Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
4316 research outputs found
Sort by
Women’s Language Style of Understanding Used in Pitch Perfect Movie.
The title of this article is Women’s Language Style of Understanding Used in Pitch Perfect Movie. The article focuses on the language style used by women in movies, specifically understanding, and the function of understanding applied in the movies. This article uses Tannen\u27s theory about women\u27s language style of understanding that was presented by the main characters in Pitch Perfect movies as the data, also the function of understanding that using Holmes’s theory. This study discusses the language style that is used by women in movies, especially understanding, and also the function of understanding applied in the movies. This article used the movie script of Pitch Perfect movie as the main data, and findings showed that women characters often show their understanding towards each other. The data was collected using documentation and note-taking methods from the script and movie website. The study uses the descriptive qualitative method to analyze the types of women’s language styles and their functions. The results are presented in a descriptive way. The result found three (3) findings on women\u27s language style of understanding. The language function used to express understanding were expressive and directive. The women characters in the movie used verbal and nonverbal communication to express their understanding toward each other. This study provides insights into how women use language to express their emotions and the different functions of the language they use to communicate with others.
Keywords: Women’s Language Styles, Language Function, Understanding, Movi
Analisis Komparatif Model Pembelajaran Mesin Untuk Memprediksi Hipertensi Ke Dalam Empat Kelas Berdasarkan JNC 8
Teknologi pembelajaran mesin telah muncul sebagai alat untuk memprediksi hipertensi dengan algoritma seperti Random Forest, Support Vector Machine (SVM), Gradient Boosting, dan XGBoost. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya mengkategorikan hipertensi menjadi dua kelompok berdasarkan ketentuan World Health Organization (WHO), yaitu normal dan hipertensi, yang kurang memberikan informasi rinci untuk penatalaksanaan optimal. Laporan kedelapan dari Joint National Committee 8 (JNC 8) memperkenalkan klasifikasi yang lebih rinci ke dalam empat kelas: normal, prehipertensi, hipertensi stadium 1, dan hipertensi stadium 2, yang memungkinkan penilaian risiko yang lebih spesifik dan personal. Digunakan dua dataset yang berbeda untuk mengevaluasi kinerja model, yaitu dataset dengan atribut faktor risiko yang mudah dikumpulkan (easy-to-collect), dan dataset dengan tambahan atribut biokimia berupa gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Pendekatan langsung dan tidak langsung juga diterapkan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja model. Validasi internal dan eksternal digunakan untuk mengevaluasi kinerja model, dimana pada validasi internal digunakan 10-fold cross validation. Hasil menunjukkan bahwa penambahan atribut biokimia secara signifikan meningkatkan kinerja model pembelajaran mesin dalam hal akurasi, precision, recall, specificity, F1-score, dan AUC. Pendekatan tidak langsung menunjukkan peningkatan nilai akurasi model, meski disertai dengan penurunan nilai AUC. Kinerja terbaik didapatkan oleh algortima XGBoost, dimana validasi internal dan eksternal menunjukkan nilai akurasi tertinggi dengan menggunakan pendekatan tidak langsung sebesar 86,38% dan 80.22%, sedangkan AUC tertinggi didapatkan dengan pendekatan langsung dengan nilai sebesar 97.25% dan 94.54%.
Kata kunci— Faktor risiko, hipertensi, klasifikasi multi kelas, pembelajaran mesin
ANALISIS PENTINGNYA PERAN ETIKA BISNIS DALAM MENCEGAH FRAUD KEUANGAN DI INDONESIA
ABSTRACT
This study aims to analyze the effect of implementing business ethics in preventing financial fraud in Indonesia. The method used is literature review, which includes identification, assessment, analysis, and summary of relevant literature. This study focuses on cases of illegal tin mining in Indonesia involving unscrupulous businessmen and officials of large mining companies. This illegal activity is facilitated through the issuance of fake documents to give the impression of legality. Revenues from these activities are disguised as Corporate Social Responsibility (CSR) fund allocations, although they are actually used to enrich certain individuals. The impacts of these activities are significant, including severe environmental damage and hundreds of trillions of rupiah in state losses. The results of this study emphasize the importance of implementing business ethics to prevent corruption and similar illegal practices. With strong business ethics, companies can protect natural resources, support environmental sustainability and ensure public trust in transparent economic activity. These results can be used as a reference to formulate strategic policies to prevent corrupt practices in various sectors.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan etika bisnis dalam mencegah fraud keuangan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literatur review, yang mencakup identifikasi, penilaian, analisis, dan rangkuman literatur relevan. Studi ini berfokus pada kasus penambangan timah ilegal di Indonesia yang melibatkan oknum pengusaha dan pejabat perusahaan tambang besar. Aktivitas ilegal ini difasilitasi melalui penerbitan dokumen palsu untuk memberikan kesan legalitas. Pendapatan dari aktivitas tersebut disamarkan sebagai alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR), meskipun sebenarnya digunakan untuk memperkaya individu tertentu. Dampak dari aktivitas ini sangat signifikan, mencakup kerusakan lingkungan yang parah serta kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan etika bisnis untuk mencegah korupsi dan praktik ilegal serupa. Dengan etika bisnis yang kuat, perusahaan dapat melindungi sumber daya alam, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan memastikan kepercayaan publik terhadap aktivitas ekonomi yang transparan. Hasil ini dapat dijadikan referensi untuk merumuskan kebijakan strategis dalam mencegah praktik korupsi di berbagai sektor
Women’s Language Features Used by The Female Main Character on It Ends with Us Novel
This study entitled Women’s Language Feature Used by The Female Main Character on It Ends Us novel aims to explore the women’s language features and the function that was used by the female main character, Lily Bloom from Colleen Hoover’s Novel ‘It Ends with Us.’ A documentation method was applied as the method of collecting data, to analyze the data, a descriptive qualitative was applied, formal method used to present the analysis. The female lead character\u27s conversation in the movie "It Ends with Us" was used as the source for the study\u27s data. Additionally, the data were categorized and analyzed in accordance with various types of women\u27s language as described in Lakoff\u27s theory (1973). and the function of its feature was analyzed based on the theory of women’s language function by Pearson (1985) The findings of this study, from 10 language features, only 7 language features that used by the female main character, there are lexical hedge, tag question, empty adjectives, intensifiers, super polite forms, avoiding super strong swear words and empathic stress. In addition, there were four functions of women’s language found in this study such as to express uncertainty, to get response, to express a feeling and to soften an utterance.
Keywords: Language Features, Main Character, Nove
Kualitas Perpustakaan Digital Berdasarkan ISO 25010
Di era digitalisasi seperti saat ini, sangat dibutuhkan aplikasi yang dapat digunakan dalam mempermudah segala hal seperti pada bidang pendidikan yang memerlukan adanya perpustakaan digital yang dapat mempermudah berbagai kalangan khususnya guru dan siswa dalam mendapat informasi dan membaca informasi terbaru dari buku. Perpustakaan digital dapat berupa aplikasi desktop, website, dan juga android. SMK Darul Mustofa adalah salah satu SMK di Kabupaten Bangkalan yang baru saja menerapkan penggunaan perpustakaan digital berbasis website untuk membantu pengelolaan data perpustakaan dan memberikan kemudahan dalam mencari sumber bacaan secara elektronik. Namun, perpustakaan digital ini belum dievaluasi agar website yang telah dibuat dapat sesuai dengan standar ISO pada umumnya. Pendekatan kuantitatif deskriptif dipilih sebagai metode penelitian untuk melakukan evaluasi dalam melakukan pengujian kualitas dari perpustakaan digital SMK Darul Mustofa dengan model ISO 25010. Penelitian ini menghasilkan kualitas website berdasarkan 4 aspek pengujian standar internasional ISO 25010 yaitu functional suitability, performance efficiency, portability, dan usability. Hasil pengujian pada aspek functional suitability menunjukkan bahwa perpustakaan digital dinyatakan 100% sangat baik dari semua fungsi yang disediakan. Perpustakaan digital mempunyai rata-rata kecepatan waktu respon sangat baik yaitu 1,017s pada pengujian aspek performance efficiency. Perpustakaan digital dinyatakan 100% sangat baik ketika diujikan menggunakan 3 browser berbeda pada pengujian portability. Pengujian terakhir yaitu usability, perpustakaan digital dinyatakan 95% sangat layak untuk dioperasikan di sekolah setelah dilakukan pengujian dengan 20 subjek uji coba
Klasterisasi Negara Dunia Berdasarkan Data Sosioekonomi dan Demografi Tahun 2023 dengan PCA dan K-Means
The development of social, economic, and demographic factors is an important indicator for assessing the progress of a country. These factors reflect the quality of life, economic conditions, and population dynamics that can influence policies and development planning. Therefore, to better understand a country\u27s conditions, it is important to cluster countries based on similar characteristics in these various aspects. The purpose of this study is to identify clusters of countries worldwide based on the analysis of socio-economic and demographic data for 2023 using Principal Component Analysis (PCA) and K-Means Clustering methods. This analysis examines the relationship between GDP, birth rate, death rate, population, and CO2 emissions. The results reveal three clusters with distinct characteristics. Cluster 0 shows high GDP with low infant mortality and controlled CO2 emissions. Cluster 1 shows lower GDP, high infant mortality, and challenges in the health and economic sectors. Cluster 2, which includes countries like China, India, and the US, has high GDP but faces high CO2 emission issues. These findings indicate the need for integrated policies to improve global well-being by considering economic, health, and environmental factors in a sustainable manner.Perkembangan sosial, ekonomi, dan demografi merupakan indikator penting untuk menilai kemajuan suatu negara. Faktor-faktor ini mencerminkan kondisi kehidupan masyarakat, kualitas ekonomi, dan dinamika populasi yang dapat mempengaruhi kebijakan dan perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, untuk memahami kondisi negara secara lebih mendalam, penting untuk mengelompokkan negara-negara berdasarkan karakteristik serupa dalam berbagai aspek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi klaster negara-negara di dunia berdasarkan analisis data sosio-ekonomi dan demografi tahun 2023 menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) dan K-Means Clustering. Analisis ini dilakukan dengan memeriksa hubungan antara GDP, tingkat kelahiran, tingkat kematian, populasi, dan emisi CO2. Hasil analisis mengungkapkan terdapat tiga klaster dengan silhouette score. Cluster 0 menunjukkan GDP yang tinggi dengan angka kematian bayi rendah dan emisi CO2 yang terkendali. Cluster 1 menunjukkan GDP yang lebih rendah, angka kematian bayi tinggi, dan tantangan dalam sektor kesehatan dan ekonomi. Cluster 2, yang mencakup negara-negara seperti China, India, dan AS, memiliki GDP tinggi tetapi menghadapi masalah emisi CO2 yang tinggi. Hasil ini mengindikasikan perlunya kebijakan yang terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan global dengan memperhatikan faktor ekonomi, kesehatan, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sistem Monitoring Kapasitas dan Kualitas Air dengan Metode SWAT (Smart Water Meter) menggunakan Protokol Lora berbasis IoT
Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau biasa disebut Pamsimas merupakan program pemerintah, Pamsimas Tirta Abadi di Desa Rangimulya Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal dengan jumlah penduduk sekitar 3104 Jiwa, Pamsimas Tirta Abadi memiliki 120 pelanggan dan keberadaan Pamsimas sangat penting bagi masyarakat. Dalam menghitung penggunaan air bersih pengelola Pamsimas masih menggunakan meteran air analog, banyak potensi kesalahan dalam pencatatan penggunaan air. Penerapan IoT bisa menjadi solusi, sensor yang memungkinkan untuk menghitung penggunaan air adalah sensor waterflow dipadukan dengan ESP32 dan modul LoRa. dari beberapa teknologi tersebut dibangun sebuah sistem meteran air cerdas atau smart water meter dengan tujuan meningkatkan pelayanan dan pendapatan. Metode pada smart water meter ini membaca kondisi air dengan penggunaan sensor, sensor waterflow membaca nilai kubikasi dengan konstanta 9,5 dengan nilai 5,9 dari uji pembacaan air 1 Liter, nilai baca 4.00 pada sensor PH memiliki nilai pH mulai dari 0 hingga 7, sensor turbidity mendeteksi tingkat kejernihan / kekeruhan yang diperoleh Sensor Turbidity Output (v): 4.42 dengan NTU: 0.52. GPS sensor mengirimkan latitude dan longitude pada gateway untuk melihat titik pelanggan, Data semua sensor yang terbaca dikirim dari node kepaa gateway dengan modul lora pada frekuensi 915E6 dan ditampilkan pada interface berbasis website menggunakan modul internet ESP32.
Kata Kunci: PAMSIMAS, IoT, Lora, waterflow, PH, Turbidity, GPSPenyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau biasa disebut Pamsimas merupakan program pemerintah, Pamsimas Tirta Abadi di Desa Rangimulya Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal dengan jumlah penduduk sekitar 3104 Jiwa, Pamsimas Tirta Abadi memiliki 120 pelanggan dan keberadaan Pamsimas sangat penting bagi masyarakat. Dalam menghitung penggunaan air bersih pengelola Pamsimas masih menggunakan meteran air analog, banyak potensi kesalahan dalam pencatatan penggunaan air. Penerapan IoT bisa menjadi solusi, sensor yang memungkinkan untuk menghitung penggunaan air adalah sensor waterflow dipadukan dengan ESP32 dan modul LoRa. dari beberapa teknologi tersebut dibangun sebuah sistem meteran air cerdas atau smart water meter dengan tujuan meningkatkan pelayanan dan pendapatan. Metode pada smart water meter ini membaca kondisi air dengan penggunaan sensor, sensor waterflow membaca nilai kubikasi dengan konstanta 9,5 dengan nilai 5,9 dari uji pembacaan air 1 Liter, nilai baca 4.00 pada sensor PH memiliki nilai pH mulai dari 0 hingga 7, sensor turbidity mendeteksi tingkat kejernihan / kekeruhan yang diperoleh Sensor Turbidity Output (v): 4.42 dengan NTU: 0.52. GPS sensor mengirimkan latitude dan longitude pada gateway untuk melihat titik pelanggan, Data semua sensor yang terbaca dikirim dari node kepaa gateway dengan modul lora pada frekuensi 915E6 dan ditampilkan pada interface berbasis website menggunakan modul internet ESP32.
Kata Kunci: PAMSIMAS, IoT, Lora, waterflow, PH, Turbidity, GP
Implementasi Knowledge Management Pelestarian dan Pengembangan Seni dan Budaya Tradisional
The preservation and development of traditional arts and culture are vital to maintaining the cultural identity of a nation. However, with rapid advancements in technology and modern times, efforts to preserve traditional arts and culture face challenges in terms of information accessibility, documentation, and intergenerational collaboration. This research aims to develop a web-based knowledge management system as a solution for preserving and advancing traditional arts and culture in Indonesia. The system was developed using the Rapid Application Development (RAD) methodology, which enables rapid and responsive system development tailored to user needs. RAD consists of several key stages: requirements planning, prototype design, iterative construction, and final implementation, involving direct user feedback to incrementally refine the system. System evaluation was conducted using surveys and interviews to gather feedback from users. The primary features of the system include digital documentation, information access, and user discussion forums designed to enhance public understanding and awareness of traditional arts and culture. The results of this research demonstrate that the web-based system can serve as an effective solution for documenting, managing, and disseminating information related to traditional arts and culture. With this system, broader intergenerational collaboration is expected to be achieved, further strengthening the role of society in preserving traditional arts and culture as an invaluable heritag
Model Perencanaan Dan Penganggaran Dana Desa Dalam Akselerasi Sustainable Development Goals Desa
In 2020, the Government issued the SDGs Desa program with 18 goals whose funding is supported by the village fund. The urgency of this research is to find a model of village fund planning and budgeting in accelerating the achievement of the SDGs Desa program in Sumbermulyo Village, Bantul, DI Yogyakarta. The planning and budgeting of the village fund by the Sumbermulyo Village Government is interesting to be researched to formulate a village fund planning and budgeting model based on the acceleration of the SDGs Desa program. This study used a qualitative descriptive method. Data was collected through observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The research data was analyzed to described the used of village fund, the implementation of the SDGs Desa program and formulate a village fund planning and budgeting model in accelerating the achievement of the SDGs Desa program. The result of this study is that the planning and budgeting of the village fund in Sumbermulyo is carried out with a governance centripetal model, in addition to using a technocratic approach to planning and budgeting the village fund because it is also based on the mandate of Permendesa PDTT No.21/2020.Tahun 2020, Pemerintah mengeluarkan program SDGs Desa dengan 18 tujuan yang pendanaannya didukung dari dana desa. Urgensi penelitian ini adalah untuk menemukan model perencanaan dan penganggaran dana desa dalam mengakselerasi pencapaian program SDGs Desa di Desa Sumbermulyo, Bantul, DI Yogyakarta. Perencanaan dan penganggaran dana desa oleh Pemerintah Desa Sumbermulyo menarik diteliti untuk memformulasikan model perencanaan dan penganggaran dana desa berbasis pada akselerasi program SDGs Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta Focus Group Discussion (FGD). Data penelitian dianalisis untuk mendeskripsikan penggunaan dana desa, implementasi program SDGs Desa dan memformulasikan model perencanaan dan penganggaran dana desa dalam akselerasi pencapaian program SDGs Desa. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan dan penganggaran dana desa di Sumbermulyo dilakukan dengan model governance sentripetal, selain itu juga menggunakan pendekatan teknokratis dalam perencanaan dan penganggaran dana desanya karena juga berbasis pada mandat Permendesa PDTT No.21/2020
Kekuatan Simbolis Medusa: Netnografi Sosial Media X dalam Cyber Budaya Perjuangan Korban Sexual Assaults
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekuatan simbolis Medusa dalam ruang digital sebagai representasi perlawanan korban kekerasan seksual melalui pendekatan netnografi pada media sosial X dengan fokus pada tagar #MeToo. Medusa, dalam mitologi Yunani, merupakan sosok perempuan yang dikutuk. Namun, dalam konteks cyber budaya kontemporer, sosok ini direpresentasikan ulang sebagai ikon perjuangan, keberanian, dan pembalikan makna terhadap trauma. Metode yang digunakan adalah netnografi, yaitu observasi dan interpretasi terhadap interaksi dan konten digital yang bersifat publik dan simbolik. Data diambil dari akun pengguna visual, dan ekspresi naratif yang mengandung muatan simbolik dan emosional yang menjadi media bagi penyintas untuk meredefinisi posisi mereka dari objek penderita menjadi subjek perlawanan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi digital, budaya internet tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi ladang kritik sosial di mana netizen berkumpul untuk membongkar sistem ketidakadilan, patriarki, dan ketimpangan kuasa. Praktik berbagi testimoni di media sosial seperti X dengan tagar #MeToo mendorong cara baru untuk advokasi publik, menggunakan jaringan digital empati dan solidaritas daripada lembaga resmi. Ini menimbulkan efek viral yang menjangkau orang dan institusi sosial yang sudah lama tidak mau berubah. khususnya dalam pemahaman terhadap hubungan antara simbolisme, trauma, dan budaya partisipatif di ruang maya. kekuatan, keadilan, dan keberanian dalam menghadapi kekerasan seksual secara transnasional dan lintas platform digital.
Kata Kunci: Medusa, Netnografi, Sexual AssaultsPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekuatan simbolis Medusa dalam ruang digital sebagai representasi perlawanan korban kekerasan seksual melalui pendekatan netnografi pada media sosial X dengan fokus pada tagar #MeToo. Medusa, dalam mitologi Yunani, merupakan sosok perempuan yang dikutuk. Namun, dalam konteks cyber budaya kontemporer, sosok ini direpresentasikan ulang sebagai ikon perjuangan, keberanian, dan pembalikan makna terhadap trauma. Metode yang digunakan adalah netnografi, yaitu observasi dan interpretasi terhadap interaksi dan konten digital yang bersifat publik dan simbolik. Data diambil dari empat akun pengguna visual, dan ekspresi naratif yang mengandung muatan simbolik dan emosional yang menjadi media bagi penyintas untuk meredefinisi posisi mereka dari objek penderita menjadi subjek perlawanan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi digital, khususnya dalam pemahaman terhadap hubungan antara simbolisme, trauma, dan budaya partisipatif di ruang maya. kekuatan, keadilan, dan keberanian dalam menghadapi kekerasan seksual secara transnasional dan lintas platform digital