OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Efektivitas Oketani Breast Massage terhadap Peningkatan Laktasi Pascapersalinan: Systematik Review
Abstrak
Latar Belakang: Isu kesehatan di Indonesia merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan manusia. Salah satu persoalannya adalah kurangnya pemenuhan gizi pada bayi karena kurangnya pemberian ASI, Beberapa ibu pasca melahirkan tidak langsung memproduksi ASI. Salah satu metode dalam meningkatkan produksi ASI adalah melakukan Oketani breast massage keunggulan dari metode ini adalah dapat dilakukan dirumah dan tanpa biaya selain itu juga dapat mengembalikan kontur payudara dan penampilan alami payudara. Menyusui dapat meningkatkan kedekatan (bonding) antara ibu dan bayi sekaligus mendukung pertumbuhan fisik dan mental anak secara alami
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektifitas Oketani Breast Massage terhadap peningkatan laktasi pasca persalinan.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder pada database Academi edu, Research Gate, Science Direct, PubMed dan Google Scholar .
Hasil: setelah dilakukan analisis didapatkan hasil : Pijat oketani dapat merangsang kekuatan otot pectoralis untuk meningkatkan produksi ASI dan membuat payudara lebih lembut dan elastis, sehingga memudahkan bayi untuk menghisap ASI dan juga mampu memperlancar aliran darah dan limfatik menimbulkan efek berupa penurunan nyeri pada payudara dapat mengurangi kecemasan pada ibu selain itu juga dapat meningkatkan berat badan bayi karena terpenuhinya nutrisi dan meningkatkan bounding attachment antara ibu dan bayi.
Kesimpulan: Oketani breast massage sangat efektif meningkatkan laktasi pascapersalinan, Oleh karena itu diharapkan tenaga kesehatan berperan penting dalam mempromosikan dan mempraktekan pijat Oketani.
Abstract
Research purposes: Health issues in Indonesia are one of the main issues in human development. One of the problems is the lack of nutritional fulfilment in infants due to lack of breastfeeding, some mothers after giving birth do not immediately produce breast milk. One of the methods in increasing breast milk production is doing Oketani breast massage. The advantage of this method is that it can be done at home and at no cost, besides that it can also restore the contour of the breast and the natural appearance of the breast. Breastfeeding can increase the closeness (bonding) between mother and baby while supporting the child's physical and mental growth naturally.
Research methods: This type of research is literature review research. Data collection used in this research used secondary data on the Academi edu, Research Gate, Science Direct, PubMed and Google Scholar .
Results: After the analysis was carried out, the results were obtained: Oketani massage can stimulate the strength of the pectoralis muscle to increase milk production and make the breasts softer and more elastic, making it easier for the baby to suck breast milk and also able to accelerate blood and lymphatic flow causing effects in the form of decreased pain in the breast can reduce anxiety in mothers besides that it can also increase the baby's weight due to fulfilment of nutrition and increase bounding attachment between mother and baby.
Conclusion: Oketani breast massage is very effective in improving postpartum lactation, therefore it is expected that health workers play an important role in promoting and practicing Oketani massage
EVALUASI PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP MASA AMENOREA PADA IBU POSTPARTUM DI DUSUN ALAS KUSUMA PADA TAHUN 2024
ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai metode kontrasepsi alami bagi ibu. Cakupan bayi yang diberikan ASI ekslusif di kubu raya pada tahun 2023 sebanyak 62%, dan target Kemenkes yaitu 80%. Banyak ibu yang tidak mengetahui manfaat dari pemberian ASI ekslusif, sehingga angka kelahiran semankin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pemberian ASI ekslusif dan susu formula terhadap masa amenorea pada ibu postpartum di dusun alas kusuma.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kolerasi dengan pendekatan cross-sectional, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 ibu postpartum dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan rata-rata lama amenorea pada ibu yang memberikan ASI eksklusif adalah 178,55 hari, sedangkan pada ibu yang memberikan susu formula adalah 44,00 hari. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara lama amenorea pada kedua kelompok dengan nilai uji Man-whitney sebesar 5.527 dengan p-value 0,000 < 0,05.
Terdapat perbedaan masa amenorea pada ibu postpartum yang memberikan ASI ekslusif dan susu formula pada ibu postpartum di Dusun Alas Kusuma pada tahun 2024.
Perlu adanya sapeningkatan program edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui, serta kerjasama dengan lembaga pendidikan dan kesehatan untuk memperkuat intervensi yang ada.
 
PENGARUH TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI UMUR 0-1 BULAN DI RSUD WEDA
Latar belakang : Data bayi yang ASI Ekslusif di RSUD Weda tahun 2023 berjumlah 370 bayi dengan jumlah kelahiran bayi 631 bayi terdapat sekitar 50 ibu nifas setiap bulannya. Sebagian besar dari mereka tidak menerapkan teknik menyusui yang tepat, yang mengakibatkan produksi ASI menjadi tidak optimal.
Tujuan Penelitan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak teknik menyusui yang tepat mengenai pertambahan berat badan bayi berusia 0-1 bulan di RSUD Weda.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment dengan pendekatan perbandingan kelompok statis (Static Group Comparison) , yang melibatkan baik kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Populasi yang menjadi fokus penelitian ialah ibu-ibu yang memiliki bayi berusia antara 0 hingga 1 bulan, dengan jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 50 orang, instrumen menggunakan SOP,Livlet, analisis univariat dan bivariat dan uji Independent T.Test.
Hasil: Karakteristik usia 26-30 tahun berjumlah 29 orang (58%), Sebelum pemberian menyusui yang benar dengan nilai min 2700 dan max 4500 mean 3410 Std. Deviation 499.182. Setelah menyusui yang benar nilai min 3200 dan max 5400 mean 4351Std. Deviation 507.846. Ada perbedaan dampak penerapan teknik menyusui yang tepat mengenai pertambahan berat badan bayi berusia 0-1 bulan di RSUD Weda dengan nilai <0,05.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan dampak dari teknik menyusui yang benar terhadap peningkatan berat badan bayi berusia 0-1 bulan di RSUD Weda. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi institusi penelitian untuk melakukan upaya dalam memberikan ASI Eksklusif secepatnya kepada bayi yang baru lahir
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Kehamilan Rsiko Tinggi Ddengan Keteraturan Kunjungan Anc di UPTD PUSKESMAS WAIRORO
Latar Belakang: Berdasarkan laporan WHO 2018 menunjukkan bahwa angka kematian ibu (AKI) mencerminkan efektivitas sistem kesehatan, setiap hari, sebanyak 830 wanita kehilangan nyawa mereka akibat komplikasi yang terkait dengan kehamilan. seharusnya dapat dihindari, terutama di negara berkembang. Antenatal Care (ANC) penting untuk mendeteksi komplikasi dan memberikan informasi bagi ibu hamil. Namun, di Indonesia, kepatuhan terhadap ANC masih rendah. Pengetahuan ibu hamil berpengaruh besar terhadap perilaku kesehatan mereka, sehingga yang memahami pentingnya ANC cenderung menganggapnya sebagai kebutuhan krusial, bukan sekadar kewajiban.
Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan antara tingkat pemahaman ibu mengenai kehamilan berisiko tinggi dan frekuensi kunjungan untuk perawatan antenatal. di wilayah kerja Puskesmas Wairoro.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional, yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara dua variabel atau lebih dalam satu kelompok. Desain ini termasuk kategori non-eksperimental, berfokus pada penelitian hubungan antar variabel. Dan menggunakan analisa data univariat dan bivariat dengan uji uji chi square. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah total sampling.
Hasil: Dari total responden, 7 orang (12,7%) memiliki pengetahuan baik tentang risiko tinggi kehamilan, 25 orang (45,5%) cukup, dan 23 orang kurang. Di Puskesmas Wairoro, 15 ibu hamil (27,3%) tidak rutin melakukan kunjungan ANC, sedangkan 40 ibu hamil (72,7%) melakukannya secara teratur. Analisis statistik dengan uji chi square menunjukkan p value 0,221 (p > 0,05), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima.
Simpulan: Responden dengan pengetahuan baik, cukup, atau kurang semuanya cenderung melakukan kunjungan ANC secara teratur. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi tidak berhubungan dengan keteraturan kunjungan ANC, dengan p value uji chi-square sebesar 0,22
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORPRI
Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek atau sangat pendek dari anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi pada masa kehamilan atau 1000 hari pertama kehidupan anak. Stunting masih menjadi permasalahan gizi global khususnya dinegara berkembang. Prevelensi stunting di Indonesia sebesar 31,8% pada tahun 2020 turun menjadi 24,4% pada tahun 2021dan mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2022, namun angka ini masih tergolong cukup tinggi untuk mecapai target 14% pada tahun 2024. Salah satu faktor penting kejadian stunting dipengeruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu, apabila pengetahuan dan sikap ibu baik terhadap stunting dapat membantu dalam upaya pencegahan stunting pada anak.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 55 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil p-value 0,352 (p>0,05) Sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pencegahan kejadian stunting di Puskesmas Korpri.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pencegahan kejadian stunting di Puskesmas Korpri. Hal ini dikarenakan usia ibu didominasi usia ideal dalam merawat anak (20-35 tahun), sebagian besar responden adalah ibu tidak bekerja sehingga lebih fokus dalam merawat dan memenuhi gizi anak
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI (IMT DAN HB) REMAJA PUTRI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANCA BHAKTI PONTIANAK KUBU RAYA TAHUN 2024
Latar Belakang : Status gizi adalah sebuah kondisi yang ditentukan oleh tingkat kebutuhan fisik terhadap energi dan zat-zat gizi yang didapatkan dari asupan makanan dengan dampak fisik yang dapat diukur. Berdasarkan studi pendahuluan di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak diketahui dari 7 orang remaja terdapat 3 orang remaja yang mengalami anemia sedang. Tujuan dari penelitian : Ini adalah untuk mengetahui “ Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi (IMT/HB) Pada Remaja Putri di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Tahun 2024 “. Metode Penelitian : Analisis korelasi. Dengan pendekatan cross-secsectional. Populasi dalam penelitian 34 remaja. Sampel dan total populasi. Variabel dalam penelitian ini menggunakan dua variabel. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Pola Makan Dengan Status Gizi (IMT/HB) Pada Remaja Putri di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak dengan nilai p = 0,410 > 0,05. Kesimpulan : Hasil penelitian Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi (IMT/HB) Pada Remaja Putri di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak tidak ada hubungan. Saran : diharapkan remaja lebih memperhatikan pola makan yang baik dan mengonsumsi makanan gizi seimbang
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU TERKAIT PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KEBADU
Pendahuluan: Stunting merupakan kondisi balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini dapat dicegah dengan asupan gizi yang seimbang dari sejak ibu hamil. Upaya mencegah stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan atau memberikan edukasi menggunakan ceramah atau video untuk mencegah stunting
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting di Desa Kebadu Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Metode: metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan two group pre-post with control group, dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 39 orang, jadi total sampel sebanyak 78 orang
Hasil: analisis distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa hampir sebagian 59 (75,6%) ibu dengan pendidikan menengah. Hasil analisis distribusi fekuensi berdasarkan pekerjaan hampir semua 64 (82%) tidak bekerja. Hasil analisis distribusi frekuensi berdasarkan umur hampir sebagian 59 (75,6%) usia antara 20-35 tahun. Pengetahuan ibu saat dilakukan pre test kategori baik (12,8%) dan setelah intervensi dilakukan post test kategori baik lebih dari sebagian (71,8%) dengan pengetahuan baik Uji statistik metode video menggunakan Chi-Square dengan nilai p= 0,001. Dengan demikian metode Video sangat mempengaruhi peningkatan pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting.
Kesimpulan: The results of the research show that there is an influence of education using video media on mothers' knowledge regarding stunting prevention
PENGARUH EDUKASI MEDIA VIDEO ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMK TORSINA SANGGAU
Latar Belakang: Remaja putri berisiko tinggi mengalami anemia akibat siklus menstruasi bulanan. Di Kabupaten Sanggau, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 46,20%, tergolong tinggi menurut WHO (lebih dari 40%). Salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan anemia adalah melalui edukasi melalui media video animasi yang sesuai dengan karakteristik audiens.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pendidikan melalui media video mengenai anemia terhadap pemahaman remaja putri tentang kondisi anemia di SMK Torsina.
Metode: Desain penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan pra eksperimen dalam satu kelompok (one group pretest and posttest without control). Penelitian ini melakukan analisis data dengan menerapkan uji Wilcoxon untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dengan jumlah populasi sebesar 70 siswi dan sampel sebanyak 45 responden.
Hasil penelitian: Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi memakai media video anemia dengan nilai median 46,67, serta pengetahuan remaja putri sesudah diberikan edukasi memakai media video anemia dengan nilai median 80,00. Presentase peningkatan pengetahuan 33,33%. Hasil uji Wilcoxon didapati nilai p-value sebesar 0,000 <0,05. artinya terjadi perubahan yang signifikan pengetahuan anemia remaja putri stelah di berikan edukasi menggunakan media video.
Simpulan: adanya pengaruh edukasi media video anemia terhadap pengetahuan anemia remaja putri.
 
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 6 SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA
ABSTRAK
Anemia gizi besi merupakan masalah gizi yang utama di Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Rendahnya status gizi berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi kecerdasan, daya tahan tubuh terhadap penyakit, kematian bayi, kematian ibu dan produktivitas kerja. Selama masa remaja, pengkajian status gizi perlu dilakukan, salah satu cara sederhana yang dapat digunakan untuk menilai status gizi pada remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 6 Kabupaten Kubu Raya.
Metode Penelitian menggunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yaitu sebanyak 65 remaja putri. Analisis data univariat dengan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi square.
Hasil penelitian diperoleh karakteristik usia adalah usia remaja pertengahan (15-17 tahun)) sebanyak 65 orang (100%) dan berdasarkan usia menarche distribusi frekuensi responden tertinggi usia menarche normal (11-13 tahun) sebanyak 60 responden (92,3%). Status gizi terbesar yaitu kurus ringan sebanyak 22 orang (33,8%), kejadian anemia terbesar yaitu tidak anemiasebanyak 32 orang (49,2%).Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan p value = 0,002 kurang dari nilai α = 0,05 (0,929>0,05) sehingga diperoleh tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiananemia pada remaja putri.
Kesimpulan tidakAda hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiananemia pada remaja putri di sman 6 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG METODE KONTRASEPSI IUD TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WUS DENGAN MEDIA LEAFLET DI PUSKESMAS PATANI
Latar Belakang : Partisipasi aktif peserta KB di Kabupaten Halmahera Tengah mencapai 70% pada tahun 2023, dengan Puskesmas Patani mencatat 61,68% peserta KB aktif. Sebagian besar menggunakan suntik 87,30%, sementara hanya 0,76% yang menggunakan IUD, meskipun IUD memiliki efektivitas tinggi. Studi pendahuluan menunjukkan rendahnya penggunaan IUD karena kurangnya pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Hal ini menekankan pentingnya edukasi mengenai pilihan kontrasepsi yang tersedia.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang metode kontrasepsi IUD terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur di Puskesmas Patani.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan Eksperimental dengan desain one group pre and post test yang berarti hanya mencakup satu kelompok subjek yang pengukurannya dilakukan sebelum dan sesudah penerapan perlakuan. Sebelum melakukan analisis data dilakukan uji normalitas Kolmogorov Smirnov yang hasilnya menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon mengenai pengaruh edukasi kontrasepsi IUD.
Hasil : Sebelum penyuluhan KB IUD dengan leaflet, 81,6% responden memiliki pengetahuan cukup, 15,8% memiliki pengetahuan kurang, dan 2,6% memiliki pengetahuan baik. Setelah penyuluhan, 68,4% responden masih berpengetahuan cukup, sementara pengetahuan baik meningkat menjadi 26,3%, dan pengetahuan kurang menurun menjadi 5,3%.
Kesimpulan : Penyuluhan KB IUD menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan responden dengan nilai p value sebesar 0,000.