Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
    4316 research outputs found

    Kepribadian, Ketidaksadaran Kajian Kepribadian Ketidaksadaran Kolektif Tokoh Tooru Dalam Film Ai Uta: Yakusoku No Nakuhito Karya Taisuke Kawamura: Kajian Kepribadian Ketidaksadaran Kolektif Tokoh Tooru Dalam Film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito

    No full text
    Abstract This article aims to explain the personality-forming factors of Tooru’s character based on one of the personality structures, namely collective unconscious containing two archetypes in the film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito. the data collection technique was done by listening and rcording the dialogue between characters. The data analysis technique is done by classifying the data in the form of dialogue and expressions between characters. Informal methods are used to present the results of data analysis. The theory used is Carl Gustav Jung’s psychoanalytic theory. From the results of the study through the two data found, it describes that Tooru character experiences shadow archetypes when scolding Tatsuya, and persona archetypes whwn trying to calm his mother and himself.   Keywords: Personality; collective unconscious; film Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk menjelaskan faktor pembentuk kepribadian tokoh Tooru berdasarkan struktur kepribadian ketidaksadaran kolektif yang memuat dua arketip yang terdapat dalam film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak dan mencatat dialog antar tokoh. Teknik analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan data berupa dialog dan ekspresi antar tokoh. Metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data. Teori yang digunakan adalah psiko analitik milik Carl Gustav Jung. Dari hasil penelitian melalui dua data yang ditemukan, mendeskripsikan  bahwa tokoh Tooru mengalami arketip shadow (bayangan) ketika memarahi Tatsuya, dan arketip persona ketika berusaha menenangkan ibunya dan dirinya sendiri.   Kata Kunci: Film; kepribadian;ketidaksadaran kolekti

    Studi Performansi Algoritma Perencanaan Jalur Berbasis Informed Rapidly-exploring Random Tree Star

    Get PDF
    Path planning is an important aspect in robotics, allowing a robot to reach its destination safely and efficiently. The Informed Rapidly-exploring Random Tree Star (Informed RRT*) algorithm has become one of the popular path planning methods due to its efficiency and ability to handle complex workspaces. Since its introduction in 2014, various variants of Informed RRT have been developed to improve its performance. However, there has been no comprehensive study comparing the performance of these variants. This research aims to conduct a comparative study of the performance of several Informed RRT variants in solving path planning problems. The algorithms compared are APF-IRRT, BI-RRT, Informed RRT* + DWA, Informed RRT*-Connect, Informed RRT*-PSO, MI-RRT-Connect, and Informed RRT* with wrapping** procedure. Algorithm performance is evaluated based on computation time and path length metrics. Experiments were conducted on various path planning scenarios with different complexities. The results show that certain Informed RRT variants perform better than others in different metrics. APF-IRRT and Informed RRT-Connect* generally have faster computation time, Informed RRT-PSO* and Informed RRT with wrapping procedure produce smoother paths. This research provides a better understanding of the strengths and weaknesses of Informed RRT variants, enabling the selection of appropriate algorithms for specific path planning applications.Perencanaan jalur merupakan aspek penting dalam robotika, memungkinkan robot untuk mencapai tujuannya dengan aman dan efisien. Algoritma Informed Rapidly-exploring Random Tree Star (Informed RRT*) telah menjadi salah satu metode perencanaan jalur yang populer karena efisiensinya dan kemampuannya menangani ruang kerja yang kompleks. Sejak diperkenalkan pada tahun 2014, berbagai varian Informed RRT telah dikembangkan untuk meningkatkan performanya. Namun, belum ada studi komprehensif yang membandingkan kinerja varian-varian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan kinerja beberapa varian Informed RRT dalam menyelesaikan masalah perencanaan jalur. Algoritma yang dibandingkan adalah APF-IRRT, BI-RRT, Informed RRT* + DWA, Informed RRT*-Connect, Informed RRT*-PSO, MI-RRT-Connect, dan Informed RRT* dengan prosedur wrapping. Kinerja algoritma dievaluasi berdasarkan metrik waktu komputasi dan panjang jalur. Eksperimen dilakukan pada berbagai skenario perencanaan jalur dengan kompleksitas yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian Informed RRT tertentu menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain dalam metrik yang berbeda. APF-IRRT dan Informed RRT-Connect* umumnya memiliki waktu komputasi yang lebih cepat, Informed RRT-PSO* dan Informed RRT dengan prosedur wrapping menghasilkan jalur yang lebih halus. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kekuatan dan kelemahan varian Informed RRT, sehingga memungkinkan pemilihan algoritma yang tepat untuk aplikasi perencanaan jalur yang spesifik

    ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL PADA DIE CASTING MOLD DI PT XYZ: Pengendalian kualitas; Statistical Quality Control; Die casting mold

    Get PDF
    Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat mendorong perusahaan untuk memiliki kemampuan dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan produk sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan. Agar operasional perusahaan berjalan dengan efisien dan efektif, penting bagi perusahaan untuk melaksanakan pengendalian kualitas dengan tujuan mengurangi jumlah produk cacat atau yang tidak memenuhi persyaratan. PT XYZ beroperasi dalam sektor manufaktur dan menghasilkan berbagai jenis produk termasuk Shop Floor Gauge, Precision Parts, Clamping Tools, Cutting Tools, Mould & Dies, serta Jig and Fixtures. Dalam proses produksinya, produk die casting mold menunjukkan tingkat kecacatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kategori produk lain seperti single part, jig, dan mold plastik. Untuk mengatasi situasi ini, penelitian ini akan menerapkan metode Statistical Quality Control (SQC) dengan memanfaatkan tujuh alat analisis (seven tools), termasuk di dalamnya diagram alir proses, check sheet, histogram, diagram pareto, cause and effect diagram, scatter diagram, dan peta kendali. Dalam konteks tiga jenis cacat yaitu mold cacat visual, diameter mold salah hole, dan mold kurang cutting, ditemukan bahwa cacat terbesar terjadi pada mold cacat visual dengan total 386 unit atau sekitar 46%. Untuk mengurangi tingkat cacat pada produk die casting mold, telah diajukan saran perbaikan berdasarkan beberapa faktor, termasuk kondisi lingkungan, kinerja mesin, efektivitas manusia, dan metode yang digunakan dalam pemeriksaan die casting mold

    Do Global Factors Drive Herd Behavior in Asymmetric: Evidence from Indonesia, Malaysia, and Thailand

    Get PDF
    The occurrence of several crises in recent decades has led to significant uncertainty in the capital market, potentially fostering tendencies for herd behavior. This conduct may manifest in situations of asymmetry when the market experiences varying conditions (market up and down). Herd behavior in asymmetric can be driven by a variety of global influences, such as the Federal Funds Rate and the world oil price. The aim of this research is to investigate whether herd behavior exists under asymmetric conditions, and to explore the influence of global factors on such behavior within the manufacturing sectors listed in the capital markets of Indonesia, Malaysia, and Thailand using daily closing stock price information from January 2015 to December 2022. This research utilizes a cross-sectional dispersion methodology and incorporates a dummy variable within the standard model to accomplish its research objective. The findings denote that asymmetric herding tendencies are evident solely among manufacturing firms listed on the Indonesian stock market during downturns, contrasting with the absence of such behavior in Malaysia and Thailand during market fluctuations. In Indonesia, global factors do not play a significant role in prompting asymmetric herding, whereas in Malaysia and Thailand, are more influenced by the Federal Funds Rate. Keywords: Asymmetric Herding; Market Up and Down; Federal Funds Rate; World Oil Price; Cross-Sectional Dispersio

    STRATEGI VISUAL PROMOSI LELANG KANTOR PELAYANAN UTAMA BEA DAN CUKAI TIPE A TANJUNG PRIOK

    Get PDF
    The Tanjung Priok Type A Customs and Excise Main Service Office has an annual auction activity agenda. In 2021 the Tanjung Priok Type A Customs and Excise Main Service Office has successfully held 18 auction activities, of these 18 auction activities were able to increase state income by 43 billion rupiah. Realizing the large potential value of state revenue from auction activities, the Tanjung Priok type A main customs and excise service office uses visual content via Instagram social media as a promotional medium for auction activities. By optimizing promotional activities on Instagram social media, it is hoped that it will be able to increase state revenue in auction sector that exceeded previous years. Researchers are interested in dissecting the application of visual strategies contained in the promotion of auction activities in the application of visual elements of illustration, visual elements of color, layout, typography, design processes and the rationale for choosing these strategies, using qualitative methods, with data collection techniques using observation, interviews and documentation, as well as using theories to strengthen analysis. From the results of data analysis, the author obtained the results of choosing a visual strategy and the rationale for choosing this strategy to help promotional activities carried out on Instagram media with the main aim of attracting the audience to be part of the success of the auction activities being held.    Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok mempunyai agenda kegiatan lelang tahunan, Pada tahun 2021 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok telah berhasil menyelenggarakan 18 kegiatan lelang, dari 18 kegiatan lelang tersebut mampu menambah pendapatan negara sebesar 43 Milyar rupiah. Menyadari besarnya nilai potensi penerimaan negara pada kegiatan lelang tersebut, kantor pelayanan utama bea dan cukai tipe a tanjung priok menggunakan konten visual melalui media sosial Instagram sebagai media promosi kegiatan lelang, dengan optimalisasi kegiatan promosi yang ada pada media sosial instagram diharapkan mampu menambah pendapatan negara pada sektor lelang yang melebihi tahun-tahun sebelumnya. Peneliti tertarik untuk membedah penerapan strategi visual yang terdapat pada promosi kegiatan lelang dalam penerapan elemen visual ilustrasi, elemen visual warna, layout, tipografi, proses perancangan serta dasar pemikiran dipilihnya strategi tersebut, dengan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunkan teori-teori untuk memperkuat analisis. Dari hasil analisis data, penulis memperoleh hasil pemilihan strategi visual dan dasar pemikiran dari dipilihnya strategi tersebut guna membantu kegiatan promosi yang dilakukan pada media Instagram dengan tujuan utama menarik audience untuk menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan lelang yang diadakan.         &nbsp

    PLEA BERGAINING SYSTEM SEBAGAI PENYELESAIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI INDONESIA: Plea Bergaining System As Solution Of Narcotics Crime In Indonesia

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya angka kasus narkotika yang membebani sistem peradilan pidana, serta perlunya solusi efektif untuk mengurangi penumpukan perkara dan memberikan keadilan yang lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, menganalisis penerapan sistem plea bargaining dalam tindak pidana narkotika dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, kedua, menganalisis manfaat dan tantangan yang dihadapi penerapan sistem plea bargaining dalam tindak pidana narkotika dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, analisis peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem plea bargaining dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain mempercepat proses peradilan, mengurangi biaya operasional, dan mengurangi beban penjara. Namun, tantangan yang signifikan juga teridentifikasi, seperti potensi pelanggaran hak-hak terdakwa, risiko manipulasi, dan kesenjangan dalam penerapan hukum. Selain itu, regulasi yang jelas dan mekanisme pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk menghindari penyalahgunaan sistem ini. Berdasarkan hal tersebut, maka pentingnya pembaruan hukum yang komprehensif untuk mengakomodasi sistem plea bargaining, pelatihan khusus bagi aparat penegak hukum, serta sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan prosedur plea bargaining. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang tepat untuk implementasi sistem plea bargaining guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelesaian tindak pidana narkotika di Indonesia

    Pengaruh Pencahayaan Pada Ruang Ganti Terhadap Persepsi Calon Pembeli di Toko Fashion

    Get PDF
    The process of changing room on fashion products at a retailer that sells products is an important process in determining purchasing decisions. When trying on clothes, potential buyers will make sure whether to buy or not the product they are wearing by considering various factors, and most importantly how the product fits or not. When trying in the dressing room, the interior elements that can affect humans are related to the size of the room, mirrors, interior materials and lighting in the dressing room. Of these several factors, lighting is one of the important factors that can influence perception and can have a certain effect on product appearance. The quality of lighting that needs to be understood is the intensity of the light and the color of the light. In connection with the color temperaturof light that can affect the appearance of the product used and also affect the original color of the product, it is necessary to pay attention to which color temperaturof light is best used in the dressing room of fashion products on the perception of prospective buyers so that they feel appropriate, add to the attractiveness of the product so that strengthen purchase decisions.   Keywords: color temperature, lighting design, fashion, product, dressing roomProses mencoba pakaian atau produk fashion di sebuah retail yang menjual produk merupakan sebuah proses yang penting dalam menentukan keputusan pembelian. Saat mencoba pakaian, calon pembeli akan memastikan apakah akan membeli atau tidak produk yang dipakai dengan mempertimbangkan berbagai faktor, dan yang terutama bagaimana produk tersebut sesuai atau tidak. Pada saat mencoba di ruang ganti, elemen interior yang dapat mempengaruhi manusia sebagai calon pembeli yang menggunakan ruangan berkaitan dengan besaran ruang, cermin, material interior dan pencahayaan di dalam ruang ganti. Dari beberapa faktor tersebut, pencahayaan menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi persepsi serta dapat memberi efek tertentu pada tampilan produk. Kualitas pencahayaan yang perlu dipahami adalah intensitas cahaya dan warna cahaya. Berkaitan dengan temperatur warna cahaya dapat mempengaruhi tampilan produk yang dipakai dan juga mempengaruhi warna asli dari produk tersebut, maka perlu diperhatikan temperatur warna cahaya mana yang paling baik digunakan pada ruang ganti produk fashion terhadap persepsi calon pembeli agar merasa sesuai, menambahkan daya tarik produk sehingga memperkuat keputusan pembelian.   Kata Kunci: temperatur warna, desain tata cahaya, fashion, produk, ruang ganti &nbsp

    Pengaruh Generasi Milenial Terhadap Experience Pengunjung pada Smart Banking Lounge: The Influence of the Millennial Generation on Visitor Experience in Smart Banking Lounge.

    Get PDF
    Millennial generation, as technology-savvy users, possesses unique consumer preferences, openness to innovation, and demands for a comfortable and efficient user experience. Despite the advancements in digital banking technology, an increasing number of customers are reluctant to visit physical banks, resulting in a decline in visitor numbers. Therefore, this research aims to provide an understanding of the dynamics of the relationship between the millennial generation and visitor experiences in Smart Banking Lounges. The research methodology applied is a comparative descriptive method with an Omni-channel approach, where all channels are integrated to deliver the best experience to visitors. Data is obtained through literature studies on banking in Indonesia, digital banking, requirements for digital banking media in physical banks, banking activities, and the millennial generation. In the discussion, the research identifies the influence of the millennial generation on Smart Banking Lounges, including high technology skills, preferences for efficiency and speed, as well as the desire for personalized experiences and social engagement. This research provides valuable insights for the banking industry in designing and enhancing Smart Banking Lounges to be more responsive to the preferences and expectations of the millennial generation, thereby improving competitiveness and overall banking service quality.Generasi millenial, sebagai pengguna yang terbiasa dengan teknologi, memiliki preferensi konsumen yang unik, terbuka terhadap inovasi, dan menuntut pengalaman pengguna yang nyaman dan efisien. Meskipun perkembangan teknologi digital banking, semakin banyak nasabah yang enggan datang langsung ke bank fisik, menurunkan jumlah pengunjung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dinamika hubungan antara generasi millenial dan pengalaman pengunjung pada Smart Banking Lounge. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskripsi komparatif dengan pendekatan Omni-channel, di mana semua saluran terintegrasi untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pengunjung. Data diperoleh melalui studi literatur mengenai perbankan di Indonesia, digital banking, persyaratan media digital banking pada bank fisik, aktivitas perbankan, dan generasi millenial. Dalam pembahasan, penelitian mengidentifikasi pengaruh generasi millenial terhadap Smart Banking Lounge, termasuk keterampilan teknologi tinggi, preferensi efisiensi dan kecepatan, serta keinginan akan pengalaman personalisasi dan keterlibatan sosial. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi industri perbankan dalam merancang dan meningkatkan Smart Banking Lounge agar lebih responsif terhadap preferensi dan harapan generasi millenial, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan kualitas layanan perbankan secara keseluruha

    Deep Learning for Sea Turtle Classification: A Bibliometric Analysis Using VOSviewer

    Get PDF
    Deep learning in the context of sea turtles constitutes a significant area of exploration within marine science. Consequently, the aim of this study is to perform a bibliometric analysis focusing on the subject of sea turtle deep learning, leveraging mapping analysis through the utilization of VOSviewer software. For this research, we employed a bibliometric and descriptive quantitative approach. The data was acquired by conducting a search on Google Scholar using the keyword "Sea Turtle Deep Learning," which yielded a total of 880 articles published between 2018 and 2023. Notably, only 19 of these articles were directly relevant to the research topic. The findings underscore the diversity of research outcomes in the realm of sea turtle deep learning over this time span. In conclusion, this investigation underscores the significance of conducting bibliometric analyses, particularly within the domain of sea turtle deep learning, and serves as a valuable reference for future research endeavours in defining research theme

    Interactive Triangular Global Model (ITGM) to Bridge Knowledge of Parents Towards Their Special Needs Children to Mitigate Communication Gap: Interactive Triangular Global Model to Bridge Knowledge of Parents

    Get PDF
    With the ageing of population, the rate of disability is increasing. Its types are many including ‘hard of hearing’. In majority of the countries, they are considered as social liability by their own family on one hand, and by the society on the other. Now-a-days particularly in the developing countries, it is challenging for them to get suitable education and employment opportunities due to various reasons including social stigma, lack of facilities and lack of awareness, particularly among parents. In modern era, technology has played an important role in improving their quality of life. In this regard, parent knowledge and support play crucial role. Systematic literature review is adopted for this study. Based on findings and expertise of researcher, ITGM model is suggested. Findings suggest that due to lack of knowledge of their parents towards sign language and lack of awareness towards their needs. Further, there is no standard sign language system on global platform. In addition, expressions lack in sign language due to missing gap of grammar. Researchers suggest a global model, and recommend Higher Education Institutions, Educationists, NGOs, and Parents alongside policy makers to establish training courses for parents. With special regard to sign language, a global model suggested by the researchers should be further strengthened by funding agencies

    3,888

    full texts

    4,316

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇