IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
Group Discussion Based on Podcast and to Improve English Listening Skill to ESL Learners
Group Discussion Based on Podcast and to Improve English Listening Skill to ESLLearners. This study is focused on group discussion based on podcast to improveEnglish listening skill to ESL learners above fourteen (14) years old English learners inBethany Family Church, Bitung city. This study uses a quantitative method with a preexperimentaldesign by applying one pre-test and post-test design. The writer uses pretestand post-test as instruments. Data were analyzed statistically by using t-test. Theresults of this study indicate that podcasts and group discussion are effective inteaching listening comprehension to ESL English learners in Bethany Family Church,Bitung city. This can be seen from the results of the t-test, the significance and progressof the learners? scores on the post-test from the pre-test. The mean of pre-test scorewas 7,25 and the average post-test score was 8,625. This indicates a significant increasein the mean scores between the learners' pre-test and post-test. The results of thisstudy are expected to be useful for teachers, and learners to enrich their reference inteaching and learning English Listening.Keywords: Group Discussion Based on Podcast; ESL Learner
Akulturasi Penanggalan Jawa Perspektif Islam dalam Kehidupan Para Petani (An Acculturation in the Islamic Perspective of the Javanese Calendar the Lives of Farmers)
This study discusses how the form of acculturation on the use of Javanese calendar media with Islamic culture. The purpose of this study is to describe descriptively how the forms of acculturation that can be done in the Javanese calendar. This research uses the type of literature review research. Where the data collection technique is by browsing documents or journals and other internet media related to cultural acculturation. The results of the research carried out were to obtain information about acculturation to the Javanese calendar after reviewing from various sources, that by incorporating elements of the Islamic religion and Islamic principles in the benefits of the Javanese calendar, it can provide a sense of intolerance to all existing differences
EKSISTENSI AKAL DALAM AL-QUR’AN DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Abstract: The existence of sense in humans is a privilege given by Allah swt. Humans with their minds can think, reason, and appreciate all of Allah's creations. This article aims to examine the existence of sense in the Qur'an and its applications in the community life. The results showed that the Qur'an as a source of basic material in Islamic law provides a large portion of the use of the human mind. The mind is assisted by the senses, namely the eyes, nose, ears, tongue, and feelings (skin), so that sensory observations or empirical observations are formed. The use of sense in people's lives is something very important, namely to understand and make reasoning on issues of excavation and rechtvinding. These reasonings are reasoning of the description of text the Qur’an and hadith (al-bayani), the reasoning of cause (ta'lili), and reasoning of benefit (istishlahi).Keywords: Sense, Reasoning, RechtvindingAbstrak: Keberadaan akal pada diri manusia merupakan keistimewaan yang diberikan Allah swt. Manusia dengan akal yang dimilikinya dapat berpikir, melakukan penalaran, dan penghayatan terhadap segala ciptaan Allah swt. Artikel ini bertujuan mengkaji eksistensi akal dalam Al-Qur’an dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an sebagai sumber materi pokok dalam hukum Islam memberikan porsi yang besar terhadap penggunaan akal pikiran manusia. Akal pikiran tersebut dibantu oleh alat inderawi, yaitu mata, hidung, telinga, lidah, dan perasaan (kulit), sehingga terbentuk pengamatan inderawi atau pengamatan empiris. Penggunaan akal dalam kehidupan masyarakat adalah sesuatu yang sangat penting, yaitu untuk memahami dan melakukan penalaran terhadap persoalan-persoalan penggalian dan penemuan hukum. Penalaran-penalaran tersebut, yaitu penalaran al-bayani, pelanaran ta’lili dan penalaran istishlahi.Kata Kunci: Akal, , Penalaran, Penemuan Huku
ABDULKARIM SOROUSH: THE THEORY OF THE CONTRACTION AND EXPANSION OF RELIGIOUS KNOWLEDGE AND THE CHALLENGE OF CONTEMPORARY ISLAMIC THOUGHT
Abstract: This article elaborates the theory of the contraction and expansion of religious knowledge (qabd wa bast-i ti?urik-i syari?at: nazariyah-i takamul-i ma?rifat-i dini), introduced by one of the greatest Muslim thinkers in contemporary era, who is popularly known as Abdolkarim Soroush. Soroush?s religious thought and insight has its own perspectives and characteristics. His assumptions and approaches absolutely differ from, either Iranian previous thinkers and scholars in particular, or Islamic scholars in general. In assessing his thought in the light of the efforts of the religious revivalists (muhiyan-i din) of the last century, Soroush emphasizes that his idea, the theory of the contraction and expansion of religious knowledge, provides a solution to the unresolved puzzle that all previous Muslim scholars and thinkers were faced with, that is, ?to reconcile change and immutability; eternity and temporality; the sacred and the profane.? Nevertheless, he claims neither perfection nor finality for his approach, for he believes that no one can have the final word and conclusion in the tremendous task of religious revivalism. In this sense, Soroush actually eager to criticize the idea of ?wilayatul faqih? and its immutability within Shi?ite Imamah?s doctrine. He also rejects the idea of a theocratic state in Iran, and promotes the concept of a religious democratic state, which he thinks it is the most ideal model for a modern democratic state. Method used in this study is documentation by referring and selecting Soroush?s important works and writings, together with other witings by other writers and critics.Key Words: Abdulkarim Soroush, Theory of Contraction and Expansion of Knowledge, Religious Knowledge, Contemporary Islamic ThoughtAbstrak: Artikel ini mengelaborasi teori tentang penyempitan dan perluasan pengetahuan keagamaan (the theory of the contraction and expansion of religious knowledge) yang diperkenalkan oleh salah seorang pemikir Muslim terkemuka di era kontemporer ini, yang lebih dikenal dengan nama Abdulkarim Soroush. Pemikiran dan ide keagamaan Soroush mempunyai karakteristik dan perspektif yang unik. Asumsi dan pendekatan yang dia gunakan sangat berbeda, baik dengan para sarjana dan pemikir Iran sebelumnya pada khususnya, maupun dengan para sarjana Muslim pada umumnya. Dalam memposisikan pemikirannya di tengah arus pemikiran para tokoh revivalis abad ke-19, Soroush menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa teorinya ?the contraction and expansion of religious knowledge? atau ?teori tentang penyempitan dan perluasan pengetahuan keagamaan? memberikan sebuah solusi terhadap kebuntuan pemikiran yang tidak dapat dipecahkan oleh para pemikir Muslim sebelumnya, yaitu ?mencari titik temu antara sesuatu yang berubah (change) dengan yang tidak berubah (immutability); antara yang abadi (eternity) dengan yang sifatnya sementara (temporality); dan antara yang sakral (sacred) dengan yang sifatnya duniawi (profane). Namun demikian, Soroush menyadari bahwa pendekatan yang dia tawarkan tidaklah sempurna dan juga belum final, karena dia meyakini bahwasanya tidak seorang pun yang mempunyai kesimpulan yang final terkait dengan revivalisme keagamaan. Dalam hal ini, Soroush sebenarnya lebih tertarik untuk mengkritisi konsep ?wilayatul faqih? dan sakralitasnya dalam doktrin Shiah Imamiyah di Iran. Dia juga menolak gagasan tentang negara Teokratik di iran, dan memperkenalkan konsep tentang Negara-Demokratik-Relijius, yang menurutnya merupakan model yang paling ideal bagi negara demokrasi moderen. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan merujuk dan memilih karya-karya utama yang ditulis oleh Soroush sendiri dan juga karya-karya lain yang terkait dengan, maupun yang mengkritik pemikiran Soroush.Kata Kunci: Abdulkarim Soroush, Teori Penyempitan dan Perluasan Pengetahuan, Pengetahuan Keagamaan, Pemikiran Islam Kontemporer?
Kemampuan Bangsa Merespon Globalisasi dalam Pandangan Islam (The Nation's Ability to Respond the Globalization Based on the Islamic Perspective)
This study aims to understand the nation's ability to respond the globalization based on the Islamic perspective. It uses a descriptive analysis approach, while the type of exploration is library research. Data is obtained through the study of manuscripts. The results indicate that the consequence of globalization is that the Indonesian people in responding to the negative and positive impacts of globalization, should tend to be relatively similar to the reflection and moderate Islamic manhaj. Indonesian people should be pleased with their character, not avoid new things and not admit it to the extreme. In an effort to face the era of globalization, the Indonesian state must have the choice to produce human resources with high confidence and dedication. To create quality human resources, each individual prioritizes the formation and capacity that includes work behavior, discipline, obligation, and dependence based on the study of the Qur'an and Hadith
Komunikasi Politik Kepala Daerah di Media Sosial (Studi pada Akun Facebook Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo)
Penggunaan media sosial sebagai media komunikasi politik bagi kepala daerah sangat penting, karena media sosial memiliki jangkauan yang meliputi skala khalayak kecil dan khalayak global. Media sosial relatif lebih mudah digunakan karena tidak memerlukan keterampilan dan pelatihan khusus. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini cukup aktif menggunakan media sosial facebook. Hal tersebut dapat dilihat dari keaktifan membagikan pesan komunikasi politik pada postingan akun facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan komunikasi politik yang dimunculkan dan gaya komunikasi politik ketiga kepala daerah pada postingan akun facebook masing-masing. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan metode analisis isi. Analisis ini untuk membuat generalisasi dari pesan dan memberikan gambaran umum karakteristik dari suatu isi atau pesan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketiga kepala daerah ini sangat aktif menggunakan media sosial facebook, terdapat 2 hingga 3 kali postingan yang dibagikan setiap hari nya. Pesan yang dibagikan diantaranya, kebijakan daerah, fasilitas publik milik daerah, aktifitas bersama dengan tokoh politik dalam dan luar negeri. Masing-masing kepala daerah memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, Anies Baswedan memiliki Bahasa yang formal dengan narasi yang panjang, Ridwan Kamil menggunakan gaya bahasa non formal dan disertai dengan campuran bahasa khas sunda dan bahasa pantun serta video yang menghibur. Ganjar Pranowo memiliki gaya komunikasi politik yang khas bahasa masyarakat Jawa dengan narasi yang sederhana dan singkat, namun aktifitas Ganjar Pranowo dikemas dengan video yang diedit dengan durasi yang singkat, lucu, menghibur dan terlihat ada kebersamaan dan hiburan yang dimunculkan
SUFISME JAWA DALAM SERAT SASTRA GENDING SULTAN AGUNG MATARAM
Abstract: This article discusses Sufism in the Serat Sastra Gending Sultan Agung which had an influence on Javanese literature in Mataram. Sultan Agung Sufism teaching based on this fiber describe a kings desire to convery the teachings of Islam, especially Sufisme patterned Islam to his people through a Javanese cultural approach. Therefore, it is identified through this study as “Javanese Sufism”. The main problem of this research how is the Javanese Sufism pattern reflected in Sultan Agung view? and why did Sultan Agung Sufism teaching influence Javanese literature in the Mataram area? This study was developed using the history of thought method. The findings of this study are as follows: First, the socio-religious conditions at the time of Sultan Agung wereclosely related to the pantheism that was embraced by the Javanese inland community. Second, the teachings of Sultan Agung Sufism in the serat sastra Gending show two things that are interrelated and need, which are reflected in the relationship between man and God (the creator). The concept of Sufism in describes the acculturation of three cultures: Javanese, Hindu, and Islamic. Third, the teaching of Sultan Agung Sufism are included in the syncretic teachings influenced the development of Javanese literature in Mataram. The urgency of Sufism teachings framed in the form of literature is able to explain religion and political polices until the next period after Sultan Agung. Keyword: King’s View, Sastra Gending, Javanese Sufism. Abstrak: Artikel ini membahas sufisme dalam Serat Sastra Gending Sultan Agung yang memberi pengaruh terhadap kesusastraan Jawa di Mataram. Ajaran tasawuf Sultan Agung ini berdasarkan serat ini menggambarkan suatu keinginan seorang raja untuk menyampaikan ajaran agama Islam, khususnya Islam bercorak tasawuf kepada rakyatnya melalui pendekatan budaya Jawa. Karena itu, teridentifikasi melalui kajian ini sebagai "Sufisme Jawa". Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana corak sufisme-Jawa tercermin dari pandangan Sultan Agung? dan mengapa ajaran tasawuf Sultan Agung berpengaruh terhadap kesusastraan Jawa di wilayah Mataram?. Studi ini dikembangkan dengan metode sejarah pemikiran. Adapun temuan kajian ini sebagai berikut: Pertama, kondisi sosial keagamaan pada masa Sultan Agung lekat dengan panteisme yang dianut oleh masyarakat Jawa pedalaman. Kedua, ajaran tasawuf Sultan Agung dalam Serat Sastra Gending memperlihatkan dua hal yang saling berkaitan dan membutuhkan, yang tergambar dalam hubungan manusia dengan Tuhan (pencipta). Adapun konsep tasawuf di dalamnya menggambarkan akulturasi tiga budaya: Jawa, Hindu, dan Islam. Ketiga, ajaran tasawuf Sultan Agung termasuk dalam ajaran tasawuf yang sinkretis. Ajaran tersebut berpengaruh terhadap perkembangan kesusastraan Jawa di Mataram. Urgensi ajaran tasawuf yang dibingkai dalam bentuk sastra mampu menjelaskan agama dan kebijakan politik hingga masa selanjutnya pasca Sultan Agung. Kata Kunci : Pandangan Raja, Sastra Gending, Sufisme Jawa
KONSEP SABAR DALAM BELAJAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan sifat sabar dalam diri seseorang , kerena sabar identik dengan sikap menahan emosi dari yang mendorong seseorang berbuat kesalahan dan kemungkaran yang dipandang salah oleh ajaran agama Islam. Sabar dapat diartikan bahwa seseorang hamba Allah dapat bertahan diri untuk tetap taat beribadah mengamalkan segala sesuatu yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhkan diri atau bersikap sabar untuk tidak melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dengan ikhlas guna mengharapkan ridha dan pahala yang besar dari Allah SWT., Sabar Seseorang karena gerakan oleh aqidah tauhid lebih berkualitas dari pada sabar yang didasari oleh kekuatan akal dan perasaan semata. Oleh karena itu, Al-Qur'an Mendorong dan membimbing manusia agar senantiasa berbuat sabar dengan landasan aqidah tauhid. Artinya bahwa setiap kegiatan dan pekerjaan apapun yang dilakukan tentu di motorinya oleh kekuatan aqidah tauhid dalam petunjuk dan bimbingan Al-Qur'an Al-Karim
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN NARSISME NON PATOLOGIS DENGAN KECANDUAN SITUS JEJARING SOSIAL PADA MAHASISWA PENGGUNA TIKTOK
ABSTRACTThe presence of technology with various features is an active role to fulfill human needs, especially in adolescents. Adolescents have a superior ability to use technology. They are often found to use the internet excessively to access social networking sites. The uncontrolled use of social networks will make adolescents fall into a social networking sites addiction phenomenon. The development of addictive behavior in adolescents is assumed to have a relationship with personality factors. Therefore, this study aims to examine the relationship between non-pathological narcissistic personality and social networking sites addiction in adolescents. The participants involved in this study were 135 university students using TikTok who were selected using a purposive sampling technique and the data collection technique was carried out by distributing. The results of the correlation analysis showed that there was no significant relationship between narcissistic personality and social networking sites addiction in adolescent TikTok users. ?ABSTRAKKehadiran teknologi dengan berbagai macam fiturnya kini berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan manusia, terutama pada kelompok remaja. Remaja memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam menggunakan teknologi. Namun, remaja seringkali didapati menggunakan internet secara berlebihan untuk mengakses situs jejaring sosial. Penggunaan jejaring sosial yang tidak terkontrol tersebut akan membuat remaja terjatuh pada kondisi kecanduan jejaring sosial. Pengembangan perilaku kecanduan pada remaja diasumsikan memiliki hubungan dengan faktor kepribadian. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepribadian narsisme non patologis dengan kecanduan situs jejaring sosial pada mahasiswa di DKI Jakarta. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 135 mahasiswa pengguna TikTok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian narsisme dengan kecanduan jejaring sosial pada remaja pengguna TikTok
REGULASI DIRI DAN COPING STRESS PADA SISWA
ABSTRACTThe COVID-19 pandemic is a time that requires students to adapt to new study habits. Students who usually study offline are required to study online. This habit shift causes students to be able to regulate their learning patterns. Students who study online have more workloads than those who study offline. This model causes students to experience learning stress and overcome this. Students must be able to manage their learning and also be able to cope with the stress experienced during online schooling. This study aims to determine how much self-regulation can predict coping with stress. Self-regulation is a process carried out by individuals in determining their actions, achievements, and targets, evaluate achievements or targets and give rewards for what they have achieved. Coping stress is an effort individuals make to overcome and minimize stressful situations. This study uses quantitative research methods that are associative. The research subject was high school students in class X who were experiencing stress while studying online, totaling 147 students. The data collection technique used a self-regulation scale of 24 items and a questionnaire on a stress-coping scale with 23 items. The data analysis results showed a correlation of 0.638 with F = 255.206 and p = 0.000 (p < 0.05), which means that self-regulation is positively and significantly correlated with stress coping. The regression analysis results also show an R Square score of 0.638, meaning self-regulation can predict coping stress by 63.8%.ABSTRAKMasa pendemik covid-19 merupakan masa yang mengharuskan siswa untuk beradaptasi dengan kebiasaan belajar yang baru. Siswa yang biasanya belajar luring diharuskan untuk belajar daring. Peralihan kebiasaan ini mengakibatkan siswa harus bisa mengatur pola belajarnya. Siswa yang belajar daring memiliki beban kerja lebih dibandingkan belajar luring. Hal ini mengakibatkan siswa mengalami stres belajar dan untuk mengatasi hal tersebut siswa harus bisa mengatur belajarnya dan juga bisa mengatasi stres yang dialami selama sekolah daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar regulasi diri dapat memprediksi coping stress. Regulasi diri adalah suatu proses yang dilakukan individu dalam menentukan aksi mereka sendiri, pencapainnya, targetnya, mengevaluasi pencapaian atau target serta memberikan penghargaan atas apa yang mereka capai. Coping stressadalah suatu upaya yang dilakukan oleh individu dalam mengatasi serta meminimalisir situasi yang penuh akan tekanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X yang sedang mengalami stres pada saat belajar daring berjumlah 147 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri yang berjumlah 24 aitem dan kuesioner skala coping stress berjumlah 23 aitem. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,638 dengan F = 255,206 dan p = 0,000 (p < 0,05)? yang artinya regulasi diri berkorelasi positif dan signifikan dengan coping stres. Hasil analisis regresi juga menunjukkan skor R Square sebesar 0,638, artinya regulasi diri dapat memprediksi coping stress sebesar 63,8%