IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
The Productivity of West Sumatra Muhammadiyah Cash Waqf as a Model for the Development of Sharia Investment in Empowering UMKM
Muhammadiyah is one of the organizations that initiated the development of cash waqf in West Sumatra. This institution experienced many obstacles because cash waqf is a new thing in society. People's understanding of waqf objects so far is in the form of objects that are not used up. This study aimed to explore the West Sumatra Muhammadiyah cash waqf's productivity to develop sharia investment and micro, small and medium enterprises in Padang. This research is a field research study with a qualitative approach. The data is in the form of primary data obtained through in-depth interviews with selected informants through snowball sampling?secondary data as supporting data to complete information and theory about cash waqf. Data analysis used an interactive model of qualitative analysis with data reduction, data presentation, verification, and conclusion. The findings of this study indicate that the productivity of cash waqf carried out by the West Sumatra Muhammadiyah Cash Waqf Board is in the form of capital investment and work (business). However, development in the form of work or business has not been fully implemented. This is not due to constraints in development efforts but in the productivity of micro and small businesses caused by unprofessional management and the lack of other development models that are more appropriate to make the business productive for each of the various productive investment units. Investments that are made and can produce waqf funds are more in the form of capital investment than work investment
THE DISCOURSE OF USURY IN THE VIEWS OF ISLAM AND CHRISTIANITY
Before the emergence of Abrahamic religion, the population in the past experienced both economic calamity and humanitarian crisis as a result of usury practices. Various historical studies reveal that the Babylonian period was an era where human civilization showed dreadful facts as a result of usury praxis. This study focuses on Islamic and Christianity views of usury in economic activities. This paper aims to examine usury starting from semantic discussions to usury practices which are closely related to economic activity from both an Islamic and Christianity perspective. The method used in this paper is a qualitative method with a literature study approach taken from various national and international sources, namely books and journals and citing explanations from the Bible and Qur’an. The results of this research reveal that in Christianity, the study and prohibition of usury practices are mostly discussed in the Old Testament in Deuteronomy, Exodus dan Leviticus, while the New Testament tends to discuss things that need to be done to avoid usury practices. Associated with the economy in general in Christianity refers to the practice of lending money (loans) to those in need without asking for interest or additional returns as a form of profit. Meanwhile, in Islam, the discourse of usury can be found in al-Baqarah, al ‘Imran, al-Nissa‘, al-Rum and the kind of prohibited Usury in is Riba Nasiah, Fadhl and Jahiliyyah which related to purchases and loans
WHERE IS THE GENDER JUSTICE? ANALYSIS OF NOVIA WIDYASARI’S SEXUAL VIOLENCE CASE FROM AN ISLAMIC FEMINIST PERSPECTIVE
Abstract: Indonesian Komnas Perempuan (National Commission on Violence against Women) and WHO (World Health Organization) reported that violence against women and children, especially sexual violence, is raising during the COVID-19 pandemic era. Such data triggers the authors to question why sexual violence against them persists, and so difficult to be eliminated? Lots of research and casual observation have been presented, many of which are blaming the victims instead of defending them. This present research aims at contributing in answering above questions by conducting qualitative, literature study using a feminist perspective on particular sexual violence experienced by late Novia Widyasari. In so doing we employ also Foucault’s power relation and misogyny culture. We find there are imbalanced power position and misogynic narratives to blame the victim, and to save the life and career of the perpetrators. The deep and widespread of such practices, i.e. power abuse and misogynic attitudes hinder the effort for the elimination of violence, not only against women, but also against minority groups and the weak in our society, such as children, and disabled people. Keywords: Gender; misogyny; power relation; violence Abstrak: Komnas Perempuan Indonesia (Komnas Perempuan) dan WHO (World Health Organization) melaporkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual, meningkat selama era pandemi COVID-19. Data tersebut memicu penulis untuk mempertanyakan mengapa kekerasan seksual terhadap mereka tetap ada, dan begitu sulit untuk dihilangkan? Banyak penelitian dan observasi telah dilakukan, Sebagian besar diantaranya justru menyalahkan para korban alih-alih membela mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam menjawab pertanyaan di atas dengan melakukan studi literatur kualitatif dengan menggunakan perspektif feminis tentang kekerasan seksual tertentu yang dialami oleh almarhum Novia Widyasari. Dalam melakukannya kami juga menggunakan hubungan kekuasaan Foucault dan budaya misogini. Kami menemukan ada posisi kekuasaan yang tidak seimbang dan narasi misoginis untuk menyalahkan korban, dan untuk menyelamatkan nyawa dan karir para pelaku. Mendalam dan meluasnya praktek-praktek tersebut, yaitu penyalahgunaan kekuasaan dan sikap misoginis menghambat upaya penghapusan kekerasan, tidak hanya terhadap perempuan, tetapi juga terhadap kelompok minoritas dan lemah dalam masyarakat kita, seperti anak-anak, dan orang cacat.Kata Kunci: Gender; misogyny; power relation; violenc
Dampak Covid-19 Pada Pendapatan Masyarakat Petani di Kecamatan Lolak dalam Perspektif Hukum Islam
Corona Virus Disease atau Covid-19 merupakan virus yang bermula pada akhir tahun 2019 dan terjadi pertama kali di daratan China, Wuhan yang tepatnya berada di Provinsi Hubei. Penyebaran covid-19 di indonesia terjadi di daerah tertentu dan berdampak cukup besar tidak hanya pada aspek kehidupan masyarakat tetapi juga pada bidang-bidang tertentu seperti sosial, ekonomi, pariwisata dan juga pendidikan. Pertanian merupakan sektor pengaman pemenuhan kebutuhan pangan bagi penduduk indonesia, dampak dari penyebaran covid-19 menyebabkan terganggunya tingkat pasokan pangan, meskipun belum terlihat secara nyata gangguan terhadap produksi pangan dan pertanian dilapangan, namun dampak yang ditimbulkan cukup dirasakan oleh masyarakat baik di desa maupun kota dimana mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani dan memperoleh pendapatan secara harian. Permasalahan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Perspektif Hukum Islam? Terhadap Dampak Covid-19 Pada Pendapatan Masyarakat Petani Di Kecamatan Lolak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), penelitian kualitatif yang dimana data yang didapat berupa kata-kata. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumntasi Sumber data penelitian ini yakni sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pandemi covid-19 memberikan dampak positif maupun negatif pada pendapatan masyarakat petani di Kecamatan lolak, masyarakat mengalami peningkatan pendapatan pada saat pandemi sekarang dan dampak negatifnya kurangnya bantuan dari pemerintah untuk masyarakat petani pada saat pandemi serta pengeluaran meningkat. dalam perspektif hukum Islam? ini merupakan takdir dan ketetapan dari Allah swt
EVALUASI PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA MTs DAN SMP DI KOTA BITUNG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana perencanaan evaluasi pembelajaran MTs Negeri I Bitung, SMP Negeri 7 Bitung dan SMP Muhammadiyah Bitung dan menganalisa bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran di? MTs Negeri 1 Bitung, SMP Negeri 7 Bitung dan SMP Muhammadiyah Bitung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk dianalisis sesuai dengan objek penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan tiga cara: reduksi data, pengolahan dan analisis data. Keabsahan data diuji dengan menggunakan trianggulasi sumber, yaitu memeriksa kembali data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pelaksanaan perencanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan belum maksimal karena ada langkah-langkah perencanaan evaluasi yang tidak dilakukan oleh guru : Pertama pada tahapan perencanaan membuat kisi-kisi terdapat guru PAI dan Budi Pekerti SMP Muhammadiyah Bitung tidak membuat kisi-kisi. Kedua, pada tahapan Perencanaan MTs Negeri 1 Bitung dan SMP Muhammadiyah Bitung terdapat 1 (satu) guru yang tidak melakukan uji coba dan analisa soal.? 2) Pelaksanaan evaluasi Pembelajaran pada MTs N 1 Bitung menggunakan e-learning, SMP Muhammadiyah Bitung dan SMP Negeri 7 Bitung menggunakan google form. Aplikasi e-learning Madrasah pada MTs Negeri 1 Bitung disiapkan oleh pemerintah (Kementerian Agama RI). Kelebihan aplikasi ini bahwa data yang telah di input tersimpan dengan aman dalam satu aplikasi sehingga tidak akan terjadi kehilangan data dan rekayasa nilai. Adapun kekurangan aplikasi e-learning Madrasah ini adalah disfungsi interaksi antara pendidikan dan peserta didik, siswa yang kurang motivasi belajar cenderung gagal. Penggunaan aplikasi google form pada SMP Muhammadiyah Bitung didukung penuh oleh Kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana pendukung cukup memadai dengan jaringan internet tersedia,? sarana komputer yang dimiliki oleh sekolah? tersedia di ruangan cukup untuk 20 peserta didik. Di samping itu terdapat kekurangan dalam menggunakan aplikasi google form adalah tenaga pendidik yang belum mahir dalam menggunakan google form karena tidak bisa mengoperasikan komputer secara baik, sehingga menggunakan tenaga orang lain dalam proses input soal. Apalagi guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti yang harus menampilkan ayat al-Qur?an sebagai soal HOTS. Pada SMP Negeri 7 Bitung fasilitas komputer tersedia, tenaga teknis yang mahir tetapi sebagian wilayah di lingkungan sekolah terdapat blind spot provider jaringan internet untuk telkomsel dan indosat serta jaringan internet Indi home belum terjangkau. Evaluasi untuk raport MTsN memakai RDM, SMP Muhammadiyah memakai aplikasi excel multifungsi dan SMPN 7 memakai excel sederhana.?Kata Kunci : Evaluasi,? Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Budi Pekerti
DISKURSUS ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN PARA PENGKAJINYA
Abstract: The idea of Islamization of Ismail Raji Al-Faruqi was triggered by the negative stigma of the emergence of western science and the beginning of the characterization of science. This dichotomy not only expands the realm of science, but also extends within the domain of religion. From the first dichotomy generates a stigma of religious and general knowledge, while from the second dichotomy, it causes a secular attitude. As a result of this dichotomy, most Muslims distance themselves from general science and government resulting in their backwardness in the development of science and technology. On the other hand, Islam itself has the concept of tawhid in its faith. This concept was used as a foundation by Ismail Raji al-Faruqi in carrying out and replacing the idea of Islamization of science to pursue the backwardness of Muslims for centuries. This article finds many arguments of the examiners of the concept of Islamization of Al-Faruqi Science, who pro-call this a sign of awakening Islam and the independence of science, whereas the contras feel this is a momentary euphoria that will not last long.Keyword: Islamization, Science, Ismail Raji Al-Faruqi, Secular, Dichotomy. Abstrak: Ide Islamisasi Ismail Raji Al-Faruqi dipicu oleh stigma negatif atas munculnya ilmu pengetahuan barat dan mulainya pendokotomian ilmu. Dikotomi ini tidak hanya memperluas ranah ilmu pengetahuan, tetapi juga meluas dalam domain agama. Dari dikotomi pertama menghasilkan stigma pengetahuan agama dan umum, sedangkan dari dikotomi kedua, itu menyebabkan sikap sekuler. Sebagai hasil dari dikotomi ini, sebagian besar umat Islam menjauhkan diri dari ilmu pengetahuan umum dan pemerintahan yang mengakibatkan keterbelakangan mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain, Islam sendiri memiliki konsep tauhid dalam imannya. Konsep ini digunakan sebagai landasan oleh Ismail Raji al-Faruqi dalam menjalankan dan menggantikan gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan untuk mengejar keterbelakangan umat Islam selama berabad-abad. Artikel ini menemukan banyak argumentasi para pengkaji konsep Islamisasi Ilmu pengetahuan Al-Faruqi, yang pro menyebut ini adalah tanda kebangkitan revivalisme Islam dan kemandirian ilmu pengetahuan, sedangkan yang kontra merasa ini adalah euphoria sesaat yang tidak akan bertahan lama.Kata Kunci: Islamisasi, Ilmu, Ismail Raji Al-Faruqi, Sekuler, Dikotomi.
Dampak Bimbingan Perkawinan KUA terhadap Kehidupan Sakinah bagi Pengantin
Bimbingan perkawinan merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama dalam bentuk Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: DJ.II/542 tahun 2013 tentang pedoman penyelenggaraan kursus pra nikah. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan binaan dan bimbingan pada pasangan usia nikah dan remaja usia nikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak positif dari diberlakukannya program bimbingan perkawinan bagi pasangan yang siap nikah dan juga bagi masyarakat usia muda. Penelitian ini dilaksanakan di Kementerian Agama Kota Bitung. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, penelitian ini didekatkan pada model penelitian sosiologis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa bimbingan yang diberikan oleh KUA menumbuhkan kesiapan mental kepada pasangan. Keberhasilan yang telah dicapai dari program bimbingan pra nikah ini yaitu adanya kesadaran dari calon pasangan suami istri akan hak dan kewajiban suami istri, sehingga dalam rumah tangga terbentuk sikap saling menghormati satu sama lain. Pembimbing (penghulu) memberikan materi-materi yang menitik beratkan cara penyampaiannya, hal tersebut agar materi yang disampaikan dapat dipahami oleh calon pasangan suami istri dan dapat diamalkan dalam kehidupan berumah tangga. Namun menjadi permasalahan jika calon pasangan pengantin tidak memahami penyampaian dari pembimbing
How to Develop Caricature Media Based on Al-Qur'an Verses in Thematic Learning in Elementary School
How to develop caricature media based on Al-Qur'an verses in thematic learning in elementary school. Developing creative and interesting learning media for elementary school students is important and must receive attention. This study aims to develop a caricature media that is integrated with the verses of the Qur'an. The type of research used is the Research and Development (R&D) ADDIE model, which consists of five stages, namely Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This study involved three validators, 17 fourth-grade students at SDN 114 Pincara, and one teacher. The instruments used are teacher interview guidelines and student questionnaires. The study results reveal the need for interesting and not boring learning media. This research produces a product in the form of a caricature with a high validity level. The validation results from material and language experts obtained a percentage of 90% with a very valid category. In comparison, the validation results from learning media design experts obtained a percentage of 82.5% with a very valid category, while the results of validation by the homeroom teacher IV obtained a percentage of 95% with a very valid category.
REORIENTASI DAN PRAKSIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PERSPEKTIF PEMIKIRAN AZYUMARDI AZRA
Permasalahan yang akan dibahas dalam tesis ini yaitu (1) Bagaimana Konsep Pendidikan Multikulutral Perspektif Azyumardi Azra, (2) Bagaimana Praksis Pendidikan Multikultural Perspektif Pemikiran Azyumardi Azra. Penelitian pada tesis ini merupakan penelitian studi tokoh. Jenis penelitian ini dengan jenis kajian pustaka (library research) yakni proses mencari dan menyusun secara sistematis dan data yang diperoleh dari pustaka, baik dari sumber primer, sumber sekunder, dan dari data pendukung. Penelitian ini menunjukkan: (1) Pandangan pendidikan multikultural menurut Azyumardi Azra adalah pendidikan tentang keragaman kebudayaan masyarakat Indonesia dalam membentuk keikaan di tengah kebhinnekaan. Dari pandangan Azyumardi Azra tersebut, lahirlah konsep pendidikan yaitu revitalisasi titik temu bangsa. yaitu wawasan kebangsaan, Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. (3) Praksis Pendidikan multikultural menurut Azyumardi Azra adalah dilakukan melalui tiga ranah pendidikan, yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Pendidikan multikulutral di dalam ruang lingkup nonformal adalah dimulai dari keluarga, ayah dan ibu mengajarkannya dari rumah. Dalam ruang lingkup formal adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan multikultural dalam setiap mata pelajaran. Dalam ruang lingkup informal adalah dilakukan dengan melalui karang taruna, ormas, dan forum-forum dalam masyarkat lainnya.Kata Kunci : Konsep Pendidikan Multikulutral, Praksis Pendidikan Multikulutra
KRITIK WACANA TAFSIR ATAS TEOLOGI KESETARAAN GENDER RIFFAT HASSAN
Abstract: This article discuss about how theology construct worked by Riffat Hassan to realize gender equality and how the implication caused from gender equality and how the relation of women harmony in Islam. Based on the result, it can be concluded that (1) Theology construct of gender equality built by Riffat Hassan, only adopt from feminism theology concept that developed in Western. Even though in western, women have dark history because woman have been despised and treated discriminatory, and while women in Islam are glorified. The coming of Islam has eliminated dumb tradition that harmful for women, but elevate the dignity. If subordination of women in western has gained legitimacy from Bible, in Al – Qur’an women are precisely glorified. (2) In building gender equality theology, Riffat Hassan has made three steps; (a) normative-idealist approach, (b) deconstruct religious thought that he thinks there’s gender bias, (c) reconstruct religious thought that he thinks there’s no gender bias. In attempt this theology construct of gender equality, Riffat Hassan precisely proven tend to do gender bias, although he accuse travelers do gender bias. Beside that, there are some of implications that caused by him; there are rejection of authentic hadith and the implication that could change Islamic law. (3) As for in Islam, the right relation between women and men are the harmony of gender, not gender equality. Keywords: Gender Equality, Riffat HassanAbstrak: Artikel ini membehas tentang bagaimana konstruksi teologi yang dilakukan oleh Riffat Hassan untuk mewujudkan kesetaraan gender dan bagaimana implikasi yang ditimbulkan dari kesetaraan gender serta bagaimana hubungan keserasian perempuan dalam Islam. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) Konstruksi teologi kesetaraan gender yang dibangun Riffat Hassan hanyalah mengadopsi konsep teologi feminisme yang berkembang di Barat. Padahal berbeda dengan perempuan di Barat yang memiliki sejarah yang kelam lantaran perempuan dipandang hina dan diperlakukan secara diskriminatif, dalam Islam perempuan justru dimuliakan. Kedatangan Islam telah mengeliminasi adat-istiadat jahiliyah yang merugikan kaum perempuan serta mengangkat harkat dan martabat mereka. Kalau subordinasi terhadap perempuan di Barat mendapatkan legitimasi dari Bible, dalam al-Quran perempuan justru dimuliakan. (2) Dalam membangun teologi kesetaraan gender, Riffat Hassan melakukan tiga langkah, yaitu (a) pendekatan normatif-idealis dan historis-empiris, (b) melakukan dekonstruksi pemikiran keagamaan yang (menurutnya) bias gender, dan (c) melakukan rekonstruksi pemikiran keagamaan yang (menurutnya) tidak bias gender. Dalam usaha konstruksi teologi kesetaraan gender ini, Riffat Hassan justru terbukti cendrung melakukan bias gender, padahal dia menuduh para mufassir yang bias gender. Selain itu, ada beberapa implikasi yang ditimbulkan darinya, yaitu adanya penolakan terhadap hadis shahih dan terdapat implikasi syariah yang merubah hukum Islam.(3) Adapun dalam Islam, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang benar adalah keserasian gender, bukan kesetaraan gender. Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Riffat Hassa