OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG
Pendahuluan: Cakupan pelayanan penggunaan alat kontrasepsi pasca persalinan di Pendopo Kabupaten Empat Lawang masih sangat rendah, Tahun 2023 tercatat hanya 1.250 ibu nifas yang menggunakan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) hanya (2,4%). Rendahnya pemahaman tentang kontrasepsi IUD membuat minat penggunaan alat Kontrasepsi IUD pasca persalinan sangat kurang. IUD merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang memiliki efektivitas paling tinggi dalam mencegah kehamilan. Faktor yang mempengaruhi minat ibu untuk menggunakan kontrasepsi IUD yakni pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi, informasi petugas kesehatan, tingkat pengetahuan dan dukungan suami.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat Pendidikan dan pengetahuan dengan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik menggunakan cross sectional, sampel sebanyak 89 ibu diambil secara purposive sampling. Menggunakan data primer, diolah secara univariat dan bivariat dengan analisis uji chi square.
Hasil: Didapatkan 59 (66,3%) ibu berminat menggunakan IUD, 50 (56,2%) ibu berpendidikan tinggi, 54 (60,7%) ibu berpengetahuan baik, Ada hubungan pendidikan dengan minat ibu terhadap penggunaan kontrasepsi IUD (p value = 0,007) ada hubungan pengetahuan dengan minat ibu terhadap penggunaan kontrasepsi IUD (p value = 0,000).
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan Pendidikan dan pengetahuan dengan minat ibu terhadap penggunaan kontrasepsi IUD. Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan ibu pemilihan alat kontrasepsi yang tepat dan efisien. Pada bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan mengenai KB IUD dengan informasi yang lengkap ketika melakukan konseling KB terutama akseptor yang akan memilih KB IU
PERBEDAAN DERAJAT MUAL MUNTAH IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DENGAN PEMBERIAN INHALASI AROMATERAPI LEMON
Latar belakang : Menurut Word Health Organization (WHO) tahun 2018 angka kejadian mual muntah pada ibu hamil mencapai 14,5%, sedangkan menurut data di Jawa Barat sebesar 13% ibu hamil yang mengalami mual muntah. Mual muntah atau emesis gravidarum adalah keluhan yang kerap dialami oleh ibu hamil trimester pertama karena adanya peningkatan hadar progesterone, estrogen dan HCG. Terdapat dua acara yang sering digunakan untuk penanganan mual muntah, yaitu secara farmakologi dan non farmakologi salah satunya dengan pemberian inhalasi aromaterapi. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui perbedaan derajat mual muntah ibu hamil trimester pertama dengan inhalasi aromaterapi lemon. Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre ekseperimen dengan pendekatan group pretest postest. Pengambilan sampling dilakukan dengan tehnik random sampling instrument yang digunakan adalah kuesioner PUQE dengan uji Unpaired t test. Hasil : Rerata derajat mual muntah sebelum diberikan inhalasi aromaterapi lemon adalah 19,13 sedangkan sesudah diberikan inhalasi aromaterapi lemon turun menjadi 7,48, dimana terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan P Value 0,0000 < 0,005. Simpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aroma terapi lemon
 
Pengaruh Pelaksanaan Praktik Laboratorium Kilinik Model Tutorial Terhadap Nilai Ujian Intranatal Care Pada Mahasiswi Tingkat Ii Semester IV Di STIKES Panca Bhakti Pontianak Tahun 2025
Abstrak: Pelaksanaan praktik laboratorium klinik merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar mengajar yang dimaksudkan untuk memantapkan penguasaan materi bersifat aplikatif, sedangkan tutorial merupakan cara menyampaikan bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk di pelajari secara mandiri.Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Pelaksanaan Praktik Laboratorium Klinik Model Tutorial Terhadap Nilai INC pada Mahasiswi Tingkat II Semester IV di STIKES Panca Bhakti Pontianak Tahun 2025. Dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif Korelasi dengan metode Cross Sectional dengan jumlah responden sebnayak 124 responden pada mahasiswi tingkat II semester IV yang telah melakukan praktik tutorial INC yang ada di STIKES Panca Bhakti Pontianak pada bulan maret 2025. Penelitian ini menggunakan analisis data Univariat dan Bivariat. Analisis Univariat distribusi frekuensi tingkat kehadiran mahasisiwi, hampir seluruh responden (90%) tingkat kehadirannya baik, Distribusi frekuensi tingkat keaktifan mahasisiwi, hampir seluruh responden (81%) keaktifannya baik, Distribusi frekuensi tingkat kehadiran dosen, sebagian besar responden (79%) kehadiran dosennya baik. Analisis Bivariat dengan uji Chi Square X2 hitung (2.33) < X2 tabel (5.991), dan uji SPSS (0.446)>(0.05) artinya tidak pengaruh kehadiran mahasiswi dengan nilai INC. X2 hitung (17.34)>X2 tabel (5.991), uji SPSS (0.000)<(0.05) artinya ada pengaruh keaktifan mahasiswi dengan nilai INC.X2 hitung (1.015) < X2 tabel (5.991), dan uji SPSS (0.469)>(0.05) artinya tidak ada pengaruh kehadiran dosen dan nilai INC. Jadi kesimpulannya adalah tidak ada pengaruh pelaksanaan praktik laboratorium klinik model tutorial terhadap nilai INC. Dari hasil penelitian walaupun menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara kehadiran mahasiswi dan dosen terhadap nilai INC diharapkan mahasiwi tetap disiplin terhadap kehadiran dalam jadwal tutorial agar dapat mentransfer ilmu dengan baik, agar mahasiswi lebih aktif dan giat lagi dalam belajar guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL OLEH TENAGA KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA MULIA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2025
Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan. Media digital menjadi alat strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan secara cepat, luas, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan media digital oleh tenaga kesehatan dapat meningkatkan literasi kesehatan pasien di Klinik Pratama Mulia Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan dan pasien, observasi langsung terhadap penggunaan media digital di klinik, serta dokumentasi aktivitas digital edukatif yang dilakukan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan memanfaatkan berbagai platform media digital, seperti WhatsApp, Instagram, dan Live Streaming, untuk menyampaikan edukasi kesehatan kepada pasien secara berkala. Pasien merasa lebih mudah memahami informasi kesehatan melalui media digital yang disajikan secara visual dan komunikatif. Literasi kesehatan meningkat, ditandai dengan kemampuan pasien dalam memahami, mengevaluasi, dan menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dukungan manajemen klinik dan pelatihan teknologi bagi tenaga kesehatan menjadi faktor pendukung penting dalam keberhasilan pemanfaatan media digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media digital memiliki peran signifikan dalam menunjang peran tenaga kesehatan sebagai edukator, serta menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan pasien. Pemanfaatan media digital secara optimal dapat memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata kunci: media digital, literasi kesehatan, tenaga kesehatan, edukasi pasien, pelayanan kesehata
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 RASAU JAYA TAHUN 2024
Abstrak
Masa remaja adalah suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa yang berisiko melakukan perilaku seks pra nikah. Hasil studi pendahuluan di SMAN Rasau Jaya diketahui 1 siswi sudah melakukan hubungan seksual, 14 siswi aktif mengakses konten pornografi, 7 siswi berpacaran, 5 siswi pernah check in di hotel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja putri di SMAN 01 Rasau Kelas XI Tahun 2024’. Metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, populasi 100 orang, sampel 50 orang dengan random sampling. Analisis data bivariat (chi square). Hasil penelitian sebagian dari responden 44 orang (88%) berpengetahuan baik tentang seks pranikah, sebagian kecil dari responden 31 orang (62%) peran orang tua pasif, sebagian kecil dari responden 31 orang status ekonomi rendah dan terpapar konten pornografi, sebagian serta berperilaku seks pranikah. Uji statistik didapatkan ada hubungan antara faktor pengetahuan (p 0,013), peran orang tua (p : 0,004) dengan perilaku seks pranikah pada remaja putri. Tidak ditemukan hubungan antara status ekonomi (p : 0,287) dan paparan pornografi (p : 0,096) dengan perilaku seks pra nikah. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seks pra nikah secara rutin mengingat banyaknya remaja putri yang sudah berpacaran dan tidak dikontrol oleh orang tua
PENGARUH PENGGUNAAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENGURANGAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI PMB HJ NURIPAH TAHUN 2024
ABSTRAK
Kompres hangat merupakan salah satu metode non farmakologi yang dianggap sangat efektif dalam menurunkan nyeri atau spasme otot. Panas dapat dialirkan melalui konduksi, konveksi, dan konversi. Jumlah kelahiran diprovinsi Kalimantan barat berjumlah 6.398 sedangkan di kabupaten kubu raya berjumlah 6.398. Berdasarkan studi pendahuluan di PMB HJ Nuripah didapatkan bahwa 8 dari 10 ibu melahirkan sebelum diberikan kompres hangat pada ibu melahirkan fase aktif mengalami tingkat nyeri berat, sedangkan setelah diberikan kompres hangat 6-10 ibu melahirkan fase aktif dengan tingkat nyerinya sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif di PMB HJ Nuripah Tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode eksperimen (quasy experiment design) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 ibu melahirkan dengan sampel total populasi berjumlah 15 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer dilakukan secara observasi dengan analisis univariat dan bivariat (Uji-T (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan kompres air hangat (pre-test) yaitu, sebagian besar responden sebanyak 11 orang (73,3%) mengalami nyeri berat. Sedangkan setelah diberikan kompres air hangat (post-test) yaitu, Sebagian dari responden sebanyak 8 orang (53,3%) mengalami nyeri ringan. Hasil uji statistic menunjukkan nilai hasil hipotesis yang sudah didapatkan yaitu P.value 0,000?0,005 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak, yang artinya adanya pengaruh kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh pengaruh kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif dengan p value 0,000?0,005. Saran diharapkan untuk PMB HJ Nuripah untuk dapat melanjutkan dalam menggunakan kompres hangat sebagai metode pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif.
Kata Kunci : Persalinan, Nyeri, Kompres hangat
Daftar Bacaan : 21 (2019-2023)
ABSTRACT
Warm compress is one of the non-pharmacological methods that is considered very effective in reducing pain or muscle spasms. Heat can be channeled through conduction, convection, and conversion. The number of births in West Kalimantan province was 6,398 while in Kubu Raya district it was 6,398. Based on a preliminary study at PMB HJ Nuripah, it was found that 8 out of 10 mothers giving birth before being given warm compresses to mothers giving birth in the active phase experienced severe pain levels, while after being given warm compresses 6-10 mothers giving birth in the active phase with moderate pain levels.This study aims to determine the effect of using warm compresses on reducing labor pain in the first stage of the active phase at PMB HJ Nuripah in 2024.
This type of research uses a quantitative design with an experimental method (quasy experiment design) with a cross-sectional approach. The population in this study was 15 mothers giving birth with a total population sample of 15 respondents. Data collection using primary data was conducted through observation with univariate and bivariate analysis (T-test (paired t-test).The results of the study showed that before being given a warm water compress (pre-test), most respondents, 11 people (73.3%) experienced severe pain. While after being given a warm water compress (post-test), some of the respondents, 8 people (53.3%) experienced mild pain. The results of the statistical test showed the value of the hypothesis that had been obtained, namely P.value 0.000?0.005, which means that Ho is accepted and Ha is rejected, which means that there is an effect of warm compresses on reducing labor pain in the first active phase. The conclusion shows that there is an effect of warm compresses on reducing labor pain in the first active phase with a p value of 0.000?0.005. Suggestions are expected for PMB HJ Nuripah to be able to continue using warm compresses as a method of reducing labor pain in the first active phase.
Keywords: Labor, Pain, Warm Compresses
List Reading : 21 (2019-2023)
 
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DIDESA MADU SARI PADA TAHUN 2024
ABSTRAK
Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh ditandai dengan tinggi badan balita yang tidak sesuai dengan standar usianya, hal tersebut terjadi karena pemenuhan asupan zat gizi yang tidak dapat mencukupi kebutuhan balita, penilaian status gizi anak, indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan zscore ? -2 SD dapat menjadi indikator penilaian stunting pada anak.
Tujuan penelitian: ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di desa madu sari tahun 2024.
Metode penelitian: menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi 235, total sampel 35 yang di uji chi square,
di dapat kan bahwa tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita.
Hasil penelitian: menunjukan bahwa sebagian kecil dari responden yaitu 11 orang (31%) tidak ASI Eksklusif mengalami stunting. Dan sebagian kecil dari responden 7 orang (20%) ASI Eksklusif tidak mengalami stunting. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan SPSS dengan tarif signifikan (P=0.05) di dapatkan hasil dengan p value 1.000 > 0.05.
Kesimpulan: bahwa tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di desa madu sari tahun 2024.
Saran: Diharapkan mampu menambah pengetahuan untuk bisa memberikan Pendidikan seputar stunting dan penting nya pemberian ASI Eksklusif serta pemenuhan asupan nutrisi yang baik dan benar.
Kata Kunci : Persalinan, Nyeri, Kompres hangat
Daftar Bacaan : 21 (2019-2023)
ABSTRACT
Stunting is a condition of failure to thrive characterized by the toddler's height not being in accordance with age standards, this occurs because nutritional intake cannot meet the toddler's needs, assessment of the child's nutritional status, height index according to age (TB/U) with a zscore ? -2 SD can be an indicator for assessing stunting in children.
Research objective: This aims to determine the relationship between the history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6-59 months in Madu Sari village in 2024.
Research method: using correlational analytical methods with a retrospective approach. Population 235, total sample 35 tested by chi square,
It was found that there was no relationship between a history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers.
Research results: show that a small portion of respondents, namely 11 people (31%) who were not exclusively breastfed, experienced stunting. And a small portion of the 7 respondents (20%) exclusively breastfed did not experience stunting. After carrying out analysis using SPSS with a significant rate (P=0.05), results were obtained with a p value of 1,000 > 0.05.
Conclusion: that there is no relationship between the history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6-59 months in Madu Sari village in 2024.
Suggestion: It is hoped that this will increase knowledge so that we can provide education about stunting and the importance of exclusive breastfeeding and fulfilling good and correct nutritional intake.
Keywords: Childbirth, Pain, Warm compress
Reading List: 21 (2019-2023
EFEKTIFITAS SENAM HAMIL DALAM MENURUNKAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT SARI
Latar Belakang : Nyeri Punggung dalam kehamilan ialah ketidaknyamanan yang muncul dalam kehamilan. Jika Ibu hamil kemungkinan mengalami rasa sakit di bagian bawah punggung, serta kesulitan dalam posisi berdiri dan duduk, atau bahkan berpindah dari tempat tidur. Penanganan nyeri punggung saat kehamilan antara lain terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satu cara untuk mengurangi nyeri punggung ialah dengan melakukan senam hamil.
Tujuan penelitian : yaitu untuk menentukan seberapa efektif senam hamil untuk mengurangi nyeri punggung ibu hamil di Trimester ketiga.
Metode Penelitian : Desain pre-experimental tipe satu grup pretest-posttest digunakan untuk merancang penelitian. Studi ini melibatkan 45 Ibu hamil yang merasakan ketidaknyamanan pada punggung selama trimester ketiga; sampel diambil secara keseluruhan, sehingga jumlah sampel sebanding dengan populasi. Tabel distribusi frekuensi untuk analisis univariat serta uji mc Nemar untuk analisis bivariat.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri punggung yang dialami oleh ibu sebelum intervensi sebanyak 40 orang (88,9%) berada pada nyeri berat,
setelah diberikan intervensi senam hamil sebanyak 39 orang (86,7%) mengalami penurunan nyeri menjadi nyeri sedang. Berdasarkan uji mc nemar test menunjukkan p-value 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan senam hamil efektif dalam mengurangi tingkat nyeri punggung pada ibu hamil di trimester ketiga..
Simpulan : Dalam ibu hamil trimester ketiga, tingkat nyeri punggung yang lebih rendah dapat dikurangi dengan senaman hamil
PERBANDINGAN ANTARA KOMPRES PARUTAN BAWANG MERAH DENGAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH ANAK DEMAM DI PMB RUSMINI TAHUN 2023
Fever is a condition where body temperature increases. If not treated quickly and appropriately, it will cause complications such as hyperthermia, seizures, and decreased consciousness. One way to lower body temperature in children with fever is non-pharmacological measures by providing grated shallot compresses and warm water compresses. The purpose of this study was to determine the effectiveness of grated shallot compresses and warm water compresses on reducing body temperature in children. The design of this study was Quasi Experiment with a Pre-testPost-test approach. The sampling method was carried out by Purposive Sampling with a sample size of 60 children. The sample was divided into 2 groups. 30 people in the grated shallot compress group, and 30 people in the warm water compress group. The data collection technique used a questionnaire sheet and a body temperature observation sheet. The analysis used was the Paired T-Test with a significance limit = <0.05. The results of this study indicate that grated shallot compresses can lower body temperature (P <0.000). Meanwhile, warm water compresses are also able to lower body temperature (P < 0.000). The Independent T-Test showed that there was a significant difference in effectiveness between red shallot compresses and warm water compresses where the decrease in temperature in grated shallot compresses (1.00) was greater than warm water compresses (0.44). The results of this study found that grated shallot compresses were more effective in lowering body temperature than warm air compresses
PENGARUH KONSUMSI OLAHAN BUAH PEPAYA MUDA TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA TERENTANG HULU
Latar belakang : Pemberian ASI merupakan aspek krusial dalam perkembangan dan kesehatan bayi karena ASI sebagai nutrisi alamiah terbaik, yang menyediakan kebutuhan energi dan zat perlindungan terhadap penyakit yang diperlukan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Kendala utama dalam pemberian ASI eksklusif seringkali muncul dalam produksi ASI yang tidak lancar, menjadi faktor penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif kepada bayi baru lahir. Tujuan penelitian : menganalisis pengaruh konsumsi olahan buah pepaya muda terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui di Desa Terentang Hulu. Metode penelitian : penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi-eksperimen one group pre-test post-test design, dengan jumlah sampel sebanyak 23 orang. Teknik sampling dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil : Hasil penelitian menggunakan Uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan kelancaran ASI sebelum dan sesudah konsumsi olahan buah pepaya muda dengan selisih nilai mean -3,435 dan nilai Sig.2-tailed sebesar 0,000 (p-value< 0,05) yang menunjukkan bahwa konsumsi olahan buah pepaya muda memiliki pengaruh terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui di Desa Terentang Hulu. Kesimpulan: Konsumsi olahan buah pepaya muda dapat meningkatkan kelancaran ASI pada ibu menyusui dengan di ikuti adanya dukungan suami dan keluarga, frekuensi menyusui sesering mungkin dan pola istirahat yang cukup. Diharapkan masyarakat khususnya ibu nifas dan menyusui dapat memanfaatkan olahan buah pepaya muda untuk meningkatkan dan melancarkan produksi ASI.
Kata kunci: Kelancaran ASI, Olahan Buah Pepaya, Ibu Menyusui, Produksi AS