constitutional Court Number 93/PUUX/2012. In the harmonization of the law on mortgage auctions, it is necessary to have support with an integral, effective, and relatively low-cost dispute resolution model. On the other hand, in realizing the legal harmonization of mortgage auctions, it is necessary to have a Fatwa from the MUI DSN which can be used as a reference for fulfilling sharia principles for Islamic banks

    Rural Students’ Barriers in Learning English during the COVID-19 Pandemic

    Get PDF
    Rural Students Barriers in Learning English during the COVID-19 Pandemic Research paper: this research describes the obstacles that students who reside in rural areas experience and how they overcome those obstacles. Ten students from the English Education Investigation Program were the subjects of this study. The author employed a qualitative technique and a case study design. The writer utilized an online questionnaire, interviews, and documents to collect data. The data findings revealed that practically all students faced social, institutional, dispositional, and epistemological difficulties. The data also indicated that students face nine obstacles, such as an unsupportive learning environment, a network difficulty, time management, a significant assignment, a cost, students' challenges in learning English, a learning style issue, and students lack of desire. They overcome such hurdles in various ways, depending on the individual. This study's findings will impact the teaching and learning processes. The professor is required to assist pupils in overcoming obstacles. The study also recommended that students pay more attention to the online learning experience. The study also contributes to the realm of language, and future researchers should pay close attention to this phenomenon.Keywords: Rural Students, Barriers, Online Learning, Covid-19 Pandemi

    Review the Concept of Al-‘Adah Al-Muhakkamah on Tradition “Batal Wudhu” the Traditional Wedding of Ternate People in Ternate

    Get PDF
    The procession of “cancel ablution” at the traditional wedding of the people of Ternate became one of the traditions that must be done. This procession is understood by society as a change of status between men and women into husband and wife. This procession raises the understanding that the husband and wife do not have a prohibition on touching hands during prayer because there is already a “cancellation of ablution” when married. Suppose you look at the rules of the prohibition of contact that is not a mahram as a condition for the validity of prayer. In that case, you have different opinions, and the law of the prohibition of contact for non-mahrams does not fall just because there has been a change in marital status. Starting from this understanding attracted researchers to study how the implementation of “cancel ablution” in traditional marriages of the people of Ternate City and how al-‘adah al-muhakkamah studied this procession. This study uses the qualitative descriptive verification method by describing the pattern of tradition in the community of Ternate city and then verifying correctly or distorting this procession to be applied by the community using the concept of Al-‘adah al-muhakkamah. This study found that the community procession ‘cancel ablution’ is a hereditary tradition and has developed since the first. The procession of” cancel ablution,” which is understood by the public, is of two forms: first, some understand this procession as a form of legalization and changes in mahram relations between men and women. Second, as a gift of prayer to the wife named ‘Paha ngoma-ngoma’ by placing her hands on the wife’s crown while praying. Analysis using Al’adah Al-muhakkamah makes the first form to be distorted. It enters the category of’adah fasid or ‘urf fasid while ‘Paha ngoma-ngoma’ can be ‘adah Shahih or ‘urf Shahih is justified, then the procession of “paha ngongoma” is applied, not “ablution void.

    Urgensi Penerapan Metode Talqin Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Quran di Pondok Tahfiz RBA Asy Syifa Curup

    Get PDF
    The Urgency of Applying the Talqin Method to Improve the Ability to Memorize Al-Quran at Pondok Tahfiz Rba Asy Syifa Curup. Becoming a hafiz or having a generation that memorizes the Al Quran is the hope of Muslims, because it is a virtue that can bring its owner happiness in this world and the hereafter. This research is motivated by the development of institutions or foundations and schools that hold Tahfidz Al Quran learning programs, one of which is Pondok Tahfiz RBA Asy Syifa Curup. The problem that often occurs with students is difficulty in memorizing the Koran and weakness in reciting the verses of the Koran well. This research is field research (Field Research) that is descriptive and qualitative in nature. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Then the data analysis technique uses data reduction, data presentation, and conclusions or verification as well as testing the credibility of the data using source and technique (method) triangulation. The results of the research that we want to know are about the urgency of applying the talqin method in increasing students' memorization and looking at the quality of students' memorization at Pondok Tahfidz RBA Asy Syifa Curup

    Kemunduran Demokrasi dan Pelarangan Organisasi Islamis di Era Pemerintahan Jokowi

    Get PDF
    Kebijakan negara di bawah pemerintahan Jokowi yang melarang organisasi Islamis seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) telah menuai pro dan kontra dalam diskursus sosial-politik dan keagamaan di Indonesia. Mereka yang mendukung pembubaran tersebut menilai bahwa sikap negara dalam mengambil sikap tegas terhadap organisasi keagamaan yang mengedepankan aksi-aksi non demokratis, telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara itu, kalangan yang menolak, menganggap bahwa kebijakan pemerintah bertentangan dengan kebebasan berserikat dan berkumpul yang telah dijamin oleh konstitusi dalam sistem demokrasi. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pelarangan organisasi Islamis di bawah pemerintahan Jokowi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif di mana data didasarkan pada pemberitaan media online terkait pelarangan organisasi Islamis. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis konten. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah yang melarang organisasi Islamis tanpa melalui proses peradilan (yang cenderung bersifat otoritarian dan represif) telah menyebabkan kemunduran dalam demokrasi di Indonesia. Implikasi dari pembubaran organisasi Islamis tersebut adalah semakin memperkuat konfrontasi antara kelompok Islamis dan negara serta membuat perkembangan demokrasi di Indonesia semakin merosot. Negara cenderung memilih pendekatan demokrasi militan dalam membubarkan organisasi Islamis daripada mengedepankan pendekatan yang dialogis-akomodatif. Studi ini merekomendasikan bahwa melakukan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan jauh lebih baik dilakukan daripada mengedepankan pendekatan represif melalui peraturan perundang-undangan sebagaimana yang telah menimpa HTI dan FPI

    SURVIVAL STRATEGIES FOR EVENT ORGANIZERS DURING A PANDEMIC FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC BUSINESS ETHICS

    Get PDF
    This research was conducted to see how service business owners who focus on event organizers are surviving during a pandemic. by conducting this research, we hope that the strategies implemented by surviving entrepreneurs can be duplicated and applied to other companies. Data collection techniques in this study used observation, interview, and documentation techniques. The result of this research at PT. Orbit Semesta Production implements several strategies, including action, investment, and operations. The company has also fulfilled the elements of business according to the Islamic view by not doing things that are not in line with PT. Turindo also carries out a business divestment strategy by streamlining operational offices and transferring resource functions through online media. In applying business ethics, business people follow the elements of ethics. In other businesses, CV. Flazh Production implements a reduction strategy, namely cutting team member rights, because the new production strategy does not follow what has been implemented in entrepreneurial ethics, such as not helping and being responsible for what the company owns

    GERAKAN TASAWUF NUSANTARA (STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK GAGASAN SYEKH ABDUS SHAMAD AL-PALIMBANI DAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI PADA ABAD 18-19)

    Get PDF
    Abstract: The movement of relations of the archipelago's scholars in the 18-19 centuries, especially in Sumatra and Java regions, has found its romance in the path of Sufism through a meeting of scholars who studied in Mecca. Among the Sufism figures who have traveled to the Middle East are Sheikh Abdus Shamad Palimbani and Sheikh Nawawi Banten. These two figures prove that the dynamics of Sufism became a discourse that was in great demand by Nusantara scholars in the 18-19 centuries and even today. The characteristics of the ideas of their Sufism have differences even though both of them study at Haromain. Sheikh Abdus Shamad understands Sufism as a middle way between Al Gazali and Ibn Arabi's Sufism ideas that have been processed and presented in a systematic form as a separate Sufism teaching. Abdus Shamad is clearly concerned with the characteristics of his ideas which tend to be dominated by mysticism, so he studied Sufism with Al-Sammani. While the characteristics of the ideas possessed by Sheikh Nawawi are more emphasis on the balance among sharia, tarekat, and essence. As with Sheikh Nawawi in analogizing the framework of Sufism, the Shari'a is like a sailing ship, the tarekat is like the ocean, while the essence is like the pearl.Keywords: Movement, Sufism, Nusantara.Abstrak: Pola gerakan ulama-ulama Nusantara pada abad 18-19 khususnya di wilayah Sumatra dan Jawa, telah menemukan romantismenya dalam jalur keilmuan tasawuf melalui pertemuan para ulama yang belajar di Mekah. Di antaranya tokoh tasawuf yang pernah mengembara ke Timur Tengah ialah Syekh Abdus Shamad al-Palimbani dan Syekh Nawawi al-Bantani. Dari kedua tokoh tersebut, membuktikan bahwa dinamika keilmuan tasawuf menjadi diskursus yang banyak diminati oleh para ulama-ulama Nusantara pada abad 18-19 bahkan hingga hari ini. Karakteristik gagasan tasawuf yang dimiliki kedua tokoh, memiliki karakteristik yang berbeda meskipun keduanya sama-sama menimbah ilmu di Haromain. Syekh Abdus Shamad memahami tasawuf sebagai jalan tengah antara gagasa tasawuf Al Gazali dan Ibn Arabi yang telah diolah dan disajikan dalam bentuk sistematis sebagai ajaran tasasawuf tersendiri. Abdus Shamad tampak terlihat jelas atas karakteristik gagasannya yang cenderung didominasi oleh mistisme sehingga ia mempelajari tasawuf terutama dengan Al-Sammani. Sedangkan karakterik gagasan yang dimiliki Syekh Nawawi, memiliki karakteristik tasawuf yang lebih menekanan pada keseimbangan antara syariat, tarekat, dan hakikat. Seperti halnya Syekh Nawawi dalam menganalogikan kerangka tasawuf, syariat ibaratkan kapal yang berlayar, tarekat ibarat lautan, sedangkan hakikat ibarat mutiaranya.Kata kunci: Gerakan, Tasawuf, Nusantara

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇