IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    Disclosure of Ijtihad: The Changes of the Early Time of Dawn as a Sharia and Science Integration Effort

    No full text
    This article elaborates how ijtihad to changes in the dawn as an effort to integrate sharia and science. With a bibliographic qualitative research method, the author wants to describe how the early dawn changes have been used as guidelines for Muslims. Fajr's schedule has been considered too fast so that it is not in line with the provisions of the texts and the findings of modern science. Muhammadiyah, in its ijtihad, responded openly by making changes to the previous decision compared to the Ministry of Religion and Nadhatul Ulama, which remained in the previous formulation. The study results concluded that reviewing the dawn error at Muhammadiyah had begun in 2016 until it reached maturity in 2020. The results were confirmed at the 31st Tarjih National Conference in 2021 and by the Muhammadiyah Central Executive on March 20, 2021. Effective starting from January 2021, together with the publication of the Muhammadiyah calendar. The Sun's height is the initial criterion for the dawn of time from the original -200. After review, it becomes -180. This change in criteria implies a delay of the early dawn of about eight minutes from the previous one. This change was made to combine aspects of sharia and science with an integrated approach of Bayani, Irfani, and Burhani, considering the benefit of the community

    Sikap Toleransi dalam Menyambut Hari Pertama Puasa Bulan Ramadhan antara Jama’ah Nahdatul Ulama dan Jama’ah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman (Tolerance in Welcoming the First Day of Fasting in the Month of Ramadan between the Nahdatul Ulama and the Muhammadiyah Jama'ah in Sleman Regency)

    Get PDF
    This study aims to describe the phenomenon in a multicultural society that coexists with different organizations. This is descriptive qualitative research that collects data in the field. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and concluding. The results indicate that the unification of the Hijri calendar has been carried out since 2014, in the last 7 years, Jama’ah of NU and Muhammadiyah have welcomed the first day of fasting together at the same time. However, in 1443 Hijri, the reception of the first day of fasting for Jama’ah of NU and Muhammadiyah was different. Because NU uses Ru'yatul Hilal while Muhammadiyah uses Hisab in determining the first day of fasting, these differences cause various discourses of response in the implementation of the first day of fasting. Intra-religious dialogue upholds religious tolerance. The general conclusion is that intra-religious dialogue is a forum for knitting peace between Jama’ah of NU and Muhammadiyah in creating social relations and religious interactions. It became a positive response from Jamaah of NU and Muhammadiyah. Even Jamaah of NU and Muhammadiyah together welcomed the first day of fasting in knitting religious tolerance

    BUDAYA KHATAMAN AL-QUR?AN DI KALANGAN MUHAMMADIYAH

    Get PDF
    Abstract; This article aims to describe the khataman Al-Qur?an among the Muhammadiyah community. Khataman Al-Qur?an is one of the various forms of Islamic culture at Indonesia which often held by Muslims who are attached to accomodative towards local culture, and non puritan. This study will examine the culture of khataman Al-Qur?an among the Muhammadiyah, an Islamic organization at Indonesia wich is know to be closely associated with puritanism. The data were abtained by observation, interview, and literature review. This study found that khataman Al-Qur?an among Muhammadiyah is a new culture. Khataman Al-Qur?an takes the form in the implementation of the Al-Qur?an recitation worship which only ?started? in the last two decades. Validity of this culture is still being debated in Muhammadiyah. Usually, the khataman Al-Qur?an is held in the authority of Muhammadiyah. Meanwhile, khataman Al-Qur?an among Muhammadiyah community is very quiet from the influence of local culture. However, Muhammadiyah actually made a new khataman Al-Quran culture that corresponds to the times, such as khataman in the context of birthdays.Keywords: Khataman Al-Qur?an, Muhammadiyah, New Culture.Abstrak; Artikel ini berbicara tentang budaya khataman Al-Qur?an di kalangan warga Muhammadiyah. Khataman Al-Qur?an merupakan satu di antara berbagai bentuk kebudayaan Islam di Indonesia. Hanya saja, khataman Al-Qur?an sering diadakan oleh kalangan umat Islam yang lekat dengan sikap akomodatif terhadap budaya lokal alias non-puritan. Penelitian ini akan mengkaji budaya khataman Al-Qur?an yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah, sebuah organisasi Islam di Indonesia yang dikenal lekat dengan identitas puritanisme. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan metode observasi, wawancara, dan tinjauan kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa khataman Al-Qur?an di kalangan warga Muhammadiyah masih termasuk budaya baru. Di kalangan warga Muhammadiyah, khataman Al-Qur?an mengambil bentuk dalam pelaksanaan ibadah pembacaan Al-Qur?an yang baru ?dimulai? sekitar dua dekade terakhir. Biasanya khataman Al-Qur?an digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Muhammadiyah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah otoritas Muhammadiyah. Sedangkan bentuk budaya khataman warga Muhammadiyah sangat sepi dari pengaruh budaya lokal.Kata kunci: Khataman Al-Qur?an, Muhammadiyah, Budaya Baru.

    Pemahaman Nasabah terhadap Take Over Gadai Emas di Pegadaian ke Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang pemahaman nasah terhadap take over gadai emas dari pegadaian ke Bank Syariah Mandiri. Pokok permasalahan ini adalah melihat padangan nasabah terhadap take over tersebut, apa penyebab nasabah melakukan take over gadai dari pegadaian ke Bank Syariah Mandiri. Emas dijadikan jaminan atas utang disimpan atau dalam penguasaan dan pemeliharaan bank dan atas pemeliharaan tersebut dikenakan biaya sewa atau disebut dengan ujrah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Kejadian yang terjadi dilapangan merupakan fakta dan dalam penelitian ini dilakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang dikumpulkan dikaji dan dianalisis sehingga mendapatkan kesimpulan yang konkret. Hasil penelitian adalah di Bank Syariah Mandiri terdapat prodiuk gadaiemas dan pembiayaannya dilakukan dengan akad ijarah atau biaya sewa. Gadaiemas di Bank Syariah Mandiri mempunyai mekanisme take over dimana nasabah yang dahulunya menggadaikan emasnya di Pegadaian bisa mengalihkan hutang gadainya di Bank Syariah Mandiri. Nasabah yang melakukan take over karena bunganya rendah daningin menggunakan prinsip syariah, selain itu nasabah merasa lebih aman dengan pelayanan yang ada di Bank Syariah Mandiri

    Problematika Khuruj Fi Sabilillah Keluarga Jama'ah Tabligh

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak hubungan rumah tangga yang diakibatkan oleh kebiasaan khuruj fi sabilillah?oleh jama'ah tabligh. Kegiatan khuruj fi sabilillah?menjadi sunnatullah yang selalu dijalankan oleh jama'ah tabligh khususnya para suami, namun hal tersebut membuat para suami meninggalkan istri dan anak demi menjalankan dakwah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pinolosian Provinsi Sulawesi Utara dengan metode kualitatif pendekatan sosiologis. Data utama adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan pemberian kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa konsep khuruj fi sabilillah?jama'ah tabligh yaitu meluangkan seluruh waktu untuk berdakwah di masjid-masjid. Namun hal tersebut berdampak pada kondisi keluarga yang kurang harmonis. Faktor disebabkan oleh psikologis keluarga yang ditinggalkan dan kondisi keamanan. Ketika Jama'ah Tabligh keluar melakukan khuruj fi sabilillah, keluarga yakni istri dan anak lebih merasa terpinggirkan, suami yang ditugasi untuk menjadi pembimbing dalam hal duniawi maupun akhirat tidak akan berjalan begitu baik dikarenakan aktivitas yang sering keluar terus, apalagi sampai dalam jangka waktu satu tahun. Dari segi perlindungan istri pun menjadi masalah dikarenakan saat suami melakukan khuruj, sang istri tidak akan mendapat perlindungan yang begitu intensif

    TIPOLOGI PERIWAYATAN HADIS UMMAHAT AL-MU’MININ

    Get PDF
    Abstrack: During the early Islamic era, Ummahat al-Mu’minin are example of how women are appreciated but not restricted, they are required to maintain honor but Islam still provides equal opportunities as opportunities for men in the public area, especially in conveying the Islamic laws and teachings. To identify their contribution and existence the researcher will discuss how narrated typology by means of the hadiths that’s they narrated. It used an interdisciplinary approach including historical, linguistic, sociological, and normative approaches. And used managing qualitative data. The researcher found that Ummahat al-Mu’minin have five typologies of tahammul (getting) and ada’ (delivering) which means that their hadith narration activities do not only get and deliver the hadith but also become (1) a source of hadith narration for shahabat (2) an intermediary (between messenger and explainer) for shahabat and Rasulullah (3) an activity to clarify and discuss the odds of hadith for Shahabah (4) an asbab al-wurud of hadith, and (5) a critic and judgment toward the inappropriate hadith.Key words: Ummahat al-Mu’minin, typology of hadith narration, contributionAbstrak: Pada awal kedatangan Islam, Ummahat al-Mu’minin adalah contoh bagaimana perempuan dihargai tetapi tidak dibatasi haknya, mereka diharuskan lebih menjaga kehormatan tetapi, Islam tetap memberikan peluang yang sama sebagaimana peluang yang diberikan kepada laki-laki dalam wilayah publik (terutama dalam hal menyampaikan hukum dan ajaran Agama). Untuk mengetahui eksistensi dan kontribusi mereka, penulis akan menggali bagaimana tipologi periwayatan melalui hadis-hadis yang mereka riwayatkan,  dengan pendekatan historis, linguistik, sosiologis dan teologi normatif dan pengelolaan data menggunakan kualitatif, penulis menemukan bahwa Ummahat al-Mu’minin memiliki lima tipologi tahammul (mendapatkan) dan lima tipologi Ada’ (menyampaikan) hadis yang mana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktifitas periwayatan hadis mereka tidak hanya sekedar menerima dan menyampaikan hadis, melainkan dalam prosesnya mereka seringkali (1) menjadi sumber periwayatan para shahabat (2) menjadi perantara (utusan dan penjelas) bagi shahabat dan Rasulullah (3) menjadi klarifikator/ konsultan hadis yang terdengar ganjal bagi shahabat  (4) menjadi asbab al-wurud hadis dan (5) mengkritik periwayatan hadis yang dinilai tidak sesuai. Kata kunci: Ummahat al-Mu’minin, Tipologi Periwayatan, Kontribusi.

    PENANAMAN NILAI MODERASI BERAGAMA SISWA MTs N 2 KOTAMOBAGU MELALUI SIMBOL AGAMA, KONTEN MODERAT DAN RELASI SOSIAL

    Get PDF
    Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa penanaman nilai moderasi beragama siswa MTsN 2 Kotamobagu melalui simbol Agama, konten moderat dan Relasi Sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan sampel snowball sampling melalui  wawancara dengan siswa madrasah MTsN 2 Kotamobagu sebagai informan kunci, kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dan dewan pembina kegiatan keagamaan, maka penelitian ini menemukan bahwa penanaman nilai moderasi beragama siswa MTsN 2 Kotamobagu melalui simbol Agama sepanjang simbol agama tersebut di tempatkan di tempat umum, berkaitan dengan konten moderat siswa mengakses konten-konten yang mendeklarasikan moderasi beragama di facebook dan youtube. Siswa tidak setuju terhadap konten-konten yang bermuatan kekerasan beragama, dan radikalisme yang dapat memecah hubungan antar umat beragama dan Dalam relasi sosial, siswa bersedia tinggal berdampingan dan menjalin pertemanan dengan orang yang berbeda agama.Abstract: Investing in The Values of Religious Moderation Students of MTs N 2 Kotamobagu Through Religious Symbols, Moderate Content, And Social Relations. This study aims to analyze the inculcation of the value of religious moderation in MTsN 2 Kotamobagu students through religious symbols, moderate content, and social relations. By using a descriptive approach and a snowball sampling technique through interviews with madrasah students at MTsN 2 Kotamobagu as key informants, madrasa heads, deputy heads of student madrasas, and the board of supervisors for religious activities, this study found that inculcating the value of moderation in MTsN 2 Kotamobagu students through religious symbols. As long as the religious symbol is placed in a public place, it is related to moderate content; students access to content that declares religious moderation on Facebook and YouTube. Students disagree with content that contains religious violence and radicalism that can break relations between religious communities, and in social relations, students enjoy content and make friends with different people.Kata Kunci: Moderasi Beragama, Simbol agama, Konten moderat dan Relasi socia

    Pendidikan Agama di Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Khairaat Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian Kota Bitung

    No full text
    Studiini bertujuan menjelaskan tentang Pendidikan agama di Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Khairaat Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian Kota Bitung. Salah satu wujud Pendidikan agama yang ada di masyarakat, yaitu berupa Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Khairaat yang ditujukan untuk anak-anak. Untuk itu, Skripsi ini akan membahas tentang bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan serta bagaimana evaluasi pembelajaran yang ada di Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Khairaat Kelurahan Girian Bawah.Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan diatas serta hasil yang diinginkan, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis yang memberikan gambaran hasil pengamatan dari apa yang didapat dari lapangan dan dijelaskan dengan kata-kata. Setelah memperoleh data maka hasil penelitian menunjukkan Pendidikan agama yang diterapkan melalui metode ceramah, tanya jawab, penghafalan doa-doa dan surat pendek, praktek sholat, pemberianmateri agama.Berdasarkan pada hasil penelitian, di dapatkan bahwa pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Khairaat dilaksanakan dengan tiga tahapan diantaranya kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup serta bentuk evaluasi yang diterapkan adalah evaluasi proses pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan evaluasi dengan wali murid atau orang tua.Kata Kunci:Pendidikan agama, anak didik, Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Khairaa

    PERAN FAKTOR KEPRIBADIAN EXTRAVERSION, NEUROTICISM PERSONALITY TRAIT TERHADAP PROBLEMATIC SOSIAL MEDIA USE PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA TWITTER

    No full text
    ABSTRACTExcessive use of social media has been associated with problematic behavior which caused by several factors such as personality trait. This study aims to investigate whether extraversion or neuroticism personality factors possess the role to problematic social media use (PSMU) who were at the late adolescence stage. The samples consisted of Twitter users aged 18-22 years (N=284) domiciled in Jakarta, and were collected by using opt-in panels online techniques via g-form. Instrument that used in this study is Social Media Use Questionnaire (SMUQ) (Xanidis & Brignell, 2016) to measure components of PSMU and Big Five Inventory-2 (Soto & John, 2017) to measure extraversion and neuroticism personality factors, and the analysis technique used is multiple linear regression. Finally, the results of this study acquired that neuroticism personality factor possess the significant role to compulsion dimension of problematic social media use. Then, the results also show that extraversion personality factor does not having a significant role to withdrawal and compulsion dimension of problematic social media use on late adolescence Twitter users. Another result of this study, shows that the use of Twitter in late adolescence is declared problematic, if the duration of using it 4- 5 or more than 5 hours (per-day).Keywords: extraversion, neuroticism personality factor, problematic social media use, Twitter, late adolescence ABSTRAKPenggunaan media sosial secara berlebihan, berkaitan dengan beberapa faktor seperti tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah faktor kepribadian extraversion, neuroticism memiliki peran terhadap problematic social media use (PSMU) pada remaja akhir pengguna Twitter. Responden yang berpartisipasi pada penelitian ini merupakan individu usia remaja akhir 18-22 tahun (N=284) pengguna Twitter yang berdomisili di Jakarta, yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik opt-in panels online, menggunakan instrumen Social Media Use Questionnaire (SMUQ) (Xanidis & Brignell, 2016) untuk mengukur problematic social media use yaitu withdrawal (reliabilitas item=0,85), serta compulsion (reliabilitas item=0,81), Big Five Inventory-2 (Soto & John, 2017) untuk mengukur faktor kepribadian extraversion (reliabilitas item=0,83) dan faktor kepribadian neuroticism (reliabilitas item=0,80). Teknik analisis data yang digunakan adalah multiple linear regression, menggunakan model SEM. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor kepribadian neuroticism memiliki peran yang signifikan terhadap dimensi compulsion dalam problematic social media use pada remaja akhir pengguna Twitter. Kemudian, didapatkan pula hasil penelitian bahwa faktor kepribadian extraversion tidak memiliki peran yang signifikan terhadap dimensi withdrawal dan compulsion dalam problematic social media use pada remaja akhir pengguna Twitter.Kata Kunci: faktor kepribadian extraversion, neuroticism, problematic social media use, Twitter, remaja akhi

    Hubungan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Index Card Match Terhadap Motivasi Belajar Qur’an Hadist Siswa Kelas VII di MTs Al-Fathimiyah Karawang

    Get PDF
    The Correlation of Cooperative Learning Model Index Card Match Type The Motivation of Learning The Hadith of Class VII Students in Mts Al-Fathimiyah. Choosing a learning model is something that the teacher needs to pay attention to increase student motivation. This study aims to determine the learning motivation of grade VII students using the type of cooperative learning model index card match in the Qur'an Hadits study program at MTs Al-Fathimiyah Karawang. This type of research is a bivariate correlation study (product-moment). The population in this study were all students of MTs Al-Fathimiyah Karawang class VII A and VII B, totaling 74 students, while the study sample was 40 students. Data collection using a questionnaire with as many as 40 questions. The cooperative learning model index card match type greatly contributes to students' motivation to learn the Qur'an Hadith, with 92.6% and 7.4% determined by other variables that have not been studied. There is a significant effect of the cooperative learning model of index card match type on students' motivation to learn the Qur'an Hadith analyzed using the F test statistic with a significance level α (0.05), obtained Fcount = 476.507 and Ftable = 4.10 so that Fcount> Ftable or 476,507> 4,10. So Ho was rejected, and Ha accepted. There is a significant relationship between the learning model of the cooperative learning model type index card match on the students' motivation to learn the Qur'an Hadiths of students who were analyzed using bivariate correlation test statistics, and then the Sig value was obtained. = 0.000 with count = 0.962 and rtable= 0.312 so that Sig. rtable namely 0.000 0.312, therefore Ho is rejected and Ha is accepted. From these results, it can be concluded that there is a significant relationship between the type of cooperative learning model index card match with the motivation to learn the Qur'an Hadits of grade VII students at MTs Al-Fathimiyah Karawan

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇