IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
Pendidikan Anak Pada Masyarakat Muslim Transmigran di Desa Huwongo Paguyaman Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo
Children's Education in Transmigrant Muslim Communities in Huwongo Paguyaman Village, Boalemo Regency, Gorontalo. This paper aims to find out more about formal and non-formal education in the children of Muslim transmigrants in the village of Huwongo Paguyaman, Boalemo Regency, Gorontalo.In general, various forms of implementation of education have been seen in the Transmigrant community in Huwongo Village. This can be proven by not having a child from this Transmigrant community who has not received an education. This is due to the encouragement and willingness of the parents themselves because for them, whatever the circumstances, children are still obliged to study, especially in formal schools, this is also evidenced by the achievements of the children of the Transmigrant community in Huwongo village very well, this can be seen from the achievements in every the delivery of report cards in each semester at school is always the superior student achievement is the children of the Transmigrant community of Huwongo village compared to the children of the local community, this is due to the encouragement and motivation of their parents - each of the Transmigrants of Huwongo village.As an obstacle to formal education because there is no formal school specifically for the transmigrant community but it does not spark the intention of parents to send their children to school, even junior high and high school are very far from where they live but it is not a barrier to continue their children in school formal.The problem of children's non-formal education in the Muslim community of Transmigrants in Huwongo Village is not directly proportional to the progress of their formal education. This evidenced by the author's observations and the results of interviews with the community as well as the acknowledgment of the management that there are many obstacles regarding this non-formal education, which is caused by the lack of encouragement from the community. parents and also lack of awareness of the children themselve
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ONLINE SISWA MTs N 2 KOTAMOBAGU DI MASA PANDEMI COVID-19
Efektivitas pembelajaran dapat tercapai salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi, baik dari konten materi ataupun keadaan lingkungan siswa. Di masa pandemi covid-19 ini, proses pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah (MTs) N 2 Kotamobagu dilaksanakan melalui online, maka sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di MTs N 2 Kotamobagu penting kiranya mengetahui sejauh mana tingkat efektivitas pembelajaran online di masa pandemi covid-19 ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, selain itu digunakan juga skala pengukuran atau rating scale melalui angket untuk memperoleh dan mengumpulkan data pendukung penelitian tentang efektivitas pembelajaran online siswa MTs N 2 Kotamobagu. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa guru dan siswa menerima serta memberikan respon 55.55 % senang pembelajaran dilakukan melalui online, tidak semua materi dapat disampaikan dalam pembelajaran selama pandemi covid-19. Aspek yang sulit diukur adalah aspek kognitif dan afektif atau penilaian sikap siswa selama belajar dari rumah melalui online. Rata-rata nilai siswapun berkisar pada nilai 70 dengan bentuk tes pilihan ganda pada evaluasi hasil belajar. Untuk efektivitas pembelajaran jika ditinjau dari segi ketersediaan fasilitas penunjang pembelajaran online maka disimpulkan bahwa fasilitas kurang memadai pada ketersedian kuota internet yang dimiliki siswa dan kurangnya akes atau kelancaran jaringan internet dibeberapa tempat tinggal siswa sehingga hal ini menjadi hambatan utama selama proses pembelajaran online berlangsung, dengan kata lain proses pembelajaran online siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) N 2 Kotamobagu kurang efektif pada ketersedian fasilitas penunjang pembelajaran online dan cukup efektif dari segi konten materi yang diberikan
ETIKA INDIVIDU DAN SOSIAL DALAM PEMIKIRAN THABATHABA’I
Abstacst: Ethics is one branch of philosophy that discusses morality. It is human action seen from the good or bad and right or wrong’s perspective. The discussion of ethics has existed since the birth of philosophy. Therefore, almost all philosophers in every era and tradition have ethical thinking. This article explain the Islamic ethics in the contemporary era from one of the famous Islamic philosopher, that is Thabathaba’i. The basis of his ethics is the meaning of human and nature, also the way of thinking in shaping the concept of moral value. His individual ethics rests on concept of wujub and the social ethics rests on concept of istikhdam. Key Word: Etic, Thabathaba’i, Wujub, Istikhdam.Abstrak: Etika merupakan cabang filsafat yang mengkaji tentang moralitas, yaitu perbuatan manusia dari sudut pandang baik-buruk dan benar-salah. Pembahasan mengenai etika sendiri telah ada sejak filsafat itu lahir. Oleh sebab itu, hampir semua filsuf dari setiap zaman dan tradisi memiliki pemikiran tentang etika. Hal yang difokuskan dalam artikel ini adalah etika Islam di era kontemporer dari salah satu filsuf Iran yang termasyhur, yaitu Thabathaba’i. Bangunan etikanya berangkat dari pemaknaannya terhadap alam dan manusia juga bagaimana pikiran manusia mengkonsepkan nilai baik dan buruk dalam perbuatan. Etika individualnya bertumpu pada konsep wujub, sedangkan etika sosialnya bertumpu pada konsep istikhdam. Kata kunci : Etika, Thabathaba’i, Wujub, Istikhdam
The Influence of L1 in Learning L2; A Case Study of Java-English in Tidar University
Pronunciation is a significant aspect in communication that associates to how people reveal words for communication. People who speak with the L2 language can be impacted with their L1 in their pronunciation. The accent of L1 tends to dominate L2 in pronouncing a particular word. Thus, it also cannot be easily discharged when someone speaks in L2. This research intends to investigate the impact of L1 in learning L2, especially the Javanese accent, into an English accent. Descriptive qualitative would be utilized as the methodology for constructing this paper. Subsequently, the data would be analyzed using the Comparison and Contrast by Clark (1995) method. Based on the finding, the researchers found 15 words pronounced with Javanese accents. It indicates that L1 can influence pronouncing a word in L2. It will be better if this condition can be conquered. Learning and practicing more are advised in order to retaliate this problem.
Pola Belajar Mahasiswa Pekerja Part Time (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Manado)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola belajar mahasiswa pekerja part time pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Manado dan probelamtika dalam belajar mahasiswa pekerja part time pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam negeri Manado. Penelitian ini menggunakan penelitian etnografi dengan jenis penelitian kualitatif, dimana penulis berupaya untuk memaparkan aktivitas individu atau sekelompok individu dalam kesehariannya yang berkaitan dengan pola belajar, sehingga hasilnya dapat dibedakan atau dibandingkan. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk menggambarkan data hasil penelitian tentang pola belajar mahasiswa pekerja part time. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap delapan orang mahasiswa pekerja part time pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Manado, pola belajar yang paling banyak digunakan adalah pola belajar bersama atau kelompok dan pola belajar mandiri. Sebanyak lima mahasiswa menggunakan pola belajar bersama atau kelompok dan tiga mahasiswa menggunakan pola belajar mandiri. Proses belajar sendiri tentunya tidak terlepas dari problematika atau masalah-masalah yang muncul, baik dari dalam diri mahasiswa maupun karena pengaruh dari luar. Problematika yang dialami oleh mahasiswa pekerja part time pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Manado dalam proses kuliah sambil bekerja part time diantaranya yaitu; kelelahan, tertundanya pengerjaan tugas-tugas perkuliahan dan dosen yang mengubah jadwal perkuliahan. di samping itu, bekerja part time juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa, diantaranya ialah dapat menambah pengalaman, terlatih untuk memanage atau mengatur waktu dengan baik serta dapat menambah uang jajan
Peran Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Siswa Madrasah Aliyah Tanamon Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan
Jurnal ini membahas bagaimana Peran Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Siswa Madrasah Aliyah Tanamon Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan.Dalam penelitian ini ada tiga rumusan masalah yaitu : (1) Bagaimana tingkat keaktifan siswa Madrasah Aliyah Tanamon dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah? (2) Bagaimana sikap moderasi beragama siswa yang mengikuti organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah ? (3) Bagaimana peran organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah terhadap sikap moderasi beragama siswa ?.Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum siswa Madrash Aliyah Tanamon berperan aktif dalam mengikuti organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar siswa Madrasah Aliyah Tanamon merupakan lulusan dari MTs Muhammadiyah Tanamon yang salah satu program wajibnya ialah mengikuti pengkaderan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Selain itu, siswa lainnya yang berasal dari lulusan SMP sekitar mengikuti pengkaderan Ikatan Pelajar Muhammadiyah setelah bersekolah di Madrasah Aliyah Tanamon. Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Minahasa Selatan memberikan peran yang sangat penting dalam menumbuhkan pemahaman dan perilaku bermoderasi siswa. Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Minahasa Selatan malakukan kegiatan-kegiatan seperti kajian-kajian, kegiatan yang bergerak pada bagian sosial, dan menumbuhkan semangat wawasan kebangsaan siswa.Kata kunci: Organisasi, pelajar, Muhammadiyah, moderasi agam
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Poyowa Besar Kotamobagu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Poyowa Besar Kotamobagu dan kendala dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Poyowa Besar Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk menggambarkan data hasil penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa Negeri Poyowa Besar Kotamobagu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa Negeri Poyowa Besar Kotamobagu menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, bahasa isyarat, dan metode membaca gerak bibir. Materi yang diberikan adalah materi tentang wudhu, sholat, menghapal surah pendek, dan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik berkebutuhan khusus. Untuk media pembelajaran menggunakan buku-buku pelajaran pendidikan agama Islam, spidol, papan tulis, dan alat peraga. Adapun untuk evaluasinya terdiri dari ulangan harian dan ulangan semester dengan bentuk tes tertulis dan praktek. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran ini yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai, kurangnya pengetahuan guru akan bahasa isyarat, beragamnya jenis ketunaan yang ada di dalam kelas sehingga membuat guru sulit untuk mengontrol peserta didik, dan kurangnya guru pendidikan agama Islam serta tidak memiliki tenaga ahli berupa psikolog atau skiater untuk mengidentifikasi kategori dari masing- masing anak berkebutuhan khusus
Suggestopedia: Answering English Collaborative Learning Concept in Disruptive Era 4.0
Suggestopedia: Answering English Collaborative Learning Concept in Disruptive Era 4.0 Suggestopedia is a representation of a teaching method that is integrated with students' learning preferences and is used as a collaborative learning method to achieve quality education that is in line with the rapid development of technology and it is answering the English collaborative learning concept in disruptive era 4.0. This study aims to investigate the effectiveness of suggestopedia in the teaching of English. This study is also supported by the results of students’ statement about suggestopedia for their English learning and its contribution to collaborative learning concept in industrial revolution 4.0. The method used was pre-experimental design of one group pre-test and post-test. The instruments were a multiple choice English test and questionnaire to gain the students’ perspective on the implementation of suggestopedia. The results revealed that the students performed better in the post-test of English skill than in the pre-test.Keywords: Suggestopedia, collaborative learning, method, digitalization
EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN PERKULIAHAN PADA MAHASISWA
ABSTRACTThe challenges of students in dealing with the teaching and learning process are quite diverse, so there are also various ways of handling these students to deal with them. How to handle challenges in the teaching and learning process requires a positive concept of academic self-efficacy. This research is qualitative research with data collection tools using observation and interviews. Observation and interview guides are made according to aspects of the target behavior, namely level, breadth, and strength. Based on the results of the study, it shows that the subject has high self-efficacy in the field of science that is currently being undertaken. This can be seen in the seriousness of the subject towards the lecture materials and the efforts of the subject in dealing with difficulties in lecture assignments. Subjects have a high level of self-confidence in carrying out assignments in lectures. For the subject, although there are many difficulties in doing these tasks, the subject has high confidence to always be able to do the given task. Keywords: Academic self-efficacy, Students ABSTRAKTantangan mahasiswa dalam menghadapi proses belajar mengajar cukup beragam sehingga beragam pula cara penanganan mahasiswa tersebut untuk menghadapinya. Cara penanganan tantangan dalam proses belajar mengajar membutuhkan konsep efikasi diri akademik yang positif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan alat pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Panduan observasi dan wawancara dibuat sesuai dengan aspek dari target perilaku yaitu level, keluasan dan kekuatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki efikasi diri yang tinggi terhadap bidang ilmu yang dijalani saat ini. Hal tersebut nampak pada keseriusan subjek terhadap materi-materi kuliah dan upaya-upaya subjek dalam menghadapi kesulitan pada tugas-tugas kuliah. Subjek memiliki tingkat keyakinan diri yang tinggi pada pengerjaan tugas di perkuliahan. Bagi subjek walau terdapat banyak kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut, namun subjek memiliki keyakinan yang tinggi untuk selalu mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Kata kunci: Efikasi diri akademik, Mahasisw
Zikir Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang Ditinjau dari Perspektif Ilmu Tarekat (The Zikr of the Students of Ma'had Al-Jami'ah UIN Raden Fatah Palembang Viewed From the Perspective of Tarekat Science)
ABSTRACT This study examines the zikr of the students of Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Fatah Palembang from the perspective of tarekat science. This research was motivated by the existence of a zikr ritual performed by students at Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Fatah Palembang which, through observation, had similarities with the teachings of Sufism and several tarekat schools, both in terms of adab, reading, movement, tone and intonation. Therefore; the author analyzed the zikr of the students of Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Fatah in terms of the tarekat science perspective. In this study, the author uses a type of qualitative research with phenomenological analysis which means observing the phenomena that occur during the research. The results of this study are that the zikr performed by Ma'had al-Jami'ah students at UIN Raden Fatah Palembang has the same purpose as the zikr goals in Sufism teachings, namely to get closer to Allah, while in terms of reading, it has similarities with the recitation of the zikr in the Naqsabandiyah congregation. In terms of the adab and the movement, they are more of the ones of the zikr in the teachings of Sheikh Abdus Samad al-Palimbani. However, the tone and intonation of the zikr performed by the students partly have similarities with the tone and intonation of the zikr on the teachings of the Sammaniyah order. This is because the imam of the zikr, Mr. Munir, is a follower of two tarekat schools, namely the Naqsabandiyah and the Sammaniyah congregations.Keywords:zikr; mysticism; tarekat.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang zikir mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang yang ditinjau dari perspektif ilmu tarekat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ritual zikir yang dilaksanakan oleh mahasantri di Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang yang ketika diamati zikir ini memiliki kesamaan dengan ajaran tasawuf dan beberapa tarekat, baik dari segi adab, bacaan, gerakan, nada dan intonasi. Maka dari itu, penulis ingin menganalisis zikir mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah ditinjau dari perspektif ilmu tarekat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis fenomenologi yang berarti mengamati fenomena-fenomena yang terjadi pada saat penelitian berlangsung. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa zikir yang dilaksanakan oleh mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang memiliki tujuan yang sama dengan tujuan zikir pada ajaran tasawuf yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan dari sisi bacaan, zikir yang dilakukan mahasantri Ma’had al-Jami’ah sebagian besar memiliki kesamaan dengan bacaan zikir pada tarekat Naqsabandiyah, tetapi dari sisi adab zikirnya lebih kepada adab zikir ajaran Syekh Abdus Samad al-Palimbani, namun nada dan intonasi zikir yang terdapat dalam zikir ini sebagian memiliki kesamaan dengan nada dan intonasi zikir pada ajaran tarekat Sammaniyah. Sedangkan gerakan zikirnya mengikuti gerakan zikir dari ajaran Syekh Abdus Samad al-Palimbani. Hal ini dikarenakan imam zikir tersebut yaitu Bapak Munir merupakan pengikut dua aliran tarekat yaitu tarekat Naqsabandiyah dan tarekat Sammaniyah.Kata kunci: zikir; tasawuf; tareka