OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI AUDIO VISUAL DENGAN HASIL PENGETAHUAN SETELAH PENYULUHAN PADA REMAJA SMA NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN 2017

    Full text link
    PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI AUDIO VISUAL DENGAN HASIL PENGETAHUAN SETELAH PENYULUHAN PADA REMAJA SMA NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN 2017Telly Khatarina1, Yuliana2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] ini, usia remaja merupakan usia yang paling rawan mengalami masalah penyimpangan kesehatan reproduksi. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh remaja agar meningkatkan pengetahuan tentang masalah kesehatan reproduksi. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi adalah dengan cara penyuluhan. Penyuluhan dengan audio visual adalah salah satu media yang menyajikan informasi atau pesan melalui lihat dan dengar sehingga semakin banyak panca indera yang digunakan maka semakin jelas pengetahuan yang diperoleh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi melalui audio visual dengan hasil pengetahuan setelah penyuluhan pada remaja SMA Negeri 2 Pontianak tahun 2017. Desain dalam penelitian ini menggunakan Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan One Group Pretest Post Test Design terhadap 32 siswa di bulan April dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Hasil penelitian sebelum penyuluhan sebagian besar dari responden (65,6%) dengan jumlah 21 orang dikategorikan kurang dan sesudah penyuluhan hampir seluruh responden (84,4%) dengan jumlah 27 orang dikategorikan baik. Diketahui hasil uji Paired Sample T-Test didapatkan bahwa nilai T hitung < T tabel (-10,74 < -2,042) dan hasil uji statistik didapat nilai p value 0,0001 < alpha (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi melalui audio visual dengan hasil pengetahuan setelah penyuluhan. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah diajukan kepada siswa-siswi agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga memiliki sikap dan perilaku kehidupan seksual yang sehat dan bertanggung jawab pada masa remaja.Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Audio Visual, Pengetahuan, Remaj

    HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI RB MARIANA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018

    Full text link
    HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI RB MARIANA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca BhaktiEmail korespondensi: [email protected] alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) oleh wanita usia subur antara lain di pengaruhi oleh pengetahuan. Dari studi pendahuluan yang di lakukan pada 10 akseptor tidak menggunakan Intra Uterine Device (IUD) di dapatkan bahwa 3 orang akseptor tidak mengetahui tentang kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD), 4 orang akseptor takut menggunakan Intra Uterine Device (IUD) dan 3 orang akseptor tidak mendapatkan izin dari suami. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang hubungan pengetahuan ibu terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD, meliputi umur, paritas, pendidikan, pekerjaan an dukungan suami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional, adapun jumlah responden berdasarkan estimasi sebesar 107 orang ibu akseptor KB. Penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat (distribusi frekuensi) dan analisa bivariat dengan uji kai kuadrat. Hasil analisa univariat, sebagian inbu pengetahuannya kurang terhadap alat kontrasepsi IUD (45,8%), berumur ? 20 tahun (84,1%), paritas ?2 (37,4%), pendidikan tinggi (47,7%), pekerjaan yang bekerja (67,3%), dukungan suami yang mendukung (49,5%). Hasil analisa bivariat, variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan pengetahuan ibu terhadap alat kontrasepsi IUD adalah umur (p = 0,016 dan OR = 4,879), paritas (p = 0,001 dan OR = 0,239), pendidikan (p = 0,012 dan OR = 0,359) dan dukungan suami (p = 0,012 dan OR = 2,818), sedangakan yang tidak mempnyai hubungan signifikan dengan pengetahuan terhadap alat kontrasepsi IUD adalah pekerjaan (p = 1,000 dan OR = 1,005). Saran dalam penelitian ini adalah dapat meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya pasangan usia subur (PUS) tentang alat kontrasepsi IUD, koordinasi bersama PLKB, bidan desa, dan kader kesehatan serta tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan alat kontrasepsi IUD.Kata Kunci: Faktor-Faktor, Mempengaruhi, Pemilihan, IUD, Wanita Usia Subu

    HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PADA TAHUN 2019

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMASSIANTAN HILIR PADA TAHUN 2019Alexander1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: [email protected] suntik mempunyai permasalahan utama efek samping Pemakaian KB suntik mengalami beberapa permasalahan utama, yaitu gangguan pola menstruasi. Gangguan menstruasi yang terjadi seperti perdarahan bercak, perdarahan irregular, amenorea dan perubahan dalam frekuensi, lama dan jumlah darah yang hilang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Ganggua Menstruasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Siantan Hilir Pada Tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriftif korelasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan kunjungan KB suntik bulan Mei Tahun 2019 yang berjumlah 34 orang dengan menggunakan total sampling. Hasil univariat di dapatkan hasil data dari 34 responden yaitu 24 orang (70,5%) sudah mengguanakan KB suntik 3 bulan selama ? 1 tahun serta mengalami gangguan menstruasi dan 10 orang (29,5%) menggunakan KB < 1 tahun dan tidak mengalami gangguan menstruasi. Sedangkan hasil bivariat dilihat dari uji staristik chi squere di dapatkan hasil x2hitung lebih besar dari x2 tabel yaitu x2 hitung = 8,503> x2 tabel = 3,841 maka dapat di simpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada Hubungan Lama Pemakain Alat Kontasepsi KB Suntik 3 Bulan Dengan Gangguan Menstruasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Siantan Hilir Pada Tahun 2019. Bagi Puskesmas Siantan Hilir Pihak Puskesmas tetap dilakukan informasi pada pengguna KB suntik 3 bulan terutama tentang efek samping pemakaian KB suntik 3 bulan, serta menjelaskan pada klien bahwa ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi, dan menganjurkan klien jika merasa ada gangguan terhadap pemakaian KB suntik 3 bulan untuk mengganti metode kontrasepsi lainnya.Kata Kunci: Lama Pemakaian, Suntik 3 Bulan, Gangguan Menstruas

    LITERATUR REVIEW TERAPI NON FARMAKOLOGIS UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL

    Full text link
    LITERATUR REVIEWTERAPI NONFARMAKOLOGIS UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL 1Ni Nyoman Yeyen Abriyani, 2Marsela Renasari Prestydan 3Ayu Kurniati Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Email korespondensi: [email protected], [email protected] Abstrak Hampir 70% wanita di seluruh dunia memiliki pengalaman mual muntah selama kehamilan. Mual, muntah pada kehamilan menyebabkan penurunan kualitas hidup, dan memiliki efek buruk pada fungsi kehidupan sosial, pekerjaan, dan kehidupan rumah tangga. Mengobati mual muntah selama kehamilan terus menjadi tantangan bagi ibu hamil dan petugas kesehatan. Meskipun ringan dan dapat di tangani, mual dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam ibu dan bayi. Akan lebih baik jika ibu hamil mampu mengatasi masalah mual pada awal kehamilan dengan menggunakan terapi non farmakologis. Terapi non farmakologis bersifat noninstruktif, noninfasif, murah, sederhana, efektif dan tanpa efek samping yang merugikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terapi non farmakologis yang dapat di berikan pada ibu hamil untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Metodepenelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah literartur review. Pencarian studi yang relevan dengan topikdengan hasil akhir 10 artikel yang digunakan. Menurut hasil review literatur, sebagian besar terapi nonfarmakologis efektif dalam mengurangi mual muntah dalam kehamilan, di antaranya jahe, aroma terapi lemon, mint dan sirup delima dapat direkomendasikan untuk mengurangi mual muntah dalam kehamilan.Kata kunci:terapi nonfarmakologis, mual, muntah, ibu ham

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇