IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
Marriage Guardianship for Adopted Children in Akeguraci Village: A Perspective of Fiqh Munakahat
This study aims to analyze the practice of adoptive siblings acting as marriage guardians for adopted children in Akeguraci Village from the perspective of fiqh munakahat. A marriage guardian (wali) is one of the essential pillars of marriage; without a guardian, a marriage is deemed invalid, especially for individuals who have not yet reached the age of accountability (mukallaf). There are two types of marriage guardians: guardians by lineage (wali nasab) and judicial guardians (wali hakim). In Akeguraci Village, there is a case where the marriage guardian did not fulfill the essential requirements for guardianship. The guardian in this marriage was the biological son of the adoptive father. The mistake in the guardianship of the adopted child's marriage, performed by the adoptive sibling, occurred because the biological father refused to act as the guardian. This qualitative research collects field data through observation and interviews to uncover the practice of adoptive siblings acting as marriage guardians in Akeguraci Village. The findings reveal two main points: first, the practice of having the biological son of the adoptive father serve as the marriage guardian occurred because the biological father was unwilling to officiate the marriage, citing the child’s adoption at a young age as the reason. Second, from the perspective of fiqh munakahat, the marriage of an adopted child officiated by an adoptive sibling is invalid, as there is no lineage (nasab) relationship between the adopted child and the adoptive sibling.Al-Jaziri, A. (1996). Kitab al-Fiqh ’ala Madzahib al-’Arba’ah. Dar al-Fikr.Al-Qurthuby. (1993). Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.Anwar, M. (1990). Fiqih Islam Mu’amalah, Munakahat, Fara’id, dan Jinayah. Al-Ma’arif.Ar-Rifai, M. N. (2012). Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3. Gema Insani.Assagaf, M. (2023). Pertimbangan Hakim pada Perkara Dispensasi Nikah di Lingkungan Pengadilan Agama Tutuyan. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 3(1), 36–50.Az-Zuhaili, W. (2011). Fiqih Islam wa Adillatuhu. Gema Insani Press.Dahlan, R., & Reza, A. (2022). Adoption of Children and Its Relationship With Guardianship in a Review of Islamic Law and Legislation in Indonesia (Case Study At the Palu Religious Court Class 1 a). Jurnal Ilmu Hukum Dan Ekonomi Islam, 4(1), 1–23.Djamal, A. (2000). Perkawinan di Indonesia. Raja Grafindo Persada.Hafid. (2022). Wali Nikah Anak Angkat dalam Perkawinan yang Tidak Diketahui Orang Tuanya: Studi Komparatif Fiqih Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam. Al-Qadlaya : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(2), 51–58. https://doi.org/10.55120/qadlaya.v1i2.607Harwis, H., Killian, N., & Husna, H. (2024). Wife’s Permission as a Polygamy Requirement in The Perspective of Islamic Law and Positive Law. Proceeding International Conference Khairun University, 1(1), 85–91.Hidayah, F. I. (2014). Diskursus Hukum Islam di Indonesia Tentang Perwalian Perkawinan Anak Angkat. Isti’dal: Jurnal Studi Hukum Islam, 1(1), 75.Hosen, I. (1971). Fiqh Perbandingan Dalam Masalah Nikah, Thalaq, Rujuk, dan Hukum Kewarisan Jilid 1. Balai Penerbitan & Perpustakaan Islam Yayasan Ihya ’Ulumiddin Indonesia.Insani, N., Beddu, S., Rahman, R., Arpin, A., & Samuri, M. A. A. (2024). Judicial Considerations in Child Marriage Dispensations: An Empirical Study of the Gorontalo Religious Court. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 22(1), 41–52. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30984/jis.v22i1.2066Ismail, N. Z., Abubakar, F., Sanmas, A., Fadhly, M., & Killian, N. (2024). Review of Islamic Marriage Law Regarding Kafaah Sayyid-Syarifah Marriages in the Ternate Arab Community. Al Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues, 4(2), 136–156. https://doi.org/https://doi.org/10.35896/alhakam.v4i2.843Jalal. (2024). Interview with Akeguraci Religious Leader on August 11, 2024.Junus, M. (1964). Perkawinan dalam Islam. Bulan Bintang.Kelib, A. (1990). Hukum Islam. PT. Tugu Muda Indonesia.Liao, M. (2016). Factors affecting post-permanency adjustment for children in adoption or guardianship placements: An ecological systems analysis. Children and Youth Services Review, 66, 131–143. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2016.05.009Manan, A. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Kencana.Martoredjo, A. I. A. (2021). Status Nasab Anak Lahir Di Luar Perkawinan Perspektif Hukum Islam Dan Hak Asasi Manusia. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 1. https://doi.org/10.30984/jifl.v1i1.1640Nur Hadi, M., & Khiyaroh, K. (2020). Modin dan Otoritasnya: Studi Kasus Larangan Kawin Hamil di Kelurahan Temas Kota Batu. YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 11(1), 33. https://doi.org/10.21043/yudisia.v11i1.7352Ramulyo, M. I. (1996). Hukum Perkawinan Islam. Bumi Aksara.Rolock, N., White, K., Blakey, J. M., Ocasio, K., Korsch-Williams, A., Flanigan, C., Bai, R., Faulkner, M., Marra, L., & Fong, R. (2023). Living apart after adoption or guardianship: Perspectives of adoptive parents and guardians. Children and Youth Services Review, 153, 107107.Rustamil. (2024). Interview with Adoptive Sibling in Akeguraci Village on August 10, 2024.Sarida. (2024). Interview with Akeguraci Resident on August 11, 2024.Soekito, S. widoyati W. (1989). Anak dan Wanita Dalam Hukum. LP3ES.Soemiyati. (2007). Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan (Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Terntang Perkawinan). Liberty.Subeitan, S. M., Isima, N., & Alhabsyi, M. S. (2021). Dinamika Pengangkatan Anak di Indonesia. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 59–68. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30984/jifl.v1i1.1617Sukari, A. (2020). Dampak Sosio-Religius Tentang Waris Anak Angkat Dan Para Pihak Perspektif Kompilasi Hukum Islam. In YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam (Vol. 11).Syahjuan, Y. A., Abubakar, F., & Alhadar, M. (2022). Keterlibatan Orang Tua dalam Rumah Tangga Anak di Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara. Indonesian Journal of Shariah and Justice (IJSJ), 2(2), 253–274. https://doi.org/https://doi.org/10.46339/ijsj.v2i2.41Tamrin. (2024). Interview with Biological Father in in Akeguraci Village on August 10, 2024.Usman. (2024). Interview with Adoptive Father in Akeguraci Village on August 10, 2024.Yusuf, M. (2017). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Kencana.Zahara, F., & Sukiati, S. (2024). The Dynamics of Adoptive Fathers as Marriage Guardians in Contemporary Studies. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, 11(1), 33–48. https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
The Roles of Lithub Website in Learning English Literature for Beginner Literature Students
This study aims to find the possible roles of Lithub website based on students’ perspectives. It is a typical website that provides all materials and sources of literature including literary works such as short stories and poetries, and literary criticisms. This study implemented a method that required a questionnaire and interviews to gain the data. There were 35 beginner literature students who were in their 3rd semester (when this study was conducted) at the Faculty of Humanities, Universitas Sam Ratulangi participated in this study and 5 of them served as interviewees that had been required by random samplings due to their availability and willingness. This study found that 7 roles can be offered by Lithub website in order to help beginner literature students’ learning process. They are: 1) providing complete learning materials, 2) making learning more interesting by providing lively visualization, 3) providing audio recordings, 4) providing appropriate writing examples by reliable authors and reviewers, 5) improving grammatical competence, 6) train them to conduct literary analysis using literary criticism, and 7) motivates them to read more by providing e-books. Keywords: Lithub website, literature, literary analysis, technology
Strategi Guru Pendidikan Agama Dalam Menghadapi Perbedaan Daya Serap Belajar Peserta Didik di SMP Negeri 2 Pineleng
Penelitian ini membahas tentang “Strategi Guru Pendidikan Agama Dalam Menghadapi Perbedaan Daya Serap Belajar Peserta Didik Di Smp Negeri 2 Pineleng”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam dan pendidikan agama Kristen dalam menghadapi perbedaan daya serap belajar peserta didik di smp negeri 2 Pineleng. (2) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perbedaan daya serap belajar peserta didik. Jenis penelitian yaitu Kualtitatif. Adapun jenis dan sumber data penelitian adalah data primer yakni Kepala Sekolah, Guru Mata pelajaran PAI berjumlah 1 orang dan Guru PAK berjumlah 1 orang, dan Peserta didik kelas VIIIB beragama Islam berjumlah 5 orang dan Peserta didik beragama Kristen berjumlah 5 orang jadi keseluruhan peserta didik berjumlah 10 orang, dan data sekunder berupa dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengatakan bahwa model pembelajaran yang digunakan Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 2 Pineleng meliputi berbasis ceramah, Kooperatif, Inkuiri, Pembelajaran berbasis masalah dan pembelejaran berbasis proyek. Sedangkan guru pendidikan Agama Kristen menggunakan model pembelajaran berbasis ceramah, berbasis masalah, kooperatif, inkuiri. Guru pendidikan Agama memiih model pembelajaran sesuai dengan tingkat daya serap belajar peserta didik, pengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Adapun sebagian besar peserta didik beragama Islam di kelas VIIIB tergolong peserta didik yang cerdas dan sedang. Sedangkan sisanya tergolong peserta didik yang tingkat daya serapnya lambat. Begitupun peserta didik yang beragama Kristen, didominasi oleh peserta didik yang tergolong cerdas dan sebagian kecil peserta didik tergolong lambat. Faktor yang melatarbelakangi perbedaan daya serap belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Pineleng yakni faktor Minat, Motivasi, Kecerdasan, Lingkungan keluarga Lingkungan Belajar dan Media Pembelajaran sangat berpengaruh dalam daya serap belajar peserta didik.Kata kunci: Strategi, Model pembelajaran, Daya Serap, Guru, Peserta Didi
Islamic Economics in Manado: Identity Negotiation of Muslim Minorities in a Multicultural Society
Islamic economics has emerged as a significant alternative financial system in recent decades. In Manado, as a region with a Muslim minority, Islamic economic practices demonstrate unique dynamics within a multicultural society context. This research aims to analyze how Islamic economics functions as an identity negotiation mechanism for the Muslim minority in Manado, focusing on identifying integration success factors, stakeholder roles, and formulating an adaptive development model. Using qualitative methods with a literature study approach enriched by spontaneous observations, this research reveals three main findings. First, the successful integration of Islamic economic practices is supported by universal value recognition, market-based adaptation, and social capital development. Second, stakeholders' active role in Islamic economic adaptation and development is manifested through inclusive leadership, cross-cultural business partnerships, and multicultural understanding promotion. Third, an adaptive Islamic economic development model has been successfully formulated with key components including an inclusive economic framework, multi-stakeholder collaboration, and cultural integration mechanisms. These findings indicate that Islamic economics can develop sustainably in plural societies through local context adaptation
Membawa Kabar Dalam Nyanyian Penguatan Moderasi Beragama Siswa Di MTs N 2 Kotamobagu
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kotamobagu melakukan penguatan moderasi beragama melalui penghayatan dan penjiwaan siswa pada lagu-lagu daerah (O Ina Ni Keke dan Kotamobagu Motompia), lagu-lagu nasional (Garuda Pancasila dan Tanah Airku) dan lagu-lagu bernuansa Islami (Al-I’tirof). Peneliti merasa penting untuk menganalisis pengaruh lagu-lagu tersebut sebagai refleksi dan evaluasi terhadap efektivitas program penguatan moderasi beragama. Peneliti menggunakan metode kuantatif dengan pendekatan survey pada 30 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa mendengarkan lagu-lagu daerah (O Ina Ni Keke dan Kotamobagu Motompia), lagu-lagu nasional (Garuda Pancasila dan Tanah Airku) dan lagu-lagu bernuansa Islami (Al-I’tirof) memberikan pengaruh yang kuat dan positif serta signifikan terhadap penguatan moderasi beragama siswa MTs N 2 Kotamobagu. Lagu-lagu tersebut membawa kabar moderasi beragama yang memberikan kontribusi sebesar 67,7 %. Hal ini menjelaskan bahwa semakin efektif penghayatan dan penjiwaan siswa pada lagu-lagu daerah (O Ina Ni Keke dan Kotamobagu Motompia), lagu-lagu nasional (Garuda Pancasila dan Tanah Airku) dan lagu-lagu bernuansa Islami (Al-I’tirof) maka semakin meningkat pemahaman dan semangat moderasi beragama siswa di MTs N 2 Kotamobagu.Kata kunci: Moderasi Beragama dan Lagu Moderas
PEMBAHARUAN HUKUM KEWARISAN DI DUNIA ISLAM (Studi terhadap radd dalam Fikih dan UU Hukum Keluarga di Mesir, Syiria, Sudan, dan Tunisia)
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pembaharuan hukum kewarisan di negara Islam yang berkaitan dengan radd. Metode utama yang dipakai untuk menghimpun data yang dibutuhkan penelitian ini adalah library Research dengan menggunakan sumber-sumber kepustakaan yang ada kaitannya dengan masalah pokok penelitian baik sumber primer maupun sumber sekunder. Sebagai sumber primer yang digunakan dalam melihat pembaharuan hukum kewarisan di dunia Islam adalah buku Tahir Mahmood, Personal Law in Islamic Countries, New Delhi: Times Press, 1987 dan Family Law Reform in The Muslim World, New Delhi: India Press, 1972 dan sebagai sumber sekunder adalah buku-buku yang berkaitang dengan kewarisan. Selanjutnta data dianalisis dengan menggunakan tekhnik content analysis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa empat negara yang menjadi kajian dalam tulisan ini telah melakukan pembaharuan hukum keluarga. Terkait dengan masalah kelebihan harta dalam kewarisan sementara ahli waris ashabah tidak ada untuk menghabiskan harta yang berlebih, yang ada hanya dzu al-furud termasuk suami istri, maka keempat negara menetapkan bahwa suami istri mendapatkan sisa harta walaupun ada negara yang menetapkan syarat-syarat tertentu. Mesir dan Syria mensyaratkan harus merekalah –suami atau istri- satu-satunya ahli waris yang ada, Sudan mensyaratkan apabila yang meninggal mempunyai keturunan yang tidak diketahu, sedangkan Tunisia tidak memberikan syarat apapun dalam arti sisa harta diberikan kepada seluruh ahli waris. Pembaharuan kewarisan dalam masalah radd yang dilakukan oleh keempat negara ini berbeda dengan mazhab fikih yang mereka anut. Oleh karena itu terlihat metode pembaharuan yang digunakan oleh keempat negara Islam ini adalah intra-doctrinal reform yaitu reformasi hukum keluarga Islam dengan mengambil pendapat lain selain dari mazhab utama yang mereka anut
Menjembatani Teknologi dan Syariah: Tinjauan Hukum Islam atas Monetisasi YouTube AdSense
Perkembangan platform digital seperti YouTube telah membuka peluang baru bagi individu untuk menghasilkan pendapatan melalui monetisasi konten. Namun, bagi content creator Muslim, praktik ini menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penghasilan dari Google AdSense melalui YouTube dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, studi ini mengkaji mekanisme kerja AdSense, mengidentifikasi isu-isu syariah yang muncul, dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara YouTuber dan Google AdSense dapat dikategorikan dalam akad syirkah abdan dan ju'alah, yang pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam. Namun, beberapa isu syariah perlu diperhatikan, terutama terkait konten iklan dan transparansi pembagian hasil. Pandangan ulama kontemporer cenderung membolehkan praktik ini dengan syarat dilakukan secara hati-hati dan memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa monetisasi YouTube melalui Google AdSense dapat menjadi peluang yang sah bagi content creator Muslim, selama dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap prinsip-prinsip syariah. Rekomendasi implementasi meliputi fokus pada konten halal dan bermanfaat, pengawasan aktif terhadap iklan, transparansi kepada audiens, diversifikasi pendapatan, dan edukasi berkelanjutan tentang perkembangan teknologi dan implikasinya terhadap hukum ekonomi syariah
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH PENGGERAK
Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui caramengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PendidikanAgama Islam dan Budi Pekerti di SDIT Harapan Bunda Manado, di mulai daricara penerapan Kurikulum Merdeka yang terdiri dari persiapan guru, carapelaksanaan dan cara penilaian, kemudian factor pendukung serta factorpenghambat dalam menerapkan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengambilobjek SDIT Harapan Bunda Manado. Teknik pengumpulan data dilakukanmelalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden dalam penelitian iniyaitu kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru Pendidikan Agama Islam.Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaranPendidikan Agama Islam terdiri dari 3 kegiatan yang pertama ada kegiatanpendahuluan lalu kegiatan inti dan di tutup dengan kegiatan penutup. Kemudianterdapat Adapun factor pendukung dari kurikulum Merdeka di SDIT HarapanBunda Manado yaitu Keunggulan SDIT Harapan Bunda Manado, Kegiatanpertemuan ( Pamong ) yang diselenggarakan setiap pekannya, serta peningkatankreativitas guru. Adapun factor penghambat dalam penerapannya yaitu kurangpelatihan yang dikhususkan untuk guru PAI, Kesibukan guru dikarenakanpadatnya kegiatan yang ada di SDIT Harapan Bunda Manado, Pembelajaranterdiferensiasi yang kurang maksimal, serta beberapa guru yang mindsetnyabeelum berubah, komposisi guru yang masih kurang, kemampuaj siswa yangberbeda-beda, serta kurangnya suport orang tua. dalam proses perencanaa
KONTRIBUSI SERTIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN BAHAN AJAR GURU PAI SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan tentang bagaimana konstribusi sertifikasi terhadap penguasaan bahan ajar guru pendiidkan agama Islam sekolah dasar di kota Manado. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian campuran dengan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mendapapatkan data melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, penyebaran isntrumen penelitian, dokumentasi, dan triangulasi. Penelitian ini juga melakukan analisis data dan pengecekan keabsahan data. Dari penelitian ini diperoleh penjelasan bahwa sertifikasi berkonstribusi terhadap guru pendidikan agama Islam Sekolah Dasar di Kota Manado yang telah berstatus PNS maupun Non PNS. Data ini sesuai dengan hasil uji variabel kostribusi sertifikasi yang menunjukan bahwa perhitungan angket variabel konstribusi sertifikasi mempunyai nilai rata-rata 4,82 untuk guru pendidikan agama Islam yang berstatus pegawai negeri sipil dan 4,55 untuk guru pendidikan agama Islam dengan status non pegawai negeri sipil. Kemudian pada bagian lain sertifikasi berkonstribusi terhadap penguasaan bahan ajar guru pendidikan agama Islam Sekolah Dasar di Kota Manado yang telah berstatus PNS maupun Non PNS. Data menunjukan keduanya berada pada level yang sama-sama menguasai bahan ajar guru. Namun keduanya memiliki perbedaan nilai rata-rata dari uji variabel penguasaan bahan ajar guru pendidikan agama Islam. Nilai rata-rata 4,17 untuk guru pendidikan agama Islam dengan status pegawai negeri sipil dan 4,32 untuk guru pendidikan agama Islam dengan status non pegawai negeri sipil. Kata kunci: konstribusi, sertifikasi, bahan ajar.
PENGARUH DEPRIVASI RELATIF MASYARAKAT TERHADAP INTENSI DISKRIMINASI PADA PEDAGANG ETNIS TIONGHOA DI KOTA MAKASSAR
ABSTRAKKehidupan sosial masyarakat tidak terlepas dari proses psikologis seperti perbandingan sosial, prasangka dan sterotip terhadap kelompok tertentu, hingga perilaku diskriminasi. Berbagai faktor memungkinkan individu untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok yang dianggap berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deprivasi relatif terhadap intensi untuk melakukan diskriminasi terhadap pedangan etnis Tionghoa di kota Makassar. Partisipan penelitian ini berjumlah 88 orang yang terdiri dari 27 laki-laki dan 61 perempuan. Hasil dari penyebaran self-report menunjukkan bahwa deprivasi relatif individu tidak berpengaruh terhadap intensi untuk melakukan diskriminasi. Deprivasi relatif salah satunya dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi individu di lingkungannya, sedangkan tindakan diskriminasi, khususnya terkait ras sangat kuat dipengaruhi oleh fenomena atau kejadian traumatis