OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
    184 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK SAAT PUBERTAS DI SMPN 24 PONTIANAK TAHUN 2024

    Full text link
    Abstrak Latar Belakang Masa  remaja merupakan masa periode pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikologis, dan intelektual yang pesat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan bahwa kalimantan barat terdapat  jumlah remaja 5.541. 376 jiwa yang  terdiri dari remaja berusia 10-14 tahun berjumlah 468.968 jiwa dan remaja berusia 15-19 tahun berjumlah 472. 478 jiwa. Sedangkan dikota Pontianak remaja mulai dari usia 10-14 tahun berjumlah 53.560 jiwa dan remaja berusia 15-19 tahun berjumlah 42.256. berdasarkan data tersebut masih ada masalah yg terjadi yaitu ketidak tahuan remaja putri mengenai pubertas. Dan jumlah renmaja putri di kelas VII dan VIII SMPN 24 Pontianak sebanyak 145 Siswi. Peneliti melakukan wawancara terhadap 10 remaja putri dan didapatkan hasil wawancara sebanyak 3 remaja yang mengerti tentang perubahan fisik saat pubertas, sedangkan 7 remaja yang belum paham tentang pubertas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Putri Dalam Menghadapi Perubahan Fisik Saat Pubertas Di SMPN 24 Pontianak Tahun 2024. Metode Penelitian menggunakan metode analisis korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di dilakukan di SMPN 24 Pontianak Tahun 2024. Populasi berjumlah 145 orang  dan Sampel berjumlah 60 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar dari responden yaitu 43 (71,7%) berpengetahuan baik. Sebagian besar responden yaitu 40 responden (66,7%) bersikap mendukung. Sebagian besar responden yaitu 41 responden (68,3%) dengan usia 15-17 tahun. Sebagian besar responden yaitu 43 responden (71,7%) mendapatkan informasi dari guru. Sebagian kecil dari ayah responden yaitu 19 responden (16,7) berpendidikan SMA. Sebagian kecil dari ibu responden yaitu 20 responden (33,3%) berpendidikan SMA. Kesimpulan penelitian ada pengaruh antara usia dan sumber informasi terhadap pengetahuan, dan ada pengaruh antara usia terhadap sikap. Saran agar Sebaiknya lebih meningkatkan lagi pengetahuan dengan cara mengaktifkan bimbingan konseling disekolah   Kata Kunci: Perubahan Fisik, Remaja Putri, Pengetahuan, Sikap Abstract Background Adolescence is a period of rapid physical, psychological, and intellectual growth and development. According to the Central Statistics Agency (BPS) in 2022, West Kalimantan had 5,541,376 teenagers, consisting of 468,968 teenagers aged 10-14 years and 472,478 teenagers aged 15-19 years. Meanwhile, in Pontianak city, teenagers aged 10-14 years numbered 53,560 and 42,256 teenagers aged 15-19 years. Based on these data, there is still a problem that occurs, namely the ignorance of teenage girls about puberty. And the number of teenage girls in grades VII and VIII of SMPN 24 Pontianak is 145 students. The researcher conducted interviews with 10 teenage girls and the results of the interviews showed that 3 teenagers understood physical changes during puberty, while 7 teenagers did not understand puberty. The purpose of this study is to determine the factors that influence the attitudes of adolescent girls in dealing with physical changes during puberty at SMPN 24 Pontianak in 2024. The research method uses a correlation analysis method, with a cross-sectional approach. The location of this research was conducted at SMPN 24 Pontianak in 2024. The population was 145 people and the sample was 60 respondents, the data collection technique used a questionnaire and the data analysis technique used chi square. The results of the study obtained that most of the respondents, namely 43 (71.7%) had good knowledge. Most of the respondents, namely 40 respondents (66.7%) were supportive. Most of the respondents, namely 41 respondents (68.3%) were aged 15-17 years. Most of the respondents, namely 43 respondents (71.7%) got information from teachers. A small portion of the respondents' fathers, namely 19 respondents (16.7) had a high school education. A small portion of the respondents' mothers, namely 20 respondents (33.3%) had a high school education. The conclusion of the study is that there is an influence between age and sources of information on knowledge, and there is an influence between age and attitudes. Suggestion: It is better to increase knowledge by activating guidance and counseling at school   Keywords: Physical Changes, Adolescent Girls, Knowledge, Attitude &nbsp

    Peran Strategis Tenaga Administrasi Kesehatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan: Tinjauan Literatur

    Full text link
    Tenaga administrasi kesehatan memegang peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan yang kerap kali luput dari perhatian. Mereka bertanggung jawab atas pengelolaan data pasien, pengarsipan, sistem informasi kesehatan, pelayanan administrasi asuransi, serta koordinasi layanan antar unit. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tenaga administrasi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui pendekatan studi pustaka (literature review). Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga administrasi kesehatan berdampak langsung terhadap efisiensi layanan, manajemen antrian, kepuasan pasien, dan keberhasilan implementasi transformasi digital melalui SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Selain itu, kompetensi tenaga administrasi kesehatan dalam digital literacy dan manajemen mutu menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan kesehatan di era digitalisasi. Temuan ini memperkuat urgensi penguatan pelatihan, pengembangan kompetensi, dan pengakuan profesional terhadap peran tenaga administrasi dalam sistem pelayanan kesehatan.   Kata kunci: Administrasi kesehatan, Mutu pelayanan, Kepuasan pasien, Manajemen mutu, Digitalisasi   Abstract Health administrators play a strategic role in the health care system that often goes unnoticed. They are responsible for patient data management, archiving, health information systems, insurance administration services, and coordination of services between units. This article aims to examine the contribution of administrative staff in improving the quality of health services through a literature review approach. The results show that health administration personnel have a direct impact on service efficiency, queue management, patient satisfaction, and the successful implementation of digital transformation through SIMRS (Hospital Management Information System). In addition, the competence of health administration personnel in digital literacy and quality management is a determining factor for the success of health services in the era of digitalization. These findings reinforce the urgency of strengthening training, competency development, and professional recognition of the role of administrative personnel in the health care system.   Keywords: Health administration, Quality of care, Patient satisfaction, Quality management, Digitalizatio

    PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES DINGIN DAUN SIRIH TERHADAP PENURUNAN NYERI LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI PMB KELURAHAN SINAR BANTEN

    Full text link
    Latar Belakang : Luka perineum adalah luka yang terjadi saat bayi lahir, baik secara spontan atau melalui prosedur. Faktor penyebab terjadinya rupture perineum adalah paritas, jarak kelahiran, usia, fleksibilitas jalan lahir, berat bayi saat dilahirkan, dan proses persalinan yang melibatkan intervensi. Luka dan nyeri pada perineum sering terjadi proses kelahiran bayi besar dapat menyebabkan regangan berlebihan pada jalan lahir, terutama saat kepala dan bahu janin dilahirkan, yang berpotensi memicu infeksi pada ibu bersalin. yaitu robekan perineum yang juga sebagai salah satu penyebab perdarahan pada ibu paska salin, dan dengan adanya robekan pada perineum sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Penanggulangan infeksi dapat dilakukan secara farmakologi yaitu berupa pemberian antibiotic dan non farmakologi dengan menggunakan kompres dingin daun sirih. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan Metode Pretest Posttest One Group digunakan untuk pra eksperimen. Penelitian ini mengambil sampel total sebanyak 42 orang.  analisis data univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji Shapiro Wilk, dan analisis Wilcoxon Signed-Rank. Hasil : Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden berupa usia dan paritas. penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner untuk mengukur intensitas skala nyeri perineu. Telah dilakukan perhitungan dengan Wilcoxon dengan hasil Pengaruh penerapan kompres dingin dari daun sirih terhadap pengurangan tingkat nyeri luka perineum pada ibu setelah melahirkan di PMB Kelurahan Sinar Banten Ulubelu Tanggamus menunjukkan nilai p sebesar 0,000 < ? = 0,05. Simpulan : Penggunaan kompres dingin dari daun sirih memiliki dampak terhadap pengurangan tingkat nyeri pada luka perineum pada ibu yang baru melahirkan di PMB Kelurahan Sinar Banten Ulubelu Tanggamus

    PENGARUH PENGGUNAAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DENGAN PEMBERIAN REBUSAN AIR DAUN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

    Full text link
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan peningkatan yang terjadi pada tekanan darah sistolik >140mmHg dan diastolik >90mmHg yang melebihi dari batas normal. Hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Peningkatan prevalensi lansia telah mendorong munculnya berbagai masalah kesehatan dan paling umum terlihat adalah perubahan pada tekanan darah sebagai dampak dari proses penuaan. Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Dengan Pemberian Rebusan Air Daun Seledri (Apium Graveolens) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Metode : Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan one group pretest-posttest design pada bulan Januari-Februari 2025 dengan sampel sejumlah 40 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling.Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Data diolah menggunakan SPSS versi 26 dan dianalisis dengan uji chi-square nilai ?< 0,05. Hasil : Uji Paired T-test didapatkan hasil tekanan darah sistolik dengan nilai p-value = 0,000<? = 0,05 dan hasil tekanan darah diastolik dengan nilai p-value = 0,000 <? = 0,05. Kesimpulan : H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun seledri pada lansia penderita hipertensi, sedangkan pada usia, pendidikan, konsumsi kopi dan kebiasaan merokok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi. Namun, jenis kelamin tidak memiliki pengaruh dengan kejadian hipertensi

    Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Analisis Karakteristik Pasangan Usia Subur (PUS) dalam Pemilihan Kontrasepsi Tubektomi di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak

    Full text link
    Tubektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi mantap yang efektif dan efisien, namun penggunaannya masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik Pasangan Usia Subur (PUS) yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi melalui data rekam medis di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak periode 2020–2022. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan case control retrospektif terhadap 174 responden (58 pengguna tubektomi dan 116 non-tubektomi) dengan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur (p=0,00), paritas (p=0,00), dan riwayat komplikasi (p=0,00) dengan pemilihan tubektomi, sedangkan pekerjaan (p=0,165), status kawin (p=0,753), pendidikan istri (p=0,113), pendidikan suami (p=0,203), dan riwayat KB (p=0,087) tidak berhubungan. Disimpulkan bahwa faktor medis seperti usia, jumlah anak, dan riwayat komplikasi merupakan determinan utama pemilihan tubektomi, sedangkan faktor sosial ekonomi kurang berpengaruh. Pemanfaatan rekam medis sebagai basis data sangat penting untuk evaluasi pelayanan KB dan perencanaan strategi penyuluhan kesehatan masyarakat

    Evaluasi Pola Asuh Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Madu Sari: Evaluasi Pola Asuh Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Madu Sari

    No full text
    Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan nilai Z score TB/U di bawah -2 SD berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tahun 2020 prevalensi stunting di dunia mencapai 22,2%, atau sekitar 150,8 juta balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola asuh orang tua pada balita stunting di Desa Madu Sari. Metode : Penelitian dengan pendekatan mix method. Metode kuantitatif menggunakan jenis analitik observasional pendekatan case control, penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenologi interpretif. Penelitian pada bulan Desember 2023 dengan sampel 60 responden dibagi 2 kelompok yaitu 30 responden stunting dan 30 responden tidak stunting, serta 5 orang informan. Analisis data menggunakan regresi logistik berganda dan teknik analisis triangulasi model interaktif. Hasil : Kelompok balita stunting sebagian besar responden menerapkan pola asuh (menu dan makan) penelantaran yaitu 19 orang (63.4%) sedangkan kelompok balita tidak stunting sebagian responden menerapkan pola asuh (menu dan makan) demokratis yaitu 17 orang (56.6%), nilai p-value 0.000, pada kelompok balita stunting sebagian responden menerapkan pola asuh (kesehatan dan perawatan) penelantaran yaitu 15 orang (50%) sedangkan kelompok balita tidak stunting sebagian responden menerapkan pola asuh (kesehatan dan perawatan) demokratis yaitu 15 orang (50%) nilai p-value 0.003. Kesimpulan : Hasil uji regresi logistik memperlihatkan bahwa variabel pola asuh menu dan makan (p-value 0,001) mempunyai pengaruh terbesar terhadap kejadian stunting pada balita dibandingkan pola asuh kesehatan dan perawatan (p-value 0,012).   &nbsp

    ( STUDI FENOMENOLOGI ) BUDAYA PERAWATAN MASA NIFAS SUKU TEONGHUA DI DESA SIAGA, KECAMATAN SUNGAI RAYA.KABUPATEN KUBU RAYA. PROVINSI KALIMANTAN BARAT. TAHUN 2024

    Full text link
    Latar belakang Angka kematian ibu ( AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada Tahun 2030. Dan menurut WHO di Tahun 2019 Angka kematian ibu disunia yakni 303.000 jiwa. per 100.000 kelahiran hidup. 75% kematian ibu disebabkan oleh kematian, kontaminasi, atau hipertensi selama kehamilan (World Health Organization, 2020). Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 189 yang artinya terdapat 189 kematian perempuan pada saat hamil.melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia termasuk dalam 13 negara Tujuan penelitian mengetahui Budaya Suku Tionghua Tentang Perawatan Nifas ( Co Gwue Lai)  Di Desa Siaga.Kecamatan Sungai Raya .Kabupaten Kubu Raya Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk mendalami kebiasaan suku teonghua pendekatan fenomenologi yang dilakukan di desa siaga, kecamatan sungai raya dan kabupaten kubu raya. Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian : seluruh responden wanita suku teonghua 10 orang (100%) mengatakan badan menjadi segar dan enak , tidak lemas serta nafsu makan bertambah, kemudian dari 10 orang responden dilakukan perlakuan pemeriksaan HB dari HB awal rata-rata 10.2g/dl -10.5 g/dl meningkat menjadi rerata 11.2 g/dl-11.8g/dl Dan seluruh Responden (no1,2,3,4,5,6,7,8,9dan 10) )  menyebutkan, arak terutama digunakan untuk konsumsi wanita masa nifas  untuk melancarkan peredaran darah mendorong produksi Asi. Menurutnya, mengkonsumsi arak paska melahirkan bisa merangsang saraf-saraf peredaran darah dalam tubuh. Kesimpulan Seluruh partisipan (100%) tetap melaksanakan tradisi Guek lai ini sampai selama 30 hari. Seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi tidak keluar rumah selama 30 hari dan Seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi hanya konsumsi makanan ayam arak dan ayam masak angkak selama 30 hari serta seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi tidak melakukan keramas rambut selama 30 hari dan seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi mendapat pelayanan nifas wanita paruh payah (Co Gwek Ie) selama 30 hari &nbsp

    Pengaruh Asupan Asam Folat dan Kadar Haemoglobin terhadap Perkembangan Neurologis Janin: Systematik Review pada Ibu Hamil

    Full text link
    Background: Fetal neurological development is influenced by maternal nutritional status during pregnancy, particularly folic acid intake and haemoglobin levels. Folic acid plays a role in central nervous system  formation, while haemoglobin ensures optimal oxygen supply to the fetal brain. Objective: This study sytematic reviews the effects of folic acid intake and haemoglobin levels on fetal neurological development in pregnant women. Methods: The research design is a systematic review with literature searches in PubMed, Scopus and Science Direct for articles published from 2015 to 2024. The study population is pregnant women, with samples being articles meeting inclusion criteria : observational and experimental studies assessing the relationship between folic acid intake and haemoglobin levels with fetal brain development. Article quality was assessed using the Newcastle-Ottawa Scale and Cochrane Risk of Bias Tool. Results: Review of 10 articles showed that adequate folic acid intake (400-800 mcg/day) and optimal haemoglobin levels (11-13 g/dL) consistently correlate with reduced risk of neural tube defects, delayed cognitive development, and other neurological disorders in the fetus. The combination of folic acid deficiency and anemia doubles the risk of fetal neurological disorders. Conclusion: Monitoring and intervention of folic acid and haemoglobin status in pregnant women are essential to support optimal fetal neurological development. Health workers are advised to strengthen education and monitoring of maternal nutritional status to prevent fetal brain development disorders

    PERKEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ADMINISTRASI KESEHATAN DI ERA DIGITAL : SYSTEMATIC REVIEW

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi berbagai aspek dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk dalam administrasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematik perkembangan sistem administrasi kesehatan di era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Review dengan penelusuran artikel dari database elektronik seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2015–2024. Hasil seleksi menunjukkan 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis berdasarkan tema manfaat, tantangan, dan strategi implementasi. Hasil kajian menyimpulkan bahwa digitalisasi administrasi kesehatan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akses informasi. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital, dan keamanan data. Diperlukan kebijakan strategis untuk mendukung transformasi administrasi kesehatan secara berkelanjutan

    Pengaruh Konsumsi Minuman Jahe Dan Kompres Air Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di PMB A Kabupaten Cianjur Tahun 2024

    Full text link
    Dismenore adalah suatu keadaan nyeri yang hebat dan bisa mengganggu aktivitas sehari hari pada perempuan. Dismenore merupakan suatu fenomena simptomatik meliputi nyeri abdomen, kram dan sakit punggung (Desta, 2019). Tujuan Dalam Penelitian ini  adalah Untuk Mengetahui Pengaruh   Konsumsi   Minuman   Jahe   dan   kompres   air   dingin terhadap  penurunan  nyeri  dismenore  primer  pada  remaja  putri. Metode   penelitian   yang   digunakan   yaitu   study   case   dengan melakukan  observasi .  Hasil Penelitian ini adalah Pada kasus 1 Pada relmaja pultri yang mengalami disminore diberikan intervensi minuman jahe 1 gelas pada mesntruasi hari pertama dan hari kedua setelah diberikan intervensi minuman air jahe keluhan remaja putri berangsur menurun dan pada hari ketiga diberikan intervensi keluhan remaja putri hilang.Dan Pada kasus 2 dengan intervensi kompres air dingin yang di lakukan selama 3 hari berturut-turut di dapatkan hasil hari pelrtama dan hari kedua setelah dibelrikan intelrvelnsi relmaja pultri melngatakan sakit dismelnorel belrangsulr melnulruln, hari kel tiga seltellah dilakulkan intelrvelnsi komprels air dingin kellulhan disminorel hilang.  Kesimpulan  dalam  penelitian  ini  Ada  pengaruh yang  signifikan  dari  pemberian  minuman  jahe  dan  kompresair dingin   yang   dilakukan   selama   3   hari   berturut-turut  terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri di Kabupaten Cianjur.   Abstrak Dysmenorrhea is a condition of severe pain and can interfere with women's daily activities. Dysmenorrhea is a symptomatic phenomenon including abdominal pain, cramps and back pain (Delsta, 2019). The aim of this research is to determine the effect of consuming ginger drinks and cold compresses on reducing primary dysmenorrhea pain in adolescent girls. The research method used is a case study by making observations.  The results of this study were that in case 1, female teenagers who experienced dismenorel were given 1 glass of ginger drink intelligence on the first day and second day of menstruation after being given the ginger drink intervention. The teenage girls' complaints gradually decreased, and on the third day of being given the ginger drink intervention, the dysmenorrhea complaints disappeared. And in case 2, with the cold water compress intervention which was carried out for 3 consecutiv

    163

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇