IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    AKADEMIK HARDINESS TERHADAP STRES AKADEMIK SISWA

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh academic hardiness terhadap stres akademik pada siswa SMA Negeri 4 Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana terhadap 156 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala academic hardiness dan skala stres akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara academic hardiness dan stres akademik (r = −0,344; p < 0,05). Analisis regresi menghasilkan nilai R² sebesar 0,118 dengan F = 20,354 dan p < 0,05, yang menunjukkan bahwa academic hardiness berkontribusi sebesar 11,8% terhadap stres akademik. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima.Kata kunci: Akademik hardiness, stres akademi

    SOLIDARITAS MEKANIK KOMUNITAS TIONGHOA DAN JAWA DALAM MEMPERTAHANKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

    No full text
    Abstract: The nuances of Chinese customs and Javanese customs are very visible on a board that shows Chinese and Javanese writing (mandarin and ha na ca ra ka). Coexistence like this happened decades ago, when ethnic Chinese people came to Kediri and formed an area around the city center. Some even call it Cino Jowo (Javanese Chinese). Although they are of Chinese descent, they were born and lived in Java (Kediri). In general, there are two conditions for creating social interaction, namely, social contact and communication. The results of this study show that social solidarity and the first social interaction between ethnic Chinese and the Javanese people of Kediri City, especially in the area near the pier, occur in the form of labor. The Chinese employed the local community to help with their work, transporting and unloading the new ethnic Chinese goods from the Port of the Brantas River. This pattern of organic solidarity then spills over into mechanical solidarity. When social interaction between them increases, it indirectly fosters harmony between religious communities. Keywords: Social facts, Social solidarity, Inter-ethnic harmony Abstrak : Nuansa adat Tionghoa dan adat Jawa sangat terlihat di sebuah papan yang menunjukan tulisan Tionghoa dan Jawa (mandarin dan ha na ca ra ka). Hidup berdampingan seperti ini sudah terjadi puluhan tahun yang lalu, ketika masyarakat etnis Tionghoa datang ke Kediri dan membentuk wilayah di sekitar pusat kota. Bahkan ada yang menyebutnya Cino Jowo (Cina Jawa). Meskipun mereka keturunan Tionghoa, akan tetapi mereka lahir dan tinggal di Jawa (Kediri). Secara umum ada dua syarat untuk menciptakan interaksi sosial yaitu, pertama kontak sosial dan komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa solidaritas sosial dan interaksi sosial pertama kali antara etnis Tionghoa dengan Masyarakat Jawa Kota Kediri khususnya di wilayah dekat dermaga terjadi dalam bentuk tenaga kerja. Orang-orang Tionghoa mempekerjakan Masyarakat sekitar untuk membantu pekerjaanya, mengangkut serta membongkar dagangan etnis cina yang baru datang dari Pelabuhan Sungai Brantas. Dari pola solidaritas organic ini kemudian merembah ke solidaritas mekanik. Ketika interaksi sosial diantara mereka semakin meningkat, secara tidak langsung menumbuhan keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama. Kata Kunci: Fakta Sosial, Solidaritas Sosial, Kerukunan Antar Etni

    Enforcement Women in Cases of Nusyuz and Polygamy in the Perspective of Ali Abdul Halim Mahmud and its Relevance to Islamic Education (Study of Q.S. An-Nisa [4]: 127-130)

    No full text
    This paper discusses some of the provisions for dealing with women in nusyuz and polygamy. Data from Kompas.com shows that the divorce rate in 2022 will be the highest. The leading cause is not feeling love with her husband or his wife. This is what people often call nusyuz disagreement or indifference on the part of the husband and wife, but this verse only explains the husband. The problem in this paper is how surah An-Nisa [4]: 127-130 is contextualized with education in the book Tarbiyah Al-Islamiyah fi Surah An-Nisa by Ali Abdul Halim Mahmud. To get educational values and change people's views on the case of nusyuz and polygamy, the research method in this paper uses a literature study, namely, taking data from books, articles, and books. The analysis used is descriptive-analytical. The results of the writing of educational values explain that marital relationships must be reconciled well to obtain full rights. If a man wants polygamy, he should be fair, but fair treatment is challenging to apply because it has become human nature. If there is no peace in the marriage, it is permissible for you to separate in a good wa

    The Flexibility of Islamic Law in Responding to Climate Change Impacts on the Economy

    Full text link
    This study aims to examine the flexibility of Islamic law in addressing the economic impacts of climate change, focusing on applying relevant Sharia principles in mitigating and adapting to these global challenges. It also analyzes how religious fatwas, such as MUI Fatwa No. 86 of 2023, and approaches by religious organizations like Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah contribute to sustainable, Sharia-based solutions. This research employs a qualitative methodology with a juridical-normative approach. The primary sources include literature reviews of books, academic journals, religious fatwas, and official documents related to the flexibility of Islamic law, climate change impacts, and their economic implications. Data were analyzed to evaluate the relevance of Islamic law in providing adaptive solutions to contemporary issues. The findings reveal that the flexibility of Islamic law enables Sharia regulations to adapt to modern social and environmental conditions, including climate change. Principles such as maqasid al-shariah, maslahah mursalah, and usul al-fiqh have proven effective in supporting climate change mitigation and adaptation. Religious fatwas, such as MUI Fatwa No. 86 of 2023, along with the approaches of NU and Muhammadiyah, have significantly contributed to raising collective awareness and formulating environmental policies grounded in religious values. This study underscores the critical role of Islamic law in offering sustainable solutions that are both relevant and adaptive to the economic impacts of climate change

    Learning Based on Multicultural Values in Forming Students' Tolerant Character Through Citizenship Education

    No full text
    Learning Based on Multicultural Values in Forming Students' Tolerant Character Through Citizenship Education. Efforts to welcome a Golden Indonesia 2045 require the formation of good character from the young generation. Developing an attitude of religious moderation is one way that can be taken to create a generation that can compete on the world stage. Developing an attitude of religious moderation requires teachers' assistance, so teachers must be more innovative and creative in the learning process. This research aims to explain the role of teachers in fostering an attitude of religious moderation to face the challenges of an increasingly complex world. The research method used is a qualitative research approach that explores in-depth information. The location of this research was MI Manba'ul 'Ulum Buntaran. Data analysis was carried out using a data condensation model, which was carried out with data collection, data presentation, and conclusion. This research shows that MI Manba'ul 'Ulum students already know the concept of religious moderation in general. In practice, religious moderation has been implemented in this madrasah. Students carry out the application of an attitude of religious moderation through the habit of praying Duha, the habit of reading Surah Al-Waqi'ah every morning, P5 learning, personal approaches to students, studies delivered by preachers, the habit of always teaching an attitude of apology after making mistakes, and provide basic understandings of all religions in Indonesia

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENANGANAN PELANGGARAN KODE ETIK BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN ATAS STATUS PERKAWINAN SIRRI DI POLRES KOTAMOBAGU

    Full text link
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penanganan pelanggaran Kode Etik Bagi Anggota Kepolisian Atas Status Perkawinan Sirri di Polres Kotamobagu dan Menganalisa tinjuanan Hukum Islam Terhadap Perlawinan tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk penanganan pelanggaran kode etik pada status perkawinan sirri bagi anggota kepolisian pada Polres Kotamobagu ialah dengan cara merespon berbagai laporan terkait dengan perkawinan sirri tersebut. Setelah diterimanya laporan pihak penyidik melakukan pemanggilan dan membentuk tim mediasi untuk melakukan perdamaian. Jika mediasi dianggap tidak berhasil maka langkah selanjutnya ialah melakukan penyelidikan untuk mendapatkan sebuah kebenaran atas laporan tersebutdengan menghadirkan para saksi dan berbagai barang bukti serta membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Langkah selanjutnya yaitu membuat jadwal persidangan yang dalam sidang tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kotamobagu selaku Ankum. Setelah dilakukan persidangan dan terbukti terlapor telah melakukan maka saat itu pula dijatuhkan hukuman. Adapun jenis sanksi disiplin yang dijatuhkan pada inisial X yaitu jenis sanksi berat berupa mutasi dan tidak diberikan jabatan dalam struktural organisasi serta penundaan gaji berkala selama 2 periode. Hasil putusan pada hukuman disiplin tersebut dapat dijadikan rekomendasi isteri untuk melanjutkan proses perceraian di pengadilan. Namun jika istri tidak merasa puas atas putusan Ankum tersebut maka dapat membawa kasus ini keranah hukum pidana sebagaimana dalam KUHP Pasal 279. Sedangkan tinjauan hukum Islam terkait status perkawinan sirri yang dilakukan oleh anggota kepolisian pada Polres Kotamobagu dianggap sah menurut agama karena pelaksanaan perkawinan tersebut telah mengikuti syariat dan ketentuan agama. Meskipun secara negara tidak sah karena perkawinannya tidak dicatatkan pada pejabat pencatat nikah (PPN).Kata Kunci: Hukum Islam, Kode Etik, Perkawinan Sirri

    Enforcement of Underage Marriage Law in Luwu Regency, South Sulawesi

    Full text link
    This study aims to examine the enforcement of underage marriage laws in Luwu Regency. This descriptive qualitative study uses a normative-empirical approach to interview, observation, and documentation methods. The results show that the reality of underage marriages in Luwu Regency is influenced by weak public awareness, lack of serious government supervision or education, and factors such as free association, tradition, family economic background, and patriarchal views. Underage marriage practices based on cultural reasons are subject to a criminal penalty of up to 9 years as outlined in Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes, Article 10, Paragraph (1) and (2). The enforcement of underage marriage follows the legal framework of Law No. 16 of 2019, considering the minimum marriage age, and the Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 regarding guidelines for adjudicating marriage dispensation requests. Substantively, underage marriage, from a traditional perspective, aims to preserve lineage rather than prioritize material concerns

    GREEN-DEEN IN THE QUR'AN: A STUDY OF TAFSIR AL-IBRīZ THE WORK OF BISRI MUSTHOFA

    No full text
    Abstract: Environmental damage in Indonesia is very critical so that it needs to be handled through various approaches, one of which is through reunderstanding religious texts. This article examined Bisri Musthofa's interpretation of the ecological verses in Tafsīr al-Ibrīz by exploring the concept of green-deen contained in it. This research was qualitative research by using content analysis methods with green-deen concept of Ibrahim Abdul Matin as an approach. This research found that the concept of green-deen in the book of Tafsīr al-Ibrīz includes four things: First, Allah Ta’ala dewe kang mengerani lan nguwasani alam kabeh iki, God as the owner of the whole nature and only God has dominion over it; Second, sejatine kedadiane langit bumi saisine, gulir gumantine bengi lan rino iku kabeh dadi tondo tumerap wong-wong kang podo anduweni akal nuduhake kekuasaane Allah Ta’ala, the whole creation of natures and everythings that happen in it are signs of Allah that shows God's power over the intelligent. Third, Allah Ta’ala manggonake marang siro kabeh ana ing bumine Allah Ta’ala, Allah appointed man as a khalīfah and placed them on earth to serve, take care and guard His earth. Fourth, Embo’iyo umat-umat sakduruunge sira kabeh iku ono kang anduweni agomo, kang gelem nyegah sangking nggawe kerusakan ana ing bumi, people of any religion are obliged to prevent destructions happen on Allah's earth.Keywords: Ecology; Green-Deen; Ulama Nusantara; InterpretationAbstrak: Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia sudah sangat kritis sehingga dibutuhkan penanganan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui pemahaman ulang teks keagamaan. Artikel ini mengkaji penafsiran Bisri Musthofa terhadap ayat-ayat ekologi dalam kitab Tafsīr al-Ibrīz dengan menggali konsep green-deen yang ada di dalamnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis data (content analysis) dengan menggunakan konsep green-deen Ibrahim Abdul Matin sebagai pendekatan. Penelitian menemukan bahwa konsep green-deen dalam kitab tafsir al-Ibrīz meliputi empat hal; Pertama, Allah Ta’ala dewe kang mengerani lan nguwasani alam kabeh iki, Allah sebagai pemilik alam seisinya dan hanya Allah yang berkuasa atasnya; Kedua, sejatine kedadiane langit bumi saisine, gulir gumantine bengi lan rino iku kabeh dadi tondo tumerap wong-wong kang podo anduweni akal nuduhake kekuasaane Allah Ta’ala, penciptaan alam seisinya serta segala yang terjadi di dalamnya adalah ayat Allah yang menunjukkan kekuasaan Allah bagi orang berakal. Ketiga, Allah Ta’ala manggonake marang siro kabeh ana ing bumine Allah Ta’ala, Allah menunjuk manusia sebagai khalīfah yang ditempatkan di bumi untuk melayani, mengurus dan menjaga bumi Allah SWT. Keempat, Embo’iyo umat-umat sakduruunge sira kabeh iku ono kang anduweni agomo, kang gelem nyegah sangking nggawe kerusakan ana ing bumi, manusia yang beragama haruslah mencegah terjadinya kerusakan di bumi Allah.Kata Kunci: Ekologi; Green-Deen; Nusantara’s Ulama; Tafsi

    Project Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak di MTs An-Nur Kalawat

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang implementasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis project-based learning dalam meningkatkan hasil belajar di MTs An-Nur Kalawat. Tujuan dari penelitian yakni mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran PjBL pada mata pelajaran Akidah Akhlak dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.  Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas VII dengan jumlah peserta didik sebanyak 24 orang pada semester 2 tahun pelajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data menggunakan test bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik, diakhir siklus dilakukan penilaian menggunakan lembar hasil belajar serta lembar observasi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi Asmaul Husna dan Akhlak Tercela Kepada Allah swt (Riya dan Nifaq). Teknik analisis data terbagi atas data kuantitatif yakni hasil belajar, dan data kualitatif yakni hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada tahap pra siklus persentase ketuntasan belajar klasikal sebanyak 25% (6 orang), kemudian meningkat pada siklus I sebanyak 50% (12 orang) dan pada siklus II mencapai 92% (22 orang). Penerapan PjBL juga dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran seperti pemecahan masalah, kerjasama, kreatifitas, dan kemampuan untuk berbicara didepan orang banyak melalui kegiatan presentasi.Kata kunci:     Project Based Learning, Akidah Akhlak, Hasil Belajar, Aktivitas Peserta didi

    Optimizing Access to Justice Through the Prodeo and Sidang Keliling in Boroko Religious Court

    Full text link
    This study evaluates the effectiveness of implementing the Prodeo and Sidang Keliling at the Boroko Religious Court in PERMA No. 1 of 2014. The research method used is qualitative with a juridical-empirical approach, including data collection through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results showed that implementing the two programs significantly increased access to justice for the underprivileged. However, fluctuations were found in the realization of annual cases, highlighting the need for budget adjustments and more effective socialization strategies. The discussion emphasized the importance of adapting legal services to the needs of local communities and integrating the provider approach into the broader justice system. The conclusion of this study suggests that with improved management and socialization, the Prodeo and Sidang keliling can continue to effectively support the principles of social justice and broader access to legal services. The implications of this study lead to policy recommendations to optimize resource allocation and socialization strategies in the Indonesian judicial system, especially in the Boroko Religious Court

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇