OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA TERHADAP HEHAMILAN DI USIA DINI DI SMA ADISUCIPTO TAHUN 2023

    Full text link
    Kehamilan Usia Dini adalah kehamilan yang berlaku pada wanita kurang dari 11-19 tahun.Setiap tahun diperkirakan sekitar 16 juta anak remaja sudah melahirkan. Di Kalimantan Barat sendiri sebanyak usia 15-19 tahun remaja yang sudah pernah melahirkan dan yang sedang mengandung anak pertama sebesar 9,5 persen dengan rincian 7,0 persen sudah pernah melahirkan dan 2,5 persen sedang mengandung anak pertama. Tujuan penelitian untuk mengetahtabelui Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap  Remaja Terhadap Kehamilan Di Usia Dini Di SMA Adisucipto Kubu Raya Pontianak 2022. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah semua siswa siswi SMA Adisucipto yang berjumlah 37 responden. Hasil penelitian terhadap 37 responden didapatkan sebagian besar dari responden yaitu yang memiliki pengetahuan kurang dengan kategori tidak mendukung yaitu sebagian dari responden yaitu 25 orang (67,4%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup dengan kategori mendukung yaitu sangat sedikit dari responden yaitu 12 orang (37,4%).hasil analiss uji Chi Square kehamilan di usia dini dengan nilai p-value 0,01 dan nilai alpha sebesar 0,05, hal ini dapat disimpulkan bahwa p-value < nilai alpha, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap remaja di SMA adisucipto terhadap kehamilan di usia dini. Kesimpulan menyatakan ada hubungan signifikan antara pengetahua dengan sikap remaja di SMA adisucipto terhaadap kehamilan di usia dini. Saran untuk tempat penelitian dapat digunakan sebagai sumber data dan referensi untuk pembelajaran dan dijadikan sebagai data acuan untuk menambah wawasan siswa-siswi tentang kehamilan di usia dini

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMALKESEHATAN PADA IBU HAMILDI KABUPATEN KETAPANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2022

    Full text link
    Latar Belakang: Standar Pelayanan Minimal kesehatan ibu hamil merupakan urusan wajib Pemerintah Daerah dalam memenuhi hak setiap ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kehamilan yang bermutu  baik dari segi kuantitas (K6) dan kualitas (K4). Target SPM kesehatan ibu hamil adalah 100%, RPJMN (2021) menargetkan 85%, sedangkan capaian di Kabupaten Ketapang adalah 69,5%. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian standar minimal pelayanan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Ketapang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskritif analitik dengan pendekatan kualitatif, dan data dikumpulkan di 4 Puskesmas. Enam belas informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan analisis Creswell, dan data diolah mengunakan aplikasi NVIVO 12 plus.  Hasil: Ketenagaan bidan sudah cukup namun pada pendistrubusiannya belum merata. Jenjang pendidikan bidan yang memberi pelayanan kehamilan D-III/D-IV. Hampir seluruh bidan mengikuti pelatihan Midwifery Update dan Ante Natal Terpadu serta memiliki pengetahuan tentang K4 dan K6.  Sumber dana sweeping K4 dari BOK. Sarana dan Prasarana sebagian besar layak namun masih ada desa belum ada Poskesdes. Sebagian besar poskesdes tidak memiliki alat kesehatan yang lengkap. Faktor lainya yang dominan adalah sosial budaya dan pelayanan pemeriksaan kehamilan yang tidak dilaporkan ke Puskesmas.  Simpulan: rendahnya SPM dikarenakan rendahnya promosi pelayanan antenatal K4 kepada masyarakat

    PENGARUH PEMBERDAYAAN KADER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI TETANUS DIFTERI PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KUBU RAYA

    Full text link
    Jangkauan imunisasi Tetanus difteri bagi ibu hamil masih jauh dari harapan meskipun program telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pemberian imunisasi Tetanus Difteri pada ibu hamil di Puskesmas Kakap Kabupaten Kubu Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental dengan rancangan pre – posttest with control group. Uji analisis yang digunakan yaitu wilcoxon test dan Mc Nemar test untuk data berpasangan sedangkan untuk data tidak berpasangan yaitu Mann whitney test dan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pemberdayaan kader dengan p value = 0.004, namun tidak ada pengaruh terhadap pengetahuan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p = 0,452. Tidak terdapat peningkatan sikap ibu hamil dengan p value = 0.10 dan tidak ada pengaruh pada sikap antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p = 0,747. Terjadi peningkatan perilaku pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mendapat pemberdayaan melalui pendampingan kader sehingga pemberdayaan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku responden dengan p value = 0.000 dan terdapat pengaruh pada perilaku responden yang mendapat pemberdayaan kader dalam melakukan imunisasi tetanus difteri dengan nilai p = 0,010 dibandingkan responden yang tidak mendapat pemberdayaan kader &nbsp

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DENGAN KESEDIAAN MENGIKUTI VAKSIN COVID-19 DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN TAHUN 2022

    Full text link
    Latar belakang : Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd imunity). Jumlah ibu hamil yang sudah mendapatkan vaksin sebanyak 30.000 orang atau mencapai 0,01% dari target ibu hamil sebanyak 11 juta lebih. Diwilayah Puskesmas Sungai Durian jumlah ibu hamil sebanyak 2.092 orang, cakupan vaksinasi COVID-19 baru mencapai 110 ibu hamil atau 5% dari yang di targetkan artinya masih terdapat 1.982 orang ibu hamil. Gangguan cemas merupakan salah satu gangguan psikiatri pada ibu hamil. Tujuan penelitian : untuk mengetahui “Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dengan Kesediaan Mengikuti Vaksin Covid-19 Di Puskesmas Sunga Durian Tahun 2022â€. Metode penelitian : menggunakan jenis penelitian metode analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, populasi yaitu semua ibu hamil yang belum di vaksin covid-19 yang usia kehamilannya 13-33 minggu yang melakukan ANC di bulan 27 aplil-7 mei berjumlah 37 ibu hamil, dan sampel berjumlah 37 ibu hamil. Sampling dalam penelitian ini yaitu Non Probability, dan analisis menggunakan metode purposive sampling. Hasil :  penelitian pada 37 responden ibu hamil usia kehamilan 13-33 minggu yaitu sebagian besar responden yaitu 26 (70,3%) responden mengalami kecemasan berat, sangat sedikit dari responden yaitu 2 (5,4%) responden mengalami kecemasan ringan. Sebagian dari responden ibu hamil yaitu 20 (54%) responden menyatakan tidak bersedia mengikuti vaksin covid-19. Kesimpulan : berdasarkan hasil uji statistic diperoleh nilai p value 0,340 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan tingkat kecemasan dengan kesediaan mengikuti vaksin covid-19 di Puskesmas Sungai Durian Tahun 2022. Saran : diharapkan Puskesmas Sungai Durian dapat lebih aktif memberikan penyuluhan kesehatan tentang vaksin covid-19 bagi ibu hamil terutama diusia kehamilan 13-33 minggu

    ANALISIS DETERMINAN STATUS GIZI ANAK KELAS 5 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 53 KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2022

    Full text link
    Masalah gizi yang terjadi pada anak usia sekolah di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (Kemenkes RI, 2017) didapatkan status gizi anak umur 5-12 tahun menurut (IMT/U) yaitu prevalensi kurus 10,9%, 3,4% sangat kurus dan 7,5% kurus. Hasil studi pendahuluan didapatkan 2 anak dengan status gizi kurus, 1 orang kegemukan dan 1 orang obesitas. Tujuan penelitian ini “ Menganalisis Determinan Status Gizi Anak kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri 53 Kabupaten Kubu Raya Tahun 2022â€. Metode Penelitian deskriptif korelatif dan pendekatan cross secational. Populasi Anak Kelas 5 SD berjumlah 75 orang dan sampel 63 orang analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 40 anak (63,5%) berjenis kelamin laki-laki, 48 anak (76,2%) memiliki pola makan teratur, 39 anak  (62%) dengan asupan nutrisi lengkap, 41 anak (65%) kebiasaan jajan aktif, 42 anak (67%) dengan status ekonomi orang tua kurang baik  dan 46 anak (73 %) memiliki status gizi abnormal. Hasil uji Statistik ditemukan ada hubungan antara variabel pola makan (p 0,017), asupan nutrisi (p  0,020), kebiasaan jajan (p 0,000) dengan status gizi anak. Tidak ditemukan hubungan antara variabel status ekonomi (p 0.482) dan jenis kelamin (1.000) dengan status gizi anak. Kesimpulan ada hubungan antara pola makan, asupan nutrisi dan kebiasaan jajan dengan status gizi anak kelas 5 SDN 53. Disarankan bagi pihak sekolah bekerjasama dengan Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang pola makan, asupan nutrisi dan mendemonstrasikan cara menyediakan makanan dengan zat gizi cukup kepada orang tua serta melakukan pemantauan status gizi secara rutin pada anak sebagai bentuk deteksi dini masalah gizi.&nbsp

    HUBUNGAN PEMBERIAN TABLET FE DAN KALSIUM DENGAN PENURUNAN NYERI DISMINORE PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK TAHUN 2021

    Full text link
    Disminore merupakan aliran bulanan yang menyakitkan atau tidak normal yang disebabkan oleh kontraksi otot perut yang terjadi secara terus menerus saat mengeluarkan darah. Ada beberapa factor penyebab disminore salah satunya adalah asupan nutrisi yaitu kalsium dan zat besi. Menurut WHO pada tahun 2012 di dapatkan 1.769.425 jiwa (90%) wanita mengalami disminore, 10-15 % diantara mengalami disminore berat. dimana angka kejadian disminore primer disetiap negara dilaporkan lebih dari 50%. Angka kejadian nyeri haid atau disminore di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara yang mengalami disminore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hunbungan pemberian tablet fe dan kalsium dengan penurunan nyeri disminore pada mahasiswi Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan croos sectional kepada 31 mahasiswi yang mengalami disminore. Subjek peneltian diberikan tablet Fe yang di konsumsi satu minggu sekali selama satu bulan dan suplemen kalisum di mulai dari hari ke 15 sampai menjelang menstruasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar dari responden mengkomsumsi tablet fed an kalsium dengan tepat yaitu 20 responden (64,5%) dan sebnayak 18 responden (58%) mengalami disminore ringan, hasil p value = 1000 yang berarti tidak ada hubungan. Kata kunci: Tablet Fe, Kalsium, Nyeri Disminore, Mahasiswa Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak &nbsp

    HUBUNGAN UMUR, PENDIDIKAN, DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI STUNTING DI DESA OELNASI KABUPATEN KUPANG

    Full text link
    Stunting adalah suatu keadaan anak yang mengalami gangguan gizi yang kurang. Stunting dapat mempengaruhi kualitas hidup anak dikarenakan apabila seorang anak mengalami stunting maka akan berakibat terhadap pertumbuhna dan perkembangannya. Angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi khususnya NTT yang yang mempunyai angka kejadian stunting sebanyak 22,6% di tahun 2021. Dengan meihat tingginya angka kejadian stunting di NTT maka diperlukan penanganann yang serius serta melibatkan semua lapisan masyarakat sehingga harapannya tingkat pengetahuan masyarakat menjadi meningkat dan akhirnya stunting tersebut bisa dicegah lebih dini. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk upaya pencegahan stunting adalah dengan mengetahui serta menggali informasi ibu terkait dengan umur, pendidikan dan pekerjaan ibu dan kemudian diteliti apakah hal tersebut mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan, dan pekerjaan ibu dengan pengetahuan ibu terhadap deteksi dini stunting pada balita di Desa Oelnasi Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dirancang oleh peneliti menggunakan skala Guttman. Cara pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 35 orang responden ibu balita. Hasil dari penelitian ini didapatkan umur ibu yang kurang mendukung dengan tingkat pengetahuan kurang sebesar 51,5%, pendidikan ibu yang kurang mendukung dengan tingkat pengetahuan kurang sebesar 40%, pekerjaan ibu yang mendukung dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebesar 42,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan tingkat pengetahuan deteksi dini stunting. Penelitian ini juga didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu terhadap tingkat pengetahuan deteksi dini stunting. Begitupun dengan variabel pekerjaan tidak didapatkan hubungan antara ibu yang bekerja dengan tingkat pengetahuan deteksi dini stunting   &nbsp

    DETERMINAN MENINGKATNYA KEJADIAN PERSALINAN DENGAN TINDAKAN SEKSIO SESAREA DI RSUD Dr.SOEDARSO PADA PERIODE TAHUN 2021 (DATA REKAM MEDIK)

    Full text link
    Persalinan merupakan suatu kejadian yang berlangsung secara alamiah dan  persalinan dengan tindakan seksio sesarea (SC) yaitu tindakan operasi untuk mengeluarkan bayi dengan melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram Dan angka SC  menunjukkan adanya faktor penyulit dalam persalinan. Data RSUD Dr.Soedarso tahun 2020 menunjukkan persalinan dengan komplikasi yang memerlukan tindakan seksio sesarea sebanyak 486 (46,5%) sedangkan persalinan normal sebanyak 527 (53,5%). Angka tersebut menunjukkan bahwa persalinan seksio sesarea di RSUD Dr.Soedarso dengan kategori cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian ibu bersalin dengan tindakan seksio sesarea periode tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan dengan desain case control adalah suatu penelitian (survei) analitik yang melihat fenomena kebelakang dengan menggunakan pendekatan retrospective. Hasil dari penelitian ini adalah  faktor yang mempengaruhi ibu bersalin dengan tindakan seksio sesarea adalah indikasi ibu dan janin yang bermakna ada pengaruh positip (p=0,000> = 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Analisis Determinan meningkatnya kejadian persalinan dengan tindakan Seksio secaria yang mana , dapat disimpulkan bahwa:  Ada hubungan yang bermakna secara statistik antara umur, status ekonomi, permintaan sendiri untuk dilakukan tindakan SC, Pendidikan ibu serta indikasi ibu dan janin untuk dilakukan tindakan SC. Peningkatan mutu pelayanan antenatal care (ANC) dalam pendeteksian dini risiko tinggi dan komplikasi pada ibu hamil oleh tenaga kesehatan. Peningkatan penyuluhan pada ibu hamil dan bersalin agar pengetahuan lebih meningkat dan lebih siap saat persalinan. Kata Kunci: Determinan, kejadian, persalinan, seksio cesarea (SC), RSUD Dr.Soedars

    EFEKTIVITAS MEDIA AUDIOVISUAL DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PUS TENTANG METODE KONTRASEPSI IUD DI KAMPUNG KB PUMPUNG KECAMATAN CEMPAKA

    Full text link
    Program Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu dari 4 pilar program intervensi penurunan kematian ibu (maternal) pada save motherhood. Program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan gerakan Keluarga Berencana dan pemakaian alat kontrasepsi secara sukarela kepada PUS. Pumpung sebagai salah satu Kampung KB yang ada di Kota Banjarbaru. Presentase peserta KB aktif di Kota Banjarbaru menurut metode kontrasepsi MKJP sebanyak (16,16) sedangkan metode kontrasepsi Non MKJP sebanyak (86,88). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan dan Minat PUS tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kampung KB Banjarbaru Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Quasy Experimental. pretest-posttest control group design menggunakan  media audiovisual  sedangkan  control diberikan leaflet. Sampel minimal untuk intervensi yaitu 40 subjek. 20  subjek diberikan  intervensi dengan audiovisual dan 20  subjek diberi leaflet. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling.  Instrument yang digunakan kuesioner. Menggunakan data primer. Teknik analisis yang digunakan adalah t-Test. Pengetahuan PUS tentang alat kontrasepsi IUD sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual didapatkan selisih rerata sebesar  0,550 dan  Pengetahuan PUS tentang alat kontrasepsi IUD sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet didapatkan selisih rerata  1,500. Berdasarkan analisis  dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,077, artinya tidak ada perbedaan pengetahuan tentang kontrasepsi IUD antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual. hasil uji t-test bernilai 0,000. artinya ada perbedaan pengetahuan tentang kontrasepsi IUD antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet. Dapat disimpulkan media leaflet  lebih efektif dari media audiovisual . Dalam memberikan pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan menggunakan media audiovisual maupun leaflet.   Kata kunci: Pengetahuan,  audiovisual, leaflet, K

    PELAYANAN KESEHATAN PRAKONSEPSI UNTUK MENCEGAH RESIKO STUNTING : A SCOOPING REVIEW

    Full text link
    Pada intervensi spesifik program pencegahan stunting diantaranya melalui pemberian layanan kesehatan reproduksi pada prakonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi pada prakonsepsi dan faktor determinannya terkait dengan pencegahan resiko anak stunting. Penelitian ini dilakukan dengan metode scoping review pada artikel jurnal yang telah dipublikasi pada periode tahun 2017 sampai dengan 2021 pada media PubMed dan Google Cendekia. Kata kunci yang digunakan adalah Pelayanan Kesehatan Prakonsepsi, Pencegahan Stunting, Bidan, Kader, dan PKK . Hasil pencarian ditemukan 642 artikel dan didapatkan 12 artikel terpilih. Berdasarkan analisa ditemukan bahwa Preconception Care (PCC) belum banyak diperkenalkan kepada masyarakat serta belum ada pelatihan pelayanan PCC bagi Bidan maupun Kader. Ada korelasi antara PCC yang konsisten dengan penurunan konsumsi alkohol dan kehamilan yang sehat. Faktor yang mempengaruhi melakukan PCC diantaranya usia, pendidikan, status kesehatan, pekerjaan dan informasi dari pemberi layanan. Media konseling pada PCC dapat berupa booklet atau video interaktif, dengan pemberi layanan meliputi Bidan sebagai pemeriksa kesehatan dan pemberi intervensi, Kader Posyandu sebagai fasilitator dan Pengawas Minum Obat, serta Kader PKK dalam penjaringan prakonsepsi. Untuk meningkatkan kunjungan kesehatan reproduksi pada prakonsepsi dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi dari pemberi layanan tentang pemeriksaan kesehatan prakonsepsi, penyusunan standar operasional prosedur, pelatihan bagi pemberi layanan, dan pembuatan media konseling standar. Selain itu juga diperlukan kerja sama antara Bidan dengan Kader dan PKK untuk mengajak masyarakat aktif melakukan pemeriksaan kesehatan prakonsepsi terutama pada calon pengantin

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇