IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
    878 research outputs found

    Digital Political Branding: Instagram Strategy of Regional Head Candidates for Electoral Success in Indonesia 2024

    No full text
    This research examines the transformation of political communication strategies in the digital era, specifically the use of Instagram by Tegal Regency's candidate Regents in the 2024 Regional Election. The high social media penetration in Indonesia, with 97% of Instagram users actively interacting, creates new opportunities and challenges in regional-level political communication. The research aims to analyze the digital personal branding strategies and political communication effectiveness of both candidates through Instagram. The research method employs a descriptive qualitative approach with social media content analysis using Nvivo 12 Pro, focusing on Instagram accounts @bimasakti19 and @ischak.mr during the September-October 2024 period. Research findings show significant strategy differences between the two candidates: @bimasakti19 implements an interactive approach with consistent hashtag #LOKENPANKAYAKIEBAE and actively reposts community support, while @ischak.mr focuses on field activity documentation and direct interaction. Word cloud analysis reveals the dominance of keywords related to public service and local issues. In conclusion, Instagram has become a vital instrument in local political communication transformation, creating a more dynamic dialogue space between candidates and voters, although still requiring balance between digital branding strategy and political message authenticity

    OPTIMALISASI MANAJEMEN SARANA PRASARANA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD ISLAM TERPADU HARAPAN BUNDA MANADO

    Full text link
    penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang efektif dalam meningkatkan mutu Pendidikan di SD IT Harapan Bunda Manado, serta menganalisis faktor penghambat dan solusi yang memengaruhi mutu Pendidikan di SD IT Harapan Bunda manado. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi pendukung data-data penelitian. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan narasumber utama dan narasumber pendukung, kemudian menganalisis data yang telah terkumpul dan melakukan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana di SD IT Harapan Bunda Manado meliputi perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan pengawasan. Optimalisasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SD IT Harapan Bunda Manado dengan melakukan pengadaan fasilitas pembelajaran serta penggunaan, penataan, pemeliharaan sarana dan prasarana secara optimal. Optimalisasi manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan cukup optimal, karena masih terdapat kekurangan. Kelebihan dari optimalisasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran yaitu: 1) memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, 2) memudahkan peserta didik dalam memahami materi, 3) memudahkan dalam mengakses informasi pendidikan, 4) meningkatkan minat baca peserta didik, 5) menanamkan jiwa anti korupsi sejak dini, 6) memudahkan dalam ulangan, 7) mengembangkan bakat peserta didik, 8) memudahkan dalam pelaksanaan praktikum, 9) mengembangkan psikomotorik peserta didik, 10) lingkungan kelas maupun luar kelas yang selalu bersih, 11) suasana kelas yang selalu kondusif dan nyaman, dan 12) meminimalisir biaya perawatan. Adapun kekurangan dari optimalisasi manajemen sarana dan prasarana yaitu: ruang kelas yang belum memadai sehingga beberapa ruangan lain dipotimalkan untuk dijadikan ruang kelas dan belum tersedianya gudang penyimpanan sarana dan prasarana belajar sehingga penataannya masih tidak beraturan

    POLITIK SEBAGAI JALAN PRAKTIK TASAWUF: TELAAH TERHADAP KONSEP ASFAR AL-ARBA’AH MULLA SHADRA

    No full text
    Abstract: This research aims to find out politics as a way of practicing Sufism based on the concept of asfar al-arba'ah Mulla Shadra. The research method used is qualitative research with a literature study approach, namely by examining or interpreting written material about the concept of asfar al-arba'ah. The results showed that the concept of four journeys (asfar al-arba'ah) Mulla Shadra consists of: the journey from being to God; second, the journey in the [names of] God with God; third, the journey from God to being with God; fourth, the journey in being with God. Mulla Shadra places the fourth spiritual journey as a political journey. The substance of politics is understood as a conscious effort to uncover the realities and regulations that dominate conscious activity and lead human collective life to the desired destiny. This view necessitates the necessity of regulation for society to sustain a harmonious life through submission to God. Submission to God means submission to the rules and traditions of the sunnah, including prophetic inevitability. Therefore, Mulla Shadra understands that the purpose of the mission of the prophets is the improvement of religion and the human world through philosophical and political management.Keywords: Mulla Shadra, Sufism, Politics, Asfar al-Arba'ahAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik sebagai jalan praktik tasawuf berdasarkan konsep asfar al-arba’ah Mulla Shadra. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatis dengan pendekatan studi pustaka yakni dengan mengkaji atau menginterpretasi bahan tertulis tentang konsep asfar al-arba’ah. Hasil penelitian menujukkan bahwa konsep empat perjalanan (asfar al-arba’ah) Mulla Shadra terdiri atas: perjalanan dari makhluk menuju Tuhan ; kedua, perjalanan di dalam [asma-asma] Tuhan bersama Tuhan; ketiga, perjalanan dari Tuhan menuju makhluk bersama Tuhan; keempat, perjalanan di dalam makhluk bersama Tuhan. Mulla Shadra menempatkan perjalanan ruhani keempat sebagai perjalanan politik. Substansi politik dimaknai sebagai upaya sadar menyingkap realitas dan regulasi yang mendominasi aktivitas sadar dan menggiring kehidupan kolektif manusia kepada takdir yang diinginkan. Pandangan ini meniscayakan kemestian regulasi bagi masyarakat untuk melangsungkan kehidupan yang harmoni melalui ketundukan pada Tuhan. Tunduk pada Tuhan berarti tunduk pada aturan dan tradisi sunnah, termasuk keniscayaan kenabian. Karenanya Mulla Shadra memahami bahwa tujuan misi dari para nabi adalah sebagai perbaikan agama dan dunia manusia melalui manajemen filosofis dan politik.Kata Kunci: Mulla Shadra, Tasawuf, Politik, Asfar al-Arba’a

    Mandatori Halal: Potensi, Kendala dan Dampak bagi Pengembangan Industri Halal di Kota Jayapura

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pengembangan industri halal yang didasarkan pada potensi, kendala dan dampak. Mandatori halal, yaitu kewajiban sertifikasi halal yang diberlakukan kepada seluruh pelaku usaha sesuai dengan ketentuan Pasal 4 Undang-undang No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Selama ini hanya sebagian dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jayapura yang bersertifikat halal. Kewajiban sertifikasi halal akan membantu mengembangkan industri halal di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penahapan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman sampai dengan tahun 2024 (Pasal 140 Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal). Potensi tersebut meliputi adanya sertifikasi halal gratis, self declare (ikrar halal) dan banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang dilakukan oleh mama-mama Papua. Kendala sertifikasi halal meliputi beralihnya kewenangan dari Majelis Ulama Indonesia kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, kurangnya pemahanan pentingnya label halal dan penguasaan penggunaan perangkat elektronik. Dampak dari mandatori halal akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, pengembangan usaha, dan membantu pencapaian program pemerintah

    Implementasi Nilai-Nilai Kedisiplinan Tanpa Kekerasan Dalam Konsep Sekolah Ramah Anak

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang implementasi nilai-nilai kedisiplinan tanpa kekerasan dalam konsep sekolah ramah anak. Kajian ini dilatar belakangi oleh permasalahan dunia pendidikan dalam tindakan kedisipinan disertai kekerasan yang terjadi pada Lembaga formal. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan bagaimana Nilai-nilai kedisiplinan tanpa kekerasan? Dan Bagaimana implementasi nilai-nilai kedisiplinan tanpa kekerasan dalam konsep sekolah ramah anak? Permasalahan tersebut dibahas dengan menggunakan metode kepustakaan (library research), yang sumbernya dari literatur primer yaitu panduan sekolah ramah anak oleh Asrorun Ni’am Sholeh dan menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menjelaskan bagaimana implementasi nilai-nilai kedisiplinan tanpa kekerasan berdasarkan panduan sekolah ramah anak.Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai disiplin dapat di bagi menjadi: Peraturan, hukuman, pennghargaan dan konsisten. Dari keempat tersebut, dapat menjadi acuan dalam pengembangan potensi anak terhadap etika, moral dan motivasinya. Sehingga penerapan tersebut dapat menghilangkan tindak kekerasan yang terjadi dilingkungan Pendidikan.Kesimpulannya, nilai-nilai kedisiplinan terdiri atas taat pada peraturan, menghindari hukuman, menghargai keadaan dan waktu serta menerima konsekuensi terhadap apa yang telah dilakukan. Konsep sekolah ramah anak menawarkan prinsip-prinsip subtantif dalam memaksimalkan nilai-nilai kedisiplinan tersebut untuk meminimalisir sampai dengan menghilangkan potensi kekerasan yang akan terjadi.Kata kunci: Kedisiplinan, Tanpa Kekerasan, Ramah Anak

    Transforming Islamic Education: The Role of Bu Nyai in Madurese Pesantren Leadership

    Full text link
    This study examines the role of Bu Nyai Nusantara (BNN) in transforming Islamic education within pesantren (Islamic boarding schools) in Madura, Indonesia. Utilizing a qualitative, phenomenological approach, the research explores the challenges faced by female leaders in traditionally male-dominated institutions, the strategies they employ to navigate and transform gender roles, and their unique contributions to Islamic education and broader societal change. The study draws on theories of women's educational leadership, particularly the model proposed by Grogan and Shakeshaft (2010), and Islamic feminism to analyze the experiences of Bu Nyai. Data was collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis across four districts in Madura. The findings reveal that Bu Nyai faces multifaceted challenges stemming from cultural norms, religious interpretations, and societal expectations. However, they have developed innovative strategies, including pursuing higher education, embracing technology, and building collaborative networks, to overcome these obstacles. The research highlights Bu Nyai's significant contributions to modernizing Islamic education, redefining religious authority, and advancing gender equality. Their leadership approach aligns with Grogan and Shakeshaft's five dimensions: leadership for change, instructional leadership, spiritual leadership, relational leadership, and balanced leadership. This study contributes to the understanding of women's leadership in religious educational contexts and demonstrates how educational leadership theories can be applied and adapted in diverse cultural settings. The findings have implications for educational policies and practices in Islamic institutions and provide insights into the potential of women's leadership as a catalyst for social change in traditional religious contexts

    Optimizing the Roles of Posbakum and Islamic Organizations in Medan City for Child Victims of School Violence

    Full text link
    This research relates to optimizing the role of Medan City Islamic Organization legal aid posts in providing legal assistance to child victims of school violence. It is a socio-empirical legal study in the category of sociological-empirical research using a qualitative approach. The research focuses on social and legal phenomena in society, specifically the role of Islamic mass organization legal aid posts in Medan City in providing legal assistance to child victims of school violence. Data were collected through interviews with the Medan City Islamic Organization Posbakum and analysis of Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, as well as from legal materials providing explanations of primary legal materials obtained through literature studies related to the research problem. The research results show that the implementation of the Aisyiyah Legal Aid Post (Posbakum) in the North Sumatra region can help provide legal assistance for child victims of school violence by offering consultation, legal aid, and advocacy. However, to provide more optimal legal assistance, efforts are still needed to improve the quality and quantity of resources owned by Posbakum Aisyiyah. Furthermore, the active role of all parties, especially the government and society, is crucial to support the optimization of Posbakum Aisyiyah's implementation and enhance legal protection for child victims of school violence

    PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PRODUKTIF DI BAZNAS KOTA KOTAMOBAGU DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT

    No full text
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemberdayaan zakat produktif di Baznas Kota Kotamobagu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang–orang dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa zakat produktif DI Baznas Kota Kotamobagu telah berjalan dengan baik. Alokasi jumlah penyaluran dana ZIS pada bidang ekonomi terus meningkat setiap tahunnya, dari sebesar Rp 22.800.000 pada 2019, naik menjadi Rp 30.950.000 pada 2020, lalu naik lagi menjadi Rp 37.940.000 pada 2021. Lonjakan penyaluran terbesar bidang ekonomi tampak di 2022, yang naik hamprr dua kali lipat menjadi Rp 67.475.000. Dengan makin besarnya porsi alokasi penyaluran dana zakat produktif di bidang ekonomi ini, imbasnya semakin menambah banyak jumlah penerima manfaat zakat produktif di Kota Kotamobagu yang bisa dibantu. Hasil dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha penerima bantuan dana zakat produktif ini adalah bertambahnya omset dan income harian mereka, serta terbukanya kesempatan untuk mengembangkan produk olahan dari yang semula hanya satu atau dua jenis produk, kini telah bertambah menjadi empat hingga lima jenis produk. Diversifikasi produk ini juga sangat membantu mendorong peningkatan omset dan penghasilan mereka, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha selaku mustahik. Kata Kunci : Zakat Produktif. Ekonomi Masyarakat, Baznas Kota Kotamobagu

    Chill to Thrill: How Ice-breaking Transforms TOEFL Preparation and Student Engagement

    Full text link
    This research explores students' roles and perceptions towards ice-breaking activities in the context of TOEFL preparation classes at one of the universities in East Java. The research employed a qualitative approach with data analysis conducted using NVivo 12. The study involved 20 TOEFL preparation class students who actively participated in ice-breaking activities. The research instruments used were observation and semi-structured interviews to collect data on student perceptions of ice-breaking. Data analysis was carried out by identifying thought patterns that emerged from student responses to the ice-breaking activity. The research results show that ice-breaking activities effectively create a livelier and more interactive classroom atmosphere, increase students' active participation, and reduce anxiety often experienced when preparing for the TOEFL test. In addition, the active role of mentors in facilitating these activities has proven to be very important in creating a supportive and inclusive learning environment. In-depth observations also revealed that ice-breaking strengthens social interaction and collaboration between students, increasing their understanding of the material being taught. Future researchers should explore the long-term impact of ice-breaking on students' academic performance in the TOEFL test.Keywords: Ice-breaking, Student perception, TOEFL preparatio

    Adapting Islamic Education to Society 5.0: Perspectives on Opportunities and Challenges

    Full text link
    In the Society 5.0 era, which is marked by the integration of digital technology and human life, Islamic Education Institutions are faced with unique opportunities and challenges. This article reviews the opportunities and challenges of Islamic education institutions in the era of society 5.0. Then the roles and strategies carried out in overcoming this. Through a literature approach, this article presents an overview of the opportunities for Islamic educational institutions in the era of society 5.0. However, this article also identifies challenges that must be overcome by Islamic educational institutions in the era of society 5.0. By paying attention to these opportunities and challenges, Islamic Education Institutions can play a role and take strategic steps to remain existing and relevant to produce a generation that is able to compete in the era of society 5.0. The results of the first research are 5 opportunities that can be achieved by each Islamic education institution. First, providing wider access to education, second, relevant curriculum development, third, innovative learning, fourth, connection with the real world, and fifth, transformation of the role of educators. The results of the second research are 8 challenges for Islamic educational institutions in the era of society 5.0. Firstly, Islamic education must strictly adhere to educational norms and ethics that do not depart from the legal basis on which it is built, namely the Al-Qur'an and Hadith.Second, Islamic educational institutions adapt to the rise of the industrial market. Third, religious populism and identity politics, fourth, changes in roles and skills, and fifth, technology and accessibility gaps. Sixth, there are changes to the curriculum in learning, seventh, digital security and ethics. Finally, eighth, there is a change in the assessment evaluation

    549

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇